Sudah dua hari Caisar tidak masuk sekolah, tubuhnya menggigil dengan suhu tubuh yang sangat tinggi. Adik-adiknya tak mampu menahan rasa khawatir, bahkan beberapa kali Cleo menangis karena kakaknya yang tak juga sembuh. Memang si Caisar tidak apa-apa, tetapi tetap saja, pukulan talak serta goresan dari botol alcohol itu menambah bakteti dikekepalanya Caisar bukan?
Mereka ingin membawanya ke rumah sakit tapi Caisar keras kepala. Ia tak mau.
Hari ini Caisar sudah bisa duduk dengan tenang, matanya mengerjab dengan pelan merasakan keponakanya tak terasa sesakit sebelum-sebelumnya. Ia cukup bersyukur memiliki Farel Dan Rafa yang ingin menggantikannya bekerja direstoran dan juga café. Iya mereka menggantikan Caisar.
Rafael yang bekerja direstoran dan Farel dicafe untuk bernyanyi, suara Farel bahkan jauh lebih bagus sebenarnya membuat café tak keberatan. Rafa? Ia sangat bagus melakukan tugas mereka sampai mereka sadar. Menjadi kakak mereka sangat sulit.. sangat melelahkan.
Sedangkan Cessy selalu dirumah membantu Caisar apapun yang ia inginkan. Cleo ikut andil dengan mencuci piring, membersihkan rumah. Mereka sangat kompak dalam kekeluargaan. Caisar menjadi sangat terharu saat ini, ia hanya perlu istirahat dan besok mulai skeolah, ia terlalu banyak meninggalkan pelajaran. Lagi pula ia juga ada acara besok, yaitu pertemuan antara osis lama dan osis baru.
Disisi lain sosok perempuan cantik mendengus kesal karena dua hari pujaan hati tak masuk kelas, ia tak punya semangat hidup jika begini terus. Ia memilih mengunjungi rumah Caisar saja, yah itu pilihan paling tepat.. sepulang skeolah nanti ia memilih kerumah Caisar.
“Dari tadi diem mulu., mikirin apa loe??” Tanya Haruka disampingnya, satu-satunya temannya Disya . mereka berteman sejak SMP dan sampai sekarang. Haruka sosok yang lembut dan juga penyabar mangkanya mereka langgeng. Ia duduk disamping Disya yang gusar sedari tadi mengernyit heran jika melihatnya. Disya bagai cacing kepanasan sungguh..!!
Disya mendenus tak suka melihat Haruka yang disisinya bertanya. Ia memilih melihat keluar jendela menatap gedung lain. Haruka hanya menghela nafas melihat temannya yang tak mengapiknya. Inilah yang membuat Disya tak punya teman selain Haruka, ia tak menghargai orang lain. Haruka saja yang paling sabar diantara orang-orang yang sedari dulu hendak mendekati Disyta namun dipukul mundur akan kenyataan pahit.
Disya mengeluarkan hpnya yang sudah ada alamat Caisar yang ia dapat dari data sekolahnya, sekolah ini miliknya Hey jadi mudha baginya mendapatkanya. Tak berselang tigapuluh menit bel pulang tiba membuat Disya langsung bangkit dan mengambil tasnya.
”Mau kemana si Dis buru-buru amat gue liat.”Ujar Haruka heran. Disya baru kali ini terlihat bersemangat.
Disya disana tak menjawab dan memilih pergi. Haruka disana menggeleng melihatnya dan memilih melanjutkan tugasnya. Haruka itu cantik, memiliki kulit swo matang dengan rambut sebahu, ia kurus dan tinggi, bibir tpis dan juga mata sipit., ia lebih ke manis jika dilihat si.
“ Pak jalan kealamat ini yah.”Ujar Disya pada supirnya. Supirnyaoun mengangguk.,”Baik non.”Ia menerima hpnya Disya dan mulai menjalankan mobilnya.”Oh iya jangan lupa mampir beli buah dulu yah nanti.”Ujar Disya disana pelan sembnari duduk dikursi belakang. Suoirnya mengangguk menuju arah tuan nonanya tersebut hubungan keduanya cukup baik sebab dirinya sopir Disya sedari TK Jadi bagi Disya sekalipun supir ini bagaikan pamannya sendiri dan Disya sebagai ponakannya.
Tak berselang lama Disya sudah beli buah cukup banyak, roti, susu dan lainnya. Ia kembali menuju kerumah Caisar namun mobil itu terhenti disebuah gang. Disya terdiam menatap keluar jendela.”Maaf non, kayaknya mobil kita tidak bisa masuk deh, rumah ini terletak didalam gang. “Ujar supirnya mengerut tak percaya,
Dosya disana mengangguk keluar dari mobil,”Yaudah jalan aja pak kita. mobilnya tinggalin aja nggak apa-apa.”ujarnya membuat supir itu mengangguk.. mata disya menatap jijik sekelilingnya, rumahnya bersusun dibelakang gedung besar,, heemmm jika boleh jujur ini angat kotor beda dengan jalan rumahnya yang dikawasan elit.
“Nona yakin mau masuk non??”Tanya supirnya pelan melihat sekitar, “Ehemm maksud saya jalanya cukip kotor nona.. kita tidak tau didalam bagaimana.”Ujarnya dengan pelan, sesekali bauh tak sedap menerjang hidungnya. Ia menghela nafas ngapain nonanya yang super kaya dan jahat ini mau kesini? Mau tobat kah??
Disya mengernyit disana, meski tak senang ia mengeleng mengingat Pangerannnya sakit.”Tetep masuk liat pangeran.”Ujarnya melangkah tanpa takut kotor. Supirnyapun ikut membawa bawaan Disya pada Caisar. Ia bisa melihat sekitar cukup tak layak.. mereka bahkan melihat banyak anjing dan kucing tak teraat, sangat kurus hingga beberapa lalat menggerumuni mereka.
Gughh.. Disya kaget ketika ada anjing kurus dan besar didepannya itu, “Kyak... pak anjingnya jelek.”Terinya kaget.. Supirnyapun ikutan kaget disana.”Sepertinya kita harus balik aja deh non. Nanti digigitnya kita rabies non.”Ujar supiurnya ngeri menarik ujung baju nonanya.
“Ihhhh bvapak udah tua masa takut anjing si. usir pak saya mau kerumah pangeran saya.”Ujarnya Diya memberontak bajunya ditarik.
Supirnya mendelik tak suka sembari bersembunyi dibelakang Disya.”Mana ada pangeran tinggal ditempat kumuh kayak gini. Yang ada gelandangan non.”Ujarnya.
Bugh.. Ugh. Supirnya meringis kesakitan ketika nonanya memukul peritnya kasar, bibir Disya mengerucut mendengar pangerannya dihina.”Sekali lagi hina Disya pecat yah pak.”Ujarnya. supirnya meringis iam melihat nonanya yang marah.
GuggGug.. Dosya kaget melihat anjing itu sudah bertambah. Jantung Disya ingin meloncat. Ia menambil sepatunya.
”Hus-hus pergii bughjh.”Teriaknya melemparnya. Tidak kena..!! itu membuat ia melempar sepatunya yang satu lagi tetap tidak kena. Malah anjingnya tambah menggonggong hendak mengejarnya.
“Kabur pak cepat,,!! Kyakk.”Teriak Disya berlari. Supirnya yang linglung ikut berlari mengikuti tuannya dikejar anjing anjing itu. Sunggu supirnya merasa dirinya ternistakan saat ini. tubuhnya yang berotot memang takut anjing, dulu ia masih kecil pernah dikejar anjing ketika maling manga tetangga, berakhir masuk keselokan dengan luka parah dikakinya. Ia tak berani lagi setelahnya.
Sudah hampir beberapa menit Disya berlari namun anjing itu masih mengejarnya. Dan Dugh.. auuu. Ia mengelu sakit ketika menabrak seseorang, hingga supirnya ikut menabraknya. Tubuhnya yang kecil terasa terampiit dua benua hingga tubuhnya gepeng. Ia terjatuh dengan tak elitnya.
Sosok itu kaget melihatnya.” Ehh eng—‘---
Gug.. Gug.. Gug.. Anjing itu terhenti melihat sosok itu. Mereka jadi diam dan juga menunduk. Disya disana seketika memeluk kaki sang pria yang menabraknya.
"Husshus.. pergi pergi,.”Ujarnya disana membuat Disya menghela nafas. anjing-anjing itu pergi. Disya merinding bagaimana menjijikannya anjing kurus itu. Pasti air liurnya penuh vitus yang mematikan.”Kalian tak apa?”Tanyanya disana tersenyum samar pada Disya yang dihadapannya.
Disya menggeleng.”Buta loe! liat nggak gue gini? Masih nanya nggak apa-apa?”Tanya Disya tak suka. ia melotot dibuatnya.
Supirnya pun meringis.”nona...” Ingatnya. Ia menatap pemuda itu.”Maaf yah den. Nona saya masih shok tadi,”Ujarnya. Sosok itu tersenyum samar melihat mereka.
“Oh iya den tau alamat ini nggak?”Tanya supir itu pada pemuda itu.
Pemuda itu menatapnya dan mengernyit sebentar.”Oh ini rumahnya disana.”Ia menunjukan tiga rumah didekat mereka.”Yang warna hijau itu rumahnya. Memang kalian mau ngapain kesana??” Tanyanya dengan mengernyit heran. Jika dilihat pasti mereka orang kaya kan?
Diya menatapnya sinis.” Nggak usah SKSD Pliss.. dan thanks tadi udah naklukin kawanan loe.”Ujarnya berjalan dnegan keadaan berantakan. Sosok itu melebarkan mata tak terima disana. Supir Disya hanya mengusap dada melihat kelakukan nonanya.,
“Sialan. Kalo tau gitu tadi nggak bakal gue bantuin loe. Biarin dah digigit anjing.”Gumamnya mendengus lalu pergi meninggalkan tempat itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Oyiib Pw
cewe GX ada akhlak emang
2022-01-27
0
Sungai Panjang
thooooooorrrrrrrrr sehat2 yaa sekeluarga ditunggu updatenya 🤗😘
2021-10-29
0
Kanjeng Ribet
pasti syok itu Disya pas liat keadaan rumah n kondisi Caisar... smoga Terima y Disya... 😇
2021-10-29
1