Xin Chen berhenti di tempat seorang pedagang topeng, dia berpikir-pikir sejenak untuk membelinya.
"Apa yang hendak Tuan Muda beli? Aku memiliki banyak penawaran untukmu, cukup dengan 50 keping perunggu saja..." Pria itu mengambil sebuah topeng berbentuk kepala beruang. "Kau akan mendapatkannya."
Orang-orang yang berlalu lalang mulai berdesakan di belakang Xin Chen, mau tak mau dirinya harus segera memilih dan pergi dari sana. Xin Chen sendiri tak begitu menyukai topeng yang ditawarkan pria tersebut, justru dia lebih tertarik dengan topeng yang lain.
"Aku beli yang itu saja."
Sang pedagang mengalihkan pandangannya ke samping, mencoba mencari apa yang ditunjuk oleh Xin Chen. "Itu?" tanyanya.
"Iya, yang itu."
"Kau masih memiliki banyak pilihan lain, Tuan Muda. Begini, kau akan mendapatkan dua topeng sekaligus dengan hanya memberikan 50 keping perunggu."
Xin Chen mulai bosan, sembari mengembuskan napas dia berkata, "Aku akan membeli topeng itu." Tangannya menyodorkan sepuluh keping emas kemudian, membuat sang penjual membuka lebar-lebar matanya.
Dia memang tak begitu mengenali siapa Xin Chen karena sudah terlalu tua untuk melihat paras seseorang. Wajah berkeriputnya mulai terlihat gemetar, dia mengambil topeng berbentuk wajah hantu itu. Bentuknya saja sudah membuat siapapun akan ketakutan namun entah mengapa Xin Chen begitu menginginkannya.
"To-topeng ini tidak seharusnya dijual..." Pria tersebut menggelengkan kepalanya, memasukkan topeng tersebut ke dalam tasnya.
"Ada apa dengan topeng itu? Kenapa kau terlihat ketakutan?" Xin Chen menahan tangan pria kemudian mengambil topeng hantu di dalamnya, memerhatikan dengan jeli akan tetapi tak mengetahui di mana letak keanehannya.
Xin Chen tak memikirkan lebih panjang lagi dan segera memakai topeng tersebut, seketika dirinya merasakan sebuah tekanan aneh yang mengalir dalam darahnya dan tak bisa mengenali itu apa. Sang kakek penjual kelabakan melihat hal tersebut, dia membantu Xin Chen melepaskan topeng dengan buru-buru.
Hanya wajah pucat terlihat ketika pria tua itu melihat anak kecil di depannya. "Kau tidak apa-apa? Wajahmu terlihat pucat sekali..."
"Tidak, ini memang karena aku hujan-hujanan semalam. Aku beli topeng itu, ini uangnya."
Sang kakek mengerjapkan mata tak percaya, dia yakin penglihatannya tak salah sama sekali. Bahkan beberapa detik kemudian Xin Chen masih terlihat biasa saja, tidak ada tanda-tanda aneh terjadi pada dirinya.
Pria itu mengetahui betul Topeng Hantu Darah di tangan Xin Chen, awalnya dia sendiri tak percaya bahwa topeng tersebut memiliki kekuatan spiritual jahat yang dapat melukai manusia.
Baru satu bulan menjual benda yang dibelinya di pasar gelap itu, sudah ada lima pembeli yang meninggal dunia. Dan yang paling anehnya Topeng Hantu Darah tetap kembali padanya setelah membunuh korban.
Pria itu jelas ketakutan akan tetapi dia tidak bisa memberitahu pada siapapun tentang hal ini termasuk pada istrinya sekalipun. Selagi tidak membahayakan nyawanya dan istrinya pria itu akan tetap berjualan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ketika malam tiba kadang kakek tersebut mendengar derap kaki dari gudang tempatnya menyimpan barang dagangan disertai bisik-bisik samar penuh ancaman.
Sekilas dia mengetahui sedikit apa yang diinginkan sang roh penghuni topeng tersebut, yakni sebuah jiwa manusia. Akan tetapi dari setiap orang yang coba dimasukinya tidak ada satupun dari mereka yang selamat.
Pria tersebut menyadari Xin Chen sudah agak jauh ketika dia sibuk melamun, maka dari itu dirinya angkat bicara untuk sekedar memberitahu begitu berbahayanya topeng tersebut.
"Nak, hati-hati dengan topeng itu. Topeng itu terkutuk dan bisa membunuhmu."
Antara yakin tak yakin mendengarnya Xin Chen hanya mengiyakan. Anak itu menghilang di balik kerumunan orang-orang hingga tak dapat dilihat lagi. Di detik berikutnya jalan tempat pedagang itu berjualan dikerumuni para penduduk. Tiba-tiba pria itu kehilangan nyawa dengan mata terbuka lebar.
Di antara kerumunan tersebut berdiri sosok misterius yang hanya berdiam tanpa ekspresi, tepat di pinggangnya terlihat sebuah kain lusuh dengan lambang segitiga yang di dalamnya berbentuk sebuah mata yang terbuka lebar. Seperti mata kakek penjual topeng tersebut saat menemui ajalnya tanpa sebab yang jelas.
**
Puas mengitari seisi desa dan tak menemukan informasi yang berguna Xin Chen beristirahat di bawah pohon, matahari mulai merangkak naik membuat udara pun turut panas. Tak lama Xin Chen mengeluarkan Topeng Hantu Darah, hanya memegangnya sebentar saja Xin Chen sudah menyadari ada sesuatu yang salah dari topeng ini.
Xin Chen memakainya sebentar memastikan kekuatan aneh yang menyerbunya tadi masih muncul atau tidak, satu menit berselang tak terjadi apa-apa akhirnya Xin Chen melepas kembali topeng tersebut.
Anggapan buruk terhadap topeng itu hanya sepintas lalu di kepalanya, buktinya saja kata-kata kakek tersebut tidak ada bukti. Mungkin kekuatan aneh yang dia rasakan tadi murni karena dirinya memang sedang kelelahan. Xin Chen melanjutkan perjalanannya mencari informasi dengan memakai topeng tersebut.
Derap langkah kakinya terhenti pada sebuah pagoda bercorak merah, tempat itu terlihat tertutup dan tidak terlalu menonjol. Hanya beberapa orang yang dipersilahkan masuk ke dalam.
"Hei, apa yang kau lakukan di sana?" Xin Chen terbatuk-batuk kecil saat seorang pendekar diam-diam memperhatikan.
"A-aku hanya sekedar lewat. Kebetulan melihat-lihat sebentar ke sana."
Pria itu mengernyitkan dahinya ketika melihat topeng yang sedang dipakai Xin Chen. "Apa-apaan dengan topeng jelek itu, enyahlah dari sini sebelum aku memenggalmu!"
Kata-kata ancaman itu keluar dari mulutnya begitu saja disertai wajah tak bersahabat. Xin Chen mundur dari sana dengan memasang wajah kesal, meskipun menurut tapi sebenarnya dia tak memiliki niat sepenuhnya untuk mematuhi perintah pria menyebalkan tersebut.
Anak usil itu mulai memikirkan cara untuk mengerjai pria tersebut, tentu saja Xin Chen takkan diam dimarahi oleh orang yang tak dikenalnya.
Dari gelagatnya saja Xin Chen yakin dia bukan orang baik dan orang-orang pagoda ini sendiri memiliki wajah yang asing di matanya. Tidak seperti orang-orang dari Kekaisaran Shang pada umumnya. Saat sedang larut dalam lamunannya Xin Chen baru menyadari pria yang tadi membentaknya sudah memasuki pagoda tersebut.
'Entah kenapa tempat ini sangat aneh, mungkin saja aku akan mendapatkan informasi dari tempat ini...' batinnya ketika berdiri di muka gerbang. Setelah melihat kanan kiri tak ada penjaga di sana akhirnya Xin Chen memberanikan diri untuk masuk.
Baru saja mendapatkan tempat untuk bersembunyi tiga penjaga gerbang sudah bertugas kembali, Xin Chen menarik napas lega. Telat sebentar saja dia yakin akan ketahuan oleh orang-orang tersebut.
Samar-samar terdengar bunyi derap kaki kuda, tampaknya rombongan besar telah kembali ke sana. Terlihat seorang pemuda berusia 21 tahun yang mereka sebut sebagai Tuan Muda memasuki halaman depan.
Seorang pria yang usianya hampir setengah abad menyambut riang gembira, dari wajah anaknya yang telah kembali kelihatannya dia membawa kabar baik.
"Berkat peta yang mereka berikan kita berhasil mendapatkannya, artefak ini akan kujual dengan harga selangit!"
"Tentu saja anakku, tidak salah aku menerima tawaran kerja sama dari mereka. Sudah, sudah, ayo masuk. Kita bicarakan ini di dalam." Pria itu mempersilahkan masuk dengan memasang senyum terbaiknya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
Edu Juan
mc terlalu nekat,padahal bodoh
2024-05-29
0
Alan Bumi
nafas
2022-11-03
0
Agus
topeng darah,pasti ada kaitannya dgn kitap darah
2022-09-04
1