“Kau tahu kau berhutang penjelasan padaku?” Kata-katanya membuat mukaku panas. Aku tak akan lolos dari interogasinya kali ini. Kami sampai mobil dan dia hanya menyalakan AC, bersender ke pintu dan tidak berniat pergi dari tempat parkir.
Aku diam, sebenarnya aku tak tahu harus mulai darimana.
“Dia...” Harus bilang bagaimana aku binggung. Bagaimana menjelaskan tindakan tak masuk akal ku sendiri. Dari tadi aku belum yakin apa yang akan kukatakan pada Kenneth.
“Mantan?” Dia menembak langsung ke sasarannya.
“Hmm...ya seperti itulah.”
“Lalu...” Dia masih menunggu.
“Lalu apa?”
“Kenapa kau langsung terintimidasi begitu? Sampai-sampai mengakuiku sebagai pacar? Dia mantanmu enam tahun yang lalu. Kenapa kau begitu perduli padanya? Kau pikir aku tidak memperhatikanmu...”
“Aku tidak perduli, aku hanya tiba-tiba...” Aku menghela napas didepannya. “Aku hanya tiba-tiba tak ingin dia tahu aku sendiri, bukan apa-apa...”
Itu bohong tentu saja. Aku sendiri sebenarnya tak tahu kenapa aku bisa begitu terikat padanya. Hanya gara-gara dia ingin bicara padaku di pertemuan pertama kami lagi dan boom ... duniaku yang tenang jadi luluh lantak hanya karena dia muncul didepanku.
Demi Tuhan aku juga tak ingin itu terjadi. Kenneth mendengus menganggapi kalimatku membuat aku melihat padanya.
“Kau lucu, kau bicara padaku kau tak perduli cinta, tapi berhadapan dengan mantanmu enam tahun tak bertemu saja kau langsung terpengaruh. Katakan padaku, kau masih menyimpan perasaan benci plus cinta dengan mantan pacarmu enam tahun yang tak pernah bertemu?" Panjang lebar menghunjam tepat ke sasarannya.
“Aku tidak...” Dan dia memotongku langsung.
“Tidak apa? Tidak salah lagi. Jangan berbohong padaku Kay.” Dia meyilangkan lengannya didepan dada, dia sudah mematok pikirannya tentang apa yang kupikirkan. Apa aku begitu gampang tertebak olehnya?
“Aku tidak mencintainya. Aku hanya teringat, itu bukan cinta. Aku hanya benci dia di Jakarta,tapi dia tak sekalipun menghubungiku, aku...”
“Kenapa dia harus menghubungimu kalian sudah putus enan tahun yang lalu, kau yang bertindak tak logis masih mengingatnya... Apa dia satu-satunya? Setelah itu kau bertahan tak mencoba lagi? Benar bukan? Kau pikir kau bisa melupakannya, tapi saat dia muncul didepanmu ternyata kau kalah begitu saja. Kau memang sok kuat dan menyedihkan Kayla Riyani."
Aku menyedihkan. Aku menyedihkan!? Kata-kata itu terngiang. Dan tiba-tiba langsung mataku panas. Aku memang gila! Kenapa aku bisa menangis melihat Herman bersama orang lain. Setelah enam tahun aku memang menyedihkan....
Aku tak berani menatap Ken dan berusaha keras menyembunyikan air mataku.
"Jangan cengeng, ..." Dia bahkan tahu aku akan menangis. "Bertahun-tahun dia tak pernah menghubungimu, kenapa kau harus menangis. Jangan jadi gadis bod*oh."
"Kau pikir aku mau." Butiran air mataku akhirnya tumpah. Aku menghapusnya dengan cepat karena malu. Aku tak tahu kenapa aku begini di depan Kenneth, aku sendiri tak mau begini, dengan mudah dia membongkar apa yang kupikirkan.
Dia menghela napas panjang melihatku. Dia mengasihaniku, aku benci dikasihani. Rasanya benar terhina.
"Gadis bodoh, jadi bagaimana selanjutnya?”
“Bagaimana selanjutnya. Apanya selanjutnya...” Aku menatapnya dengan heran.
“Kita tetap pacaran?” Sekarang aku membelalak melihatnya.
“Ha? Apa? Kenapa kita harus tetap pacaran."
“Ohh! Jadi kau mau mengaku kau single saja didepannya, siapa tahu dia tertarik lagi denganmu. Begitu maumu? Kau murah sekali ternyata. Bukankah kau yang cari masalah?”
"Ken! Kau keterlaluan. Mana ada begitu, jika aku sudah mengaku punya pacar dia tak akan mengganguku lagi. Dia juga sudah punya pacar...." Aku marah tentu saja mendengar kata-katanya yang sangat keras itu.
"Ohh benarkah, kau yakin kau tidak menempelkan dirimu padanya. Aku keterlaluan?" Dia tertawa ngakak. "Kau terlalu sombong dengan dirimu sendiri Kayla. Sekarang aku bisa menertawakan kesombonganmu. Paling setelah ini kau akan pulang dan berakhir menangis di kamarmu sendiri... Tadi saja kau sudah menangis."
"Kau jahat! Aku mau pulang! Aku tak selemah yang kau pikirkan!" Dia tertawa ngakak melihat aku marah, kenapa malam ini Kenneth benar-benar menyebalkan.
"Begini saja Kayla sayang. Kau berusaha enam tahun tapi tetap tak bisa melupakannya. Beri aku enam bulan maka kau akan melupakannya seumur hidupmu." Dia menyorongkan wajahnya padaku dan aku serta merta mundur.
"Aku tak mau jadi pacarmu, kau juga sama seperti dia. Kau punya banyak pacar..." Aku tahu apa yang ada dipikirannya.
"Ohhh itu tak bisa kau tolak, kau yang mengakuiku sendiri sebagai pacar. Kau masih akan terlibat dengannya paling cepat mungkin empat bulan lagi, itupun tak mungkin bisa jadi setengah tahun lagi, mau tak mau kau harus tetap pacaran denganku. Karena kau yang pertama mengakuiku jadi pacarmu, kedengarannya bagus kan?" Kenneth tersenyum lebar.
"Apa..."
"Kau tak mau? Bagaimana kalau aku membuka saja kau single dan desperate didepan pacar lamamu itu... Enam tahun masih memikirkan satu orang!? Pilihanmu?"
Aku tak bisa bicara sekarang. Kenneth membuatku benar-benar tak bisa bicara lagi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
Ika Yulia
visualnya kenapa bikin mleyot semua ya thor
2023-09-05
0
Alexa
menyedihkan bertahun2 tak bisa move on. dan itu pilihan. bukan takdir
2022-04-09
0
ohana
ngakak aq baru baca
2022-03-31
0