***Dua hari kemudian....***
Hari ini para prajurit sedang mengawasi area tempat mereka berlatih, ingat kan? Jika para taror*s akan menyerang mereka seperti yang dikatakan Axila dua hari yang lalu?
Hari ini, satu truk yang penuh dengan para prajurit terlatih datang ketempat pelatihan di hutan tempat biasa mereka melakukan latihan tahunan.
Mereka akan berperang melawan para pemberontak negara, entah itu langsung menembak mati atau hanya dilukai dengan timah panas yang keluar dari senjata api yang mereka kenakan.
Sedangkan seorang gadis yang mengenakan baju kaos hitam dan celana prajurit sedang mengelus bulu serigala yang akan menjadi miliknya, yah karena setelah ini dia akan membawa serigala itu ke kota, soal surat-surat nya akan dia selesaikan nanti dengan cepat.
Yah, serigala. Karena semalam satu ekor serigala mendatangi tempat mereka setelah seorang gadis selesai bernyanyi. Semalam beberapa orang prajurit sedang berjaga, kemudian Axila yang tak bisa tidur menemui mereka dan disanalah dia bernyanyi setelah selesai permainan yang mereka mainkan agar tak ngantuk.
Serigala yang sedang berburu mangsa mendengar nyanyian Axila dari jarak ya g sangat jauh, karena suara itu dibawa oleh angin sehingga membuat beberapa penghuni rimba mendekati area para prajurit. Salah satunya serigala yang sedang bersama Axila saat ini.
Serigala yang muncul tiba-tiba membuat para prajurit mengangkat senjata mereka lalu mengarahkan pada serigala itu, namun Axila memerintahkan mereka untuk menurunkan senjata mereka tapi tak dilaksanakan oleh para pria gagah itu.
Dengan langkah pelan, Axila mulai mendekati serigala yang sedang menatapnya. Axila mengulurkan tangannya pada serigala itu, dan nampak dia seperti menunduk dan memberikan hormat pada Axila.
"Nona!!"
Pekik mereka dengan keras, membuat beberapa prajurit yang belum terlelap terbangun dengan cepat, dan yang sudah berada dialam mimpi mereka ditarik paksa untuk segera membuka matanya. Salah satunya adalah Putra.
Mata Putra terbelalak saat melihat Axila ya g sedang berhadapan dengan seekor serigala berbulu lebat dan bergigi taring, "Axila!! Axila menjauh, cepat!!" Teriaknya.
Axila tak mempedulikan mereka, dia terus melangkah dan mengelus rambut serigala itu yang nampak sangat tenang dan merasa bahagia. "Dia tak berbahaya, Gege. Dia baik hati." Ujar Axila tenang, dia bahkan tersenyum pada para prajurit terlebih pada Putra yang nampak sangat panik.
Putra tak mendengar ucapan Axila, dia malah berjalan mendekat, membuat serigala itu menatapnya dengan tajam dan serigai ingin menerkam Putra, membuat Putra bergelidik ngeri.
"Jangan, dia kakakku. Tenanglah." Ujar Axila menenangkan Serigala itu, dan semua itu tak pernah luput dari tatapan kagum para prajurit yang sedang menyaksikan mereka.
Serigala itu mulai tenang, dia malah menjilati tangan Axila dan ingin bermain dengan Axila. Sedangkan Putra menatapnya dengan semakin panik, karena merasakan apa yang dirasakan oleh putra saat ini, Axila menatapnya sambil mengayunkan tangannya menyuruh Putra mendekat. "Kemarilah, Gege. Dia jinak dan tak akan menyerangmu"
Mau tak mau Putra melangkah mendekat, dia tak ingin terjadi sesuatu pada Axila juga.
"Apa kau yakin, Lila? Aku takut dia menyerangmu."
"Tidak, Ge. Dia jinak."
Dan kini, semakin yakinlah mereka. Jika Axila adalah seorang agen rahasia yang bekerja dibawah pengawasan negara, karena semua yang dilakukan oleh Axila selama dua hari ini membuat mereka kagum.
Dari latihan menembak, adu kekuatan, latihan fisik. Dan semua latihan yang dilakukan oleh para prajurit dilakukan oleh gadis itu. Semua itu juga dibaritahu oleh Kapten Ronal dan menyaksikan secara langsung bagaimana Axila beraksi saat latihan.
**********
Suara senjata api saling bersahutan sudah terdengar beberapa menit yang lalu, ternyata apa yang dikatakan oleh Axila memang benar. Para musuh negara sudah melakukan apa yang mereka rencanakan selama beberapa bulan, bahkan mungkin saja bertahun-tahun.
'Dorr... Dorr... Dorr'
Suara pekikan dan jeritan kesakitan mulai terdengar, para prajurit bersembunyi dibalik pohon sambil menyerang musuh, ada pula yang bersiap dengan senjata mereka dari jarak jauh. Para penembak jitu selalu memberikan yang terburuk untuk mereka, para pemberontak. Tentu saja yang terburuk, karena menjadi penembak jitu adalah profesi yang sangat dikagumi oleh kebanyakan orang. Salah satunya author, heheheh....
Menjadi penembak jitu haruslah melalui latihan yang sangat melelahkan, mengendalikan senjata dengan sebaik mungkin.
Axila? Dia berada dibarisan paling depan, bersama beberapa prajurit tim elite lainnya, bahkan dia yang mengarahkan apa yang harus mereka lakukan. Tentu saja tak ada bantahan dari mereka, karena apa yang diperintahkan Axila selalu didasari oleh alasan yang kuat.
Mereka bahkan melihat sendiri, bagaimana Axila membuat para pemberontak bertekuk lutut, sangat mengerikan. Ternyata yang datang menyerang tak lebih dari 150 orang, dan prajurit yang sedang berlatih saat ini berjumlah 100 orang, ditambah dengan para bantuan yang berjumlah 20 orang, mereka sudah pasti akan kalah.
Tapi, hal itu tak akan terjadi jika Axila berada disana. Sang Dewi Perang yang memimpin pasukan dan tak pernah ada kata dalam sejarah hidupnya jika dia mengalami kekalahan. Axila itu selalu menang, entah di zaman dulu, ataupun sekarang. Axila.harus selalu menjadi pemenang.
Cara Axila melumpuhkan lawan terlihat sangat keren, dia selalu melayang di udara saat salah satu timah dari pihak musuh hampir mengenainya. Lalu mulai mengembalikan serangan mereka.
"Cihhh...yang datang hanyalah para kecoak menjiji*kan, aku bahkan tak mencium aroma.yang keluar dari tubuh mereka." Ujarnya dengan santai. Ketika peluru hampir habis,.Axila akan mengambilnya dengan cepat......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Liani purnafasary☺
semoga beruntung klian pra musuh, kerennn aqila kmu hebat
2024-12-09
0
Ayu Dani
wow keren
2025-02-09
0
Elok Fauziah
yang (n) nya kurang
2025-01-27
0