Lee Shin-Young, pria kebangsaan Korea Selatan. Anak tunggal dari Lee Won-Hoo dan Kang Jin-na. Pengusaha muda yang mewarisi seluruh harta milik orang tuanya, mempunyai perusahaan Entertainment dan 20 hotel yang berdiri di seluruh penjuru Korea, bahkan sudah berada di beberapa negara seperti Eropa, Italia, Jerman, Singapura dan saat ini dalam masa pembangunan hotel di Indonesia.
Malam itu Shin-Young yang sedang bosan memilih untuk pergi ke Clup malam, menghilangkan rasa bosannya dengan menikmati malam, lagi pula malam itu adalah malam Minggu, dimana banyak pasangan akan menghabiskan malam mereka bersama.
Banyak wanita seksi yang datang dan merayunya, tapi Shin-Young tak tertarik sedikitpun pada mereka. Dia hanya terus menikmati anggurnya yang mahal, namun matanya tertuju pada sosok seorang gadis yang masuk kedalam Club dengan pakaian yang sangat santai. Gadis itu mengenakan Hoodie dan celana jeans sobek-sobek, tak seperti kebanyakan wanita disana yang mengenakan baju seksi dan memperlihatkan bentuk tubuh mereka.
Dari ruangan tertutup itu, Shin-Young melihat gadis itu meminum cairan berwarna putih, yang seperti itu adalah susu.
"uyu masi leo o syeossnayo? geuneun isanghaji anhseubnikka?" *Datang jauh-jauh hanya untuk minum susu? bukankah dia terlihat aneh?* Gumamnya.
Shin-Young terus memperhatikan nya, dan menjadi sedikit tertarik pada gadis itu, apa lagi saat gadis itu naik keatas panggung tempat seorang Disk Jockey dan memainkan musik.
"Hahahaha..." Tawa Shin-Young saat mendengar musik gadis itu begitu kacau.
Namun didetik selanjutnya, Shin-Young menggeleng tidak percaya.
Dengan mahir gadis itu bermain piring hitam, lalu jari-jarinya memutar pengontrol suara, tangan kirinya menyetel sesuatu di laptop sambil mengenakan aerphone ditelinganya. Sempurna, orang-orang yang berada disana langsung saja menggoyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang keras padahal mereka sempat mengejek gadis itu sebelumnya.
Shin-Young tiba-tiba berdiri dari duduknya, lalu berjalan keluar dari sana. Asistennya yang terus memperhatikannya segera menyusul dari belakang, takut terjadi sesuatu pada tuannya saat dilantai bawah.
Shin-Young terus melangkah, menuruni anak tangga dengan perlahan tapi pasti, membuat beberapa wanita malam mendekat lalu menyentuhnya, namun malah ditepis dengan dingin olehnya.
Tepat saat Shin-Young tiba, gadis itu juga menyelesaikan permainannya lalu turun dengan cepat dari sana.
""Can you step aside a little, sir?" Ujarnya dengan dingin pada Shin-Young, membuatnya semakin tertarik saja.
"What's your name, girl?" Dengan percaya diri Shin-Young menanyakan namanya.
""Do I have any business with you, sir? I don't think so" ujarnya membalas Shin-Young dengan dingin lagi, bahkan berjalan melewati pria tampan itu.
Dengan cepat Shin-Young mencekal tangan gadis yang tak tahu namanya itu, "Of course you have business with me, because I am attracted to you, Girl." Tanpa ragu lagi, Shin-Young mengatakan jika dia tertarik pada gadis itu. Asistennya yang berada dibelakang Shin-Young terbelalak kaget, pasalnya tuannya itu bukanlah tipe orang yang mudah tertarik pada lawan jenisnya.
"Get your dirty hands off my sister, bastard." Ujar seseorang yang langsung menarik tangan gadis itu dari Shin-Young, Shin-Young sempat melihat wajah orang yang mengaku sebagai saudara dari gadis itu.
""Don't ever touch my sister, remember that!." Ujarnya lagi dengan tatapan tajam dan mautnya, namun malah dibalas Shin-Young dengan senyum miring setelah kedua orang itu menghilang dari pandangannya, hilang ditelan oleh banyaknya orang yang sedang berada disana.
"Ulineun jib-e ganda!" * Kita pulang!* Ujar Shin-Young melangkah terlebih dulu, diikuti oleh asistennya dari belakang.
Dalam mobil, Shin-Young memegang satu kertas undangan yang mewah. Disana mengatakan jika mereka mengundangnya untuk menghadiri acara pelelangan, yang akan diadakan besok di salah satu villa yang berada dipuncak.
"Jib-e gagi jeon-e yeogiseo yaggan-ui sigan-eul bonaeneun geos-i pil-yohadago saeng-gaghabnida. ginyeompum-eulo jib-e gajyeogal mulgeon-i pil-yohabnida" *Kurasa, mentahbiskan waktu sebentar disini sebelum pulang memang diperlukan. Aku membutuhkan sesuatu untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.* Gumamnya pelan, mungkin dia akan menemukan sesuatu yang menarik disana, dan dibawakan untuk ayahnya di Seoul.
Sampai di hotel, Shin-Young tak terlalu memikirkan gadis yang ditemuinya di Club barusan, namun tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, lalu masuklah seorang pria yang sudah familiar dimatanya.
"mwoga jalmos doeeoss ni?" *Ada apa?* Tanya Shin-Young.
"geunyeoui ileum-eul je-oehagoneun geu sonyeoe daehae amugeosdo chaj-ji moshaessseubnida." *Aku tak menemukan apapun tentang gadis itu, kecuali namanya saja.* Ujar asistennya sambil memberikan kertas yang sudah ditulis.
"museun mal-iya?" *Maksudmu* Tanya Shin-Young dengan tak mengerti.
"jeongboleul chajdaga 10 % gojangnan hu al sueobsneun siseutem peulogeulaem-e uihae siseutem-i talchwidanghaessseubnida." *
Ketika aku sedang mencari informasinya, sistemku yang dibajak oleh program suatu sistem tak dikenal setelah aku menembus 10%* balasnya dengan heran, dia bahkan tak pernah gagal dalam hal apapun. Apa lagi soal teknologi dan jaringan komunikasi.
Mata Shin-Young menatap tulisan yang ada diatas kertas putih itu, "Axila Lian R."
"ije gal su issseubnida." *Kau bisa pergi sekarang* Ujar Shin-Young pada asistennya.
*****
Pagi kembali menjelang, membangunkan seorang pria tampan yang masih terlelap dalam tidurnya. Namun silaunya mentari membangunkan pria tampan itu.
Selang beberapa menit, Shin-Young sudah selesai bersiap, dia akan mengikuti pelelangan yang sudah ditentukan.
Shin-Young dan asistennya segera melaju ketempat yang dimaksud, dengan bantuan Maps sebagai penunjuk arah.
Ketika tiba disana, sudah berjejer mobil-mobil mewah yang harganya selangit, Shin-Young segera melangkah masuk dan asistennya menunjukan undangan yang dia terima dari salah seorang pebisnis yang bekerja sama dengan mereka.
Mereka berbincang sebentar, sebelum matanya tertuju pada sosok gadis cantik yang sedang melangkah masuk dengan didampingi seorang pria tampan dibelakangnya.
"Geudo wassnayo?" *Dia juga datang?* Batin Shin-Young tersenyum tipis.
Shin-Young tak mempedulikan beberapa orang yang mengajaknya berbicara, tatapannya malah fokus pada gadis yang sama. Ada beberapa barang antik yang menarik perhatian Shin-Young, dia memutuskan untuk mendapatkan barang itu dengan cara apapun, meski harganya selangit tapi bukan masalah baginya, itu hanyalah masalah kecil saja.
"Alone?" Ujarnya pada gadis dihadapannya, meski tak dapat respon dia tetap bicara, ""Where is your man she left you alone roaming here?"
"indeed, what's your problem? I don't think so." Balasnya tanpa melihat pada Shin-Young.
>>>(Oke, disini author make bahasa Indonesia aja yah, malas nih translate lagi)<<<
"Kau dingin sekali, Nona. Axila" Ujar Shin-Young.
Axila yang mendengar namanya disebut segera menoleh, "Sudah tahu namaku rupanya, yah." Jeda Axila, "bagaimana dengan asistenmu, Tuan? Apakah ada yang terjadi semalam?" Balas Axila, sudah dia tebak, jika pemberian sistem semalam adalah karena ulah dari orang ini.
"Hahaha..." Shin-Young tertawa renyah, "kau yang melakukannya, apa aku benar?"
"Yah, tidak salah juga. Jika kau ingin memilihkan data-data mu, beritahu aku saja. Akan aku perbaiki." Ujar Axila lalu meninggalkan Shin-Young sendirian disana.
Shin-Young segera menyusul Axila, namun yang dia lihat adalah Axila yang sedang bicara dengan pemilik villa, lalu meninggalkan pria itu bersama laki-laki yang mengaku sebagai kakak Axila.
Shin-Young mengikuti mereka, lalu melihat keduanya meninggal Villa dengan motor sport masing-masing, dengan jenis motor yang sama namun dengan warna yang berbeda.
"Kuharap, bisa bertemu denganmu lagi, Axila." Gumam Shin-Young.
*****
Axila membaringkan tubuhnya di kasur singel yang empuk itu, hari ini cukup melelahkan. Ditambah dia bertemu dengan orang yang sama untuk kedua kalinya, pria yang cukup menyebalkan itu.
"Yang penting, uangku sudah banyak. Aku harus segera menyiapkan semuanya, lalu menjemput Azka di Seoul." Gumam Axila, lalu memejamkan matanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Land19
nah begitu thor
pake bahasa Indonesia aja .biar ga bolak balik baca.
biar enak
2024-12-12
0
Lhina Bright
na nih sdh muncul lagi nih jodoh keduanya si axila..
2024-09-11
0
Riah Hariah Boh
carilah apa yang boleh dijadikan batu loncatan Axila
2024-07-08
1