Fino Alexander

Sementara Fino memasang wajah dingin dengan aura membunuh karena baru pertama kali ada seorang gadis yang membentaknya bahkan mengancamnya. Sungguh luar biasa gadis itu ia tidak tahu siapa Fino sebenarnya yang merupakan seorang mafia.

"Jangan biarkan gadis itu keluar dari kantor ini!" bentak Fino kepada bodyguard nya dengan kemarahan bagaikan seorang iblis. Lalu Fino kembali masuk keruangan nya dan menjatuhkan semua berkas yang ada di mejanya. Ia lalu bersandar di kursi kebesarannya.

"Baaaaik....tuan" ucap mereka tergagap karena baru kali ini ada yang membangunkan kemarahan tuannya. Kemudian mereka berlari mengejar Lexa.

Sementara Chiko mengintruksikan kepada semua bodyguard kantor untuk menangkap Lexa secepatnya dan bawa kehadapan tuan Fino . Ia tak habis pikir tuan Fino bisa marah besar kepada Lexa hanya masalah sepele.

Bencana besar nih. Batin Chiko.

Setelah itu Chiko masuk ke ruangan Fino yang tampak berantakan, lalu menghampiri Fino yang duduk di kursi kebesarannya sambil memejamkan matanya.

"Tenang kan dirimu tuan" ucap Chiko kepada Fino yang berdiri di samping nya.

"Apa kau sudah menangkap gadis itu hah!" ucap Fino dengan mata yang masih terpejam.

"Mereka sudah menangkap nona Lexa tuan" ucap Chiko.

Tak beberapa lama kemudian bodyguard yang diperintahkan untuk menangkap Lexa membawa Lexa ke ruangan Sang CEO. Lexa terus berteriak dalam Kungkungan para bodyguard, Lexa terus memberontak bahkan melakukan perlawanan dan sialnya ia menjatuhkan ponselnya sehingga ia tidak bisa menghubungi keluarganya bahkan tidak ada lagi yang bisa menolongnya.

Bodyguard menyeret paksa Lexa masuk ke ruangan Fino dan mendorongnya untuk bersimpuh di hadapan Fino. Dengan cepat Lexa kembali berdiri dan memperbaiki penampilannya yang berantakan dan menatap Fino dengan tatapan kebencian.

Fino yang melihat mangsanya ada di depan mata tertawa dengan lepasnya memenuhi ruangannya. Sementara Chiko dan para bodyguard hanya diam melihat aksi tuanya yang tidak sesuai logika.

Lexa merasa muak dengan tawa Fino. Ia hanya menyilangkan tangannya di depan dada.

Kemudian Fino mengintruksikan kepada Chiko dan para bodyguard untuk meninggalkan ruangannya. Lalu Fino memencet remote control untuk mengunci ruangannya. Kini tinggal Fino dan Lexa yang berada di ruangan itu dan tampak suasana ruangan itu menjadi menyeramkan.

"Kita mulai dari mana ya permainannya" ucap Fino yang terus berjalan mendekati Lexa sambil memasang sarung tangan, Lexa yang merasa waspada terus saja mundur kebelakang. Sementara Fino terus berjalan mendekati Lexa, Lexa pun berjalan mundur hingga terbentur di dinding. Fino berdiri di hadapan Lexa hanya beberapa centi saja. Fino menatap Lexa dengan tatapan mata elangnya. Lexa yang terus di tatap oleh Fino merasa gugup.

"Apa yang kau inginkan dariku" ucap Lexa dengan tatapan kebencian.

Sementara Fino hanya tersenyum sinis. Lalu menarik keras rambut Lexa. Lexa merasa kesakitan iapun tidak bisa melawan karena kedua tangannya terikat.

"Aku ingin menyiksamu terlebih dahulu setelah itu barulah aku akan membunuhmu" ucap Fino dingin dengan aura seorang mafia berdarah dingin dan kejam, Ia terus saja menarik rambut Lexa hingga beberapa helaian rambut panjang Lexa sudah terjatuh ke lantai. Lexa hanya menutup mulutnya mendapatkan siksaan dari Fino dan air matanya terus mengalir hingga membasahi wajahnya. Fino melihat Lexa menangis ia menghentikan aksinya.

"Bagaimana apa kau suka dengan permainanku" Ucap Fino

"Kau lelaki gila" ucap Lexa dengan mata memerah.

"Ya aku memang gila,......ha ha ha ha..... Kau tahu aku seperti ini karena keluarga mu" ucap Fino. Kemudian mencekal leher Lexa......

Aku begitu bodoh tidak mau mendengarkan ucapan Daddy dan ayah. Batin Lexa.

Lexa terbatuk-batuk dengan cekalan Fino yang tidak mau lepas di lehernya.

"Bunuh saja aku kalau itu keinginan mu" ucap Lexa yang hanya pasrah karena ia mendapatkan siksaan dari lelaki gila di hadapan nya.

"Baiklah jikalau itu keinginan mu" ucap Fino lalu mengeluarkan belati kecil dari saku jasnya.

Belati yang ia keluarkan ia arahkan ke leher Lexa. Sementara Lexa tampak ketakutan ternyata lelaki ini ingin membunuhnya.

"Tapi sayang kalau belati ini tidak mengenai wajah mu yang cantik ini" ucap Fino yang memegang wajah Lexa dan siap menggoreskan ke wajah Lexa.

"Hei jangan lakukan itu" ucap Lexa yang sudah ketakutan dan terlihat memohon.

Fino pun menghentikan aksinya dan kembali membuka suaranya.

"Aku tidak mengampuni musuhku, aku ingin membuat mu menjadi gadis yang cacat dan menderita" ucap Fino dan kembali mengarahkan belati kecil itu ke wajah Lexa.

"Jangan lakukan itu, tolong ampuni aku....

. hiks hiks hiks" ucap Lexa dengan tangisnya yang meminta pengampunan.

Fino tidak peduli dengan tangisan gadis di hadapannya. Lalu ia menusukkan belati itu ke mata Lexa.

"Aaakhhhhh..." teriak histeris Lexa hingga tak sadarkan diri. Kemudian Fino menghentikan aksinya tampak darah jatuh dari pelupuk mata Lexa hingga berceceran di ruangan itu kemudian Fino memeriksa nadi Lexa.

"Aku masih mengampuni mu nona, selamat menikmati kehidupan baru mu" gumam Fino.

Kemudian menyuruh anak buahnya untuk membawa Lexa keluar dari perusahaan nya dan menyuruh nya melakukan manipulasi kecelakaan atas kejadian yang menimpah Lexa.

Lalu Fino masuk ke dalam kamar pribadinya dan berjalan menuju toilet untuk membersihkan tubuhnya. Sementara 2 bodyguard nya membersihkan ruangannya. Setelah selesai mengerjakan pekerjaannya kedua bodyguard itu kembali berdiri di depan pintu ruangan sang CEO.

Fino tampak segar memakai pakaian santainya. Ia duduk bersandar di sofa sambil memegangi bingkai foto dirinya dan ayahnya.

"Aku sudah memberi pelajaran keluarga the Manik ayah" ucap Fino yang memegangi bingkai foto ayahnya. Tak terasa lelaki berdarah dingin itu meneteskan air matanya saat membayangkan kejadian di masa lalu.

Flashback on

Seorang anak lelaki berumur 8 tahun duduk di bangku taman di halaman gedung apartemen menunggu kedatangan sang ayah, ia adalah Fino kecil. Fino menunggu kedatangan ayahnya yang menjanjikan ia sebuah mainan. Fino terus menatap jalanan yang sering dilewati sang ayah. Ia begitu menyayangi sosok ayah sekaligus berperan sebagai ibunya, karena sosok ibunya telah meninggal pada saat Fino dilahirkan. Sampai hari mulai gelap Fino kecil masih saja setia menunggu kedatangan sang ayah yang tak lain adalah Leo anak buah dari Alex.

Fino kecil tetap pada pendiriannya bahwa ia akan setia menunggu kepulangan ayahnya. Akan tetapi udara yang begitu dingin hingga menusuk kulitnya iapun melangkahkan kakinya menuju apartemen yang berada di lantai 5. Fino kecil terus menaiki anak tangga menuju apartemen ayahnya. Setelah sampai ia pun membuka kulkas dan mengambil cemilan yang disediakan ayahnya.

Hingga pagi hari Fino mencari keberadaan ayahnya. Ia bertanya pada tetangga apartemen ayahnya dan mereka mengatakan tidak melihatnya. Hingga utusan tuan Alex menjemputnya dan membawanya ke sebuah tempat pemakaman umum yang telah di penuhi oleh orang-orang berpakaian hitam. Fino bertanya kepada mereka.

"Ayahku mana paman" ucap Fino.

Salah satu dari mereka mengatakan bahwa ayahnya sudah beristirahat tenang di alam sana.

Fino terus bertanya hingga ia melihat sebuah nisan bertuliskan nama ayahnya. Iapun menghampiri nisan sang ayah dan memeluknya dengan erat.

"Ayah....hiks......hiks...... ayah.... jangan tinggalkan aku,.....ayah....hiks" ucap Fino kecil dengan deraian air mata.

....

"Ayah....." ucap Fino yang tersadar dari lamunannya.

Flashback on

Bersambung.

Terpopuler

Comments

mika cahyaningrum

mika cahyaningrum

bukannya ibunya fino bernama ratu thor di episode awal saat alex dioperasi🙄

2024-08-13

0

Leli Noer Octavia

Leli Noer Octavia

aku tidak heran jika dia memiliki jiwa psikopat,karena latar belakang keluarga sekaligus masa lalunya 😔

2022-11-02

0

Tika Zah

Tika Zah

rada t nyambung carita teh

2022-05-15

0

lihat semua
Episodes
1 Awal mula
2 Kehancuran
3 Bersembunyi
4 Ziva yang malang
5 Menjalani Kehidupan Baru
6 Perkelahian di sekolah
7 Mereka berdua
8 Hukuman membawa berkah
9 Hadiah dari Kakek
10 Adventure sehari
11 Pertarungan
12 Amarah Ziva
13 Tuan Harris mulai bertindak
14 Ziva kelaparan
15 Rumah Baru
16 Perpisahan
17 Menuruti kemauan kakek
18 Hari yang melelahkan
19 Halte Bus
20 Fino Alexander
21 Khawatir
22 Ragu
23 Rumah Sakit
24 Perusahaan ZD Group
25 Harus Bisa
26 Tatapan membunuh
27 Darren Alexander Tiger
28 Pesta
29 Pesta 2
30 Lampion
31 Aku tidak mau tahu
32 Harus berpikir
33 Bertemu Kembali
34 Pengumuman
35 Di rundung
36 Ziva vs Darren
37 Mengetahui kebenaran
38 Gara-gara perjanjian
39 Menuju Kehancuran Perusahaan ZD Group
40 Kehancuran Perusahaan ZD Group
41 Kesedihan Ziva
42 Memulai usaha baru
43 Jadi bahan tertawaan
44 Merenovasi bangunan
45 Teman masa SMA (Raihan sang ketos)
46 Lagi-lagi Lelaki berbaju hitam
47 Semakin Dewasa
48 Fino jatuh cinta?
49 Berkenalan
50 Makan malam bersama
51 Menikahlah denganku
52 Rebutan Tissue
53 Terima kasih
54 Menjelang Ulang Tahun Alexander Group
55 Ulang tahun Alexander Group
56 Ceroboh
57 Kemarahan Darren
58 Musuhku yang sesungguhnya
59 Daerah Perbatasan
60 Berkumpul bersama
61 Sholat berjamaah
62 Tidak asing
63 Gadis cantik
64 Jangan Salahkan Aku
65 Terluka
66 Pemeriksaan
67 Di Ujung Tanduk
68 Perjodohan
69 Persiapan pernikahan
70 Menuju Akad
71 Sah
72 Berduka
73 Menolong
74 Jangan mendekat
75 Jangan tinggalkan aku
76 Tempat apa ini
77 Sebuah ciuman
78 Kabur
79 Fino pulang
80 Aku tidak berbuat apa-apa
81 Pertarungan kakak beradik
82 Dia Istriku
83 Pernikahan yang kedua kalinya
84 Menjadi Istri yang Baik
85 Aku ingin kau Hamil
86 Gara-gara Parfum
87 Salah Paham
88 Lebur seperti cendol
89 Merajuk
90 Tidak tahu jalan pulang
91 Aku membenci diriku
92 Aku membencimu tuan Alexander
93 Aku ingin pulang
94 Merindukanmu
95 Aku akan menjemputmu Zivanna
96 Meminta maaf
97 Ungkapan perasaan + Visual Pemain
98 Berusaha meminta restu
99 Ziva hamil ?
100 Titik terang
101 Pernikahan lagi
102 Menjadi istri seutuh mu
103 Menjadi Milikku
104 Siap menjadi ayah dan ibu
105 Kecemburuan Darren
106 Milan di jebak
107 Fino Bimbang
108 Kembalinya ke negara A
109 Hamil
110 Kekesalan Fino
111 Terbongkarnya kebusukan Sarah
112 Pernikahan Fino
113 Milan mempelai wanita nya
114 Tirai Pemisah
115 Memeriksa kandungan
116 Cobaan Ibu Hamil
117 Permintaan Ziva
118 Pencarian Sekretaris Baru
119 Teman Kecil
120 Rissa Ngamuk
121 Menjadi suami siaga
122 Jones Si Pemberani
123 Detik-detik persalinan Ziva
124 Lahirnya Buah Hati Kembarku
125 Promosi Novel Baru
126 Promosi Novel Baru
127 Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
128 Promosi Novel Baru ( Pernikahan Yang Terpaksa)
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Awal mula
2
Kehancuran
3
Bersembunyi
4
Ziva yang malang
5
Menjalani Kehidupan Baru
6
Perkelahian di sekolah
7
Mereka berdua
8
Hukuman membawa berkah
9
Hadiah dari Kakek
10
Adventure sehari
11
Pertarungan
12
Amarah Ziva
13
Tuan Harris mulai bertindak
14
Ziva kelaparan
15
Rumah Baru
16
Perpisahan
17
Menuruti kemauan kakek
18
Hari yang melelahkan
19
Halte Bus
20
Fino Alexander
21
Khawatir
22
Ragu
23
Rumah Sakit
24
Perusahaan ZD Group
25
Harus Bisa
26
Tatapan membunuh
27
Darren Alexander Tiger
28
Pesta
29
Pesta 2
30
Lampion
31
Aku tidak mau tahu
32
Harus berpikir
33
Bertemu Kembali
34
Pengumuman
35
Di rundung
36
Ziva vs Darren
37
Mengetahui kebenaran
38
Gara-gara perjanjian
39
Menuju Kehancuran Perusahaan ZD Group
40
Kehancuran Perusahaan ZD Group
41
Kesedihan Ziva
42
Memulai usaha baru
43
Jadi bahan tertawaan
44
Merenovasi bangunan
45
Teman masa SMA (Raihan sang ketos)
46
Lagi-lagi Lelaki berbaju hitam
47
Semakin Dewasa
48
Fino jatuh cinta?
49
Berkenalan
50
Makan malam bersama
51
Menikahlah denganku
52
Rebutan Tissue
53
Terima kasih
54
Menjelang Ulang Tahun Alexander Group
55
Ulang tahun Alexander Group
56
Ceroboh
57
Kemarahan Darren
58
Musuhku yang sesungguhnya
59
Daerah Perbatasan
60
Berkumpul bersama
61
Sholat berjamaah
62
Tidak asing
63
Gadis cantik
64
Jangan Salahkan Aku
65
Terluka
66
Pemeriksaan
67
Di Ujung Tanduk
68
Perjodohan
69
Persiapan pernikahan
70
Menuju Akad
71
Sah
72
Berduka
73
Menolong
74
Jangan mendekat
75
Jangan tinggalkan aku
76
Tempat apa ini
77
Sebuah ciuman
78
Kabur
79
Fino pulang
80
Aku tidak berbuat apa-apa
81
Pertarungan kakak beradik
82
Dia Istriku
83
Pernikahan yang kedua kalinya
84
Menjadi Istri yang Baik
85
Aku ingin kau Hamil
86
Gara-gara Parfum
87
Salah Paham
88
Lebur seperti cendol
89
Merajuk
90
Tidak tahu jalan pulang
91
Aku membenci diriku
92
Aku membencimu tuan Alexander
93
Aku ingin pulang
94
Merindukanmu
95
Aku akan menjemputmu Zivanna
96
Meminta maaf
97
Ungkapan perasaan + Visual Pemain
98
Berusaha meminta restu
99
Ziva hamil ?
100
Titik terang
101
Pernikahan lagi
102
Menjadi istri seutuh mu
103
Menjadi Milikku
104
Siap menjadi ayah dan ibu
105
Kecemburuan Darren
106
Milan di jebak
107
Fino Bimbang
108
Kembalinya ke negara A
109
Hamil
110
Kekesalan Fino
111
Terbongkarnya kebusukan Sarah
112
Pernikahan Fino
113
Milan mempelai wanita nya
114
Tirai Pemisah
115
Memeriksa kandungan
116
Cobaan Ibu Hamil
117
Permintaan Ziva
118
Pencarian Sekretaris Baru
119
Teman Kecil
120
Rissa Ngamuk
121
Menjadi suami siaga
122
Jones Si Pemberani
123
Detik-detik persalinan Ziva
124
Lahirnya Buah Hati Kembarku
125
Promosi Novel Baru
126
Promosi Novel Baru
127
Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
128
Promosi Novel Baru ( Pernikahan Yang Terpaksa)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!