Fasilitas dari Keluarga Hadibrata

Setelah sampai, Alina pun masuk ke dalam kostannya. Dia menyenderkan tubuhnya di pintu kamarnya. "Semoga keputusan yang aku ambil itu adalah keputusan yang terbaik, aku berharap nenek dan Killa bisa hidup berkecukupan dan aku bisa membayar hutang hutangku ke Nara dan Daffin"

....

Setelah mengantar Alina ke kostannya, Bastian langsung menuju ke rumah, tak henti hentinya dia mengumbar senyum di bibirnya, dia sangat bahagia dengan persetujuan Alina untuk menikahi Raffa. Begitu sampai dirumah, dia langsung memanggil istrinya

"Ma.. mama.." Bastian memanggil istrinya sambil memperlihatkan wajah gembiranya

"Ada apa pa, ko pulang pulang langsung teriak teriak gitu"

"Aku.. aku baru saja bertemu dengan Alina ma"

"Oya? Apa dia sudah membuat keputusan pa?"

"Hmm.. Dia menyetujui tawaran kita ma, dia setuju untuk menikah dengan anak kita, Raffa"

Mama yang mendengar kabar gembira langsung berhambur ke pelukan sang suami. Dia merasa sangat bahagia mendengar kabar ini

"Aku senang sekali pa, mudah mudah aja Alina bisa menjadi istri yang terbaik untuk anak kita"

"Dia tadi sudah berjanji kepadaku untuk mencintai anak kita ma, dari wajahnya itu aku menangkap kesungguhan dan ketulusan, selama kita merawat nenek dan adiknya aku rasa dia juga akan merawat Raffa"

"Iya pa, aku ga masalah kalau kita juga merawat mereka, selama dia baik ke Raffa"

"Mama harus bertemu dengan Alina dulu sebelum dia bertemu dengan Raffa"

"Iya pa, aku mau ketemu sama Alina, aku penasaran banget dia itu orang yang kaya gimana"

"Aku sudah minta Ivan untuk mengatur pertemuan mama dan Alina"

"Iya pa, aku ga sabar ketemu sama calon mantu kita"

"Dimana Raffa ma?"

"Dia dikamarnya pa, aku panggilkan ya pa"

"Iya ma, ajak dia makan malam bersama kita, setelah Mama bertemu dengan Alina baru kita kasih tau Raffa tentang pernikahannya"

Mama mengganguk dan tersenyum mendengar ucapan suami tercintanya itu. "Papa mau mandi dulu apa gimana? Biar aku siapkan"

"Ga usah ma, aku mandi pakai air dingin aja, masih jam segini, belum terlalu malam, mama panggil Raffa aja, aku mau ngobrol ngobrol sama dia sebelum makan malam"

"Oke pa, aku ke kamarnya dulu ya"

Mama pun bergegas ke kamar Raffa. Mama membuka pintu kamar Raffa yang ada di lantai satu. Disana Raffa sedang menghadap ke jendela memandangi taman dan kolam renang

"Sayang, kamu lagi apa?" Mama menghampiri Raffa dan mencium pipi anak tersayangnya

Raffa terdiam, dia tidak ada niat untuk menanggapi pertanyaan mamanya itu

"Mama baru menanam bunga aglonema, cantik kan?

"Iya" Raffa yang pada dasarnya senang melihat keindahan, menyadari bahwa mamanya hari ini baru saja menanam tamanan jenis baru di pekarangan rumah. Dia senang melihat tanaman berwarna warni dan menjadi obat tersendiri baginya

"Raff, kita keluar kamar yu, kita ngobrol ngobrol sama papa juga, kan kita udah lama ga ngobrol"

Raffa mengganguk, dia menyetujui ajakan sang mama. Mereka pun keluar kamar dan menunggu papa di ruang keluarga. Sambil menunggu papa, mama pun mengajak ngobrol anak semata wayangnya terlebih dahulu. Dia sangat merindukan obrolan ringan yang terjadi diantara mereka bertiga. Sebelum kecelakaan itu, mereka bertiga selalu menyempatkan diri untuk mengobrol bersama entah itu di meja makan atau sebelum papa pergi ke kantor

Papa yang sudah selesai mandi langsung turun dan menuju ke ruang keluarga. Dia senang melihat Raffa sudah ada disana.

"Hai Raff, papa kangen sama kamu" Papa memeluk Raffa

Mereka pun mengobrol ringan sebelum makan malam. Mama dan papa sangat antusias karena Raffa sangat susah untuk diajak keluar kamar. Sedangkan Raffa hanya menjawab seperlunya saja. Setelah tiba waktu makan malam, mereka pindah ke ruang makan dan lanjut ngobrol disana

....

Alina yang merasa bahwa perutnya keroncongan, memilih keluar dari kostannya dan menuju warung makan langganannya. "Ah, aku mau makan seafood, udah lama banget aku ga makan itu, gapapa sekali kali boros sedikit, aku akan cari uang lagi" batin Alina sambil menuju ke warung makan seafood

"Pak aku pesan cumi saos padang, mie goreng seafood dan cah kangkung, pakai nasi ya, dibungkus aja pak"

Alina mengirim pesan ke adiknya dan mengabarkan bahwa neneknya akan dipindahkan ke rumah sakit terbaik. Begitu sampai di kostannya dia baru menelfon adiknya itu. Alina pun menceritakan bahwa dia akan menikah dengan anak Big Bossnya

"Kak.. apa kakak yakin?"

"Aku yakin, lagian ga ada pilihan lain bagiku Kila"

"Kak, maafkan aku, aku belum bisa cari uang untuk bantu kakak" Kila menangis sampai terisak

"Gapapa Kila sayang, tugasmu hanya fokus untuk kuliah saja, ga usah sedih"

"Tapi lagi lagi kakak harus mengorbankan diri sendiri"

"Kila aku mengenal bosku itu, dia adalah orang yang sangat baik dan juga bijaksana, orang orang dikantor pun berkata demikian. Itulah yang menjadi salah satu pertimbangan aku juga untuk mengambil keputusan ini. Yang penting nenek bisa mendapat pengobatan yang terbaik, kamu juga bisa kuliah sampai lulus dan melanjutkan hidupmu" Alina meyakinkan adiknya itu. Dalam hati kecilnya, Alina juga tidak yakin akan kehidupannya kelak seperti apa

Selesai menelfon adiknya, Alina mendapatkan pesan dari Ivan bahwa Ivan akan ke Surabaya besok pagi dan langsung mengurus nenek serta adiknya. Ada sedikit rasa bahagia ditengah kegundahan Alina. Setidaknya keluarga Hadibrata menepati janji mereka untuk mengurus keluarganya

....

Besok paginya Alina keluar dari kostannya, dia berniat untuk memesan ojek online agar tidak terlambat menuju kantor. Sesampainya di bawah dia dikejutkan dengan kehadiran driver dari keluarga Hadibrata. Mulai sekarang dia akan selalu diantar jemput dan telah memiliki driver pribadi, mas Kus. Diperjalanan, Alina merasa tidak enak dengan fasilitas yang sudah dia terima

Sesampainya di kantor, Nara melihat Alina turun dari mobil mewah. Dia merasa heran mengapa Alina turun dari mobil tersebut. Nara langsung menghampiri sahabatnya itu

"Lin, itu mobil siapa?"

"Mobilnya keluarga Hadibrata Nar"

"Ko kamu bisa naik mobil itu Lin?"

"Aku.. aku sudah menerima tawaran Pak Bastian Nar"

"Apaa?? Jadi kamu setuju menikah dengan anak semata wayangnya itu?" Nara terkejut dengan keputusan Alina

"Iya Nar, kemarin aku sudah bilang ke Pak Bastian"

"Kamu yakin Lin?"

"Aku ga ada pilihan lagi Nar, biaya pengobatan nenekku makin hari makin mahal, aku ga bisa negerepotin kamu dan Daffin terus"

Nara terdiam. Disatu sisi dia ingin membantu sahabatnya itu tapi disisi lain juga uang yang dia punya juga pas pasan. Nara hanya bisa berharap kalau sahabatnya itu mengambil keputusan yang terbaik untuk dirinya sendiri dan bahagia dengan calon suaminya kelak

Terpopuler

Comments

Yufita Ajun

Yufita Ajun

seru

2023-07-01

0

fanthaliyya

fanthaliyya

seru juga ceritanya ....💗💗

2021-05-10

0

Nurulnuriaza

Nurulnuriaza

ikut baca aja........

2020-11-28

2

lihat semua
Episodes
1 Pertemuan Dengan Big Boss
2 Bimbang Tiada Akhir
3 Persetujuan Alina
4 Fasilitas dari Keluarga Hadibrata
5 Pertemuan Dengan Mama Kirana
6 Gosip Tentang Alina
7 Hukuman Untuk Pembuat Onar
8 Penolakan Raffa
9 Penyebab Kecelakaan Raffa
10 Kunjungan ke Rumah Keluarga Hadibrata
11 Pertemuan Pertama Alina dan Raffa
12 Belajar Mencintai Raffa
13 Kembali Bekerja
14 Kedatangan Neysha dan Ettan
15 Persetujuan Raffa
16 Penampilan Baru Raffa
17 Pertemuan Keluarga
18 Persiapan Pernikahan
19 Gaun Pengantin
20 Ketemu Sahabat Lama
21 Senyuman Raffa
22 Menginap di Rumah Keluarga Hadibrata
23 First Kiss
24 Strawberry Cheesecake
25 Genggaman Tangan
26 Let Me Hug You
27 Reuni
28 Lunch Berdua
29 Bertemu Neysha
30 Kedatangan Nenek dan Syakila
31 Perhatian Raffa
32 Mengasuh Chelsea
33 Kejutan Untuk Alina
34 Dipingit
35 Akad Nikah
36 Resepsi
37 Konferensi Pers
38 Malam Pertama
39 Hari Manis
40 Kunjungan Setelah Nikah
41 Janji Raffa
42 Pendekatan
43 Jadian
44 Ketakutan Alina
45 Pernikahan Ettan dan Neysha
46 Masuk Kerja Lagi
47 Obrolan Ringan
48 Rapat
49 Nostalgia
50 Acara Amal
51 Lagu Untuk Suami Tercinta
52 Viral
53 Mata Mata
54 Ketahuan
55 Masalah Alina
56 Raffa Is Back
57 Pemecatan Juan
58 Lembur
59 Eric Kenzie
60 Raffa vs Eric
61 Berdamai
62 Photoshoot
63 Launching Produk
64 Liburan
65 Penculikan
66 Penembakan
67 Kehamilan Alina
68 Masih Kritis
69 Sadar
70 Keputusan Alina
71 Catra Levi Pradana
72 Surat Cerai
73 Cerai
74 Saling Merindu
75 Yuma Manggala Hadibrata
76 Mendekati Alina
77 Bertemu Lagi
78 Berhadapan
79 Jalan Jalan Dengan Yuma
80 Mulai Terungkap
81 Makan Siang
82 Kekesalan Alina
83 Bertengkar
84 Makan Malam
85 Kebenaran Yang Terungkap
86 Saran dari Mama dan Catra
87 Bertemu Yuma
88 Ruang Makan
89 Bertemu Neysha
90 Perlakuan Raffa
91 Tempat Favorit Raffa
92 Membuka Luka Lama
93 Quality Time
94 Mendesak Neysha
95 Majalah
96 Luluh
97 Bertemu Eric Lagi
98 Rencana Pernikahan
99 Meminta Restu
100 Menikah Lagi
101 Malam Yang Indah
102 Ingin Pulang
103 Rumah Penuh Kenangan
104 Ngemall
105 Syukuran
106 Kasih Sayang
107 Dukungan Orang Terdekat
108 Pertemuan Ettan dan Eric
109 Syal
110 Rencana Raffa
111 Acara Tahunan Pengusaha Muda
112 Acara Tahunan Pengusaha Muda (2)
113 Menjalani Perawatan
114 Hukuman Yang Setimpal
115 Harapan Yang Terkabul
116 Hal Bahagia
117 Wisata Lombok
118 Gili Terawangan
119 Makan Malam Romantis
120 Beli Oleh Oleh
121 Kesiangan
122 Menjemput Yuma
123 Ngantor Lagi
124 Ngantor Lagi (2)
125 Kehilangan Hp
126 Beli Hp Baru
127 Raffa Sakit
128 Ancaman Alina
129 Rencana Keluar Kota
130 Baking
131 Bernyanyi Bersama
132 Belajar Renang
133 Mengantar Yuma
134 Bali (1)
135 Bali (2)
136 Tom Yam
137 Alina Sakit
138 Hamil Anak Kedua
139 Morning Sickness
140 Ingin Selalu Berada Di Dekat Raffa
141 Siomay
142 The One And Only You
143 Kontrol Kehamilan Pertama
144 Manjat Pohon
145 Piano
146 Kram
147 Keputusan Yang Berat
148 Kontraksi Palsu
149 Saat Saat Menegangkan
150 Lahirnya Anak Kedua
151 Veeya Malika Hadibrata
152 Pertemuan Yuma dan Veeya
153 Kedatangan Teman Kantor
154 Kembali ke Rumah
155 Pengertian Alina
156 Kontrol Pertama
157 Restu Alina
158 Kabar Tentang Ethan
159 Kebaikan Hati Raffa
160 Sarapan Spesial
161 Anniversary
162 Restu Catra
163 Persiapan Lamaran
164 Beli Dress
165 Melamar Kila (1)
166 Melamar Killa (2)
167 Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (1)
168 Kebersamaan Keluarga Kecil Raffa
169 Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (2)
170 Ngedate
171 Akhir Bahagia
Episodes

Updated 171 Episodes

1
Pertemuan Dengan Big Boss
2
Bimbang Tiada Akhir
3
Persetujuan Alina
4
Fasilitas dari Keluarga Hadibrata
5
Pertemuan Dengan Mama Kirana
6
Gosip Tentang Alina
7
Hukuman Untuk Pembuat Onar
8
Penolakan Raffa
9
Penyebab Kecelakaan Raffa
10
Kunjungan ke Rumah Keluarga Hadibrata
11
Pertemuan Pertama Alina dan Raffa
12
Belajar Mencintai Raffa
13
Kembali Bekerja
14
Kedatangan Neysha dan Ettan
15
Persetujuan Raffa
16
Penampilan Baru Raffa
17
Pertemuan Keluarga
18
Persiapan Pernikahan
19
Gaun Pengantin
20
Ketemu Sahabat Lama
21
Senyuman Raffa
22
Menginap di Rumah Keluarga Hadibrata
23
First Kiss
24
Strawberry Cheesecake
25
Genggaman Tangan
26
Let Me Hug You
27
Reuni
28
Lunch Berdua
29
Bertemu Neysha
30
Kedatangan Nenek dan Syakila
31
Perhatian Raffa
32
Mengasuh Chelsea
33
Kejutan Untuk Alina
34
Dipingit
35
Akad Nikah
36
Resepsi
37
Konferensi Pers
38
Malam Pertama
39
Hari Manis
40
Kunjungan Setelah Nikah
41
Janji Raffa
42
Pendekatan
43
Jadian
44
Ketakutan Alina
45
Pernikahan Ettan dan Neysha
46
Masuk Kerja Lagi
47
Obrolan Ringan
48
Rapat
49
Nostalgia
50
Acara Amal
51
Lagu Untuk Suami Tercinta
52
Viral
53
Mata Mata
54
Ketahuan
55
Masalah Alina
56
Raffa Is Back
57
Pemecatan Juan
58
Lembur
59
Eric Kenzie
60
Raffa vs Eric
61
Berdamai
62
Photoshoot
63
Launching Produk
64
Liburan
65
Penculikan
66
Penembakan
67
Kehamilan Alina
68
Masih Kritis
69
Sadar
70
Keputusan Alina
71
Catra Levi Pradana
72
Surat Cerai
73
Cerai
74
Saling Merindu
75
Yuma Manggala Hadibrata
76
Mendekati Alina
77
Bertemu Lagi
78
Berhadapan
79
Jalan Jalan Dengan Yuma
80
Mulai Terungkap
81
Makan Siang
82
Kekesalan Alina
83
Bertengkar
84
Makan Malam
85
Kebenaran Yang Terungkap
86
Saran dari Mama dan Catra
87
Bertemu Yuma
88
Ruang Makan
89
Bertemu Neysha
90
Perlakuan Raffa
91
Tempat Favorit Raffa
92
Membuka Luka Lama
93
Quality Time
94
Mendesak Neysha
95
Majalah
96
Luluh
97
Bertemu Eric Lagi
98
Rencana Pernikahan
99
Meminta Restu
100
Menikah Lagi
101
Malam Yang Indah
102
Ingin Pulang
103
Rumah Penuh Kenangan
104
Ngemall
105
Syukuran
106
Kasih Sayang
107
Dukungan Orang Terdekat
108
Pertemuan Ettan dan Eric
109
Syal
110
Rencana Raffa
111
Acara Tahunan Pengusaha Muda
112
Acara Tahunan Pengusaha Muda (2)
113
Menjalani Perawatan
114
Hukuman Yang Setimpal
115
Harapan Yang Terkabul
116
Hal Bahagia
117
Wisata Lombok
118
Gili Terawangan
119
Makan Malam Romantis
120
Beli Oleh Oleh
121
Kesiangan
122
Menjemput Yuma
123
Ngantor Lagi
124
Ngantor Lagi (2)
125
Kehilangan Hp
126
Beli Hp Baru
127
Raffa Sakit
128
Ancaman Alina
129
Rencana Keluar Kota
130
Baking
131
Bernyanyi Bersama
132
Belajar Renang
133
Mengantar Yuma
134
Bali (1)
135
Bali (2)
136
Tom Yam
137
Alina Sakit
138
Hamil Anak Kedua
139
Morning Sickness
140
Ingin Selalu Berada Di Dekat Raffa
141
Siomay
142
The One And Only You
143
Kontrol Kehamilan Pertama
144
Manjat Pohon
145
Piano
146
Kram
147
Keputusan Yang Berat
148
Kontraksi Palsu
149
Saat Saat Menegangkan
150
Lahirnya Anak Kedua
151
Veeya Malika Hadibrata
152
Pertemuan Yuma dan Veeya
153
Kedatangan Teman Kantor
154
Kembali ke Rumah
155
Pengertian Alina
156
Kontrol Pertama
157
Restu Alina
158
Kabar Tentang Ethan
159
Kebaikan Hati Raffa
160
Sarapan Spesial
161
Anniversary
162
Restu Catra
163
Persiapan Lamaran
164
Beli Dress
165
Melamar Kila (1)
166
Melamar Killa (2)
167
Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (1)
168
Kebersamaan Keluarga Kecil Raffa
169
Persiapan Pernikahan Kila-Ivan (2)
170
Ngedate
171
Akhir Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!