Bastian mengajak Alina untuk makan siang bersama di rumahnya. Tentu saja Alina menyetujui hal ini, dia ingin lebih dekat dengan calon suaminya. Alina sudah tidak gugup lagi ketika bertemu Raffa. Dia sudah membulatkan tekad untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan Raffa saat mereka menikah nanti
Sepanjang perjalanan, Alina mengobrol ringan dengan Papa. Dia sangat menyukai kehangatan Papa. Alina merindukan sosok ayahnya dan juga ibunya
"Alina.. kamu kenapa?"
"Gapapa Pa, cuma lagi kangen sama ayah dan ibuku aja"
"Dimana makam orang tua kamu?"
"Di Surabaya Pa, dekat rumah nenek"
"Setelah Raffa setuju menikah denganmu, Papa dan Mama berencana ke rumah nenekmu untuk meminta izin menikahkan kalian berdua"
"Benarkah Pa?" Alina sangat senang mendengar itu, sudah lama sekali dia tidak mengunjungi sang nenek dan adiknya
"Iya.. nanti sekalian ke makam orang tua kamu ya"
Alina bertambah semangat untuk membuat Raffa menyetujui pernikahan ini. Dia sangat ingin bertemu dengan keluarganya
"Gimana kabar nenekmu Lin?"
"Sudah tambah baikkan Pa, makasih ya Pa sudah membantu pengobatan nenek dan biaya kuliah Kila"
"Sama sama Alina, kami harap nenek dan adikmu bisa menyaksikan pernikahan kalian"
Alina sangat menantikan moment tersebut, moment dimana dia dapat membalas budi keluarga Hadibrata, dia berharap Raffa akan jatuh cinta padanya dan membangun sebuah keluarga yang harmonis seperti keluarganya
Sesampainya dirumah, Alina langsung menuju ke kolam renang. Dia melihat Raffa disana
"Halo mas Raffa" sapanya ramah
"Mau apa kamu kesini lagi?"
"Ih mas Raffa jangan begitu, masa calon istrinya dateng malah bilang begitu, mau ketemu sama calon suamiku dong, abis mau ngapain lagi"
"Ck jangan berpura pura baik di depanku, kamu ga akan semudah itu bisa meyakinkan aku"
"Liat aja nanti, nanti juga mas Raffa jatuh cinta sama aku, aku akan sabar menanti saat saat itu" Alina tersenyum manis ke arah Raffa tetapi Raffa tidak menggubrisnya
Raffa berniat untuk masuk ke dalam rumah. Alina langsung menyadari dan memegang kursi roda yang dipakai Raffa. Seketika itu mereka berdua melihat sebuah mobil warna hitam memasuki halaman rumah keluarga Hadibrata
"Ck.. ngapain dia itu kesini, bilang aja mau meledekku yang jadi seperti ini akibat ulahnya"
"Siapa mas yang kesini? Temennya mas Raffa?" tanya Alina penasaran, Alina belum pernah mendengar penyebab kecelakaan Raffa dan bagaimana kecelakaan itu dapat membuat kaki Raffa jadi seperti ini
Ettan dan Neysha turun dari mobil. Setelah mereka melihat Raffa ada di kolam renang, mereka segera menghampirinya
"Hai Fa, apa kabar?" sapa Ettan, diwajahnya tidak memperlihatkan penyesalan sama sekali
"Mau apa kalian datang kesini? Tidak puaskah kalian membuatku seperti ini? Keluar kalian" Bentak Raffa sambil menunjuk ke arah pagar rumahnya
Alina langsung terbelalak, dia begitu kaget mendengar perkataan Raffa kepada kedua orang itu. Neysha yang daritadi diam saja akhirnya angkat bicara
"Fa.. maaf kami ga bermaksud seperti ini kepadamu"
"Ga bermaksud? Kamu tau kan gimana cintanya aku sama kamu waktu itu? Kenapa kamu malah selingkuh sama dia yang jelas jelas sahabat baikku? Kenapa kalian menghianatiku sampai aku seperti ini" Raffa berteriak teriak sampai kehabisan napas
Deg.. Alina merasakan sakit di hatinya, dia tidak menyangka kalau wanita cantik ini adalah penyebab kecelakaan Raffa
"Waktu itu kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu, kamu bahkan jarang chat atau telp aku, sementara Ettan selalu ada disampingku"
"Aku ga butuh penjelasan kamu, sekarang keluar dari sini" Raffa kembali berteriak teriak
"Kami akan keluar setelah menyerahkan ini ke kamu, kami akan menikah bulan depan, kami harap kamu bisa datang sebagai teman" Ettan mengeluarkan sebuah undangan dan memberikan pada Raffa
"Ck.. berani beraninya kalian mengundangku ke pernikahan kalian. Aku tidak ada waktu untuk datang ke pernikahan kalian"
"Kenapa? Apa karena kamu masih menyimpan perasaan ke Neysha? Kamu ga bisa lakuin itu karena sekarang Neysha adalah wanitaku" Ettan berbicara sambil merangkul Neysha
"Ck, aku ga butuh wanita tukang selingkuh kaya dia, aku sudah memiliki calon istri yang sangat cantik dan juga lebih baik darinya"
"Memangnya ada orang yang mau menikahimu dengan keadaanmu yang seperti ini? Paling paling dia hanya mengincar harta keluargamu saja"
"Jangan berbicara sembarangan kalian kepada calon istriku. Dia sangat mencintaiku apa adanya dan aku juga mencintai dia" Raffa lantas merangkul pinggang Alina, Alina pun membalas merangkul pundak Raffa
"Oh jadi kamu yang sudah menggantikan posisiku, apa kamu benar benar sayang sama dia Fa? Penampilanmu saja masih seperti ini, seperti orang ga keurus"
Alina geram bukan kepalang dengan mereka berdua. Dia langsung menjawab perkataan Neysha, "Mba kenapa sih jadi orang kepo banget? Sudah jelas jelas mas Raffa bilang kalau dia cinta sama aku, kenapa masih nanya kaya gitu sih"
"Jangan ikut campur urusan kami, kamu hanyalah orang luar"
"Ck.. semua yang berhubungan sama mas Raffa juga berhubungan denganku, sebaiknya kalian pergi dari sini atau aku panggilkan security untuk mengusir kalian"
"Berani beraninya kamu berkata seperti itu pada kami, kamu ga tau kami siapa?"
"Oh tentu aku tau, kalian orang menyebalkan yang suka menghianati orang lain untuk kesenangan kalian semata. Btw aku mau ucapin terima kasih pada kalian, kalau kalian ga ketauan selingkuh, aku ga akan bertemu dengan mas Raffa" Alina tersenyum manis ke arah Raffa dan menggandeng tangannya sedangkan Raffa hanya melihat ke arah Alina
"Keluar kalian dari sini, aku ga mau lihat kalian datang ke sini" Raffa kembali berteriak
"Mba.. mba ga dengar apa yang mas Raffa bilang ya? Cepetan keluar, gangguin aku sama mas Raffa aja yang lagi pacaran" kata Alina sambil mendorong Neysha
" Kamu.. berani beraninya kamu menyentuh dan mendorongku"
"Mas Raffa yang bilang ga mau ketemu sama kalian, kenapa aku harus sopan kepada kalian? Aku ga ada alasan untuk itu" Alina sinis dan menatap Neysha dengan tajam
Mama dan Papa yang melihat kejadian itu dari jauh sangat marah dengan perilaku Neysha dan Ettan. Mama ingin mendekat tapi ditahan oleh Papa. Papa ingin melihat bagaimana Raffa dan Alina melewati ini
"Kamu" Neysha ingin menampar Alina tapi Alina menangkap tangan Neysha
"Ck.. tangan yang halus ini mencoba menampar pipiku" Alina memandangi dari siku sampai dengan jari jari Neysha. "Apa jadinya tangan ini kalau aku berbuat hal yang sama ke kamu? Ah tidak, aku ga akan menamparmu, aku hanya akan mendorongmu" Alina sengaja mendorong Neysha, Neysha yang tidak siap langsung tersungkur ke tanah
"Neysha.. berani sekali kamu berbuat seperti ini kepadanya" Ettan bersiap untuk menampar Alina lagi
"Ettan.. awas kamu kalau sampai menyakiti calon istriku" Raffa menghentikan Ettan dan menatap tajam padanya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Queen Tdewa
emang bener2 gila nih 2 org .. gak ad rasa penyesalan sma sekali
2022-11-22
0
Queen Tdewa
bener2 gak tau malu ya si Ethan
2022-11-22
0
Rienandha Fuji
sandiwara kah selama ini.... 😅😅😅
2021-05-11
0