Emir Kemal Malik menatap putra kesayangannya. "Kőtű cocuk (anak nakal),” Pria setangah baya itu menggelengkan kepalanya.
“Hei. Gunakan bahasa Indonesia. Aku tidak paham apa yang kau katakan,” Teriak istrinya, Arimbi marah. Sama sekali dia tidak paham dengan bahasa asal suaminya, meski sudah bertahun-tahun menikah.
"Minimal kau pakai bahasa Inggris."
Emir terkekeh, "Anne yang terlalu lemot belajar. Jangan salahkan Baba dong."
"Bahasa Baba itu terlalu sulit diucapkan dan juga dipahami. Jangan salahkan Anne dong. Huh...," dan dengan pede-nya Arimbi memonyongkan bibirnya, dan setelah itu adegan dewasa terpaksa harus dilihat anak semata wayangnya.
Baba dengan mesranya mengecup sudut bibir istrinya berkali-kali hingga tertawa.
Alex malas melihat kelakuan Baba dan Anne-nya.
"Stop. Kalau mau bikin adik untuk aku, jangan di meja makan," teriak Alex jengah.
"Anne juga, jauh-jauh jangan mau dicium Baba," Alex mendengus.
Emir terbahak. "Alex, jangan jealous sama Baba seperti itu? Sana kau cari istri sendiri, jangan ganggu istri Baba," Emir mengibas-ngibaskan tangannya.
Alex berdecak malas.
"Baba juga sih," wajah Arimbi memerah.
"Daripada bikin adik, berikan saja Anne-mu cucu," Emir mengedipkan sebelah matanya ke Alex.
Alex bergidik geli. Terkadang Alex bingung dengan kelakuan Baba dan Anne. Seorang Billionaire seperti Emir Kemal Malik yang di luar sana begitu disegani dengan kewibawaannya, ternyata di rumah sangat kekanak-kanakan, apalagi jika itu menyangkut tentang istrinya. Wanita sederhana yang berhati lembut dan luar biasa.
Arimbi tertawa sambil mengecup pipi suaminya sayang.
"Anne setuju. Alex, bukankah tahun ini usiamu genap tiga puluh tahun? Kapan kamu akan menikah, nak? Di Indonesia seusiamu sudah punya anak dua.”
Alex mengetuk dahinya pelan. Sial. Kenapa bisa lupa dengan Monica? Kalau Anne tadi tidak membicarakan pernikahan, Alex bahkan lupa kalau Monica sudah kembali ke Indonesia.
"Sabar, Ann. Akan segera kubawa wanitaku pulang."
"Kapan?"
"Waktu pesta ulang tahun pernikahan Baba dan Anne," Alex berkata mantap.
"Hmm... Kau yakin?" Baba mengangkat sebelah alisnya, "Karena pada saat itu, Baba dan Anne berencana untuk menyerahkan semua asset perusahaan padamu. Dengan syarat," Emir menjeda kalimatnya. Sementara Alex mengambil napas panjang.
"Kau bertunangan saat itu juga. Dan peralihan semua warisan Baba akan diurus kemudian setelah kamu menikah. Masih ada waktu satu bulan sebelum anniversary Baba, Son. Jadi, jangan sampai kecewakan Baba dengan pilihan yang salah," Emir menatap Alex tajam.
"Jangan kau kira Baba tidak tahu kelakuanmu selama ini, Player."
Anne mengerutkan keningnya. "Player? Ada apa dengan anak kita, Ba?"
Alex terbatuk tersedak baklava mendengar perkataan Baba. Pria tampan itu meraih jus apel di depannya dan meminumnya dengan cepat.
“Nothing Ann," Alex menepuk dadanya.
"Akan aku bawa calon istriku secepatnya," Alex memotong pertanyaan Anne-nya, Arimbi. Jangan sampai ibunya yang baik hati ini pingsan mendengarkan cerita tentang kelakuannya di luar sana. Cukuplah Baba, sesama pria dewasa yang mengerti.
Alex kembali memotong baklava berusaha menghindari rasa canggung akibat tatapan tajam Anne yang mengarah kepadanya. Roti manis berisi kacang itu ia kunyah pelan-pelan setelah dia oleskan madu di atasnya.
"Baklava buatan Anne benar-benar enak."
"Jangan mengalihkan pembicaraan Alex," Baba melempar Alex dengan dolma. Makanan pembuka khas Turki. Semacam lemper jika di Indonesia. Jika lemper dibungkus dengan daun pisang, maka daun pembungkus dolma dapat dimakan. Isinya dolma berupa nasi serta daging cincang.
Alex menangkap dolma dengan cepat dan memasukkan ke mulutnya.
“Kau tidak main-main dengan wanita kan, Sayang? Jika Anne dan Baba tau kau hanya pura-pura menikah demi asset perusahaanmu itu, Anne akan meminta Baba untuk mencabut hak warismu dan mendonasikan semua saham perusahaan kita untuk yayasan," Arimbi menatap tajam putra semata wayangnya.
Sebagai ibu dia tidak akan merasa tenang sebelum Alex mendapatkan gadis yang tepat untuknya. Apalagi Alex adalah pewaris klan Malik satu-satunya.
“Of course. Aku akan membawa gadis yang aku cintai untuk menikah, Ann," potong Alex gugup.
Anne tersenyum penuh arti sambil mengerling pada suaminya, "Anne menunggu kabar baik itu, Son. Tapi, jika kau tidak bisa membawa menantu untuk Anne, jangan salahkan Anne kalau Anne akan menjodohkanmu dengan anak teman Anne.”
“Haah? Tidak bisa gitu dong, Ann."
"Anne tidak terima penolakan."
Alex memandang Baba dengan tatapan memohon, tapi Baba hanya bisa mengedikkan bahu, “Sorry Son. Baba tidak bisa membantumu kali ini. Semua keputusan ada di tangan Anne."
Alex mendengus.
“Yaramaz olma canim (jangan nakal, anak kesayanganku)," Baba menyeringai menatap tajam Alex, yang ditatap hanya bisa nyengir.
"Sudah aku bilang, jangan pakai bahasa asalmu, Emiiir. Aku sama sekali tidak mengerti. Aku hanya tahu, Baba itu bapak, dan Anne itu ibu. Ini saja susah di depan ibu-ibu pengajian. Dikiranya kau punya istri kedua bernama Anne."
Alex mengambil napas panjang. Dia hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tinggah Anne-nya. Ibu yang begitu hebat di matanya.
Tuhan, berilah satu wanita saja yang seperti Anne. Pikiran yang terasa kalut Sirna begitu saja melihat wajah teduh Anne.
Tingkah Anne selalu sangat lucu dan menggemaskan di matanya. Beliau tidak akan berhenti berteriak jika Baba tidak melakukan sesuau padanya.
“Seni seviyorum (aku mencintaimu). I love you sweetheart," Baba mengecup bibir Anne hingga wanita cantik itu terdiam.
Selalu seperti itu. Dan Alex iri melihat kemesraan orang tuanya.
"Emiir! Kamu mengganggu makanku. Lanjutkan makanmu!"
“Of course. Aku akan memakanmu. Tapi nanti setelah tidak ada pengganggu." Emir melirik Alex dengan sudut matanya.
Wajah Anne memerah. Alex tersenyum. Anne memang aneh, ia sangat tidak suka hening di meja makan. Bagi Anne, waktu makan adalah waktu keluarga untuk berkumpul. Jadi ia ingin membuat suasana hangat di meja makan. Itulah yang sangat disukai Alex. Keluarganya memang beda dengan keluarga billionare yang lain.
"Alex, jangan pedulikan Babamu. Cepat makan," Anne menyodorkan sepiring Kofte ke arahnya.
Kofte merupakan hidangan main course. Semacam steak berukuran kecil seperti perkedel. Makanan utama itu terbuat dari daging sapi, ayam, atau kambing yang digiling serta dicampur dengan bumbu-bumbu.
Alex mengelap mulutnya, “Maaf Anne, aku benar-benar sudah kenyang."
Pria tampan itu berdiri dan merapikan jasnya,
"Baba and Anne. Thank's for dinner. Aku rasa aku harus kembali ke apartemen. Aku tidak mau jadi orang ketiga di sini," Alex tersenyum sambil mengedipkan mata. Baba membalasnya dengan mengacungkan kedua jempolnya.
"Alex, kau akan kembali? Secepat ini? Kau bahkan belum menghabiskan kofte dan chese cake buatan Anne?"
“I'm Sorry Ann. Ada sesuatu yang harus aku kerjakan," Alex mengecup pipi Anne sayang.
Dia harus segera pergi. Keberadaan Monica di Indonesia kini mengusik pikirannya. Apalagi tentang syarat konyol Baba dan Anne. Alex semakin mantap untuk segera menemui wanita itu dan melamarnya.
Oh Shit. Kenapa wanita itu juga sama sekali tidak menghubunginya?
"Ok. Balik sana ke apartemenmu. Baba masih kangen sama Anne. Jangan ganggu Baba. Hush... hush," Baba mengibas-ngibaskan tangannya. Alex tertawa.
"Dasar mesum," Arimbi tertawa sumbang.
"Be carefull, Son," Teriaknya sebelum Alex benar-benar keluar dari rumah mewahnya.
🍁🍁🍁
Keterangan :
Kőtű cocuk : Anak nakal
Seni seviyorum : Aku mencintaimu
Yaramaz olma canim : jangan nakal, sayang
Be carefull : Hati-hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 192 Episodes
Comments
Em Mooney
untung ngg pk ali
2023-12-16
0
💋ShasaVinta💋
Baba, usia aja boleh tua yaaa😅😅😅 ya kali monica mau nikah, Lex….
2022-11-05
4
🍁ɴᷠɪͥʟͤᴜᷝᴅͣ❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
wes monika ga ccok kalo mau punya istri kek anne🤣🤣
2022-11-05
0