"Ck, kenapa dia berkata seperti itu? Mau belajar mencintaiku? Ada apa dengannya, kenapa dia mau mencoba untuk belajar mencintai orang yang cacat sepertiku ini" Raffa terus saja bertanya tanya dalam hatinya. Dia masih curiga pada Alina, dia takut kalau Alina akan membawa pengaruh buruk pada keluarganya
Setelah mengantarkan Raffa ke kamarnya, Alina pun pamit pulang ke kostannya. Sebelum pulang dia sempat mengobrol sebentar dengan Papa dan Mama. Mereka sangat senang karena Raffa mau di dekati oleh Alina. Hal itu tidak pernah dilakukannya saat bersama dengan wanita lain.
Sebetulnya sejak peristiwa kecelakaan itu terjadi, Papa dan Mama sudah berkali kali mencarikan pacar untuk Raffa tapi Raffa selalu saja menolak mentah mentah. Sampai akhirnya sepupu mereka memberikan saran agar Raffa segera menikah saja.
Butuh waktu beberapa bulan Bastian mencarikan seorang istri untuk Raffa sampai akhirnya dia bertemu dengan Alina. Bastian langsung cocok ketika bertemu pertama kali dengannya dan langsung menyelidiki asal usul Alina dan keluarganya
Sebelum pulang ke kostannya, Alina minta diantarkan terlebih dahulu ke restaurant favoritnya. Dia ingin bertemu dengan Daffin dan Nara. Tak lupa dia pun mengajak mas Kus untuk bergabung
"Lin" Nara melambaikan tangan begitu melihat Alina sudah di depan lobby
"Hai" Alina membalas lambaian tangannya itu. Dia segera berjalan menuju meja Nara dan juga Daffin. Nara dan Alina saling berpelukan
"Gimana kabarmu Lin?"
"Baik ko, kalian gimana?"
"Duh kayanya ada yang lagi berbunga bunga nih hatinya, cerita dong gimana sama keluarga Hadibrata Lin, aku penasaran banget"
"Hahahaha... aku sudah ketemu sama calon suamiku Fin, ternyata dia orang yang pemarah banget" Alina menceritakan kejadian itu sambil cengar cengir
"Lin.. Lin.. kamu ini ada ada aja, dapat calon suami yang pemarah masih aja bisa cengar cengir kaya begini"
"Emang ga salah kalau Pak Bastian memilih kamu jadi calon menantunya, kamu kan tahan banting, di maki maki sama bu Susi masih bisa cengengesan waktu itu"
"Hahahaha.. aku sih sudah biasa Nar dimaki maki orang dari waktu aku kecil, jadi santai aja jalaninnya, sebelum masuk ke perusahaan Hadibrata juga bosku suka bilang yang aneh aneh tentangku, kebun binatang keluar semua, tapi aku anggap itu proses dari kesuksesanku"
"Kamu emang hebat Lin, ga semua orang bisa kaya kamu ini"
Alina pun tersenyum sambil memperlihatkan giginya yang putih. "Eh gimana gosip yang beredar tentangku? Apa masih kencang kaya waktu awal awal?"
"Udah ga begitu sih Lin, gosip tentangmu akhir akhir jadi cepat mereda, hal itu sudah ditangani sama asistennya pak bos"
"Ya iyalah, gimana ga ditangani langsung sama pak bos kalau gosipnya itu menyangkut calon mantu kesayangan?" Daffin meledek Alina. Alina pun mencubit tangan Daffin
"Aww. sakit Lin"
"Biar aja" Alina pun tertawa renyah melihat ekspresi kesakitan Daffin
"Kamu tenang aja, sebentar lagi kamu udah bisa masuk ko, tunggu aja kabar dari mas Ivan"
"Iya,, aku pengen cepet cepet selesaikan proyek yang masih pending nih, Papa cuma bolehin aku kerja sampai semua proyek yang aku pegang selesai"
"Wah wah beneran jadi mantu kesayangan nih, belum nikah aja udah panggil pak bos papa"
Alina tersenyum malu, dia merasa sangat beruntung mendapatkan calon mertua yang sangat baik.
"Jadi kapan kalian akan menikah?"
Alina menggelengkan kepalanya. "Aku belum tau, tunggu sampai mas Raffa setuju dulu"
"Jadi mas Raffa belum setuju Lin?"
"Ya belumlah, buktinya sikapnya dia masih kaya gitu ke aku"
"Tenang aja kalau Alina mah, siapa sih yang ga akan jatuh cinta sama kamu?" goda Nara
"Aku, tapi aku suka dia sebagai teman" jawab Daffin jujur
"Kamu mah pengecualian, kamu itu cinta mati sama pacarmu kan"
Daffin menggangukan kepalanya, tanda menyetujui ucapan Nara. Setelah makan malam usai, mereka mengobrol santai.
Ting.. Alina memeriksa pesan masuk di hpnya
"Malam mba,, mba info dari Pak Bas besok mba sudah bisa masuk kerja lagi, maaf ganggu malam malam ya mba, makasih"
Mata Alina melotot. Dia sangat senang mendapat kabar itu. "Kalian tenang aja, mulai besok aku akan kembali ke kantor"
"Oya?" Daffin dan Nara kompak. Mereka senang begitu mengetahui kalau Alina akan masuk kerja besok. Mereka kehilangan sosok yang begitu periang namun cerewet saat Alina tidak ada
....
Keesokan harinya Alina bersiap siap untuk kembali bekerja. Dia sudah menyiapkan mental untuk bertemu dengan semua karyawan di perusahaan Hadibrata. Tidak ada yang berubah dari dirinya. Dia tetap berpenampilan seperti biasanya dengan make up senatural mungkin.
Tak lama, mas Kus datang dan Alina langsung menuju kantornya. Begitu sampai, dia melihat orang orang tengah menggunjingkan dirinya. Alina tidak berniat untuk memperdulikan sikap mereka, Alina berencana untuk fokus bekerja dan menyelesaikan beberapa proyek yang sudah ia pegang sebelumnya
Alina juga melihat beberapa karyawan ada yang tiba tiba mendekat padanya. Alina tau kalau mereka tipe tipe orang yang suka cari muka dan penjilat, Alina tidak memperdulikan mereka
"Ck, giliran kalian tau aku akan jadi bagian dari keluarga Hadibrata, kalian dekat dekat denganku, tapi kemarin waktu aku butuh bantuan dari kalian semua, kalian kemana saja?" protesnya dalam hati
"Pagi teman baikku, apa tidurmu nyenyak tadi malam?"
"Nyenyak banget Nar"
"Gimana rasanya masuk kantor lagi? Pasti banyak orang orang yang mendekat ke kamu ya"
"Betul banget, rata rata semuanya penjilat dan orang yang suka cari muka"
"Hati hati ya sama mereka, jangan sampai kamu terpengaruh sama mereka" Nara menepuk nepuk bahu Alina
"Siap bu bos"
Seketika itu Pak Bastian masuk ke ruangan Alina. Semua orang berdiri tak terkecuali Alina. Alina heran kenapa calon mertuanya datang ke ruangannya tiba tiba.
"Alina.. kemarilah"
"Baik pak" Alina pun segera melangkahkan kakinya menuju calon mertuanya itu. Dia segera berdiri di sebelah big bosnya itu
"Saya tau akhir akhir ini kalian semua banyak yang bertanya tanya tentang hubungan saya dengan Alina, bahkan ada yang bilang kalau kami memiliki hubungan spesial. Saya akan menjawab pertanyaan dari kalian ini, kalian memang benar. Kami memang memiliki hubungan yang spesial karena Alina merupakan calon menantu saya. Jadi saya harap kalian tidak menyebarkan berita hoax lagi tentangnya. Kalau sampai ada berita hoax yang menyebar lagi, saya tidak akan segan memecat kalian"
Suasana ruangan Alina pun langsung sunyi sepi begitu Bog Bossnya memulai pembicaraan. Setelah selesai mengklarifikasi, Bastian langsung mengajak Alina ke ruangannya
Ia menyampaikan maksud tadi ke seluruh teman teman Alina dengan harapan tidak ada yang menggangu Alina lagi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
Welda Arsy❤
cerita bu bagus thor... ku sedia in secangkir kopi...setiap hari untuk mu thorr😘🤗
2023-02-18
0
mami Fauzan
sipppLaahhh boss quu
2021-07-08
1
Rienandha Fuji
gibah
2021-05-11
0