Nafas Disya tersenggal-senggal menuju satu rumah hijau yang ditunjuki oleh pemuda tadi, Ia menggaruk rambutnya yang sudah acak-acakan karena sudah banyak helaian yang keluar dari ikatannya yang mengendur, ia melirik sekitar rumah Caisar dengan diam dan rumit.. bahkan bibirnya terbuka sedikit melihatnya. Rumah ini hanya rumah yang terbuat dari papan dan dicat berwarna Hijau,. Meski begitu didepan rumahnya dipagar dengan rapi dan juga bersih. Ia membuka pagar itu dan meneguk salivanya, dibelakangnya ada supirnya yang mengikutinya.
Ia melirik sekeliling, rumah ini kecil, tapi ada banyak bunga-bunga cantik yang ditaroh didalam pot dari bungkusan Rondo yang dipotong, atau ada juga kaleng dari cat rumah, dan juga beberapa perkarangan lain, sangat cantik, ada juga pohon tebu berwarna ungu, namun sangat terawat dan juga bersih disana memanjang. Ada juga pohon mangga yang ada didepan rumahnya, dibawahnya ada kursi untuk duduk terbuat dari kayu-kayu yang dipotong rapi, lalu mejanya terbuat dari BAN Bekas. Rumah ini rumit untuk ia ceritakan. Ini jelek hanya saja menjadi cantik karena tataletak dan juga kebersihannya.
Ia gugup mengetuk pintu yang hampir lapuk dimakan rayap dihadapannya.
Tok.. Tok.. Tok... ia mengetoknya pelan dan memilih tangannya yang lain gugup, melirik kanan dan kiri masih penasaran akan rumah ini. ia mengipasi tubuhnya yang terasa panas.
“Iyaa .” Ujar dari dalam. Disya menegang dikalah mendengar suara perempuan, siapa itu? Perasanya jadi tak jaruan hingga sosok perempuan manis mengenakan baju sederhana keluar dan menatapnya.”Ehh iya kak cari siapa yah??” Tanyanya disana sopan.
Disya menatapnya tajam dan juga melirik dari atas kebawah,, ia tersenyum sinis. “Masih kalah jauh’ Gumamnya mengibaskan rambutnya kebelakang. Hal yang Disya lakukan itu tak sengaja membuat Cessy tak suka. itu tak sopan baginya.
Ehemmm..” gue kesini mau ketemu sama PACAR gue Pangeran.. dia sakit jadi gue mau jenguk.”Ujarnya disana dengan menekan kata pacar disana. Ia melirik perubahan wajah perempuan dihadapannya ini dengan tajam. Ia seakan-akan menekan jika Caisar adalah miliknya!
Cessy disana mengerutkan keningnya.” Kayaknya kamu salah rumah deh, disini enggak ada yang namanya Pangeran..” Ujarnya disana biasa saja. Matanya sudah menunjukan keyidak sukaan yang kentaa akibat etitut jeleknya Disya.
Disya melotot.”Enggak usah Bohong deh, tadi orang bilang ini rumahnya. Enggak mungkin dia bohong, Loe kalo mau nyembunyiin PACAR Gue sadar diri dong..”Ia menjulak bahunya Cessy membuat Cessy mundur beberapa langkah.
“Lohhh kurang ajar yah..!! kerumah orang nggak punya etitut.. pergi loe.!” Bentak Cessy tak suka. matanya yang garang menatap Disya tak suka. Disya disana membulatkan bibirnya. Baru kali ini ada yang mengusirnya dan berani kepadanya..!! waahwahh..!!!
Tapi sbeleum ia menjawab ada suara yang menghentikannya.” Cessy ada siapa? Kenapa tidak disuruh masuk???” Suara yang Disya kenal, ia mengerjab matanya menunjukan asal suara. Itu yang ia cari membuat ia mendorong Cesys ingin masuk.
“ISS apaan si nggak sopan banget. Keluar..!! ini kak ada cewek gila nyari pangeran,”Ujarnya Cessy menahan tubuhnya. Disya menepuk tangan Cessy keras.”minggir loe jangan halangin jkalan gue. itu pangeran gue..!!” Teriaknya.
Cessy tak terima menarik rambut Disya.”Pangeran pala loe..!! nggak ada pangeran-pangeran..!!” Bentaknya disana.
Cessy tak terima rambutnya ditarik ikut menarik rambut Disya membuat Disya mengerang merasakan sakit. Terjadilah perkelahian saling menarik, menjambak, memukul bahkan saling tending hingga pintu terbuka meniampilkan sosok pria yang menatap mereka kaget.
Caisar yang dari tadi mengerjakan tugasnya itu terganggu dengan suaranya tamu dan adiknya membuat ia mengernyit.. ia bertanya tapi makin rebut. Ketika ia ingin melihat pintu terbuka menampilksan Dosya dan sang adik saling jambak, ia mengerjab kaget dibuatnya.
Disya segra melepaskan cekalannya menatap Caisar penuh binar. Caisar disana terdiam melihat Disya yang ehem.. mirip gembel dan Cessy yang ikutan acak-acakan.. apa yang terjadi? Bagaimana pula ada Disya yang super kaya ada disini, tempat kumuh ini??
Oke Caisar terdiam menghentikan kedua perempuan tadi, ia sekarang tengah duduk dihadapannya Cessy dan Disya yang beradu sengit. Tadi Disya smepat diusir lagi oleh Cessy namun dihalangi oleh Caisarr karena membenarkan Disya pacarnya. Cessy menatapnya tak pecaya dan menggeleng.
Bagaimana bisa kakaknya punya pacar yang tak punya etitit begini ha?? Ini diluar nalarnya. Oh malangnya kakakku yang bagaikan malaikat harus berpacaran dengan Iblis. Apa tidak jungkar balik tu dunia?
Sedangkan Disya disana melirik rumah Caisar dengan pelan-pelan supaya tak terlihat oleh Caisar, tapi tingkahnya masih bisa idlihat oleh Caisar. Malah ia terlihat bagai anak kecil saat ini. Disya disana mengernyit panas, dirumah ini ada satu TV yang gendut tak seperti dirumahnya ramping, ada kursi juga tapi sudah using, lantainya sudah dilapisi dnegan semen namun aak kasar mangkanya dilapoisi tikar oleh Caisar.
“Cessy tolong bikin minuman buat kak Sasanya dong.”Ujar Caisar menyadarkan keduanya.
Cessy mendelik tak suka.”Ngapain kak? Nggak usah biar dia cepet pulang.”Ujarnya tak suka. ia melirik gelang Disya saja sudah tau bahwa Disya itu orang kaya
Disya disana mendelik.”He jadi adik kok durjana. Mau masuk neraka jalur apa loe.. ambilin cepet, gue kutukin juga loe nanti. Inget gue calon ipar loe.”Ujar Disya disana mengangkat dagunya sombong melirik Cessy.
Cessy melotot.”Najis. Sampek Kerbo betelur gue nggak bakal mau loe jadi ipar gue. gue bakal cari ipar yang seribu kali lebih baik dan beretitut dari loe..!” Ujar Cessy mengepalkan tangannya.
Pak. Disya tak segan memukul kepala Cessy. Cesy melotot dibuatnya.” Pangeran liat adik kamu jahat sama aku. Masa giyu padahalkan aku mau jenguk kamu.”Ujar Cessy menatap Caisar meminta pembelaan, wajanya ia iimut-imutkan dan suara yang manjanya. Cessy disana memberikan wajah hendak muntah dibuatnya.
Caisar disana memijit pelipisnya. “Cessy jangan cari masalah yah dek.”Ujar Caisar. Disya yang didukung memeleti Cessy dengan lidahnya seakan mengejek dan berkata jika ia menang.
Cessy tak terima.”Wah-wah. Ngajak gelud nih...!! Kakak nggak liat dia yang mukul kepala aku?”Tanya adik memelas. Caisar disana mengerjab menandakan Cessy harus mengala. Cesy yang dibuat begitu memeluk wajahnya dan memankan bahunya taks enang Karenna merajuk,. Ia menipiskan bibirnya dan juga mencebik.
Caisar menatap Disya menghela nafas.”Kamu sama siapa disini? Dan kenapa bisa jadi gini penampilan kamu???”Tanya Caisar dengan pelan.
“Yahhh kayak gembel yahkan kak? Mana bauk comberan lagi.”Ujar Cessy dengan riang dan polos mengejek Disya.
“Pangeran liat adik kamu.”Ujar Disya menatap Caisar seakan ternistakan dan teraniaya.
Caisar menghela nafas lagi, entah berapa kali ia menghela nafas. “ Kamu kenapa hmm?? kamu tidak apa-apa kan?”Tanyanya mengabaikan Cessy dna Disya yang rebut hal sepele.
“Kayaknya si masalahnya riimit kak, masuk kegangguan jiwa alias gila.”Sahut Cessy lagi polos denganw ajah tak berdosa.
Disya meliriknya dengan ancaman ’Kita musuhan’’ Itulah isyarat yang ia tunjukan.
Dan Cessypun juga mendelik seakan berkata ’Bendera perang berkibarlah..!!!’
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Pangeran Matahari
bom like thor
folback y
2021-10-30
0
fellyzziania
whahahaha
2021-10-30
0
Herni Wati
skalian lingling nya he he
2021-10-30
0