Matahari mengintip disela-sela gorden lusuh dirumah lapuk itu. Rumah yang dulunya milik nenek tua yang sekarang sudah meninggal. Dimana dia lah orang yang mau menampung Caisar dan adik-adiknya. Namun sayangnya nenek sudah meninggal setelah satu tahun saat sudah membawa Caisar dan adik-adiknya dirumah itu. Jadilah sekarang rumah itu jadi milik lima bersaudara itu.
“Dek... udah belum,, ini kakak udah mau berangkat loh..” Teriak dari Caisar dikala diruang tamu. Ditangannya sudah menyiapkan lima kotak bekal yang berbeda warna itu. Harga kotak makan itu hanya lima belas ribu perbuah nya tapi cukup kok untuk mereka. Ada beberapa tempat minum yang sebenarnya itu bekas minum dari botol mineral yamg dipungut dari jalanan dan dicuci bersih Oleh Caisar. Jika mau dibeli ia tak mampu. Makan saja sudah sulit...
“Iya kak.. Udah siap kok...” Teriak dari adiknya menyahuti. Adiknya yang nomor dua, adiknya itu tahun ini masuk SMA yang berbeda dengan Caisar. Ia hanya masuk SMA negeri dan juga mendapatkan beasiswa. Ia tak mendapatkan beasiswa disma kakaknya.
“Kak.. kami sudah siap.. ayok..” Ujar dari dua saudara laki-laki nya yang lain mendekati kakaknya itu. Dengan style mereka masing-masing.
“inces juga sudah kak..” setelah itu datang makhluk mungil dengan pipi tembemnya itu. Rambut sebahu dengan poni Dora nya mampu membuat siapapun akan terpikat menatapnya. Apalagi mata yang nampa sangat besar itu.
Dia adik yang Caisar besarkan dari bayi... Masih ingatkan siapa dia?
“Yasudah.. kalian Farel, Rafael anterin Prinses ya ke sekolahnya.. kakak sama kak Cessy juga berangkat. soalnya kita satu arah..” Ujarnya membuat dua adiknya itu mengangguk “Kalian ingetkan pesan kakak... jangan pulang lebih dari jam empat... dan ini buat jajan kalian..” Ujarnya memberikan uang sebesar tiga ribu rupiah pada satu persatu adiknya. Setelah berhenti didepan Prinses ia memberikan uang hanya dua ribu.” Ices dua ribu aja ya sayang. Soalnya kamu enggak boleh jajan banyak. Nanti sakit ya..” ujarnya menggendong adiknya sayang.
“Inces nggak suka jajan kok kak. Kan kalo Inces sakit kakak repot. Mau pinjem uang sana sini.. Inces enggak mau kakak-kakak sedih.. kemarin aja uangnya Inces tabung kok..”Ujarnya dengan polos.
"Tapi kayaknya nggak usah sih kak Kami jajan, mending beli beras aja ya..." Sahut Farel dan diangguki oleh kedua temannya ini. Karena memang mereka hari ini baru masuk disemester baru dan ajaran baru.
Caisar menggeleng. " Biar kakak kerja keras siang dan malam asal kalian bisa hidup layak dan kayak anak lain. Jangan sampek ketika orang makan gorengan kalian makan angin... Kakak Nggak bakal ikhlas liat adek kakak menyedihkan itu..." Ujar Caisar dengan menggeleng.
Caisar tau rasanya bagaimana ketika anak lain makan goreng dia hanya melihat. ketika orang lain makan es krim dia hanya menelan saliva. Dia pernah..! Dan dia sebagai kakak tak akan membiarkan hal itu terjadi pada adik adiknya.. Biar ia susah cari uang sekalipun ia akan tetap berjuang! Tanpa ibu atau ayah ia bisa.!
Keempat adiknya hanya menunduk dengan rasa sesak... " Rezeki udah ada yang mengatur.. Jangan takut menghadapi hari esok. Sebab meragukan hari esok sama saja meragukan Tuhan..Ingat ya...!" Ujar Caisar yang paham akan pikiran adik adiknya membuat adik adiknya itu mengangguk.
Caisar terkekeh sedih menatap adik-adiknya lalu memberikan Inses dengan Farel disambut adiknya.” Yaudah kak. Kita berangkat ya kak.. Assalamu’alaikum..” Ujarnya menyalami kakaknya itu.
“Bekalnya jangan lupa ya... dimakan nanti..” Ujarnya dengan adik-adiknya itu. Diangguki dengan adik-adiknya dengan patuh tak ada yang berani membantah karena mereka tau betapa besar perjuangan kakaknya menghidupkan mereka.
Oke.. perkenalkan adik-adik Caisar... adik pertanya Caisar bernama Cessy Alviano Mahardika... sang gadis yang lucu dan tomboy.. ia baru masuk kelas 1 dalam jalur beasiswa disalah satu SMA Negeri... banyak yang mendekatinya tapi Cessy type gadis yang tidak mau bergulat dengan cinta. Sebelum bisa membawa keluarganya bahagia. dia sosok yang mau memberikan cintanya kepada keluarganya dulu, baru dengan orang lain. tapi nanti ketika waktunya sudah tiba.
Adik Caisar yang kedua itu ada kembar. Nama mereka Rafael Alvaro Mahardika... Pria yang mengunakan baju yang selalu diluar. Alasannya, ia tak mau nampak menjadi goodboy. sebab yang berpenampilan Good boy belum tentu Good.. Dia juga tak ingin dibully sebab mereka miskin. Mereka harus semaksimal mungkin hidup kata Caisar.. Jangan sampai dibully hanya karena miskin. Mangkanya ia bersikap layaknya peran antagonis saja supaya bisa dihormati dan disegani.
Beda dengan kembarannya yang hanya berjarak satu menit saja lahirnya itu. Ia bernama Farel alviano Mahardika... pria yang bukan Goodboy atau fackboy atau Badboy.
Dia pria biasa saja. Hanya saja wajahnya luar biasa. matanya beda dengan kembarannya itu. Matanya berwarna hitam sedangkan kembarannya sedikit kebiru biruan
Adik terakhir bernama Cleo Alviano Mahardika tapi dipanggil prinses. Sebab ia adalah prinses dari mereka. Umurnya memasuki 6tahun.
.....
Langkah kaki Caisar sedikit lebih gesit karena ia harus jalan kaki dari rumah kesekolah, ia tak punya kendaraan. sepeda atau apapun itu ia tak punya... Apalagi jarak sekolah dan rumah cukup menguras tenaga...
Pras..
Hahaha....
Suara gelak meledak dikalah air tiba tiba saja menumpahkan seragamnya Caisar membuat Caisar tertegun. Caisar melihat seragamnya yang tadinya berwarna putih tulang itu sekarang berwarna kopi. Ia.menatap kesamping dan disana ada mobil Sport membuat ia diam seketika...
disana ada tiga pria tertawa terpingkal pingkal. " Woy miskin...! Gue baik kan.. Gue mandiin loe yang gue yakin loe belum mandi karena nggak mampu beli air...!" Ujar dari pria yang Caisar ingat jika dia adalah teman dari ketua geng itu.
Caisar diam dan kembali berjalan tanpa menghiraukan mereka. Membuang waktu. " Woy tuli..! loe denger nggak..!" Sekali lagi kepala Caisar dilempar dengan snack yang masih utuh membuat Caisar diam dan menatap snack itu.
ia diam dan berjongkok. Ia mengambil snack itu lalu berjalan membuat salah satu dari mereka turun dan mendekati Caisar... Karena tak terima dicueki oleh Caisar. " Woy miskin...! semiskin itu ya loe sampek ngabil makanan yang gue buang..! Sini balikin..!"
Dua temannya turun. Faro.. Alfi.. Dan Fadli.. Anak kaya raya yang suka sekali mengganggu Caisar sejak awal ia masuk. Tapi otaknya nol besar.. isinya tentang bokep semua cuy..!
" Gue tanya. Miskinan gue atau loe? Yang udah buang makanan terus dipungut.. " Ujar Caisar dengan sinis nya. " Dan sampahan mana yang mungut sampahnya sendiri?" Lanjutnya dengan dingin. Ia membuka snack itu dan membuangnya diselokan.. " Biar lebih rendah tu pungut di got! siapa tau otak kalian bisa dicuci sekalian kan.."
Semuanya menganga mendengarnya membuat mereka mau menjawab tapi Caisar sudah lebih dulu menyelah. " Oh maaf. Gue lupa..! Kan otak kalian kotor, mana bisa dicuci sama yang kotor... Temenan dong otak kalian sama god nanti haha... " Caisar terkekeh dengan sinisya...
.
.
.
.
Ini di up kemarin seharusnya. Tapi mager Maaf ye hehe. Tinggalin jejak ya..!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 202 Episodes
Comments
Devinta ApriL
Cleo😍😍😍
2022-11-30
0
KAISAR DEWA PENDOSA
anjai bokep gak tuh
2022-02-24
0
Juanda✨
okk gw udah tau
2022-01-26
0