Enam tahun sebelumnya....
“Kamu yang membuat asumsimu sendiri dari awal! Tanpa tahu kebenarannya. Percuma menjelaskan padamu!” Herman berteriak padaku.
“Ohh kau membiarkan dia mengambil tempatku bukannya karena kau jalan dengannya akhir pekan yang lalu. Biarku tebak, karena dia melakukan nego di apartmentmu?! Aku membuat asumsi? Aku melihat dengan mataku sendiri, asumsi itu perkiraan, tapi aku melihat kenyataan.” Aku menunjuk padanya langsung sekarang.
“Ini cuma klien perusahaan biasa, cuma pendampingan legal perusahaan. Dia tidak melakukan apa-apa di apartmentku!” Kami bertatapan sengit satu sama lain.
“Ohh maaf Pak Herman, kalo gak ada nego ngapain dia ke apartment lo. Maen gundu?”
Aku marah. Darahku naik ke ubun-ubun. Playboy sialan ini berpikir dia bisa mengambil kasusku begitu saja. Aku yang handle sejak pertama, kenapa dilimpahkan ke orang lain. Aku tak peduli dia mau kencan dengan sepuluh orang cewe terserah, tapi begitu dia nyentuh kerjaanku, akan kuladeni dia.
“Lu gak masuk ke company service pokoknya. Tetep bantu tim di litigasi case.”
“Oh ya?! Fine, gue akan sign out dari sini kalo begitu.”
“Maksud kamu apa?”
“Saya akan mengundurkan diri Pak Herman. Apa ucapan saya kurang jelas.” Dia terdiam mendengar keputusanku yang tiba-tiba yang memang baru kuputuskan sekarang. Setelah merasa putus asa dengan perasaanku sendiri dan terutama diriku sendiri.
“Kayla!” Aku keluar dan banting pintu depan dia.
Herman senior associate bagianku, salah satu pengacara di sini. Dan bisa dikatakan mungkin akan jadi salah satu partner law firm ini, walau dia masih muda dia punya catatan karier yang cemerlang, plus keluarganya adalah pemilik salah satu agensi perusahaan keamanan yang menangani pelatihan dan penyedian tenaga keamanan gedung dan pengawalan pribadi yang punya cabang di Surabaya. Jadi sering kerjasama dengan firma hukum kami yang terkenal spesialis menangani kasus pidana, walaupun tentu saja ada bagian perdata.
Aku terlibat dengannya secara pribadi, tanpa status.
Well, itu pilihanku karena di usia yang ke 27 ini aku tidak mau ikatan,tidak percaya happily ever after, aku masih mengejar karier. Lebih pribadi aku tak percaya ikatan cinta dan percaya pada diriku sendiri, tapi dia terlalu menarik untuk diabaikan dan dia juga tak mau terlibat hubungan serius sekarang, kami cocok tentu saja, bersama dengannya selalu penuh dengan debaran menyenangkan.
Aku mungkin jatuh cinta pada Herman.
Aku coba menyangkalnya, tapi ... melihat dia dekat seseorang membuatku sakit, padahal hubungan kami harusnya tanpa tendensi saling memiliki. Rumit, itulah yang terjadi, aku terperangkap dengan perasaanku sendiri. Aku sendiri tak bisa mengerti dengan diriku sendiri apalagi orang lain. Aku hanya ingin menghindar sekarang, mencoba menghapusnya... Dan aku sadar hal ini membuat pekerjaan disini semangkin rumit. Aku ingin keluar dari sini. Dan keluar dari hubungan rumit ini, keluar dari perasaanku sendiri.
Aku mengambil tas kerjaku dan keluar dari kantor, sesak, ini sudah sore, sebagian sudah pulang, kecuali tim yang mungkin masih mempersiapkan kasus. Kadang kantor ini beroperasi sampai lewat tengah malam.
“Kita belum selesai bicara. Ikut!” Herman menarik tanganku mengikuti langkahnya di lobby gedung. Keputusanku sudah bulat, aku akan resign dan menerima tawaran temanku dari firma lain. Aku perlu tempat kerja baru.
“Kenapa harus ikut kamu.” Aku menarik tanganku.
“Ikut sekarang Kay...” Dia menatapku dan bicara dengan suara pelan. Aku tahu aku tak bisa menolak, jika dia meminta begitu. Akhirnya kubiarkan dia membimbing tanganku. Kami turun ke parkiran mobil. “Ayo makan malam...” Kenapa aku harus terperangkap dengan dia disini. Perasaan ini, ... menyiksa.
“Kenapa kau mau resign.”
“Aku ada tawaran associate ditempat lain. Firma di Jakarta...”
“Bukan karena ...” Dia melihatku.
“Tak ada hubungannya denganmu.”Aku memotongnya. Dia diam.
“Lalu kenapa kau langsung memutuskan resign.”
“Aku ingin pindah ke Jakarta. Temen yang rekomendasiin resume aku. Langsung assisten partner utama. Gaji bulanannya sangat lumayan, belum termasuk bonus. Aku udah wawancara dengan atasanku langsung. Firma besar affiliansi dengan firma luar. Aku ingin spesialisasi perdata, firma ini lebih fokus ke pidana, aku lebih suka perdata.”
“Kenapa begitu tiba-tiba.”
“Tawarannya baru datang, aku harus mengambilnya atau lewat...” Di sudut hatiku, aku ingin dia bilang ‘Jangan pergi Kayla. Aku membutuhkanmu disini.’ Aku yakin aku tak akan bisa bertahan akan permintaannya seperti itu. Tapi aku tahu dia juga tak akan mengatakan itu. Dia sama sepertiku, pikiran dan logika kami tak mempercayai cerita cinderella, tapi sebagian hati kami menginginkannya. Klise manusia selalu punya dua sisi yang bertentangan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Lia Kiftia Usman
baca ulang thor.... dan bunga u karyamu
2022-12-30
1
Evelyne
ooohhh hati mau tapi muka,malu...
2022-05-18
0
Alexa
hubungan tanpa status
2022-04-09
0