"Pa.. Mama sudah bertemu dengan Alina tadi"
"Gimana kesan Mama ke dia?"
"Mama menyukainya pa, dia sangat cocok jadi menantu kita, dia anak yang baik dan sopan santun, dia juga cantik, periang dan apa adanya, aku rasa lama lama Raffa akan menyukai dan mencintai Alina pa"
"Betul kan dugaan Papa, Mama pasti akan menyukai dia di pertemuan pertama"
"Iya pa, sekarang bagaimana caranya kita kenalin Alina ke Raffa ya pa?"
"Nanti aku yang akan bilang ke Raffa ma, Mama bantu aku nanti kalau Raffa menolak"
"Siap pak boss" jawab mama sambil mengganguk angguk dan tersenyum bahagia. "Aku ga sabar liat Raffa nikah pa, oiya kapan baiknya mereka menikah ya pa?"
"Aku mau secepatnya menikahkan mereka berdua ma tapi baiknya kita juga liat dulu respon Raffa seperti apa, kita harus beri dia pengertian supaya dia berbuat macam macam ke Alina"
"Iya pa, Mama takut kalau Raffa akan marah marah terus ke Alina, kan kasian Alina kalau dimarahin terus menerus"
"Iya ma"
"Pa, kalau Raffa langsung setuju untuk menikah, kapan baiknya kita nikahkan mereka?"
"Aku maunya paling lambat dua bulan lagi Ma, aku mau Raffa cepet kembali seperti semula"
"Betul pa, aku juga setuju"
"Aku mau pernikahan mereka hanya dihadiri oleh orang orang terdekat mereka saja, aku ga mau Raffa mengurungkan niatnya nanti kalau mengetahui kita akan menggelar pesta besar besaran"
"Aku ikut aja pa, Raffa kan ga suka keramaian soalnya, aku hanya mau mereka berdua menikah, soal kolega kolega kita nanti aku yang akan mengurusnya"
"Kamu memang istri dan ibu yang paling pengertian dan paling terbaik" Papa mengelus ngelus rambut mama
....
Keesokan harinya, Alina berangkat seperti biasa, dia kembali dijemput oleh mas Kus. Sesampainya di kantor muncul gosip tak sedap tentang dirinya. Orang orang iri melihatnya karena tiba tiba dekat dengan keluarga Hadibrata yang notabene adalah pemilik perusahaan tempatnya bekerja. Ada yang bilang kalau Alina sengaja mencari perhatian Big Bossnya, ada yang bilang kalau Alina pakai guna guna untuk menjadi menantu keluarga Hadibrata, ada juga yang bilang kalau dia adalah simpanan dari Pak Bastian. Alina tidak tau harus bagaimana menghadapi gosip ini, dia tidak kuasa menahan tangisnya, seketika tangisnya pecah saat dia berada di kamar mandi
"Ya Tuhan.. Apalagi ini? Bagaimana aku harus menghadapi orang orang itu semua?" Alina menangis sambil menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya
Nara pun masuk ke toilet setelah melihat Alina. "Lin.. Kamu ga papa?" Alina pun langsung memeluk Nara dan terisak di dalam pelukan Nara.
"Aku ga tau gimana orang orang bisa berpikiran seperti itu tentangku Nar, aku sangat sedih mendengar perkataan mereka, apa yang harus aku lakukan sekarang? Belum sah menjadi mantu keluarga Hadibrata saja aku sudah membuat mereka malu dengan gosip yang ga tau asal usulnya dari mana"
"Kamu tenang dulu Lin, semua ini muncul karena pertemuan kamu dengan Pak Bas tempo hari, dan setelah itu kamu diantar kemana pun kamu pergi oleh driver pribadi mereka"
"Lalu aku harus gimana Nar? Bukan aku yang mau jadi bagian dari kehidupan mereka, mereka yang pilih aku sebagai mantu mereka"
"Apa ga sebaiknya kita bilang ke asisten pribadinya Pak Bas? Siapa namanya, Ivan ya?"
"Aku ga mungkin ngerepotin dia terus Nar, dia sudah banyak membantuku apalagi dalam urusan keluargaku, dia semua yang mengurusnya"
"Terus kamu maunya gimana Lin?"
"Aku juga tau Nar" Alina masih menangis dan belum bisa tenang
"Semua orang di kantor ini telah mengetahuinya, walaupun cuma gosip semata tapi efeknya sangat besar ke karir kamu Lin"
"Iya aku tau Nar, aku ga berani keluar dari sini dan ga berani ke ruangan kita"
"Gimana kalau kamu izin ga masuk aja Lin? Bu Susi belum lihat kamu kan?"
"Tapi aku ga bisa Nar, sebulan ini aku sudah banyak banget minta izin tambahan ke Bu Susi"
"Lin, coba lihat aku, kamu izin pulang cepet itu bukan karena kamu yang mau, tapi mereka yang mau kan, lagipula mereka adalah pemilik perusahaan ini Lin, mereka mempunyai cara sendiri untuk meredam gosip yang terjadi pada kamu, setelah kamu menikah dengan anaknya Pak Bas, siapa orang yang berani menggosipkan kamu akan berurusan dengan keluarga Hadibrata"
"Tapi Nar, aku ga enak sama mereka"
"Lin.. mau sampai kapan kamu kaya gini terus? Hidupmu nanti ga akan tenang karena mendengar gosip gosip tentang kamu di luar sana, ku rasa mereka harus tau apa yang terjadi pada calon menantunya"
"Baiklah Nar, aku akan sampaikan ke mas Ivan, makasih ya sarannya"
Kring kring kring...
"Halo mba"
"Halo mas Ivan, maaf ganggu mas, aku mau bilang sesuatu mas"
"Iya silakan mba"
Alina pun menceritakan tentang gosip yang beredar di perusahaan. Dia bilang kalau dia ga tau harus berbuat apa karena semua orang di perusahaan terus saja mencibirnya. Dia juga bilang kalau dia belum sempat ke ruangannya dan terkurung di kamar mandi
"Mba,, mba pulang saja dulu, jangan ke ruangan dulu, saya akan lapor tentang hal ini ke Pak Bas, tenang saja mba pasti Pak Bas akan mengambil tindakan tegas terkait dengan hal ini"
"Makasih ya mas"
"Sama sama mba, nanti saya hubungi lagi kalau mba sudah bisa masuk kantor, sementara mba ga usah kerja dulu ya"
"Iya mas, saya tunggu kabarnya"
Alina pun menutup sambungan telpnya dengan Ivan. Dia menceritakan hal ini ke Nara dan bergegas untuk pulang.
Begitu menutup telpon dari Alina, Ivan menghadap bosnya. Dia menceritakan apa yang terjadi pada Alina dan tindakan apa yang sudah ia lakukan
"Apa? Berani beraninya mereka bersikap seperti itu terhadap calon mantuku" Pak Bas geram bukan kepalang saat mendengar kabar dari Ivan
Ivan hanya bisa menunduk dan menunggu arahan bosnya itu. Dia merasa aneh karena orang orang bergosip tentang Alina
"Kamu cari tau siapa saja dalangnya Van, bawa mereka ke hadapanku secepatnya, aku akan memberi mereka pelajaran karena sudah bermain main dengan Alina. Aku ga suka ada orang yang bersikap seperti itu ke calon menantuku"
"Baik pak" Ivan pun pamit dari ruangan bosnya itu. Dia segera mencari informasi siapa dalang di balik gosip yang tak sedap itu
Tak sampai satu hari kerja, Ivan sudah mengantongi nama nama yang menjadi dalang dari gosip yang merebak tentang Alina. Ivan memanggil mereka untuk segera menghadap ke Big Bossnya. Tak lama kemudian mereka pun datang dengan wajah yang sangat ketakutan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 171 Episodes
Comments
luluk
semua karena iri hati
2020-11-27
2
Akbar
biang gosip emng meraja lela, lnjut
2020-11-27
2