Persiapan Pernikahan

Papa dan Mama membicarakan konsep pernikahan yang mereka usulkan pada Alina dan juga Raffa

"Lin, kamu mau warna apa di acara pernikahanmu nanti?"

"Hmm aku suka warna merah dan gold Ma, terkesan elegant"

"Bagus itu, Mama setuju, gimana Pa?"

"Papa sih setuju, Raffa gimana?"

"Aku ikut aja"

Alina senang usulannya disetujui oleh mereka, pernikahan impian Alina bernuansa merah dan Gold

"Mama sudah menyiapkan beberapa orang yang akan membantu kita nanti mulai dari panitia inti sampai dengan pager ayu dan pager bagus siapa aja. Mama juga sudah menyiapkan orang untuk menjaga buku tamu. Oiya Mama dan Papa tidak memperbolehkan para tamu untuk memberikan uang dan kado kepada kita, cukup datang saja kami sudah senang"

Alina mengganguk mengikuti Mamanya. Raffa pun tidak berkomentar sama sekali. Dia tau kalau Mama dan Papanya sudah mengkonsep ini jauh jauh hari dan keputusan mereka tidak dapat digangggu gugat. Beruntung Raffa menikahi Alina yang menuruti semua keinginan orang tuanya itu

Salah satu perusahan keluarga Hadibrata bergerak di bidang Wedding Organizer yang masuk dalam sepuluh besar Wedding Organizer terbaik di Indonesia, sehingga tak sulit bagi mereka untuk menyiapkan pernikahan yang mendadak, keluarga Hadibrata juga memiliki gedung yang biasa mereka sewakan untuk acara pernikahan, begitu pula dengan cateringnya. Mama tinggal menujuk orang orang terbaik yang akan membantu mereka di dalam pernikahan Raffa

"Lin,, nanti sore kamu ikut Mama ya untuk memilih gaun pengantin dan juga undangannya"

"Iya Ma" Alina tersenyum riang. Dia merasa sangat beruntung mempunyai calon mertua seperti Mama dan Papa, walaupun mereka sudah mengkonsep pernikahan dirinya dengan Raffa tetapi mereka masih menanyakan pendapat dan pilihan Alina seperti apa

Raffa diam diam memperhatikan senyuman Alina, dia saat ini sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Alina. Papa yang menyadari bahwa dari tadi Raffa memperhatikan Alina terus menerus sangat senang akan hal itu. Papa semakin berharap Raffa bisa segera jatuh cinta dengan pilihan mereka. Tidak sulit untuk mencintai seorang Alina

Raffa mulai merubah kebiasaannya, dulu dia suka makan sendirian di dalam kamarnya, tetapi setelah Alina datang entah mengapa dia jadi lebih suka menghabiskan waktu diluar kamar bersama dengannya. Raffa tidak menyadari hal itu tetapi kedua orang tuanya sangat menyadari perubahan sikap Raffa

Raffa sedang berada di taman. Mama dan Alina menyusulnya. Mereka berniat untuk memetik mangga yang sudah berbuah

"Waaaa mangganya sudah berbuah banyak Ma" mata Alina berbinar saat melihat buah mangga yang sangat lebat di pohon

"Kamu suka mangga ya?"

"Suka banget Ma, buah favoritku itu mangga, aku suka semua mangga mulai dari yang asam sampai yang manis"

Raffa pun kembali memperhatikan Alina. Entah sejak kapan dia sering bersikap begitu pada Alina. Hati Raffa menjadi sangat tenang ketika berada di dekat Alina. Raffa pun ikut senang ketika melihatnya tertawa dan juga ikut bersedih ketika melihatnya menangis

"Ma.. boleh aku petik mangga yang itu? Aku mau makan mangga yang agak asam" Alina menunjuk mangga yang belum terlalu matang

"Boleh dong sayang, sebentar Mama panggil orang dulu ya untuk bantu kamu"

"Ga usah Ma, aku bisa sendiri ko, itu pendek banget Ma"

"Gimana caranya kamu ambil itu sayang? Kamu mau manjat pohonnya?" tanya Mama

"Ga Ma, aku mau pakai itu" Alina menunjuk alat petik buah mangga

"Oh ya ampun, Mama udah waswas aja, kirain kamu mau manjat pohonnya Lin"

"Ga ko Ma, Mama tenang aja, aku ga bakalan berbuat yang aneh aneh sebelum menikah" Alina memamerkan giginya

"Ya sudah sana petik gih"

Alina pun mengambil alat itu dan mencoba untuk memetiknya. Tak lama buah mangga muda yang diinginkan Alina sudah terpetik

"Yeeeaaaayyy,, dapat juga mangga yang aku mau, mas Raffa mau mangga yang mana? Sini aku petikin"

"Ga usah" jawab Raffa ketus

"Mas Raffa ga suka mangga ya?"

"Suka tapi ga suka yang asam, dia sukanya yang manis, mangga yang sudah matang di pohon" Mama membantu jawab pertanyaan Alina

Raffa pun segera pergi dari sana. Dia heran kepada dirinya sendiri, kenapa dia selalu ketus kepada Alina

Tak lama Alina pun menuju ke dapur untuk mengupas buah yang dipetiknya dan membuat bumbu rujak. Bu Dar yang melihat itu menawarkan bantuan kepada Alina tetapi Alina menolaknya dengan halus. Alina sengaja membuat bumbu rujak yang agak banyak untuk dibagikan kepada Mama dan yang lainnya. Setelah selesai, Alina pun menuju ke kolam renang. Dia berniat untuk makan rujak disana

"Hmm.. enak banget, emang beda buah mangga kalau petik langsung dari pohonnya"

"Enak buahnya?"

Alina pun langsung menoleh dan kaget karena Raffa yang tiba tiba muncul. Dia merasa di kolam renang sendiran tadi

"Mas Raffa ko seneng bikin aku jantungan terus sih? Tiba tiba datang untuk kagetin aku"

Raffa tidak berkomentar, dia malah asyik memandangi rujak buatan Alina. Alina yang sadar akan hal itu langsung menawarkan rujak pada Raffa

"Mas Raffa mau coba?"

"Bumbunya dibuatin siapa?"

"Aku sendiri dong"

"Emang kamu bisa?"

"Bisa,, aku kan dari dulu seneng di dapur mas"

"Ngapain di dapur?"

"Ya masak, bikin kue, bikin kaya gini gini" Alina menunjuk bumbu rujaknya

"Masa?" Raffa memperlihatkan wajah tak percayanya

"Iya dong, mas ko ga percaya gitu sih ke aku, beneran tau"

"Ya gimana mau percaya, kamu masakin aku aja ga pernah"

"Hahahaha oh rupanya mas Raffa minta dimasakin sama aku , nanti dong mas setelah kita jadi suami istri, nanti aku yang bikinin masakan spesial buat mas"

Raffa diam saja begitu mendengar perkataan calon istrinya itu. Diam diam Raffa menantikan saat saat dimana Alina akan memasak untuk dirinya

Mama yang ingin kembali lagi ke taman, melihat Alina sedang mengobrol dengan Raffa di kolam. Mama senang melihat Alina yang sudah semakin dekat dengan Raffa dan Raffa pun tidak menolaknya, bahkan Raffa yang sesekali mendekat ke Alina

"Jadi mau cobain ga mas? Enak lho"

"Ga ah, aku ga suka yang asam"

"Ini ga begitu asam ko mas, cobain deh"

"Aku belum cuci tangan, aku ga bisa makan kalau tanganku ga steril"

Alina mengambil buah mangga beserta bumbunya. Dia berniat untuk menyuapi Raffa. "Aaaaaaaa"

"Ga ah"

"Ayo cobain dong mas, katanya mau coba makanan buatan aku, aku udah cuci tangan pake sabun ko, aaaaaaa"

Raffa membuka mulutnya dan memakan buah mangga yang Alina berikan padanya. Raffa menatap Alina dengan tatapan yang sangat dalam. Alina menjadi salah tingkah ditatap seperti itu

Mama pun tidak melewatkan momen penting ini, segera saja Mama memfoto mereka berdua. "Kapan lagi melihat Raffa seperti ini" batin Mama senang

Terpopuler

Comments

Bundanya REvan

Bundanya REvan

ahh si mama mertua ini,, jadi kepo deh wkwkwk

2021-01-30

3

Akbar

Akbar

mamanya rafa ikutan kepo hehehe

2020-12-17

4

Nurlailawati Dina

Nurlailawati Dina

aku yang bacanya koq ngences yak...

2020-11-28

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Dengan Big Boss
2 Bimbang Tiada Akhir
3 Persetujuan Alina
4 Fasilitas dari Keluarga Hadibrata
5 Pertemuan Dengan Mama Kirana
6 Gosip Tentang Alina
7 Hukuman Untuk Pembuat Onar
8 Penolakan Raffa
9 Penyebab Kecelakaan Raffa
10 Kunjungan ke Rumah Keluarga Hadibrata
11 Pertemuan Pertama Alina dan Raffa
12 Belajar Mencintai Raffa
13 Kembali Bekerja
14 Kedatangan Neysha dan Ettan
15 Persetujuan Raffa
16 Penampilan Baru Raffa
17 Pertemuan Keluarga
18 Persiapan Pernikahan
19 Gaun Pengantin
20 Ketemu Sahabat Lama
21 Senyuman Raffa
22 Menginap di Rumah Keluarga Hadibrata
23 First Kiss
24 Strawberry Cheesecake
25 Genggaman Tangan
26 Let Me Hug You
27 Reuni
28 Lunch Berdua
29 Bertemu Neysha
30 Kedatangan Nenek dan Syakila
31 Perhatian Raffa
32 Mengasuh Chelsea
33 Kejutan Untuk Alina
34 Dipingit
35 Akad Nikah
36 Resepsi
37 Konferensi Pers
38 Malam Pertama
39 Hari Manis
40 Kunjungan Setelah Nikah
41 Janji Raffa
42 Pendekatan
43 Jadian
44 Ketakutan Alina
45 Pernikahan Ettan dan Neysha
46 Masuk Kerja Lagi
47 Obrolan Ringan
48 Rapat
49 Nostalgia
50 Acara Amal
51 Lagu Untuk Suami Tercinta
52 Viral
53 Mata Mata
54 Ketahuan
55 Masalah Alina
56 Raffa Is Back
57 Pemecatan Juan
58 Lembur
59 Eric Kenzie
60 Raffa vs Eric
61 Berdamai
62 Photoshoot
63 Launching Produk
64 Liburan
65 Penculikan
66 Penembakan
67 Kehamilan Alina
68 Masih Kritis
69 Sadar
70 Keputusan Alina
71 Catra Levi Pradana
72 Surat Cerai
73 Cerai
74 Saling Merindu
75 Yuma Manggala Hadibrata
76 Mendekati Alina
77 Bertemu Lagi
78 Berhadapan
79 Jalan Jalan Dengan Yuma
80 Mulai Terungkap
81 Makan Siang
82 Kekesalan Alina
83 Bertengkar
84 Makan Malam
85 Kebenaran Yang Terungkap
86 Saran dari Mama dan Catra
87 Bertemu Yuma
88 Ruang Makan
89 Bertemu Neysha
90 Perlakuan Raffa
91 Tempat Favorit Raffa
92 Membuka Luka Lama
93 Quality Time
94 Mendesak Neysha
95 Majalah
96 Luluh
97 Bertemu Eric Lagi
98 Rencana Pernikahan
99 Meminta Restu
100 Menikah Lagi
101 Malam Yang Indah
102 Ingin Pulang
103 Rumah Penuh Kenangan
104 Ngemall
105 Syukuran
106 Kasih Sayang
107 Dukungan Orang Terdekat
108 Pertemuan Ettan dan Eric
109 Syal
110 Rencana Raffa
111 Acara Tahunan Pengusaha Muda
112 Acara Tahunan Pengusaha Muda (2)
113 Menjalani Perawatan
114 Hukuman Yang Setimpal
115 Harapan Yang Terkabul
116 Hal Bahagia
117 Wisata Lombok
118 Gili Terawangan
119 Makan Malam Romantis
120 Beli Oleh Oleh
121 Kesiangan
122 Menjemput Yuma
123 Ngantor Lagi
124 Ngantor Lagi (2)
125 Kehilangan Hp
126 Beli Hp Baru
127 Raffa Sakit
128 Ancaman Alina
129 Rencana Keluar Kota
130 Baking
131 Bernyanyi Bersama
132 Belajar Renang
133 Mengantar Yuma
134 Bali (1)
135 Bali (2)
136 Tom Yam
137 Alina Sakit
138 Hamil Anak Kedua
139 Morning Sickness
140 Ingin Selalu Berada Di Dekat Raffa
141 Siomay
142 The One And Only You
143 Kontrol Kehamilan Pertama
144 Manjat Pohon
145 Piano
146 Kram
147 Keputusan Yang Berat
148 Kontraksi Palsu
149 Saat Saat Menegangkan
150 Lahirnya Anak Kedua
151 Veeya Malika Hadibrata
152 Pertemuan Yuma dan Veeya
153 Kedatangan Teman Kantor
154 Kembali ke Rumah
155 Pengertian Alina
156 Kontrol Pertama
157 Restu Alina
158 Kabar Tentang Ethan
159 Kebaikan Hati Raffa
160 Sarapan Spesial
161 Anniversary
162 Restu Catra
163 Persiapan Lamaran
164 Beli Dress
165 Melamar Kila (1)
166 Melamar Killa (2)
167 Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (1)
168 Kebersamaan Keluarga Kecil Raffa
169 Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (2)
170 Ngedate
171 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Pertemuan Dengan Big Boss
2
Bimbang Tiada Akhir
3
Persetujuan Alina
4
Fasilitas dari Keluarga Hadibrata
5
Pertemuan Dengan Mama Kirana
6
Gosip Tentang Alina
7
Hukuman Untuk Pembuat Onar
8
Penolakan Raffa
9
Penyebab Kecelakaan Raffa
10
Kunjungan ke Rumah Keluarga Hadibrata
11
Pertemuan Pertama Alina dan Raffa
12
Belajar Mencintai Raffa
13
Kembali Bekerja
14
Kedatangan Neysha dan Ettan
15
Persetujuan Raffa
16
Penampilan Baru Raffa
17
Pertemuan Keluarga
18
Persiapan Pernikahan
19
Gaun Pengantin
20
Ketemu Sahabat Lama
21
Senyuman Raffa
22
Menginap di Rumah Keluarga Hadibrata
23
First Kiss
24
Strawberry Cheesecake
25
Genggaman Tangan
26
Let Me Hug You
27
Reuni
28
Lunch Berdua
29
Bertemu Neysha
30
Kedatangan Nenek dan Syakila
31
Perhatian Raffa
32
Mengasuh Chelsea
33
Kejutan Untuk Alina
34
Dipingit
35
Akad Nikah
36
Resepsi
37
Konferensi Pers
38
Malam Pertama
39
Hari Manis
40
Kunjungan Setelah Nikah
41
Janji Raffa
42
Pendekatan
43
Jadian
44
Ketakutan Alina
45
Pernikahan Ettan dan Neysha
46
Masuk Kerja Lagi
47
Obrolan Ringan
48
Rapat
49
Nostalgia
50
Acara Amal
51
Lagu Untuk Suami Tercinta
52
Viral
53
Mata Mata
54
Ketahuan
55
Masalah Alina
56
Raffa Is Back
57
Pemecatan Juan
58
Lembur
59
Eric Kenzie
60
Raffa vs Eric
61
Berdamai
62
Photoshoot
63
Launching Produk
64
Liburan
65
Penculikan
66
Penembakan
67
Kehamilan Alina
68
Masih Kritis
69
Sadar
70
Keputusan Alina
71
Catra Levi Pradana
72
Surat Cerai
73
Cerai
74
Saling Merindu
75
Yuma Manggala Hadibrata
76
Mendekati Alina
77
Bertemu Lagi
78
Berhadapan
79
Jalan Jalan Dengan Yuma
80
Mulai Terungkap
81
Makan Siang
82
Kekesalan Alina
83
Bertengkar
84
Makan Malam
85
Kebenaran Yang Terungkap
86
Saran dari Mama dan Catra
87
Bertemu Yuma
88
Ruang Makan
89
Bertemu Neysha
90
Perlakuan Raffa
91
Tempat Favorit Raffa
92
Membuka Luka Lama
93
Quality Time
94
Mendesak Neysha
95
Majalah
96
Luluh
97
Bertemu Eric Lagi
98
Rencana Pernikahan
99
Meminta Restu
100
Menikah Lagi
101
Malam Yang Indah
102
Ingin Pulang
103
Rumah Penuh Kenangan
104
Ngemall
105
Syukuran
106
Kasih Sayang
107
Dukungan Orang Terdekat
108
Pertemuan Ettan dan Eric
109
Syal
110
Rencana Raffa
111
Acara Tahunan Pengusaha Muda
112
Acara Tahunan Pengusaha Muda (2)
113
Menjalani Perawatan
114
Hukuman Yang Setimpal
115
Harapan Yang Terkabul
116
Hal Bahagia
117
Wisata Lombok
118
Gili Terawangan
119
Makan Malam Romantis
120
Beli Oleh Oleh
121
Kesiangan
122
Menjemput Yuma
123
Ngantor Lagi
124
Ngantor Lagi (2)
125
Kehilangan Hp
126
Beli Hp Baru
127
Raffa Sakit
128
Ancaman Alina
129
Rencana Keluar Kota
130
Baking
131
Bernyanyi Bersama
132
Belajar Renang
133
Mengantar Yuma
134
Bali (1)
135
Bali (2)
136
Tom Yam
137
Alina Sakit
138
Hamil Anak Kedua
139
Morning Sickness
140
Ingin Selalu Berada Di Dekat Raffa
141
Siomay
142
The One And Only You
143
Kontrol Kehamilan Pertama
144
Manjat Pohon
145
Piano
146
Kram
147
Keputusan Yang Berat
148
Kontraksi Palsu
149
Saat Saat Menegangkan
150
Lahirnya Anak Kedua
151
Veeya Malika Hadibrata
152
Pertemuan Yuma dan Veeya
153
Kedatangan Teman Kantor
154
Kembali ke Rumah
155
Pengertian Alina
156
Kontrol Pertama
157
Restu Alina
158
Kabar Tentang Ethan
159
Kebaikan Hati Raffa
160
Sarapan Spesial
161
Anniversary
162
Restu Catra
163
Persiapan Lamaran
164
Beli Dress
165
Melamar Kila (1)
166
Melamar Killa (2)
167
Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (1)
168
Kebersamaan Keluarga Kecil Raffa
169
Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (2)
170
Ngedate
171
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!