"Hah.. Kalian rupanya.. Kalian tidak takut berurusan dengan Pak Bastian lagi? Kalian tidak ingat kebaikan hati Pak Bastian karena beliau tidak memecat kalian dan memblacklist kalian dari perusahaan ini?" Ivan marah kepada Ana dan Voni
"Memang betul kan mas apa yang kami bilang? Seperti itu kenyataan sebenarnya"
"Diam kalian, kali ini aku yakin pasti Pak Bastian tidak akan melepaskan kalian berdua begitu saja"
Ivan pun berjalan menuju ruangan Pak Bastian. "Permisi Pak"
"Masuklah Van"
"Pak saya telah menangkap pelakunya"
"Bawa masuk Van"
Ivan pun mengangguk dan berjalan ke arah Ana dan Voni. "Masuklah kalian berdua, Pak Bastian ingin sesegera mungkin bertemu dengan kalian"
Gleg.. Ana dan Voni seketika langsung ketakutan begitu mendengar nada bicara Ivan yang menakutkan
Ivan pun mengetok ruangan bosnya kembali sambil membawa Ana dan Voni masuk. "Pak, mereka inilah yang telah menyebarkan fitnah pada mba Alina"
Wajah Bastian seketika langsung berubah menjadi merah padam. "Jadi kalian dalang semua ini? Kalian berani untuk berurusan denganku lagi?"
"Maaf pak, saya hanya menggunjingkan Alina, bukan Pak Bastian, kami tidak berani melakukan itu lagi" Ana membela diri
"Kalian benar benar tidak tahu diri. Menyebarkan berita hoax seperti itu tentang Alina berarti kalian berurusan denganku"
Ana dan Voni terbelalak. Mereka bertanya tanya apa yang sedang terjadi sebenarnya. Apakah dugaan mereka semua benar?
"Kalian jangan berfikiran macam macam tentangku maupun tentang Alina. Aku tidak suka kalau kalian bersikap seperti itu pada calon mantuku"
Deg... mereka menelan ludah mereka sendiri. Mereka tidak menyangka bahwa Alina adalah calon menantu keluarga Hadibrata
"Kalian berdua saya pecat dan saya akan memblacklist kalian berdua dari semua perusahaan Hadibrata" ucap Bastian dengan nada yang sangat tinggi
Ana dan Voni sangat terkejut dengan keputusan Pak Bastian. Mereka dengan segera minta maaf sambil memohon
"Maafkan kami Pak, kami tidak tau bahwa Alina calon menantu Bapak, kami benera benar minta maaf Pak, kami janji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi" Ana dan Voni berucap bersamaan sambil meneteskan air matanya
Bastian pun menghela napasnya. "Mau berapa kali lagi saya memberikan kalian kesempatan, hah? Setiap saya memberikan kalian kesempatan, kalian selalu menyalah gunakannya"
"Maaf Pak, jangan hukum kami seperti ini"
"Keluarlah, tidak ada gunanya kalian meminta maaf dan menangis di hadapan saya. Saya tidak suka dengan sifat kalian yang suka menyebarkan hoax seperti itu. Saya sudah ingatkan kepada kalian untuk tidak berurusan lagi dengan saya. Sekarang kalian melakukan hal ini kepada calon mantu saya. Besok ambilah barang-barang kalian dikantor dan kemasilah. Saya akan bilang ke pihak HRD untuk memberikan sisa gaji kalian sampai dengan saat ini"
Ana dan Voni tidak dapat berkata apa apa. Mereka terlalu takut untuk membantah perkataan Big Bossnya itu. Mereka akhirnya keluar ruangan sambil menangis
"Bagaimana? Sudah ku bilang dari waktu itu jangan pernah berurusan dengan Pak Bastian. Beliau begitu baik dengan kalian. Kesalahan kalian dimasa lalu telah beliau maafkan. Tapi sekarang kalian berbuat ulah lagi. Pak Bastian masih berbaik hati karena tidak memasukkan kalian ke penjara" ucap Ivan
Bel pun berbunyi, tandanya Pak Bastian memanggil dirinya. Ivan pun masuk ke ruangan bosnya itu.
"Na, gimana nasib kita sekarang?"
"Aku ga tau Von, kalau aku tau Alina adalah calon menantu Pak Bastian aku ga akan menyebar berita itu"
"Aku juga Na, sekarang kita di blacklist dari perusahaaan Hadibrata, aku ga tau lagi nasib kita bakalan kaya gimana setelah ini" Voni berkata itu sambil menangis sejadi jadinya
Ana dan Voni pun berpelukan. Mereka bingung akan nasib mereka selanjutnya akan seperti apa
Di dalam ruangan Bastian, "Van saya telah memecat mereka dan memblacklist mereka dari semua perusahaan Hadibrata, saya ga mau hal hal seperti ini terjadi lagi, mereka harus menjadi contoh bagi karyawan lain agar tidak sembarangan menyebar hoax"
Ivan sangat setuju dengan keputusan bosnya itu. Dia tak habis pikir bagaimana bisa Ana dan Voni kembali berurusan dengan bosnya itu
"Saya benar benar marah dengan mereka. Berani sekali mereka melakukan hal itu kepada saya. Pertama kali, mereka membuat salah satu kegiatan yang sangat penting bagi perusahaan kita kacau balau, saya masih memaafkan mereka dan memberikan mereka kesempatan kedua. Dan sekarang apa? Mereka malah menyalahgunakan kesempatan yang sudah saya berikan ke mereka dengan menyebarkan berita hoax tentang Alina, calon mantu keluarga Hadibrata"
"Maaf Pak, apa tidak sebaiknya Bapak mengumumkan tentang pernikahan mba Alina dengan mas Raffa? Hal ini bertujuan untuk meredam hoax yang semakin menjadi jadi diantara para karyawan dan juga untuk memperkokoh posisi mba Alina sebagai calon menantu Bapak. Maaf Pak saya lancang tapi diluar saya masih banyak orang yang ingin menjadi bagian dari keluarga Hadibrata, mereka mencoba segala cara untuk mendekat kepada Bapak dan keluarga"
"Ya kamu benar Van, akan saya bicarakan terlebih dahulu dengan Raffa malam ini, setelah itu akan saya kabari kamu hasilnya seperti apa agar kamu dapat mengatasi hal ini"
"Siap Pak, kalau begitu saya permisi dulu Pak"
"Ya silakan"
Bastian memijat keningnya. Dia merasa pusing akan masalah yang akan dihadapinya kelak saat membicarakan pernikahan Raffa. Bastian tau kalau Raffa tidak akan begitu saja menerima Alina sebagai istrinya. Dia juga memikirkan Alina. Dia tak mau hal seperti ini menimpa calon mantunya itu. Akhirnya Bastian pun memutuskan untuk menelfon Alina untuk menanyakan keadaannya
Kring.. kring.. kring
Alina menatap ponselnya dan melihat nomer tak dikenal menghubunginya. Dengan malas Alina pun mengangkat telpon itu karena nomer tersebut menghubunginya berkali kali
"Halo"
"Halo Alina, bagaimana keadaanmu?" Alina mengerutkan dahinya, mengapa orang itu tiba tiba menanyakan keadaannya
"Maaf ini dengan siapa ya?"
"Bastian, calon mertuamu"
Mata Alina melotot, dia tak menyangka big boss sekaligus calon mertuanya itu akan menghubungi dia dan menanyakan kabarnya
"Maaf Pak, saya tidak tau kalau ini nomer Bapak"
"Gapapa Alina, gimana kabarmu, apa kamu baik baik saja?"
"Iya pak, saya baik baik saja"
"Saya telah mendengar berita hoax tentangmu, saya telah menemukan pelakunya dan memberikan hukuman kepada mereka. Kamu tenang saja, tidak perlu khawatir, saya telah mengurusnya, saya telah memecat mereka berdua dan memblacklist mereka dari semua perusahaan Hadibrata"
"Terima kasih pak, Pak maaf apakah hal tersebut tidak berlebihan?"
"Tidak.. Mereka pernah berurusan satu kali dengan saya dan saya telah memberikan mereka kesempatan kedua. Kali ini mereka berbuat onar lagi dan melibatkan kamu, saya tidak suka kalau ada orang yang menggangu kamu dan keluarga saya karena kamu akan menjadi bagian dari keluarga Hadibrata"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
♈⛎♎ chann💫💫
smangat tor
2020-12-09
1
Azwawa
keren
2020-11-28
1