Suara percikan air yang sangat deras terdengar dari satu kilo meter, jika di dekati. Maka akan terlihat air terjun yang sangat indah, mempunyai tiga tingkat dan airnya mengalir dengan deras.
Terlihat seorang gadis cantik yang tengah duduk dipinggir air terjun, matanya terus menutup sejak berhari-hari.
Hingga tiba-tiba matanya yang terus terpejam mulai terbuka, mata coklat dicampur hitam, khas milik orang berdarah Asia tenggara.
Senyum mengembang di bibirnya, dia telah berhasil berkultivasi dan menyerap Qi disekitarnya. Bahkan, wajahnya yang dulu berjerawat dan kusam sudah putih mulus. Kulitnya cerah, putih mulus. Matanya benar-benar sangat lentik dan cantik, siapapun akan jatuh hati saat menatap mata jernih miliknya.
'Krukk..krukk...'
Perutnya berbunyi, mungkin karena sudah lama berada disana, energinya juga sedikit dikuras untuk berkultivasi.
Axila langsung saja mengambil beberapa makanan didalam ruang penyimpanan miliknya, lalu melahapnya dengan cepat.
Air yang diminum nya berasal dari air terjun yang berada dihadapannya. Benar-benar terasa sangat segar, Axila juga sekaligus merendam tubuhnya didalam sana. Membersihkan tubuhnya yang sudah tiga minggu itu terasa lengket dan berkeringat akibat tak mandi.
"Ahhh... segarnya..." ujar Axila sambil bersenandung beberapa kali, berenang gaya bebas didalam air. Axila memutuskan untuk mencoba beberapa gaya renang yang berasal dari ingatan pemilik tubuh yang lama.
"Kurasa, harus keluar dari hutan ini. Aki harus mulai bergerak menyusun rencana pembalasan dendam pada dua kecoak itu." gumam Axila, dia menjadi jijik saat mengingat dua seloji itu bersetubuh didepan matanya.
Axila memutuskan untuk keluar dari air terjun yang nyaman. Namun batu yang licin membuatnya terpeleset, namun matanya menangkap lingkaran hitam dibelakang air terjun.
"Apa itu?" kakinya perlahan mulai menolak air, membuat dirinya ikut terdorong kedepan.
Semakin dekat, bayangan hitam itu semakin jelas. "Gua?"
Axila mencoba untuk memasukkan tangannya pada mulut gua, ternyata benar, disana ada udara dingin yang menerpa tangannya yang mulus dan lentik. Axila memutuskan untuk masuk kedalam sana.
kakinya yang jenjang menyentuh bebatuan disekat mulut gua, tubuhnya yang basah segera dia keringkan dengan hangatnya api suci.
cahaya didalam sana sangat minim, apa lagi semakin berjalan kedalam sana. Axila menggunakan api suci ditangannya dan menjadikan sebagai penerangan didalam gua itu.
"Aku merasakan aliran Qi yang sangat kental dari salah satu benda didalam sana, tapi apa itu?" gumam Axila.
Semakin berjalan masuk kedalam sana, semakin pula cahaya yang tak terdapat. Kira-kira 150 meter jauhnya, sampai akhirnya dia berhenti tepat didinding pembatas gua, yang berada tepat didepannya.
Axila merasa sia-sia saja dia berjalan, kakinya agak sakit akibat digores bebatuan yang tajam.
Axila duduk disalah satu batu yang berada didalam sana, sambil memperhatikan dinding sekitar.
Namun, matanya menangkap sesuatu yang terukir disana.
"Bunga Teratai?" gumam Axila, namun ukiran itu tertutup tanah dan debu. Dengan kekuatan anginnya, dia membersihkan debu-debu, lalu tanah yang menempel.
"Ternyata memang benar dugaan ku, ukiran bunga teratai." gumam Axila.
"Sama seperti liontin milikku, bunga teratai. Tapi, apa yang berada disana? apa ini pintu rahasia?"
Axila membuka kalungnya, didekatkan pada sekitar dengan ukiran teratai itu.
Pas, sangat pas.
Axila memutar kalungnya, dan ukiran itu juga ikut bergerak. Lalu terdengar
'Klekk..'
Seperti pintu yang dibuka kuncinya, lalu tiba-tiba saja sekitar gua berguncang selama beberapa detik, Axila memasang kuda-kuda sbil memperhatikan apa yang akan terjadi lagi.
Dinding itu bergeser, lalu didepan Axila sudah ada suatu ruangan. "Tempat apa ini?"
Angin berhembus dengan sedikit kencang, debu-debu berterbangan keluar dari dalam sana.
"Uhukk..uhukk.."
Kemudian Axila merasa hawa disekitar menjadi dingin, dia mengambil bajunya dari dalam ruang penyimpanan dan mengenakan nya dengan cepat. Axila mengambil kembali kalungnya dari simbol itu, lalu berjalan memasuki tempat itu.
Matanya menangkap sesuatu yang berkilau ketika bertemu dengan cahaya dari api suci milik Axila, Axila berjalan mendekat, kemudian mengambil benda itu.
"Batu kristal?" Axila memutar tubuhnya kebelakang, matanya langsung membulat sempurna. Disana terdapat banyak sekali batu kristal yang menempel di dinding gua.
"Semua kristal ini penuh dengan aliran Qi, pantas saja aku merasa jika didalam sini padat dengan Qi." batin Axila.
"Tapi, siapa penjaga yang menjaga harta Karun ini? apa tak ada penjaganya? apa aku boleh mengambil kristal-kristal ini?" gumam Axila.
Dia mengambil beberapa kristal yang ukurannya sedikit besar, lalu ada beberapa herbal langkah yang juga tumbuh disekitar dinding gua. "Aku tak boleh serakah, aku tahu tempat ini pasti yang melindungi hutan ini agar tetap hidup. Banyak makhluk hidup yang mendapat manfaat dari sini juga." gumam Axila. "Terimakasih telah memberiku beberapa kristal ini, semoga tempat ini tak didatangi orang-orang serakah yang menginginkan semua ini." Ucap Axila dengan sedikit lantang, dia rasa tempat ini seperti mendengar ucapannya.
Matanya menangkap tanaman yang mempunyai warna berbeda, seperti lidah buaya, tapi mempunyai warna merah di sekitarnya.
Axila mendekat, lalu menyentuh lidah buaya itu dengan lembut, tak tahu jika tangannya ikut tergores dan darahnya menetes mengenai lidah buaya itu.
"Hanya luka kecil, tak apa lah." ujar Axila menatap kari telunjuknya yang sedikit mengeluarkan darah. Tiba-tiba lidah buaya itu menghilang, lalu ada cahaya yang datang dari kalungnya.
Bersamaan dengan itu, dinding gua yang tadi terbuka menutup dengan sendirinya, lalu ada lagi yang terbuka didepan Axila.
"Jalan kemana lagi ini? kuharap aku bisa keluar dari tempat ini." gumam Axila, dia mengikuti lorong gua yang sedikit lebih panja g dari pada saat dia masuk.
Dengan bantuan api suci, dia terus melangkah meninggalkan gua yang juga ikut menghilang.
Sekitar 30 menit Axila berjalan tanpa mengeluh, berjalan jauh sudah biasa baginya. Akhirnya, ada cahaya didepan sana, membuat Axila mempercepat langkahnya.
Axila keluar dari beberapa batu yang tersusun dengan acak, kini dia keluar ditempat yang berbeda. Sayup-sayup terdengar suara beberapa orang yang berteriak dengan keras.
"Aku harus bertanya jalan keluar dari hutan ini, mungkin mereka tahu." batinnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 147 Episodes
Comments
Land19
menjakjubkan
2024-12-12
0
zylla
*langka
2024-07-25
0
Riah Hariah Boh
Hebat
2024-07-08
0