**Keesokan harinya**
Hari sudah berganti dengan malam, dan kini sudah menunjukkan pukul 7 malam, dimana malam ini adalah malam Minggu. Axila sedang bersiap untuk pergi ke Clup malam, dia ingin melihat bagaimana tempat itu dimalam hari tak lebih dari itu.
Axila mengenakan baju sport berwarna hitam yang memperlihatkan sebagian perut langsingnya, dipadukan dengan hodie berwarna putih. Celana jeans hitam sobek-sobek dan sepatu kets silver, terakhir rambutnya dibiarkan tergerai. Wajahnya sangat natural, hanya ditambah sedikit sentuhan make-up tipis dan lipstik rasa buah.
"Udah selesai?" Tanya Putra ketika Axila muncul di depan pintu.
Axila mengangguk, "udah, Kak." Balasnya, kini panggil Gege sudah berganti menjadi kakak.
"Yuk jalan." Ajak Putra yang sudah bersiap dengan motor sport miliknya, dan berwarna hitam.
Axila berjalan ke parkiran dan mengambil motor sport yang baru saja dia beli tadi siang, motor yang jenisnya sama dengan milik Putra, hanya berbeda warna saja. Jika milik Putra berwarna hitam, milik Axila berwarna merah darah, karena Axila memang suka dengan warna itu.
Kedua kakak beradik itu segeralah meluncur dijalanan yang mulai padat dibeberapa titik. Melajukan motor mereka kesalah satu Club yang terkenal. Club XZ.
35 menit kemudian mereka tiba ditempat yang dituju, Putra memarkirkan motornya diikuti Axila disampingnya.
"Ini tempatnya, Kak?" Tanya Axila setelah melepas helm nya.
Putra juga ikut melepas helm nya, "iya, dek. Masuk yuk." Ajaknya sambil merangkul pundak Axila.
Putra dan Axila melangkah memasuki Club, didepan sana terdapat dua orang pria berbadan kekar yang sedang berjaga.
"KTP nya, Tuan-Nona." Ujar salah satu
Axila segera mengambil dompetnya, lalu mengeluarkan KTP miliknya, begitu juga dengan Putra.
Kedua pria itu segera mempersilahkan mereka masuk setelah melihat KTP yang mereka punya. Mengapa mereka memeriksa KTP? Karena aturan yang berlaku pada Club ini, yaitu anak dibawah 17 tahun dilarang masuk, hanya 17 keatas yang di ijinkan memasuki Club.
Axila melangkah masuk setelah diijinkan oleh kedua pria itu, diikuti Putra di belakangnya.
Dentuman musik yang keras menyambut mereka ketika masuk, cahaya remang, lampu-lampu diskotik terus mengarah pada orang-orang yang sedang menggoyangkan tubuhnya, dan lampu sorot yang mengarah pada sang DJ.
Axila berjalan mendekati salah satu meja, ia memilih duduk sana, diikuti Putra disampingnya. Sorot mata orang-orang yang memandang mereka begitu lapar. Bahkan ada beberapa perempuan yang datang dan menyentuh dada Putra yang bidang ataupun wajah Putra, namun ditepisnya dengan mudah.
Seorang waiters mendekat dengan wajah ramahnya. Pelayan perempuan yang berpenampilan seksi, tentunya harus seksi, karena apa? Karena memang wajib seksi untuk bekerja ditempat yang kotor seperti ini. "Selamat malam, Tuan-Nona. Apakah ada yang ingin dipesan?" Tanyanya dengan suara yang ramah sambil menatap Putra dengan tatapan lapar, namun sedikit ditahan.
"Satu wiski dan." Putra menataap Axila, belum juga Axila menjawab, Putra kembali bersuara.
"Shakemilk atau shakestober, coklat atau advokat saja, biar tak bahaya." Ujarnya.
"Shakemilk aja." Ujar Axila. Lagi pula, entah bagaimana rasa minuman-minuman Seperti itu baginya yang baru datang dari masa lalu. Kalian tahu shakemilk kan? Sejenis susu kocok namun pakai ice.
Waiters itu mengangguk lalu meninggalkan keduanya, mengambil pesanan mereka.
Dari jauh, seorang pria menatap Axila dan Putra dengan tak percaya. "Bukankah itu nona Axila, Tuan?" Ujarnya, dia adalah Jack.
Mike yang mendengar nama Axila disebut menataap Kearah Jack, "kau mengatakan sesuatu, Jack?"
"Aku sepertinya melihat Nona Axila dan Putra." Ujar Jack.
"Memangnya apa yang mereka lakukan ditempat seperti ini?" Sambung Mike.
"Aku tak tahu, Tuan. Tapi aku yakin, jika itu nona Axila." Jack menunjuk meja yang diduduki Axila dan Putra.
Mike tersenyum dalam, bahkan malam ini dia melihat gadis yang selalu terbayang dipikirannya.
Lain halnya dengan Axila, dia Tengah memperhatikan seorang pria yang sedang memainkan piring kaset didepannya, ditambah beberapa tombol dan sebagiannya yang biasa digunakan oleh seorang Disk Joker atau biasa disebut DJ.
Kepala Axila ikut bergoyang pelan menikmati musik yang dimainkan, jarinya juga diketuk-ketuk diatas meja. Sedangkan Putra saat ini sedang bicara dengan salah satu pria yang mengaku sebagai teman sekolahnya dulu.
Lama kelamaan Axila menjadi bosan, music yang dimainkan itu-itu saja, tak ada yang berubah. Axila coba untuk membaca pikiran pria yang sedang asik bermain dengan laptop dan alat-alat nya, lalu membaca pikiran semua orang yang berada dilantai satu.
Kebanyakan dari mereka hanya memikirkan tentang uang, bersenang-senang, berhubungan intim, bisnis dan lain sebagainya. Axila ingin coba memainkan apa yang saat ini pria itu mainkan, jadi dia mencari bagaimana cara bisa memainkannya dari sang DJ.
"Kak, aku ke toilet sebentar." Ujarnya pada Putra.
"Ya sudah, jangan lama-lama yah." Balas Putra dan diangguki Axila.
Tepat saat itu juga, sang DJ beristirahat sebentar dan menikmati segelas minuman.
Axila mendekat, "boleh kugantikan kau sebentar?" Tanya Axila sambil menunjuk kearah tempat yang baru saja dia tinggalkan sebentar.
"Silahkan saja, aku ingin istirahat sebentar." Balasnya, tangannya sudah menjalar pada wanita seksi yang duduk disampingnya, memainkan dua gundukan wanita itu.
Axila malas untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya, dia berjalan mendekat pada tempat itu dan menatap semua orang yang saat ini sedang berada dibawah sana. Tempat itu dibuat khusus seperti panggung kecil, hanya dikhususkan untuk seorang DJ.
Axila coba untuk memainkan music yang berbeda dari DJ sebelumnya. Awalnya memang acak-acakan, dan tak sesuai dengan yang diinginkan oleh para penikmatnya.
"bisa main nggak sih Lo? mending turun aja deh..."
"Woyy.. turun woyy, kagak enak didengar woy..."
"pake sok-sokan segala mau jadi DJ padahal nggak tahu mainnya."
masih banyak lagi ejekan yang diterima oleh Axila, membuat Axila jadi sedikit kesal.
Putra yang asik mengobrol dengan temannya segera mengangkat wajahnya saat musik yang masuk ke telinganya tak sedap didengar.
"bukannya itu adikmu, Put?" tanya temannya.
Jangan ditanya lagi, Putra sangat terkejut, pasalnya Axila ijin ke toilet namun pergi bermain disana.
"Astaga, apa yang dia lakukan disana?" gumam Putra. Dia langsung berdiri dan melangkah kearah panggung itu, namun belum juga sampai, musik kembali terdengar. Kini semua orang menatapnya dengan kagum, musik yang dimainkan Axila sangat enak didengar.
"Gue nggak nyangka, ternyata dia cuma ngetes kita doang tadi."
"Siapa sih tuh cewek? cocok banget jadi DJ disini."
"Udah cantik, jago main DJ lagi."
"Abis ini kenalan ahh"
Sekarang, yang terdengar hanyalah pujian yang diarahkan pada Axila, membuat Axila tersenyum miring.
Axila menatap Putra yabg masih berdiri ditempatnya saat itu dan belum melangkah, hanya menatapnya dengan kagum. Axila mengangkat tangan kirinya lalu membentuk lingkaran dengan jadi jempol dan telunjuknya. Memberikan isyarat pada Putra jika dia baik-baik saja. Dia tahu jika Putra melangkah kearahnya tadi, namun terhenti saat mendengar musik yang dia mainkan.
Sedangkan dilantai dua, Mike dan Jack menatapnya dengan tak percaya. Awalnya Mike pikir Axila hanya akan mempermalukan dirinya, namun di detik selanjutnya, tak bisa berkata-kata lagi.
Permainan Axila begitu hebat, bahkan para penikmat musik itu terus menggoyangkan tubuhnya dengan semangat, seperti tak pernah lelah dengan kegiatan mereka itu.
"Who is she?" *Siapa dia?* tanya Seorang pria pada pria yang lain yang berada didepannya. Mereka berada diruang private, namun masih bisa melihat apa yang terjadi diluar sana.
"Sorry sir, but I don't know the woman myself" *Maaf tuan, tapi saya sendiri juga tak mengenal wanita itu.* balas seorang pria disamping nya.
"hmm.." balasnya, dia tetap menatap Axila dengan memuja. Dia melangkahkan kakinya dan keluar dari tempat itu, menuju lantai satu dan berjalan mendekat kearah panggung.
Axila yang baru saja selesai bermain dengan kegiatannya barusan segera turun dari sana, namun sebelum itu memberikan kode pada sang DJ yang sedang menikmati wanita dihadapannya, jika Axila selesai dan dua harus melanjutkan pekerjaannya. Tentu saja pekerjaan sang DJ, karena dia bekerja ditempat ini. Bukan seperti Axila yang hanya ingin bersenang-senang seperti barusan.
Saat tiba ditangga terakhir, Axila malah berhadapan dengan seorang pria tak dikenal. "Can you step aside a little, sir?" *Bisa kau minggir sedikit, Tuan?* ujar Axila pada pria dihadapannya, tentu saja menggunakan bahasa Inggris, karena dia yakin jika pria dihadapannya bukanlah orang Indonesia. Axila bahkan menatapnya tajam.
"What's your name, girl?" *Siapa namamu, nona?* tanyanya tanpa rasa canggung ataupun yang lainnya. Rasa kagum sudah pasti tertuju pada Axila saat ini.
"Do I have any business with you, sir? I don't think so" *Apa aku mempunyai urusan denganmu, Tuan? Kurasa tak ada.* balas Axila dingin, dia bahkan berjalan melewati pria itu.
Namun, tangannya langsung dicekal oleh pria yang baru saja dia lewati. "Of course you have business with me, because I am attracted to you, Girl. "Tentu saja kau mempunyai urusan denganku, karena aku tertarik padamu, Nona."
"Get your dirty hands off my sister, bastard." *lepaskan tangan kotormu dari adikku, brengs*k.* Suara Putra terdengar ditelinga Axila, lalu menarik paksa tangan Axila yang sedang dicekal oleh pria itu dengan sedikit tenaganya. Diperhatikan wajah asing yang berada didepannya. Wajahnya seperti orang pria Korea.
"Don't ever touch my sister, remember that!." *Jangan pernah menyentuh adikku, ingat itu!* Ujar Putra dengan tatapan tajam dan maut miliknya. Segera mereka meninggalkan Club itu setelah Putra membayar minuman mereka tadi.
Keadaan di Club juga ikut ramai tepat dibawah panggung, mereka ingin berkenalan dengan Axila, ada pula yang ingin mengajaknya berkencan.
Mike yang juga ikut menyaksikan kejadian itu merasa geram, wajah asing itu cukup familiar diingatannya. Tapi siapa pria itu?
Untung saja ada Putra yang berada disana, dan langsung bertindak. Jika tidak, mungkin saja sudah terjadi keributan di Club.
Mike dan Jack juga ikut meninggalkan Club setelah Axila dan Putra menghilang dari sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Land19
keren sekale
2024-12-12
0
zylla
*sorry sir, but i don't know her.
2024-07-25
4
Riah Hariah Boh
Tahniah,Putera, seorang abang yang penyayang
2024-07-08
0