"Kau percaya takdir, Lyca?"
Gadis cantik berambut sebahu itu mengedikan bahu dan menatapnya dengan heran. "May be."
Rianti merapikan rambutnya yang tertiup angin. Mereka berdua sedang duduk di taman depan perpustakaan kampusnya saat ini. Tamam ini nampak lumayan lenggang di jam-jam kuliah.
Rianti memghela napas panjang, "Bahkan aku sendiri heran dengan takdirku. Semua seakan misteri. Semua datang tiba-tiba."
Gadis itu menoleh ke sekiitar lantas mendengus pelan, "Aku juga heran, menapa aku tidak dibully lagi beberapa hari ini, semakin membuatku bertanya-tanya?"
Lyca memutar bola matanya malas. Ada beberapa bodyguard yang mengikuti mereka dengan diam-diam menyamar, berbaur di antara mahasiswa. Pantas saja, Rianti tidak pernah dibully lagi. Kakaknya itu memang benar-benar posesif dengan apapun yang telah diklaimnya sebagai miliknya.
Lyca menggenggam jemari Rianti dan teesenyum manis,
"Kau tak perlu berpikir jauh, Ri. Ambil sisi positifnya saja. Kau lebih nyaman sekarang karena mereka tidak membullymu."
Gadis itu hanya tersenyum tipis. Namun sedetik kemudian tatapan Rianti menajam ke arah Lyca.
"Kau tau Alexander?"
Lyca mengalihkan pandangannya. Ada debaran halus di dadanya. Apakah Rianti sudah tahu semuanya? Semua konspirasinya dengan kakaknya?
Ya Tuhan. Jika Rianti tahu. Lyca sangat menyesal untuk ini. Tapi dia bisa apa? Jika kakaknya sudah punya keinginan. Ia pun tidak bisa menghalangi.
"Ada banyak pria di luar sana yang bernama Alexander."
"Maksudku, Alexander Kemal Malik. Dia yang memiliki Malik's Corp."
Lyca tersedak ludahnya sendiri, "Kenapa? Ada apa dengannya? Apa yang dilakukannya padamu?" tanyanya nampak khawatir.
"Dia mengajakku menikah."
Mata lyca melotot, "Apa?"
"Kau sepertinya sangat terkejut?” Rianti menaikkan sudut bibirnya. Sinis.
"Tentu. Tentu aku sangat terkejut. Pria itu sangat fenomenal. Dia bahkan sering digosipkan dengan artis papan atas Indonesia. Dan dia mengajakmu menikah? Apa kau bercanda?" Lyca mencoba menetralkan jantungnya yang berdetak kencang.
Kakak sepupunya itu ternyata sudah jauh bertindak diluar sepengetahuannya. Pantas saja beberapa hari ini Alex tidak menghubunginya. Berarti dia sendiri yang bertindak untuk mendekati gadis itu.
Sial.
Lyca benar-benar menyesal telah mengorbankan sahabatnya untuk misi konyol kakak sepupunya itu.
"Orang sehebat dirinya tidak mugkin mengenal gadis miskin seperti aku bukan? Aku hanya orang desa. Tidak mengenal siapa pun di kota besar ini. Aku heran ketika dia tiba-tiba mencariku?" Rianti kembali menatap tajam Lyca.
"Ini tidak ada hubungannya dengamu, kan? Lyca Anabela Malik?"
Gadis di depannya itu menggigit bibirnya salah tingkah.
Akhirnya. Akhirnya. Sesuatu yang busuk jika disembunyikan pasti akan ketahuan juga.
Kebohongan, pengkhianatan, memanfaatkan teman untuk kepentingannya sendiri adalah dosa besar yang tidak termaafkan.
Lyca merasa menjadi orang munafik yang pura-pura baik tapi di belakang itu menikam.
"Ri, aku," Lyca menpan ludah susah payah. Sungguh. Ia ingin bilang, ia menyesal. Sangat menyesal. Tapi lidahnya seakan kelu untuk berbicara.
"Aku hanya tidak menyangka," mata Rianti berkaca-kaca.
“Kau sudah tau semuanya, Ri? Maafkan aku, sungguh, maafkan aku," Lyca menggenggam tangan Rianti.
Tubuh Rianti menengang, "Kau yang menjebakku?"
Lyca memejamkan mata, menghirup napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan, sebelum berkata lirih dengan kepala tertunduk.
“Alexander Kemal Malik adalah kakak sepupuku. Dia ingin menikah dengan wanita yang tidak mencintainya, dan juga tidak menginginkan hartanya. Wanita polos yang mau menikah hanya selama setahun dengannya. Setelah itu Alex akan menceraikannya dan menikah dengan Monica kekasihnya."
Mata Rianti menggenang, hatinya terasa sakit dikhianati gadis yang dianggapnya sahabat dengan tulus. Ternyata Lyca hanya memanfaatkannya di balik kebaikannya selama ini. Semua sudah diatur. Dirinya terjebak permainan orang-orang kaya yang tak berperasaan.
Rianti ingin marah, tapi rasa penasaran membuatnya ingin bertanya tentang semua ini. Kenapa hingga ia terlibat dengan putra mahkota kerajaan bisnis Malik's Corp.
“Kenapa harus aku? Kenapa dia tidak menikah saja dengan kekasihnya?" desis Rianti pelan.
Lyca mendesah, "Maafkan aku. Aku tidak bisa menceritakannya padamu."
"Dan aku tidak akan memaafkanmu yang telah menjebakku. Apa salahku padamu? Aku tidak punya urusan apapun dengan kalian?”
"Ri, kau tahu. Aku memang semula mendekatimu hanya untuk kakakku. Tapi sejak aku merasa bahwa hanya kamu yang tulus bersahabat denganku. Aku menyesal, Ri. Sungguh, aku menyesal. Aku ingin sekali Alex membatalkan semua kegilaan ini tentangmu. Tapi aku tidak bisa," Lyca mengenggam jemari Rianti erat.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Rianti penuh penekanan. Rahangnya terkatup menahan marah.
"Aku sangat tahu siapa Alex. Apa yang dia inginkan pasti akan dia dapatkan. Aku sama sekali tidak bisa menghalangi kemauannya, Ri," Lyca menngis. Gadis itu menggeleng berkali-kali.
"Semua salahku, Ri. Tolong.. aku mohon maafkan aku."
Rianti menggeleng pelan, "Kau sama saja telah membuat diriku terpaksa menjual diri."
"Ri. Aku benar-benar minta maaf," Lyca tertunduk. Air matanya kembali menggenang dan jatuh bercucuran di pipinya.
"Kau tahu, kami bergantung pada keluarga Alex. Dulunya, kami hanyalah keluarga miskin di Bali. Pembuat souvenir. Mata Lyca menerawang. Hingga Emir Kemal Malik mengenal bibiku waktu ada pertemuan bisnis di Bali. Dan mereka menikah hingga lahirlah Alex. Keluarga kami terangkat. Mamaku adik Mommy Alex kemudian menikah dengan saudara Emir juga, hingga lahirlah aku. Dan kami semua berutang budi dengan keluarga Alex," Lyca tersenyum kecut. Matanya menerawang mengingat masa lalu keluarganya yang kelam.
Rianti tertawa pelan, "Hutang budi keluargamu tidak ada hubungannya denganku."
"Ri, " mata Lyca memerah.
"Jadi, kenapa Alex tidak menikahi saja kekasihnya? Kenapa harus mengorbankan masa depanku?”
Lyca tertunduk, "Monica masih ingin berkarier. Sementara Uncle dan Aunty menginginkan Alex untuk segera menikah. Uncle dan Aunty meminta jika sampai anniversary mereka dan Alex tidak membawa calon istrinya, mereka akan menjodohkan Alex dengan wanita pilihan Aunty. Dan jika Alex tidak mau, mereka mengancam akan mencabut hak Alex sebagai pewaris tunggal Malik's Corp."
Lyca menunduk, "Waktu yang diberikan Uncle dan Aunty, adalah satu bulan dari sekarang."
Rianti tertawa hambar, "Dan aku?" Rianti menghentikan ucapannya,
"Hanya sebagai tumbal kegilaan mereka. Kalian orang-orang kaya memang benar-benar egois.”
"Ri," Lyca memeluk tubuh Rianti. "Aku minta maaf. Sungguh. Aku benar-benar minta maaf."
Rianti memejamkan matanya. Membalas pelukan gadis di hadapannya itu dengan lemah. Lyca memang salah. Tapi ia tidak dapat menyalahkan gadis itu sepenuhnya.
Mungkin ini semua ini ikatan takdir yang memang harus dijalaninya. Rianti pasrah. Rianti hanya bisa menyerah.
Kembali air mata menderas di pipi Rianti. Kini, usai sudah hidupnya yang normal seperti gadis lainnya. Usai sudah harapan akan masa depannya. Usai sudah.
Dirinya sudah terjebak. Terjebak dengan erat, dengan tali pernikahan yang sudah direncanakan oleh Alexander Kemal Malik dan kekasihnya.
🍁🍁🍁
Terima kasih untuk like, komen, dan vote-nya ya readers.
Teşekkür ederim.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 192 Episodes
Comments
Siti Aminah
akan ada hikmah d balik semua itu Ri
2024-05-17
0
Em Mooney
tp nnti akn berganti terimakasih yg tak terhingga krna dg jebakan itu km dpt suami sm mertua yg sgt baik lo ri
2023-12-16
0
❤️⃟Wᵃf🍁Ꮮιͣҽᷠαͥnᷝαͣ❣️🌻͜͡ᴀs
ri semangat buat bucin tuh si sombing😄😄😄
2022-11-05
0