Ketika Jack dan Helena sudah tak nampak batang hidungnya, Axila segera bangkit dari pangkuan Mike.
"Maaf atas ketidak sopanan ku yang barusan terjadi." Ujar Axila. Dia memutari meja dan duduk di kursi yang berada dihadapan Mike.
"Tak apa nona, saya justru berterima kasih karena telah membantu saya melepaskan diri dari wanita itu." Balas Mike sambil tersenyum. "Senang bisa bertemu lagi dengan, Nona." Lanjut Mike.
Meski detak jantung nya masih kencang, namun sudah tak seperti beberapa detik yang lalu lagi. Wajahnya juga sedikit memerah saat mengingat ucapan Axila yang mengatakan bahwa itu adalah permintaan calon anaknya.
Axila mengangguk, "Hmm.. saya Axila Lian R. Maksud kedatangan saya hari ini tentu sudah anda ketahui lewat kakak saya, jadi saya tak perlu berbasa-basi lagi." Jeda Axila, Mike mengangguk mengerti, lagi pula dia sudah tahu jika Axila akan datang hari ini.
"Apertemen, penthause, ataupun mansions yang sesuai dengan keinginan ku. Kau paham maksud ku, bukan?" Ujar Axila.
Mike mengangguk, "tipe apa yang kau inginkan, Nona?"
"Tak terlalu besar, cukup untuk dua sampai empat orang tempati, dengan sentuhan modern ala Korea. Dan juga beberapa tempat rahasia seperti ruangan, ataupun jalan bawah tanah." Ujar Axila, tentu saja karena dia dan Azka lah yang akan tempati, entah akan ada tambahan anggota rumah atau tidak kedepannya. Yang harus dia persiapkan hanyalah tempat saja.
Mike mengangguk paham, "maaf jika saya lancang, tapi untuk apa ruang rahasia itu, Nona?" Ucapnya.
"Resiko dari pekerjaanku, aku hanya tak ingin keluargaku mengalami masalah yang serius saat aku pergi menjalankan tugas dilain tempat ataupun luar negeri." Balas Axila dengan santai.
Mike paham, bisa saja Axila adalah seorang prajurit khusus, sehingga anggota keluarga nya bisa saja dalam masalah atau menjadi sandera saat dia menjalankan tugas.
"Saya paham, Nona. Akan saya siapkan untuk anda."
"Oh yah, satu lagi." Jeda Axila, dia mengeluarkan kartu kredit yang beberapa hari lalu Mike berikan padanya. "Ini milik anda, saya kembalikan." Ucapnya.
"Mengapa dikembalikan, Nona? Apa uangnya kurang?" Tanya Mike ragu, seingatnya uang yang diberikan cukup.
"Tidak, sangat cukup bahkan lebih. Masih tersisa dua miliar." Ujar Axila.
"Ah, seperti itu. Baiklah Nona." Jeda Mike, "jika nona masih mempunyai benda yang sama, akan saya beli lagi, karena kualitas berlian dan kristal yang nona jual sangatlah tinggi."
Jack yang sudah kembali dari lantai dasar kini sudah berada di depan pintu ruang Presdir, lalu mendorongnya pelan dan berjalan masuk. "Maaf menganggu."
Axila mengangguk tak apa, lagi pula masih ada banyak berlian dan kristal yang berada didalam ruangan dimensi miliknya.
"Aku masih mempunyai nya, bahkan kubawa setiap saat." Balas Axila, biarlah uangnya bertambah dan semakin banyak direkening miliknya.
Mike tercengang, dibawa setiap saat. Apa gadis ini mempunyai berlian yang menumpuk?. Pikir Mike.
Axila memasukkan tangannya ke kantong jaketnya, lalu mengeluarkan lima butir berlian murni dari dalam ruang dimensi miliknya. Axila meletakkan berlian-berlian itu dihadapan Mike yang terlihat sangat terkejut. Bahkan Jack kini sudah melotot matanya saat melihat Axila mengeluarkan berlian-berlian itu dengan perasaan yang biasa-biasa saja.
"Jadi, berapa banyak uang yang bisa kudapatkan jika menjual ini padamu, Tuan?" Tanya Axila pada Mike yang masih tercengang.
"Ehemm... Ehemm..." Mike menyingkirkan rasa terkejutnya sebentar, "bisakah nona berikan saja nomor rekening anda? Akan saya transfer sekarang juga." Ujarnya.
Axila mengangguk, lalu memberikan smartphone miliknya pada Mike, sebelum itu dia masuk ke akun M-banking miliknya.
Mike menerimanya, lalu memindai kode yang berada di smartphone Axila dengan smartphone miliknya. Terakhir mengembalikan smartphone Axila pada sang pemilik.
"Sudah saya transfer, senang bisa bekerja sama dengan anda, Nona Axila." Ujar Mike
"Saya juga, jika kau ingin membeli benda itu lagi, hubungi saja aku." Ucap Axila lalu berdiri dari duduknya. "Kalau begitu saya permisi." Pamitnya
"Tunggu, Nona." Tahan Jack.
"Ada apa, Tuan?" Tanya Axila.
"Bagaimana dengan kehamilan anda, apa saya harus mengatur pertemuan anda dengan nyonya? Bagaimanapun tuan muda dan nona harus segera menikah demi janin itu." Ujar Jack, yang ternyata adalah kesalahan pahaman dari dia sendiri.
"Hamil? Siapa yang hamil? Aku tak hamil." Balas Axila.
"Tapi tadi anda bilang-"
"Kami hanya berpura-pura, Jack. Tak ada yang hamil disini." Sambung Mike yabg sudah merasa malu, bahkan wajahnya juga ikut memerah.
"Maksud anda, Tuan?"
"Aku hanya membantunya bebas dari wanita ular itu saja, tak ada yang hamil atau apapun disini. Bukankah begitu, Tuan Mike?" Ujar Axila.
"Yah, Nona Axila benar."
"Ah,, jadi aku yang salah paham disini." Ucap Jack dengan sedikit nada kecewa.
"Jack..."
"Baiklah, Tuan. Aku paham." Jeda Jack, "maaf nona, jika saya membuat anda merasa tak nyaman."
"Tak apa, Tuan Jack." Balas Axila, dia juga mengeluarkan kartu nama miliknya dan meletakkannya diatas meja kerja Mike. "Hubungi aku jika anda telah menemukan tempat sesuai keinginan saya." Ujarnya.
"Baik, Nona. Akan saya siapkan secepat mungkin." Balas Mike.
Axila mengangguk, " kalau begitu, Saya permisi." Kemudian melangkah meninggalkan kedua pria itu.
Mike tersenyum simpul melihat kartu nama milik Axila, lalu menatap beberapa butir berlian yabg berada diatas meja kerjanya. "Seberapa kaya dia, sampai mengeluarkannya dengan perasaan biasa-biasa saja." Gumam Mike.
Dua butir berlian yang beberapa hari lalu dibeli saja masih dalam proses pembuatan aksesoris, apa lagi ditambah seperti ini. Nilai jualnya sangat tinggi, apa lagi sudah di desain dengan sempurna. Kalian tahu harga berlian di pasaran bukan?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
RH88
gk tpi kukira seharga nasi pecel pake rempeyek udang😁
2025-01-30
0
Land19
wkwkwk...
memang benar Dunia pernovelan penuh dg kehaluan..
2024-12-12
0
Liani purnafasary☺
Jika miskin meronta inimah
2024-12-11
0