Pertemuan Pertama Alina dan Raffa

Papa dan Mama langsung menyambut Alina begitu tau kalau Alina sudah sampai. Sedangkan Raffa yang telah mengetahui bahwa Alina sudah datang memilih mengurung diri di ruang perpustakaan. Raffa tidak mau menyambutnya bahkan menemuinya. Dia tau bahwa Alina adalah salah seorang karyawan di perusahaan Hadibrata. Dia menganggap bahwa Alina bersedia menikah dengannya karena mengincar harta kekayaan keluarganya saja

Alina dipersilakan masuk ke dalam rumah. Begitu masuk, tampak suasana bernuansa tropis modern berwarna coklat. Kesan mewah dan elegant pun langsung hadir di mata Alina.

"Ma rumahnya sangat cantik, nyaman sekali berada disini" Alina berkata jujur ke calon mertuanya. Sebelum bertemu Raffa, sang Mama pun mengajak Alina berkeliling

"Makasih sayang, kamu nanti tinggal disini ya begitu sah dengan Raffa"

"Iya Ma" Alina mengangguk sambil tersenyum manis

"Kamu cantik sekali Lin, Mama sangat beruntung memiliki calon mantu seperti kamu ini"

Mendengar hal itu, Alina langsung menggeleng dengan cepat. "Ga Ma, aku yang beruntung karena akan menjadi bagian dari keluarga ini"

Mama dan Alina pun sangat bahagia. Mereka berjalan dan terdiam di depan pintu perpustakaan. Raffa masih berada disana seorang diri

"Lin, apa kamu siap?"

"Siap Ma" dalam hatinya Alina merasa sangat gugup tapi dia tidak mungkin mengatakan itu kepada calon mertuanya

Mama pun membuka pintu dan mendapati Raffa sedang berdiam diri. Alina segera melihat Raffa. Dia membelakangi Alina dan sadar bahwa Alina tengah memperhatikannya

Hati Alina terketuk. Dia tidak tega melihat Raffa yang menggunakan kursi roda dengan penampilan yang seperti tidak terurus

"Raffa, ini ada Alina, calon istrimu"

Raffa masih berdiam, dia tidak ingin menjawab. Alina berinisiatif untuk menyapanya, "Halo mas Raffa, senang berjumpa dengan Mas Raffa" Alina menyapanya dengan riang

Raffa masih tak bereaksi sama sekali. Dia bahkan menutup matanya karena tidak ingin melihat wajah Alina. Alina yang sudah menduga kalau dia akan ditolak oleh Raffa hanya bisa pasrah. Dia ingin melihat situasi dan kondisinya terlebih dahulu baru mengambil langkah, dia tidak mau Raffa membencinya.

"Raffa sayang, kalau kamu ga mau ngobrol dengan Alina gapapa tapi setidaknya kamu harus bertemu dan menyapa Alina sayang, biar gimanapun kamu calon suaminya"

"Siapa yang calon suaminya Ma? Aku bahkan tidak ingin menikah dengannya"

Deg, hati Alina hancur mendengar perkataan Raffa. dia sudah berjanji pada bosnya akan mencintai Raffa dengan tulus. Alina berusaha untuk tidak menangis di depan mereka. Dia sangat berusaha sebisa mungkin untuk menahan air matanya agar tidak jatuh

"Sayang, kamu ga boleh gitu, Alina itu sangat baik dan cantik, apa kamu tidak ingin bertemu dengan wanita cantik?"

"Aku tidak tertarik dengan wanita cantik, aku ga tertarik dengannya. Bawa dia pergi dari sini Ma"

"Tapi sayang, gimana kalau kamu ngobrol berdua dengannya dulu?"

"Ma.. aku sudah bilang kalau aku sama sekali ga tertarik dengannya, aku ga mau menikah dengannya ataupun menikah dengan wanita pilihan lain" Raffa berteriak sejadi jadinya

Mama Kirana tak kuasa untuk menahan air matanya, Alina pertama kalinya melihat calon mertuanya menangis karena anak semata wayangnya itu, Alina pun tak kuasa untuk menahan air matanya. Mereka berdua menangis karena perkataan Raffa yang menyakitkan

Akhirnya Mama memutuskan untuk keluar ruangan dan mengajak Alina. Mereka meninggalkan Raffa seorang diri. Raffa sangat kesal karena perbuatan orang tuanya sendiri. Dia sudah bilang kalau tidak mau menikah tetapi kedua orang tuanya tetap saja memaksakan kehendaknya

Mama mengajak Alina ke ruang keluarga. "Lin, maafkan Raffa ya, setelah kecelakaan sifat Raffa jadi gampang marah seperti itu. Mama sampai sekarang belum mandapat celah untuk mengatasi sifat Raffa yang mudah marah"

Alina yang sudah mengetahui bahwa ucapan Raffa sering kali setajam pedang, tetap saja terkaget kaget karena melihat Raffa sangat kejam terhadap orang tua yang menyayanginya dengan sepenuh hati

"Ma.. aku akan berusaha sekuat tenagaku agar mas Raffa berubah Ma" Alina tidak tega melihat kondisi keluarga Hadibrata yang sebenarnya. Mereka terlihat sangat harmonis diluar tetapi kondisi di dalamnya seperti ini

"Makasih banyak ya Lin" Mama kembali berkaca kaca mendengar jawaban Alina. "Terus terang Mama sangat sedih melihat keadaan Raffa yang seperti ini, Papa dan Mama sangat berharap dia bisa kembali seperti semula setidaknya dia tersenyum kembali dan merawat dirinya sendiri"

Papa yang baru selesai rapat virtual keluar dari ruangannya. "Kalian sudah ketemu dengannya?"

"Sudah Pa.. Raffa tidak mau bertemu Alina. Melihat wajah cantiknya saja ga mau"

"Pelan pelan saja Ma, mudah mudahan dia akan luluh suatu saat nanti"

"Aku juga berharap seperti itu Pa.." jawab Mama lagi

"Yang terpenting kamu jangan sampai menyerah ya Lin"

"Iya Pa" Alina tersenyum pada kedua calon mertuanya

"Raffa butuh waktu untuk menerima hal ini, kita harus memberikan dia waktu, Lin gimana kalau kamu kesini setiap hari?"

"Ide bagus Pa, Alina juga bisa menemaniku dirumah, mau ya Lin.. Dirumah sebesar ini Mama sangat kesepian kalau Papa lagi ga ada"

"Hmm.. bukan bermaksud menolak Pa, Ma, tapi pekerjaanku di kantor"

"Kamu ga usah memikirkan pekerjaan kamu Lin, biar Papa yang mengurusnya" dengan cepat Papa memotong perkataan Alina

"Pa maaf tapi aku lagi pegang beberapa proyek"

"Kamu memang seseorang yang bertanggung jawab Alina, Papa akan memberikan kamu waktu untuk bekerja kembali hanya sampai semua proyek yang kamu tangani selesai, setelah itu fokuslah pada Raffa"

"Baik Pa" Alina lega mendengar jawaban calon mertua sekaligus bosnya itu

"Oya,, kamu sementara jangan masuk kerja dulu ya, hoax tentang dirimu masih beredar di kantor, nanti kamu dihubungi oleh Ivan setelah hoax itu mereda"

Alina menggangukan kepalanya dan tersenyum riang. Dia ingin melihat taman yang ada di halaman. Alina pun izin untuk melihat taman kepada calon mertuanya

"Ma.. aku boleh ga lihat lihat taman di samping rumah?"

"Boleh sayang, mau Mama temenin?"

"Boleh Ma"

Mama Kirana dan Alina pun berjalan menuju taman. Mereka berdua sudah sangat akrab seperti sudah lama kenal. Mama senang dengan kepribadian Alina yang periang, ramah dan hangat. Sedangkan Alina yang sungguh sangat merindukan sosok ibu dan ayah, merasa menemukan sosok mereka di calon mertuanya

"Wah tamannya indah sekali Ma, aku suka banget kalau ada pepohonan yang rindang di rumah"

Mama merasa senang karena ternyata Alina juga senang dengan tanaman. "Kamu lebih suka bunga atau buah?"

"Dua duanya Ma, semuanya aku suka, aku suka lihat bunga ataupun buah yang ada di pohon"

"Kamu suka bunga apa Lin?"

"Aku suka bunga mawar Ma, sangat cantik"

"Kalau begitu Mama akan menanam mawar di sebelah sana untukmu"

"Makasih Ma"

Terpopuler

Comments

Queen Tdewa

Queen Tdewa

knpa sma suka bunga mawar sich ... sblom Raffa kecelakaan dia mbawakan bucket bunga mawar buat tunangan ny...ga tmbh sakit hati tuh Raffa

2022-11-22

0

R⃟_nDia😎

R⃟_nDia😎

wah mertua langka tuh🤣🤣🤣🤣yg belum merid aku saranin cari cowok yg anak semata wayang yr ga ada saingan sis🤣🤣🤣

2021-10-10

1

fanthaliyya

fanthaliyya

duuuh meuni baik banget mmh Kirana...
semangat buat Alina taklukan Raffa

2021-05-10

0

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Dengan Big Boss
2 Bimbang Tiada Akhir
3 Persetujuan Alina
4 Fasilitas dari Keluarga Hadibrata
5 Pertemuan Dengan Mama Kirana
6 Gosip Tentang Alina
7 Hukuman Untuk Pembuat Onar
8 Penolakan Raffa
9 Penyebab Kecelakaan Raffa
10 Kunjungan ke Rumah Keluarga Hadibrata
11 Pertemuan Pertama Alina dan Raffa
12 Belajar Mencintai Raffa
13 Kembali Bekerja
14 Kedatangan Neysha dan Ettan
15 Persetujuan Raffa
16 Penampilan Baru Raffa
17 Pertemuan Keluarga
18 Persiapan Pernikahan
19 Gaun Pengantin
20 Ketemu Sahabat Lama
21 Senyuman Raffa
22 Menginap di Rumah Keluarga Hadibrata
23 First Kiss
24 Strawberry Cheesecake
25 Genggaman Tangan
26 Let Me Hug You
27 Reuni
28 Lunch Berdua
29 Bertemu Neysha
30 Kedatangan Nenek dan Syakila
31 Perhatian Raffa
32 Mengasuh Chelsea
33 Kejutan Untuk Alina
34 Dipingit
35 Akad Nikah
36 Resepsi
37 Konferensi Pers
38 Malam Pertama
39 Hari Manis
40 Kunjungan Setelah Nikah
41 Janji Raffa
42 Pendekatan
43 Jadian
44 Ketakutan Alina
45 Pernikahan Ettan dan Neysha
46 Masuk Kerja Lagi
47 Obrolan Ringan
48 Rapat
49 Nostalgia
50 Acara Amal
51 Lagu Untuk Suami Tercinta
52 Viral
53 Mata Mata
54 Ketahuan
55 Masalah Alina
56 Raffa Is Back
57 Pemecatan Juan
58 Lembur
59 Eric Kenzie
60 Raffa vs Eric
61 Berdamai
62 Photoshoot
63 Launching Produk
64 Liburan
65 Penculikan
66 Penembakan
67 Kehamilan Alina
68 Masih Kritis
69 Sadar
70 Keputusan Alina
71 Catra Levi Pradana
72 Surat Cerai
73 Cerai
74 Saling Merindu
75 Yuma Manggala Hadibrata
76 Mendekati Alina
77 Bertemu Lagi
78 Berhadapan
79 Jalan Jalan Dengan Yuma
80 Mulai Terungkap
81 Makan Siang
82 Kekesalan Alina
83 Bertengkar
84 Makan Malam
85 Kebenaran Yang Terungkap
86 Saran dari Mama dan Catra
87 Bertemu Yuma
88 Ruang Makan
89 Bertemu Neysha
90 Perlakuan Raffa
91 Tempat Favorit Raffa
92 Membuka Luka Lama
93 Quality Time
94 Mendesak Neysha
95 Majalah
96 Luluh
97 Bertemu Eric Lagi
98 Rencana Pernikahan
99 Meminta Restu
100 Menikah Lagi
101 Malam Yang Indah
102 Ingin Pulang
103 Rumah Penuh Kenangan
104 Ngemall
105 Syukuran
106 Kasih Sayang
107 Dukungan Orang Terdekat
108 Pertemuan Ettan dan Eric
109 Syal
110 Rencana Raffa
111 Acara Tahunan Pengusaha Muda
112 Acara Tahunan Pengusaha Muda (2)
113 Menjalani Perawatan
114 Hukuman Yang Setimpal
115 Harapan Yang Terkabul
116 Hal Bahagia
117 Wisata Lombok
118 Gili Terawangan
119 Makan Malam Romantis
120 Beli Oleh Oleh
121 Kesiangan
122 Menjemput Yuma
123 Ngantor Lagi
124 Ngantor Lagi (2)
125 Kehilangan Hp
126 Beli Hp Baru
127 Raffa Sakit
128 Ancaman Alina
129 Rencana Keluar Kota
130 Baking
131 Bernyanyi Bersama
132 Belajar Renang
133 Mengantar Yuma
134 Bali (1)
135 Bali (2)
136 Tom Yam
137 Alina Sakit
138 Hamil Anak Kedua
139 Morning Sickness
140 Ingin Selalu Berada Di Dekat Raffa
141 Siomay
142 The One And Only You
143 Kontrol Kehamilan Pertama
144 Manjat Pohon
145 Piano
146 Kram
147 Keputusan Yang Berat
148 Kontraksi Palsu
149 Saat Saat Menegangkan
150 Lahirnya Anak Kedua
151 Veeya Malika Hadibrata
152 Pertemuan Yuma dan Veeya
153 Kedatangan Teman Kantor
154 Kembali ke Rumah
155 Pengertian Alina
156 Kontrol Pertama
157 Restu Alina
158 Kabar Tentang Ethan
159 Kebaikan Hati Raffa
160 Sarapan Spesial
161 Anniversary
162 Restu Catra
163 Persiapan Lamaran
164 Beli Dress
165 Melamar Kila (1)
166 Melamar Killa (2)
167 Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (1)
168 Kebersamaan Keluarga Kecil Raffa
169 Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (2)
170 Ngedate
171 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Pertemuan Dengan Big Boss
2
Bimbang Tiada Akhir
3
Persetujuan Alina
4
Fasilitas dari Keluarga Hadibrata
5
Pertemuan Dengan Mama Kirana
6
Gosip Tentang Alina
7
Hukuman Untuk Pembuat Onar
8
Penolakan Raffa
9
Penyebab Kecelakaan Raffa
10
Kunjungan ke Rumah Keluarga Hadibrata
11
Pertemuan Pertama Alina dan Raffa
12
Belajar Mencintai Raffa
13
Kembali Bekerja
14
Kedatangan Neysha dan Ettan
15
Persetujuan Raffa
16
Penampilan Baru Raffa
17
Pertemuan Keluarga
18
Persiapan Pernikahan
19
Gaun Pengantin
20
Ketemu Sahabat Lama
21
Senyuman Raffa
22
Menginap di Rumah Keluarga Hadibrata
23
First Kiss
24
Strawberry Cheesecake
25
Genggaman Tangan
26
Let Me Hug You
27
Reuni
28
Lunch Berdua
29
Bertemu Neysha
30
Kedatangan Nenek dan Syakila
31
Perhatian Raffa
32
Mengasuh Chelsea
33
Kejutan Untuk Alina
34
Dipingit
35
Akad Nikah
36
Resepsi
37
Konferensi Pers
38
Malam Pertama
39
Hari Manis
40
Kunjungan Setelah Nikah
41
Janji Raffa
42
Pendekatan
43
Jadian
44
Ketakutan Alina
45
Pernikahan Ettan dan Neysha
46
Masuk Kerja Lagi
47
Obrolan Ringan
48
Rapat
49
Nostalgia
50
Acara Amal
51
Lagu Untuk Suami Tercinta
52
Viral
53
Mata Mata
54
Ketahuan
55
Masalah Alina
56
Raffa Is Back
57
Pemecatan Juan
58
Lembur
59
Eric Kenzie
60
Raffa vs Eric
61
Berdamai
62
Photoshoot
63
Launching Produk
64
Liburan
65
Penculikan
66
Penembakan
67
Kehamilan Alina
68
Masih Kritis
69
Sadar
70
Keputusan Alina
71
Catra Levi Pradana
72
Surat Cerai
73
Cerai
74
Saling Merindu
75
Yuma Manggala Hadibrata
76
Mendekati Alina
77
Bertemu Lagi
78
Berhadapan
79
Jalan Jalan Dengan Yuma
80
Mulai Terungkap
81
Makan Siang
82
Kekesalan Alina
83
Bertengkar
84
Makan Malam
85
Kebenaran Yang Terungkap
86
Saran dari Mama dan Catra
87
Bertemu Yuma
88
Ruang Makan
89
Bertemu Neysha
90
Perlakuan Raffa
91
Tempat Favorit Raffa
92
Membuka Luka Lama
93
Quality Time
94
Mendesak Neysha
95
Majalah
96
Luluh
97
Bertemu Eric Lagi
98
Rencana Pernikahan
99
Meminta Restu
100
Menikah Lagi
101
Malam Yang Indah
102
Ingin Pulang
103
Rumah Penuh Kenangan
104
Ngemall
105
Syukuran
106
Kasih Sayang
107
Dukungan Orang Terdekat
108
Pertemuan Ettan dan Eric
109
Syal
110
Rencana Raffa
111
Acara Tahunan Pengusaha Muda
112
Acara Tahunan Pengusaha Muda (2)
113
Menjalani Perawatan
114
Hukuman Yang Setimpal
115
Harapan Yang Terkabul
116
Hal Bahagia
117
Wisata Lombok
118
Gili Terawangan
119
Makan Malam Romantis
120
Beli Oleh Oleh
121
Kesiangan
122
Menjemput Yuma
123
Ngantor Lagi
124
Ngantor Lagi (2)
125
Kehilangan Hp
126
Beli Hp Baru
127
Raffa Sakit
128
Ancaman Alina
129
Rencana Keluar Kota
130
Baking
131
Bernyanyi Bersama
132
Belajar Renang
133
Mengantar Yuma
134
Bali (1)
135
Bali (2)
136
Tom Yam
137
Alina Sakit
138
Hamil Anak Kedua
139
Morning Sickness
140
Ingin Selalu Berada Di Dekat Raffa
141
Siomay
142
The One And Only You
143
Kontrol Kehamilan Pertama
144
Manjat Pohon
145
Piano
146
Kram
147
Keputusan Yang Berat
148
Kontraksi Palsu
149
Saat Saat Menegangkan
150
Lahirnya Anak Kedua
151
Veeya Malika Hadibrata
152
Pertemuan Yuma dan Veeya
153
Kedatangan Teman Kantor
154
Kembali ke Rumah
155
Pengertian Alina
156
Kontrol Pertama
157
Restu Alina
158
Kabar Tentang Ethan
159
Kebaikan Hati Raffa
160
Sarapan Spesial
161
Anniversary
162
Restu Catra
163
Persiapan Lamaran
164
Beli Dress
165
Melamar Kila (1)
166
Melamar Killa (2)
167
Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (1)
168
Kebersamaan Keluarga Kecil Raffa
169
Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (2)
170
Ngedate
171
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!