Pria yang diajak bicara oleh Axila membelalakkan matanya, dengan tangan yang terulur dia menatap Axila, "boleh aku periksa itu?" Ucapnya meminta persetujuan.
"Silahkan." Balas Axila dingin.
Putra memberikan tusuk konde itu pada pria yang masih tercengang.
Dengan tangan yang sedikit bergetar, pria itu menerimanya, lalu memanggil beberapa orangnya. "Periksa ini." Ujarnya dengan tegas.
"Baik, Tuan." Jawab salah satu orang kepercayaan nya. Lalu mengambilnya dari tangan tuannya.
"Maaf nona, jika boleh tahu. Siapa nama Nona?" Tanya pria itu dengan sedikit sopan..
"Axila R, panggil saja Axila." Balas Axila dengan dingin.
"Baiklah Nona, saya Peter Andrea. Pemilihan villa dan pelelangan ini." Ujarnya sambil memperkenalkan diri dengan bangga, namun ditanggapi Axila dengan anggukan.
"Dan disebelah, Nona. Apakah dia kekasih anda?"
"Kakak." Balas Axila singkat, padat dan jelas.
Putra mengulurkan tangannya, "saya Putra, kakak Axila."
Pria itu menerima tangan Putra, lalu berjabatan tangan. "Senang bisa berkenalan dengan anda, Tuan-Nona."
"Senang bisa bertemu dengan anda juga, Tuan Peter." Balas Putra.
Orang kepercayaan dari Peter menghampiri mereka dengan tatapan tak percaya, "maaf tuan, saya mengganggu."
Peter mengalihkan pandangannya kearah bawahannya, "bagaimana hasilnya?" Tangannya dengan tak sabaran.
"Maaf tuan, tapi ini adalah giok asli, yang dipadukan dengan emas murni." Balasnya.
Peter menatap Axila dengan tak percaya, "ma..maaf nona jika saya lancang. Tapi, dari mana nona mendapatkan tusuk konde itu?" Tanyanya dengan sopan.
"Pemberian orang yang tak dikenal." Balas Axila, lagi pula itu adalah pemberian dari para pengagum rahasia nya di zaman dulu. Ingatlah, Axila adalah gadis yang membawa keberuntungan dan malaikat bagi kekaisaran nya, dan menjadi iblis bagi para musuhnya. Bahkan kekaisaran yang dipimpin oleh ayahnya tak pernah menemukan adanya pemberontak, karena semua rakyat sejahtera, entah itu kalangan rendah maupun bangsawan.
Peter mengangguk paham, "baiklah nona. Saya tidak tahu siapa orang yang anda maksud, mungkinlah dia seorang yang sangat kaya."
Axila mengangkat kedua bahunya acuh, "jadi bisa aku lelang disini, bukan?" Tanya Axila memastikan.
"Tentu saja, Nona. Bahkan dengan senang hati." Balas Peter tersenyum ramah. "Apakah nona masih mempunyai benda yang sama? Mungkinkah nona berkenan untuk melelangnya."
Axila mengangguk, "masih ada beberapa lagi. Namun, aku butuh suatu ruangan private."
Peter membelalakkan matanya, masih ada beberapa? Seberapa kaya gadis yang berada dihadapannya ini? Pikir Peter.
"Nona, mari ikut saya." Ujarnya sambil menuntun jalan kesalah satu ruangan, yang menjadi ruang kerjanya, diikuti Axila, Putra dan beberapa orang ajudan yang mengawal mereka.
Sedangkan orang-orang terus menatap mereka, saling menebak siapa gadis dan pria tampan itu. Yang bisa bicara, bahkan tuan dari tempat inilah yang menuntun mereka menunjukkan jalan.
"Ini nona, ruangannya." Ujar Peter setelah ruangan itu dibuka oleh salah satu pengawalnya.
Axila melangkah masuk, dia langsung mendudukkan dirinya disalah satu sofa kulit yang ada didalam sana. Sofa yang harganya sampai miliaran rupiah itu.
Putra menyusul setelah melihat adiknya, si tuan rumah bahkan belum mengijinkan mereka untuk duduk. Namun hanya bisa berdiam diri dan melihat kedua orang itu.
"Bawakan kopi dan teh untuk Nona Axila dan kakaknya." Ujar Putra pada salah satu pengawalnya
"Tidak usah repot-repot, Tuan Peter. Aku tak minum teh, dan kakakku juga tak minum kopi." Ujar Axila pada Peter, membuat Peter hanya mengangguk paham.
"Kak." Bisik Axila, membuat Putra mengangguk dan mulai mengeluarkan apa yang berada didalam tas yang selalu berada di punggungnya.
Pertama, ada dua gelang giok yang umurnya bahkan tak tahu berapa lama. Lalu ada puluhan koin emas, dan terakir tiga berlian murni.
Semua orang yang berada didalam sana tercengang, mulut mereka menganga tak percaya. Bahkan Peter sendiri langsung memegang jantungnya saking tak kuat dengan keterkejutan itu. Dia rasa, matanya sudah rabun dan dia sedang berhalusinasi saat ini.
"Semua ini asli, kalian bisa memeriksanya sendiri." Ujar Putra, dia tak ingin Axila yang terus bicara sedangkan dia sebagai seorang kakak malah berdiam diri.
Peter mengulurkan tangannya, memegang salah satu gelang giok dengan hati-hati, dia takut menjatuhkan apa yabg dia lihat saat ini. Bahkan, jika ini mimpi. Dia berharap untuk tidak bangun saat ini.
Pria yang tadi memeriksa tusuk konde segera menyalurkan tangannya, mengambil salah satu koin emas yang ada lalu menggigitnya. Dia takut, jika yabg ada dihadapannya itu hanyalah imitasi ataupun permen. Namun, Giginya seakan mau patah saat menggigit koin itu. "Ini asli." Ujarnya dengan tak percaya.
Lalu berpindah pada berlian yang tergeletak diatas meja tanpa alas itu, dia menghidupkan senter yang ukurannya kecil, dan juga kaca pembesar lalu memeriksa berlian yang berada ditangannya.
Setelah beberapa menit, dia kembali menatap kearah Peter dengan tatapan tak percaya. "Semua ini asli, Tuan."
"Hahahaha....." Peter tertawa lepas, dia benar-benar tak menyangka akan seperti ini.
"Seberapa kaya kau, Nona? Aku tak tahu harus bicara apa lagi." Ujarnya sambil terus tertawa.
Axila memutar bola matanya dengan malas, "seberapa kaya aku, bukanlah urusanmu, Tuan. Aku hanya ingin menjual benda-benda ini, selesai." Ujar Axila enteng.
"Baiklah-baiklah..." Jeda Peter, "mari kita kembali. Aku rasa, semua orang sudah tak sabar dengan apa yang akan mereka lihat hari ini." Ujar Peter.
*****
"Mohon perhatiannya..." Ujar Peter dengan suara lantang, "Baiklah para hadirin yang terhormat, hari ini kita berkumpul di sini untuk melihat dan melelang barang-barang yang sudah saya dapatkan dari sang pemilik.
Hari ini juga, kita akan dihadapkan dengan suatu penemuan terbaru yang kita bahkan tak akan bisa membayangkannya.
Akan ada tiga tambahan barang, yang baru saja ditawarkan oleh sang pemilik.
Langsung saja kita mulai pelelang ini..."
Barang-barang yang sudah dipajang dalam kotak kaca anti peluru, segera dibawa kedepan.
Tentu saja semua orang sudah melihat barang-barang yang dipajang, kecuali tiga barang yang dimaksud oleh Peter barusan.
"Barang pertama adalah kunci......"
Pelelangan terus saja berlanjut, dari barang yang satu ke yang lain. Setiap saat yang terdengar hanyalah angka uang yang mereka keluarkan, dari puluhan juta, sampai ratusan juta rupiah.
Kini giliran tusuk konde dan dua gelang giok yang dibawa dalam kotak kaca anti peluru.
"Ini adalah tusuk konde dan dua gelang giok yang umurnya sudah berabad-abad, barang ini asli dan diberikan oleh seorang pria kepada wanita pujaannya. Namun, wanita itu malah meninggalkan beberapa tahun setelah menerima hadiah ini. Ini adalah peninggalan salah satu putri dari zaman kekaisaran, dan selalu dijaga dan dirawat oleh para dayangnya hingga saat ini.
Harganya mulai dari 100 juta." Ujar Peter panjang lebar.
"100 juta"
"300 juta"
"500 juta"
"600 juta"
Bunyi angka nol terus ditambahkan, dan berhasil dilelang dengan harga 900 juta, untuk semua itu. Dan didapatkan oleh seorang wanita yang masih muda, dia mengikuti lelang ini karena neneknya menginginkan benda antik yang baru sebagai hadiah ulang tahun wanita itu.
"Sekarang adalah koin emas, dari tempat yang sama dari sebelumnya. Semua ini didapatkan oleh seorang gadis cantik saat dia berada di tengah hutan, yang mungkin saja adalah tempat penyembunyian harta dari salah satu bangsawan ataupun kerajaan.
Total tiap koin emas ini adalah 70 keping. Dan tiap keping beratnya 15 gram, kita mulai pelelangannya. Mulai dari 200 juta!"
"Apakah itu koin asli?"
"Tentu saja asli, semua barang yang dilelang ditempat ini sudah diperiksa terlebih dahulu, kau ini bagaimana sih."
"Aku tertarik, bagaimana jika aku bisa memecahkan dari mana koin ini berasal, pasti akan sangat menguntungkan untukku."
"500 juta!"
"700 juta!"
"800 juta!"
"1 miliar!" Ujar pria yang tertarik tadi.
Semua orang menatapnya dengan tajam, siapapun mau memecahkan dari mana koin emas itu berasal. Keuntungan nya tak akan bisa dihitung setelah ini.
"1,2!"
"1,3!"
"1,5!"
Tak ada lagi yang berani lagi, semua orang langsung menutup mulut mereka, harga itu sudah sangat tinggi, namun pria kaya itu malah menatap mereka dengan remeh.
"Tak ada yang bisa menandingiku" gumamnya.
"Baiklah, ini adalah barang terakir dari pelelangan ini." Ujar Peter kembali bersuara.
"Kira-kira, apa ya g terakhir?"
"Aku juga tak tahu, semua barang yang kita lihat sudah dikeluarkan, kecuali tiga itu."
"Aku penasaran, apa yang terakir."
Seorang pria membawa kembali satu kotak kaca, dengan alas berwarna merah, yang terkesan mewah.
"Berlian?"
"Ukurannya lebih besar dari biasanya."
"Oh Tuhan, aku harus mendapatkan nya."
Axila terus saja tersenyum simpul, angka nol semakin bertambah direkening miliknya.
"Aku tak perlu menjelaskan nya panjang lebar, bisa kalian lihat sendiri. Berlian dengan ukuran yang berbeda dari biasanya.
Aku langsung saja, mulai dari 1 miliar!" Ujar Peter lantang.
"1,5!"
"1,7!"
"1,8!"
"2 miliar!"
Semua orang menatapnya, apa orang itu bercanda?
"2,3!" Seru Axila, dia ingin melihat bagaimana gigihnya wanita yang saat ini sedang menawar dengan sombongnya. Apa lagi wanita itu adalah Helena, wanita yang merayu Mike beberapa hari yang lalu
Helena menatap Axila tajam, "2,5!"
Axila tersenyum dalam, umpan nya telah dimakan. "2,7!"
Helena semakin melotot pada Axila, "3 miliar!"
"Tidak, tidak, tidak. 3,2!" Seru Axila lagi. Putra yang sejak tadi berdiam diri hanya tersenyum simpul, adiknya ini benar-benar mata duitan. Dia bisa mengendalikan seseorang hanya dengan emosi dari orang itu.
"Kau!!" Tunjuknya pada Axila, "3,5!" Ujarnya dengan tersenyum sinis.
"Baiklah, aku menyerah." Ujar Axila sambil mengangkat kedua tangannya keatas. "Aku tak mempunyai yang sebanyak itu, silahkan kau ambil saja."
Helena tersenyum menang, dia berhasil memenangkan apa yang dia inginkan.
"Dasar miskin, mau saja bertaruh denganku" gumamnya, lalu mencibir Axila.
Namun Axila malah mengangkat kedua bahunya acuh, dia malah meninggalkan aula dan berkeliling sebentar.
"Baiklah Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya.
Pelelangan kita sampai disini, silahkan nikmati hidangan yang telah saya sediakan.
Dan bagi yang sudah memenangkan pelelangan, silahkan untuk melakukan pembayaran." Ujar Peter mempersilahkan, lalu meninggalkan aula dan ingin menemui Axila.
Axila berkeliling disekitar taman belakang, Putra dibiarkan untuk bertemu dengan Peter. Sedangkan dia ingin menikmati waktunya sebentar.
"Alone?" Ujar seseorang dari belakang Axila, namun tak dijawab olehnya.
"Where is your man she left you alone roaming here?" *dimana pria mu? dia meninggalkan mu sendirian berkeliaran disini?* Tambahnya.
Axila sudah tahu siapa itu, pria yang semalam di Club malam. "indeed, what's your problem? I don't think so." *memangnya, apa masalahmu? kurasa tak ada.* Balas Axila.
NOTE
Hai para raiders...
salam kenal, yah.
maaf nih, bagi yang udah ikutin cerita aku. ada yang aku rubah tanpa ada pemberitahuan, yaitu di PERMATA.
bagi siapapun yang bacanya teliti, pasti bakal bingung.
PERMATA ngilang, malah yang ada BERLIAN.
jadi, disinilah aku rubahnya.
nggak papa yah, udah sejauh ini juga kok.
selamat membaca yah, ikuti terus cerita ini.
bye-bye 😉
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Riah Hariah Boh
Semakin menarik jalan ceritanya
2024-07-08
0
Nor Azlin
enggak papa thor yang penting alur ceritanya jangan di rubahkan deh kerana 😄😄😄 kalau peranan nya berubah tentu repot jadinya kan....Helena tidak tau yang punya berlian itu adalah Axila sendiri kalau dia tau bisa2 jantungan deh 🤣🤣🤣🤣 dasar ular bulu kamu itu aja bisa,Axila belikan buat jadi babunya deh ...thor boleh kaga Axila nya jangan terlalu menonjol dengan barang2 berharganya takut nanti dia di akan kesulitan mau menjelaskan dari mana asal barang2 berharga itu semua yah ...kalau boleh di perusahaan berlian mungkin atau perusahaan dibidang lain kerana Axila tidak mempunyai itu semua tapi barang2 berharganya malah kerap kali bermunculan di pertontonkan pada,umum tapi orang2 tidak tau yah ...mungkin orang akan siasat nantinya kalau ada perusahaan di bidang batu2 permata atau berlian udah tentu tidak ada yang meragukan dari mana,asal semua itu ...udah tentu orang2 pikir mungkin dari simpanan nya sendiri yah kerana ada perusahaan berlian gitu .. lanjutkan thor
2024-06-18
2
Shinta Dewiana
wah...wah..wah...licik juga ni axila....kena deh helena
2024-06-16
0