Akir pekan memang selalu digunakan oleh orang-orang untuk menghabiskan waktu. Entah itu bersama keluarga, teman, pacar dan memilih untuk sendiri.
Tapi tidak dengan Axila, dia dan Putra malah pergi kesalah satu villa yang berada di puncak. Villa yang akan mereka datangi adalah suatu tempat pelelangan, yang dimana semua orang dengan kalangan atas akan berkumpul untuk mencari sesuatu yang mungkin mereka sukai. Entah itu barang antik, ataupun lainnya.
Dua motor sport dengan jenis yang sama namun berbeda dengan warna kini memasuki area pegunungan, hawa sejuk dari sekitar membuat Axila menghentikan laju motornya dijalanan yang sedikit rata.
Putra yang mengikuti adiknya segera menghentikan motornya juga, "ada apa, Dek?" Tanya Putra setelah memposisikan motor mereka sama.
"Nggak pa-pa kok, kak. Aku cuma pengen hirup udara segar bentar aja." Balas Axila santai. Dia mengeluarkan smartphone nya dan memotret pemandangan yang menurutnya biasa saja, namun malah indah saat ini. Mungkin karena dia selalu berada di tengah-tengah kota metropolitan yang selalu berpolusi.
Putra turun dari motornya, melangkah untuk merilekskan otot nya yang sedikit kaku. "Pemandangannya keren, yah?" Tanya Putra. Tas punggung melekat dipunggung nya, memang tak sebesar yang biasa dia pukul saat latihan. Hanya tas yang berukuran kecil, didalamnya terdapat beberapa aksesoris yang terbuat dari giok asli, ditambah puluhan koin emas, dan ada tiga berlian yabg berukuran sedikit lebih besar dari yang biasanya.
Axila mengangguk kecil, "iya."
Sekitar 10 menit mereka beristirahat, kembali melajukan motor masing-masing.
Sekitar 30 menit mereka tiba ditempat yang dituju, ternyata sudah ramai dengan mobil-mobil mewah yang harganya sampai muat dan triliun rupiah.
"Masuk, yuk." Ajak Putra, Axila hanya mengikuti langkah kakaknya itu, sambil melirik kanan dan kiri, lalu membaca pikiran beberapa orang yang berada disana.
Beberapa orang mengarahkan perhatian mereka pada keduanya, membuat Axila mengeluarkan aura bangsawan miliknya.
Axila berjalan seperti saat dia masih berada di zaman dulu, saat menjadi seorang putri mahkota dari suatu kekaisaran. Sedangkan Putra disamping nya hanya tersenyum simpul melihat reaksi Axila saat ini.
"Siapa gadis itu? Apa dia salah satu anggota disini?"
"Aku juga tak tahu, sepertinya orang baru."
"Gadis yang unik."
"Cantik juga."
"Apa yang ingin dilakukan oleh gadis itu disini?"
Axila tak mempedulikan apa yang dikatakan oleh orang-orang, dia malah berjalan kesalah satu pria yang dia rasa mempunyai pengaruh yang besar disana.
"Permisi, Tuan. Maaf mengganggu." Ujarnya.
Pria itu memutar tubuhnya, melihat kearah Axila yang sedang menatapnya. "Ya, maaf siapa?"
"Bukan siapa-siapa, aku hanya ingin membicarakan sesuatu denganmu saja." Balas Axila
Pria itu mengangkat sebelah alisnya, "maksudnya?"
"Tidak ada maksud apapun, aku hanya ingin mengikuti pelelangan ini. Aku mempunyai barang yang ingin ku lelang." Sambung Axila.
"Barang? Memangnya apa yang kau punya, Nona?" Balasnya dengan ragu.
"Kak." Panggil Axila, Putra segera mendekat, lalu mengangkat sesuatu dari dalam tas yang berada dipunggung nya. Yang dikeluarkan oleh Putra adalah satu tusuk konde yang terbuat dari giok dengan sedikit sentuhan emas.
Pria yang diajak bicara oleh Axila membelalakkan matanya, dengan tangan yang terulur dia menatap Axila, "boleh aku periksa itu?" Ucapnya meminta persetujuan.
"Silahkan." Balas Axila dingin.
Putra memberikan tusuk konde itu pada pria yang masih tercengang.
Dengan tangan yang sedikit bergetar, pria itu menerimanya, lalu memanggil beberapa orangnya. "Periksa ini." Ujarnya dengan tegas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Riah Hariah Boh
Sungguh hebat tusuk itu
2024-07-08
1
Shinta Dewiana
cuan semua ni...langsung jadi sultan ini..
2024-06-16
0
A.0122
bakal jd milyarder nie
2022-06-09
2