Setelah berhasil mengacak ngacak kamarnya, Raffa pun terdiam, dia sedang menenangkan dirinya dan merenung atas perkataan Papanya
"Ck, aku ga mau menikah dengan siapa pun juga, aku trauma dengan wanita" batin Raffa. Ada rasa kekhawatiran tersendiri baginya
*Flashback on*
Raffa menyetir mobil ke arah apartemen tunangannya, Neysha. Begitu sampai di apartemen, Raffa lalu memarkirkan mobilnya di basement apartemen. Dia berjalan menuju lift dan langsung menuju ke apartemen milik tunangannya, Neysha. Raffa terlihat sangat bahagian karena hari ini dia berhasil memenangkan projek penting untuk perusahan. Dia ingin memberikan surprise dan mengajak Neysha makan malam. Tak lupa dia juga ingin memberikan bunga mawar untuk wanita yang dicintainya. Beberapa menit kemudian Raffa sampai di depan apartemen Neysha, dia terlihat masih sangat gembira. Di depan pintu, dia mencium bucket bunga yang dibawanya lalu mengecek penampilannya terlebih dahulu
"Masih rapih, aku tau Neysha pasti tidak akan menolak untuk aku ajak keluar, wanita mana yang akan menolak pergi makan malam dengan tunangannya yang sangat tampan"
Raffa tersenyum membayangkan mimik wajah Neysha yang akan terkejut. Segera dia membuka pin apartemen tunangannya itu. Pintu pun terbuka dan dia kaget bukan kepalang melihat Neysha sedang berciuman dengan temannya sendiri. Mereka bahkan sangat menikmati hal itu
Raffa pun membanting bucket bunga yang dibawanya tadi ke lantai, dia berjalan menyusuri lorong apartemen, dia sangat marah dengan perilaku Neysha yang tidak setia kepadanya. Dia berjalan setengah berlari menuju mobil. Begitu sampai mobil Raffa langsung masuk, membanting pintu mobil dan memukul stir mobilnya dengan sangat kencang hingga menyebabkan kegaduhan
"Permisi Pak, ada yang bisa saya bantu?" tanya security begitu mengetahui terjadi keributan di basement
Raffa pun langsung menyalakan mobil dan mengemudikannya ke arah rumahnya. Dia tak menyangka akan dapat kejutan yang paling tidak menyenangkan. Wanita yang dia cintai sudah menghianatinya bahkan temannya sendiri pun melakukan hal yang sama. Dia merasa mendapat jackpot yang sangat besar
"Kenapa? Kenapa kalian seperti itu kepadaku, hah? Salah apa aku pada kalian? Aku kurang apa Sha? Kenapa kamu selingkuh dengan Ettan? Kamu tau Ettan satu satunya sahabatku kan?"
Air mata pun mengalir ke pipi Raffa, tanpa sadar dia mengemudi dengan kecepatan sangat tinggi. Dia menerobos lampu lalu lintas berkali kali. Raffa tidak melihat lampu merah pada jalurnya, dia masih mengemudikan mobilnya itu, dia pun tidak melihat ada truck dari arah samping. Truck itu mengklakson mobil Raffa, tapi Raffa tidak sadar juga. Sampai akhirnya kecelakaan pun tidak dapat terhindarkan
Truck tersebut menabrak mobil Raffa. Pengemudinya langsung meninggal di tempat. Sedangkan mobil Raffa terpelanting dan menabrak mobil lain. Raffa langsung tak sadarkan diri. Dia mengalami pendarahan hebat di kepalanya. Mereka pun segera di larikan ke rumah sakit terdekat.
Kring.. kring.. kring..
Bastian yang sedang rapat tidak menghiraukan panggilan telpon dari nomor yang tak dikenalnya. Berkali kali telpon itu berdering, berkali kali juga dia tidak mempedulikannya. Nomor itu masih saja menghubunginya. Bastian pun jengah dengan kelakuan si penelepon. Akhirnya dia mengangkat telpon itu
"Halo, ini siapa ya? Ada perlu apa ya?" tanya Bastian
"Apa benar Anda keluarga dari Raffa Danendra Hadibrata?" tanya pria itu dengan nada panik
"Iya benar, kamu dapat nomer saya dari mana?Ada keperluan apa?"
"Putra Anda kecelakaan lalu lintas, sekarang sedang di perjalanan menuju rumah sakit A di jalan Kusumawijaya"
Bastian terkejut mendengar kabar itu, dia langsung bergegas menuju rumah sakit dan memberitahu Ivan bahwa rapat ditunda dulu karena anaknya kecelakaan. Dia pun memberitahu istrinya agar istrinya cepat cepat datang ke rumah sakit
Sepuluh menit kemudian, Bastian sampai dirumah sakit. Dia ditemani Ivan. Ivan pun segera berlari menuju resepsionis untuk menanyakan tentang Raffa
"Permisi, apakah tadi ada orang yang masuk karena kecelakaan lalu lintas?"
"Iya mas, ada beberapa orang yang masuk ke sini karena kecelakaan, satu diantaranya sudah meninggal dunia"
Mendengar berita itu Bastian pun langsung lemas. Tak lama sang istri segera menghampirinya. Dia langsung menangis mendengar berita kecelakaan Raffa
"Apa ada yang bernama Raffa Danendra Hadibrata?"
"Iya ada mas, dia sekarang sedang berada di UGD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut"
"Dimana ruangannya ya? Ada yang bisa mengantarkan kami kesana?"
Kebetulan ada seorang yang akan menuju ke UGD. "Mari ikut saya" Mereka berempat berjalan tergesa gesa menuju UGD
"Pak ini UGDnya, saya permisi dulu" Perawat pun pamit kepada mereka
Bastian dan istrinya bertemu dengan keluarga korban yang terlibat dalam kecelakaan itu. Mereka pun terduduk lesu. Menyadari hal ini Ivan langsung mencarikan makanan dan minuman untuk bos dan istrinya serta orang orang yang ada disana
Raffa pun keluar dari UGD dan dipindahkan ke kamar. Ivan mengurus proses administrasinya. Dia bertemu dengan Geo, orang yang menelpon Bastian tadi. Geo merupakan salah satu saksi dalam kecelakan tersebut. Geo menceritakan segala hal yang dia lihat kepada Ivan
Ivan pun berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Ketika bertemu bosnya itu, dia menceritakan kejadian naas yang dialami putra atasannya. Bastian pun memberikan arahan agar semua proses administrasi diselesaikan oleh Ivan. Bastian tau kalau Raffa adalah penyebab dari kecelakaan ini, dia ingin bertanggung jawab dan membayar semua biaya pengobatan orang orang yang terlibat
Bastian masih bertanya tanya kenapa Raffa bisa seperti ini. Dia sangat mengetahui sifat anaknya, anaknya tidak akan melakukan hal ini tanpa alasan yang jelas
Raffa masih tidak sadarkan diri. Mama Kirana terus terusan menangis sambil menggenggam tangan anaknya. Dia tidak ingin hal hal yang tidak diinginkan terjadi pada anak semata wayangnya
Beberapa saat kemudia Raffa pun sadar. Mama yang sadar akan hal itu segera memeluk Raffa. "Kamu sudah sadar sayang?"
"Aku dimana Ma?"
"Kamu mengalami kecelakaan sayang, kamu di rumah sakit A"
Raffa mencoba merasakan seluruh tubuhnya. Dia panik ketika kedua kakinya tidak dapat digerakan. "Ma kakiku, aku ga bisa gerakan kakiku sedikit pun" Mama langsung memanggil dokter ketika Raffa berkata seperti itu
Dokter pun melakukan pemeriksaan lanjutan. Ketika sudah ada hasilnya, dokter pun segera memanggil orang tua Raffa ke ruangannya
"Maaf Pak, Bu, anak anda akan sulit untuk berjalan kembali" Dokter pun menjelaskan penyebabnya, "Ada kemungkinan dia bisa sembuh asalkan dia rajin untuk terapi dan memiliki motivasi yang tinggi akan hal itu, semua sangat bergantung kepadanya"
Papa dan Mama pun sangat sedih mendengar hal ini. Namun Papa memutuskan untuk memberitahukannya kepada Raffa apapun resikonya. Raffa terlihat sangat syok mendengar kabar itu, Dia berada di titik terendah di hidupnya. Dia tidak menyangka akan kejadian perselingkuhan yang dilakukan oleh wanita yang begitu dicintainya, ditambah kecelakaan ini membuat seseorang meninggal dan juga menyebabkan dia tidak dapat berjalan
*Flashback off*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
fanthaliyya
semangat terus Raffa ...
don' give up 💪💪
2021-05-10
0
Akbar
hidup emng penuh ujian
2020-12-17
1
♈⛎♎ chann💫💫
tragis nya nasib mu raffa
2020-12-09
1