"Zhan Gege..." Xin Chen menggoyangkan tubuh Xin Zhan yang telah terbaring tak sadarkan diri, tak lama kemudian para penjaga kota dan warga datang bersama-sama. Mereka melihat dengan khawatir keadaan Xin Zhan yang sudah terbaring dan Xin Chen begitu ketakutan di sana. Tampaknya sesuatu yang buruk sudah terjadi.
Bisik-bisik dari mulut mereka pun mulai terdengar, meski berbicara dengan nada sekecil mungkin namun Xin Chen masih jelas mendengar omongan mereka.
"Aku yakin pasti anak itu mulai membuat masalah lagi, lihatlah, kakaknya itu berkorban agar dia tidak terluka." Bisikan dari mulut orang-orang mulai terdengar.
"Seharusnya dia tidak merasa sok jagoan tadi, apa salahnya menunggu pendekar yang lebih ahli dalam menangani perampokan seperti ini. Sekarang Tuan Muda Xin pertama harus menerima akibat perbuatannya."
"Kudengar semalam juga terjadi hal yang buruk, kau lihat bekas gigitan di kakinya, untuk menjaga diri saja dia masih tidak bisa. Benar-benar anak gagal... Aku yakin Ayahnya sangat malu memiliki anak seperti dirinya."
Xin Chen tak dapat memungkiri bahwa dirinya memang tak berguna, tapi di sisi lain luka yang dia dapatkan ini tak sepenuhnya karena dia tak bisa menjaga diri. Justru dia berusaha menyelamatkan Xin Zhan dari siluman naga.
Tapi apa daya, membela sekalipun tidak ada yang mau mendengarkan. Xin Chen hanya menutup rapat-rapat bibirnya, menerima cemoohan warga selagi kakaknya dibawa kembali ke rumah. Dia berharap Xin Zhan masih bisa selamat sampai mereka menemukan penawar racunnya.
Tiba di rumah yang pertama kali menyambut mereka adalah Ren Yuan, wanita cantik itu tak sanggup menyembunyikan rasa cemasnya ketika melihat Xin Zhan terluka. Terdapat luka membiru di tangannya yang sebelumnya terkena cipratan racun, saat dibawa ke dalam ternyata racun tersebut telah menyebar di seluruh tubuh Xin Zhan.
Beberapa pelayan yang bekerja di kediaman mereka menutup mulut terkejut. Ini tidak bisa dianggap sebagai masalah kecil lagi. Xin Zhan memiliki potensi besar untuk mewariskan nama Pedang Iblis. Dan kini nyawanya terancam akan racun tersebut.
Dengan terlukanya Xin Zhan banyak orang bersedih dan menyalahkan adiknya yang tidak berguna. Untuk sementara Ren Yuan menyuruh Xin Chen mengurung diri dulu di kamar. Dia tidak bisa memarahi Xin Chen atas hal ini.
Sedangkan Xin Chen merenungi perbuatannya tadi. Andai dia tidak gegabah mungkin Xin Zhan tidak akan terluka. Semua yang terjadi sepenuhnya adalah karena salahnya. Maka dari itu saat malam tiba Xin Chen berniat menebus kesalahannya. Dia menyelinap ke kamar Xin Zhan yang kini dikerubungi oleh banyak tabib dan peracik obat handal.
Masing-masing dari mereka tak menampakkan wajah memiliki harapan, hanya ketegangan bercampur keputusasaan terlihat ketika mereka menatapi Tuan Muda Xin pertama.
Sebagian besar tubuh atasnya telah berwarna ungu kehitaman. Bibir Xin Zhan membiru pucat, tidak terlihat dia bernapas dalam beberapa lama.
"Aku tidak begitu tahu perihal racun ini, aku sudah mencari seharian penuh dan tak membuahkan hasil. Barangkali tabib senior mengetahui penawarnya?" tanya peracik obat tersebut, dia mengelus jenggotnya sembari memerhatikan Xin Zhan sedikit lebih lama.
Sosok lelaki tua berjubah putih yang berdiri tepat di samping pembaringan Xin Zhan mengawasi anak tersebut sembari menggelengkan kepalanya pelan sekali.
Dia tampaknya kehilangan harapan, pelipis di dahinya telah mengucur sejak lima jam terakhir. Apalagi Ren Yuan telah menaruh harapan penuh padanya, lelaki itu sebenarnya tidak ingin membuat Ren Yuan kecewa.
Setelah memikirkan beberapa cara untuk menyembuhkan Xin Zhan mereka tetap tak menemukan titik temu. Dengan berat hati kedua orang tersebut berniat mengundurkan diri.
Ren Yuan dan lainnya masih menunggu di ruang tamu, menanti kabar baik dari mulut dua pengobat terkenal tersebut tapi sayangnya kabar yang mereka dengar justru sebaliknya. Ren Yuan menangis sementara Xin Xia berusaha menenangkannya.
Berita buruk tersebut tentu saja sedang disampaikan pada Xin Fai, namun membutuhkan waktu beberapa saat hingga dia kembali ke rumah.
Xin Chen takut Ayahnya pulang dan kecewa pada dirinya akan hal ini. Dia telah membuat kesalahan fatal. Xin Chen tahu betul bahwa Ayahnya menaruh harapan besar pada Xin Zhan. Ayahnya itu melatih Xin Zhan dengan serius. Hari ini kakaknya terbaring lumpuh sama sekali tidak bergerak dari pagi tadi. Dan itu semua karena ulahnya.
Dalam kerisauan itu Xin Chen memasuki kamar kakaknya, dia meringis ngilu saat melihat luka di tubuh Xin Zhan. Racun tersebut seperti sedang menggerogoti tubuhnya.
Sesaat Xin Chen teringat ucapan pria tersebut. "Aku memiliki waktu tujuh hari untuk menyembuhkannya. Tapi... Dari mana aku harus mencari penawarnya? Andai aku sekuat Zhan Gege, mungkin aku bisa menyelamatkannya."
Anak itu bergumam lagi. "Lagipula Ayah pasti takkan membiarkanku pergi mencari penawarnya. Aku masih harus mencari laki-laki itu, dia juga sudah merampas Permata Cahaya Biru milik Ayah."
Napas Xin Chen terdengar berat, dia mengacak rambutnya perlahan dan untuk menenangkan diri anak itu duduk di salah satu kursi. Berpikir sejenak dalam keheningan malam.
Sementara itu Ren Yuan dan lainnya sedang berjalan menuju kamar Xin Zhan, wanita itu mengusap wajahnya pelan.
Tak begitu lama salah seorang pengawal mengabarkan Xin Fai telah kembali. Terlalu banyak hal yang harus diurusnya membuat Xin Fai tidak bisa membagi waktu antara keselamatan keluarga dan masyarakat luar. Masih ada satu hal yang harus diselidikinya bersama Aliansi Pedang Suci. Dan terpaksa dia harus menundanya untuk sementara waktu.
Saat membuka pintu kamar yang mereka temui hanyalah Xin Zhan di sana, beberapa orang masuk ke dalam. Setelah memeriksa keadaan anaknya yang pertama Xin Fai mencari yang satunya lagi. Dia sudah mendengar apa yang terjadi dari orang-orang. Merasa yakin Xin Chen akan merasa bersalah atas kejadian ini.
Saat mengetuk pintu kamar Xin Chen tidak terdengar sahutan apapun dari dalam, Xin Fai mulai curiga akan satu hal. Firasatnya mulai buruk. Tanpa berpikir banyak dia membuka paksa pintu dengan mendobraknya, melihat tidak ada sedikitpun bayangan anaknya yang satu itu.
Xin Fai berjalan pelan, melihat sekilas secarik kertas di atas meja Xin Chen. Dia membaca dengan teliti dan menggelengkan kepala.
Dalam surat tersebut Xin Chen mengatakan bahwa dia ingin merenungi kesalahannya sebentar. Mungkin akan memakan waktu berhari-hari juga.
Anak itu sama sekali tidak memberitahu di mana lokasinya pergi. Xin Fai duduk di pinggir ranjangnya, terlalu banyak masalah yang terjadi membuat dia lelah. Andai saja Ren Yuan tahu selama lima hari berturut-turut dia tak pernah beristirahat mungkin wanita itu akan mengamuk.
Ren Yuan sendiri tak pernah terlihat sesedih ini, melihat wanita itu menangis juga membuatnya sedih. Xin Fai tak tahu bagaimana harus menghibur istrinya tercinta itu.
Sebelum kembali ke rumah dia menyuruh Lang untuk mencari jejak pelaku, kemungkinan orang tersebut mengetahui penawar racun mematikan ini. Namun hingga saat ini Lang sendiri tak kunjung kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 372 Episodes
Comments
stonekidz
ini cerita keluarga sayangnya bukan kultivasi
2023-11-20
0
Alan Bumi
nafas
2022-11-03
0
Trisna Tris
lanjut thor.....sayangnya aku belum baca episode yang pertama... tapi gk apa... ceritanya keren abis....
2022-09-01
2