Alina yang masih salah tingkah karena tatapan mata Raffa, kembali membuka pembicaraan
"Gimana mas rasanya? Enak?"
Raffa tak menjawab. Alina yang menunggu jawaban Raffa pun sedikit kecewa karena sikap Raffa yang seperti itu. Raut wajahnya berubah menampilkan kekecewaan. Raffa yang menyadari perubahan raut wajah Alina, segera menjawab
"Enak ko, kapan kapan bikinin aku lagi tapi pake mangga manis"
"Beneran enak mas? Waah aku seneng deh, nanti aku bikinin yang spesial buat mas Raffa, mas Raffa suka yang pedes apa ga pedes?" wajah Alina pun kembali berubah
"Yang ga begitu pedes"
"Siap mas, setelah kita nikah aku buatin ya"
"Kenapa raut wajahnya berubah secepat itu, tadinya senang berubah menjadi kecewa dan sekarang berubah menjadi senang lagi" gumam Raffa sambil terus memperhatikan wajah Alina
Alina yang sadar bahwa Raffa sedang memperhatikan dirinya, kembali salah tingkah. "Duh kenapa sih mas Raffa lihat aku kaya gitu? Ga tau apa ya jantungku kaya mau copot begitu lihat matanya itu, matanya itu lho bagus banget, bikin aku salah tingkah aja jadinya" gumam Alina
Mereka berdua pun saling terdiam dengan pikiran masing masing, Raffa dan Alina tidak ada yang memulai pembicaraan duluan. Sang Mama yang dari tadi melihat mereka dari kejauhan, akhirnya menghampiri mereka berdua dan mengajak Alina untuk ikut memilih baju pengantin
"Lin,, ikut Mama yu"
"Oh iya Ma. Sudah mau jalan sekarang ya?"
"Iya Lin, Raffa maaf ya kalau gangguin kalian lagi pacaran, ga lama lagi juga bisa puas berduaan ko" goda Mama
Wajah Alina seketika memerah semetara Raffa tak berekspresi. Mama yang melihat wajah Alina yang tiba tiba memerah langsung menggodanya lagi, "Kalian tadi romantis banget sih, jadi inget waktu Papa dan Mama lagi pacaran" Mama tertawa geli
Alina pun mengikuti Mama yang berjalan masuk ke dalam rumah, tak lama mereka pun menuju ke butik tempat memesan baju pengantin.
Sesampainya di butik, Mama dan Alina sudah disambut oleh manager yang ada disana. Mereka sudah mengetahui bahwa Mama Kirana akan datang untuk mencoba gaun pengantin yang dipesannya. Manager pun segera mengambil gaun itu dan memperlihatkan ke Alina
Mata Alina terbelalak melihat gaun warna putih yang akan dipakainya di acara resepsi. Bagaimana dia tidak kagum, gaun itu terlihat begitu dan begitu mewah. Gaun panjang menjuntai berhiaskan berlian di bagian leher, tangan dan dada, sedangkan untuk bagian bawah memakai bahan lace untuk menambah kesan anggun pada gaun tersebut.
"Wah bagus banget Ma gaunnya"
"Iya sayang, ini sudah Mama pesan ketika Papa memperkenalkan kamu ke Mama, waktu itu Mama sangat yakin kalau kamu akan menjadi bagian dari keluarga Hadibrata dan ternyata feeling Mama benar"
"Makasih ya Ma, makasih banyak" Alina tak kuasa menahan haru sampai air mata menetes dengan sendirinya
Mama menghapus air mata Alina, dia tidak ingin melihat Alina menangis, "Pakailah sayang, Mama mau lihat kamu pakai gaun itu"
Alina pun langsung menyetujuinya dan segera membawa gaun itu ke kamar ganti. Tak lama kemudian, Alina keluar sudah memakai gaun indah tadi
"Wah gaun itu sangat cocok untukmu, kamu sangat cantik sayang, kalau Raffa melihatnya pasti dia tidak akan berkedip " kata Mama jujur
Alina tersenyum malu mendengar perkataan Mama. Dia ingin tampil cantik dan memukau para tamu undangan dengan penampilannya di hari pernikahannya. Dia juga ingin membuat Raffa bangga kalau memiliki istri yang cantik
Setelah gaun tersebut dirasa sempurna melekat pada tubuh indah Alina, Mama dan dirinya kembali memilih pakaian untuk Mama, Papa dan semua panitia yang akan terlibat di dalamnya
"Lin, Mama suka deh sama gaun ini, cocok ga untuk Mama?" Mama menunjuk gaun berwarna merah berbahan lace dengan panjang selutut
"Perfect banget Ma" Alina mengacungkan kedua jempolnya
"Kalau Papa bagus ya pakai jas ini?" Mama menujuk jas warna hitam
"Papa kalau pakai apa aja pasti bagus Ma"
"Iya sih, kalau gitu Mama ambil yang ini aja untuk Papa, eh untuk nenek dan adikmu gimana? Mau pakai yang mana mereka?"
"Yang ini aja kali ya Ma" Alina menujuk gaun warna gold untuk nenek dan merah untuk adiknya
"Good job, pilihan yang bagus" Mama pun kembali memilih milih baju untuk panitia, tak lupa Mama ingin memperlihatkan jas yang akan Raffa pakai saat resepsi nanti
"Lin,, ini bagus ga untuk penerima tamu?" Mama menunjuk gaun berwarna gold
"Bagus Ma, bagus banget, selera Mama bagus banget sih aku suka banget deh"
Mama tersenyum mendengar perkataan Alina dan melanjutkan untuk memilih pakaian untuk panitia lainnya. Ketika mereka sedang sibuk memilih pakaian, jas yang akan dikenakan Raffa pun datang. Alina terpana melihat setelah jas itu, sebuah jas berwarna hitam dengan dalam berwarna putih
"Pasti mas Raffa sangat gagah kalau pakai ini" gumam Alina
Mama yang menangkap kalau Alina sedang melamun langsung menggodanya, "Hayoooo lagi mikirin apa? Pasti lagi bayangin Raffa pakai jas ini kan?"
Alina lagi lagi tak bisa menahan ekspresinya yang malu malu. Seketika wajahnya kembali memerah. Hal itu membuat Mama tak henti hentinya menggoda dirinya
"Kalian lucu banget sih, yang satu cool, yang satu malu malu.. Lin sebetulnya gimana perasaan kamu ke Raffa? Apa kamu mencintai dia?"
Alina gelagapan saat ditanya oleh Mama. Dia sangat malu dan lagi lagi hal itu terlihat di wajahnya. "Sudah ga usah dijawab, Mama sudah tau jawabannya" Mama tertawa renyah
Alina tidak tau sejak kapan jantung dia harus bekerja ekstra keras saat berada dekat Raffa. Dia juga tidak tau sejak kapan merasa sangat nyaman dan ingin terus menerus berada di dekat Raffa. Walaupun ada beberapa pria yang mengejar dirinya, dia tak pernah peduli sedikit pun pada mereka. Tetapi beda halnya saat pertama kali bertemu dengan Raffa. Raffa sangat berbeda dengan pria lain. Semakin mengenal Raffa, Alina akan semakin jatuh cinta padanya, dia ingin berusaha agar Raffa melupakan Neysha dan mencintai dirinya
"Lin, kamu ga usah khawatir, Mama yakin Raffa lama lama juga akan jatuh cinta pada kamu, sekarang sudah terlihat bagaimana dia tertarik denganmu dan ingin berada di dekat kamu terus. Sebelum bertemu denganmu, dia selalu mengurung diri di dalam kamar. Sedangkan sekarang Raffa lebih banyak di luar kamarnya. Dia bahkan beberapa kali menghampiri kamu saat sedang di taman atau kolam renang"
Alina terkejut mendengar perkataan Mamaa. "Mama tau?"
"Mama kan punya banyak mata di rumah, mereka yang bilang ke Mama kalau Raffa beberapa kali pergi nyamperin kamu kalau kamu datang, dia ingin sekedar menemuimu"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Akbar
lanjut dong thor tetap semangat nih
2020-12-17
2
Dewi Yulia
ditunggu kelanjutannya author
2020-10-28
2