Sesal yang kurasa harus kupendam. Nasi telah menjadi bubur aku tak bisa menarik lagi apa yang telah terlanjur kuucapkan. Tapi sementara aku harus fokus ke pekerjaanku, aku menghadap Yongky dan bersiap bicara dengannya.
“Pak Yongky, selamat siang...” Aku menyalami pria yang merupakan Tergugat di kasusku itu.
“Senang bisa bertemu Ibu. Apa surat gugatan sudah dilayangkan.”
“Belum untuk saat ini.”
“Ohh, sihlakan duduk Bu...” Dia menghela napas panjang. Entah apa yang ada dipikirannya. “ Saya dengar dulu Bu Kayla dan Herman satu kantor.” Dia duduk di ujung meja sementara Herman berada disamping kanannya dan aku dikirinya.
“Iya, dulu memang kami rekan satu kerjaan.”
“Saya pernah mendengar dia menyebut nama Kayla dulu, dia yang kau sebut kan Her?” Maksudnya apa dia pernah menyebutku. Ada sesuatu yang dia bicarakan tentangku? Sampai Yongky bisa mengingat 6 tahun yang lalu?
“Yong, ini bukan pembicaraan tentang masa laluku, kau bayar konsultasi ini. Dia akan men-charge per jam. Kau mau tambahan sejam lagi bicara tentang aku?” Herman menghentikan pembahasan tentang dirinya sendiri dan Yongky tertawa.
“Ehmm, well, baiklah. Aku hanya ingin kau tahu dia sering menyebutmu dulu.” Sebagian dari diriku tersanjung mendengar itu. Dan sebagian lagi sekarang aku merasa aku terlalu lemah hati ke Herman.
“Kami dulu teman.” Aku memutuskan pembicaraan soal Herman sampai disana. “Jadi sekarang apa yang bisa saya bantu untuk Anda.”
“Saya,... Saya telah memutuskan saya tidak ingin bercerai. Saya akan melawan dan mempertahankan pernikahan saya sampai akhir. Saya sudah bicara pada Herman tentang keputusan saya.” Ini perkembangan baru. Kemarin pengacaranya datang dan mengatakan bahwa kliennya setuju bercerai asal dia dapat hak asuh.
“Ohh... benarkah.” Sekarang aku mendengarkan.
“Beberapa bulan ini setelah keadaan tenang. Saya mendapat banyak nasihat dari orang yang lebih tua, yang mungkin mengubah perfektif saya dalam berpikir. Saya mengakui saya melakukan kesalahan di awal. Saya salah, itu tidak bisa didebat, kasus ini terjadi karena saya yang salah setahun yang lalu.” Jarang sekali dalam sejarahku menangani kasus perceraian, aku mendengar satu pihak mengatakan dia mengakui bersalah tanpa syarat. Mungkin ini berarti bagus.
“Saya berusaha memperbaiki. Tapi kemudian diperkeruh oleh pihak ketiga setelah kami pisah rumah...”
“Maksudnya pihak ketiga.” Banyak pihak ketiga dalam pengambilan keputusan perceraian, bisa dikatakan perceraian mangkin rumit setiap ada campur tangan pihak ketiga yang mendominasi. Entah keluarga dekat atau orang ketiga yang sengaja mendorong perceraian itu.
“Ibu Mertua, mungkin orang yang ingin merebut dia dari saya, yang namanya Johan. Soal Johan sudah beres Her?” Orang ketiga pihak kami, sudah diketahui namanya,dan ada Herman, pasti dia sudah mendapatkan foto kedekatan mereka. Ini akan jadi drama yang lebih panjang. Plus peluangku menang berkurang lagi...
“Aku akan menggunakan Johan untuk melawanmu di jawaban surat tuntutan, walaupun aku tidak se-ahli kau di bagian drama ini, aku yakin menang Kay. Alan bilang Pihak ketiga dalam masa perceraian dibenci oleh hakim, dan kau tentu saja tahu bagaimana spesialisasiku dalam mengumpulkan informasi. Dan jika masuk sidang, kau kemungkinan kalah telak jika kami menggunakan fakta Johan ini untuk melawan balik. Alan bilang peluang kami menang lebih dari 50%.”
Herman bicara panjang lebar, tapi datar tidak menggugah, hanya membeberkan fakta yang dia tahu. Tapi ya jelas orang ketiga jika bisa dibuktikan akan sangat mempengaruhi keputusan hakim. Kurasa jika terjadi sidang yang bicara bukan dia tapi Alan.
“Hmm... oke. Baiklah sekarang saya ingin tahu, apa saran yang Anda minta. Anda tidak minta saya datang kesini cuma untuk menunjukkan fakta tentang Alan ini.”
“Sejujurnya jika bisa, saya tidak ingin masuk sidang. Persidangan ini melelahkan, membuang waktu, membuat saya masih harus membohongi putri saya bahwa Ibunya masih banyak pekerjaan. Saya ingin tahu menurut pandangan Anda apa yang saya bisa lakukan, terlepas Anda sendiri adalah mengurus masalah perceraian. Saya punya pikiran saya membayar Anda untuk mempengaruhi istri saya untuk memberi pandangan dari sisi Anda supaya kami tidak bercerai. Tapi Herman bilang Bu Kayla tidak mungkin mau menerima itu. Tapi saya berjanji jika saran Anda berhasil saya tidak akan melupakan reward Anda.”
Aku tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan padaku. Kali ini nampaknya aku mendapat kasus yang berbeda, aku juga mengerti bagaimana menderitanya anak dalam kasus perceraian, tapi kadangkala berpisah lebih baik daripada terus bertengkar dan saling menyakiti di depan anak mereka, dan yang kutemui biasanya mereka sudah ditahap “I hate you ever after no matter what you do”. Tapi kali ini tampaknya sang pria berniat lebih baik.
** Aku membencimu selamanya tak perduli apapun yang kau lakukan
“Hmm... baiklah Pak Yongky. Dari sisi saya, saya jelas tidak bisa memberikan dorongan apapun ke Bu Kayla soal keinginannya berpisah dari Anda. Tapi karena saya melihat Anda sebenarnya punya itikad baik mempertahankan rumah tangga Anda saya hanya ingin memberitahu sesuatu dari perfektif saya." Aku berhenti sebentar untuk mendapat perhatiannya.
"Semuanya akan baik-baik saja jika istri Anda merasa dicintai, atau dia melihat usaha Anda yang besar untuk meminta maaf, mencintai, dan membuat dia tersenyum lagi. Mungkin sekarang Anda merasa kalah karena Anton yang Anda tuduh sebagai tersangka pihak ketiga itu membuatnya lebih dicintai, tapi tahukah Anda yang bersalah paling besar itu Anda sendiri karena dia merasa Anda tak lagi mencintainya. Wanita act simple Sir, you give her love she give you a heaven, ... dan sebaliknya. Anda memberinya masalah dia memberi Anda neraka. Dan Anda sebenarnya punya kartu AS, anak Anda. Libatkan dia dalam mendekatkan kalian lagi. Bersikaplah memujanya memperhatikannya dan tidak menunjukkan kekesalan padanya, sepertidulu kalian pacaran, minta maaflah dengan tulus sebisa Anda, jika perlu menangislah didepannya untuk mengatakan Anda menyesal. Cathy sangat mencintai anaknya, dan jika seorang anak meminta sesuatu seorang Ibu tidak akan tega, tapi saya katakan sekali lagi Anda harus memenangkan hatinya. Sampai disini Anda menangkap maksud saya...”
Aku selesai dengan jawaban panjang lebarku. Yongky dan Herman berpandangan.
“Kau tahu kita dari kemarin membahas bagaimana mengenyahkan pengaruh Anton dan Ibu Mertuaku, tapi bu Kayla membuat semua masalah jadi jauh lebih sederhana. Kita membereskan orang luar, ternyata yang perlu dibereskan pertama bukan itu... Memang pertemuan ini tidak sia-sia.” Yongky tertawa, dan Herman mengangguk membenarkan.
“Mars and Venus bro, wanita dan pria punya fokus pandangan berbeda...” Mareka tertawa dan aku hanya tersenyum melihat mereka.
“Terima kasih Bu Kayla, saya tak menyangka selain pintar membuat suasana tambah panas, Anda juga tahu cara mendinginkan suasana. Saya berterima kasih atas saran Anda, kebaikan hati Anda yang mau memberikan saya saran yang baik. Saya kagum Anda mau memberikan saya saran yang baik soal istri saya, walaupun mungkin berarti pembatalan kasus. Tenang saja saya akan memberikan Anda sepantasnya. Tadinya saya pusing tujuh keliling bagaimana menghadapi ini, tapi setelah mendengar Anda bicara saya mulai mengerti apa yang saya harus lakukan.”
“Saya memang pengacara perceraian Pak Yongky, tapi sekaligus juga membenci perceraian. Tak ada hal baik yang dihasilkan dari perceraian sebenarnya, selain menyerah untuk berjuang bersama. Tapi kadang lebih baik melupakan karena terlalu sakit untuk melanjutkan. Tapi Jika Pak Yongky benar-benar berniat mempertahankan akan lebih baik jika dilakukan dengan cara yang benar.”
Perkataanku membuat dua laki-laki itu terdiam sesaat.
“Benar Bu Kayla, tak ada yang baik dari perceraian.” Yongky menimpali.
“Nampaknya saya akan segera menutup kasus ini.” Aku tertawa.
“Saya harap begitu. Saya sangat menghargai bantuan Ibu.” Entah kenapa jikapun aku kehilangan uang kali ini, aku tak merasa rugi, setidaknya aku memberikan sebuah kebaikan bagi orang lain. Itu terasa melegakan.
Kami mengobrol lebih umum kemudian. Untuk menghabiskan waktu konsultasi yang dua jam itu. Dan tak lama kemudian Yongky pamit karena dia punya shecdulenya dan pekerjaannya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 360 Episodes
Comments
anisa f
kok anton...jare johan
2023-04-13
2
Evelyne
lebih teliti Thor...ada beberapa kesalahan nama dlm dialog.. jadi agak bingung...tapi untuk part ini...hebat untuk dialog Kayla... kata katanya ngena di hati... keren ..God job
2022-05-18
0
Balgis Febrizha Al-Amrie
masih ada typo nama,semangkin, binggung..
2022-03-16
0