Ziva merasa tidak nyaman dengan kehidupannya saat ini yang seperti tuan putri yang selalu dilayani oleh para pelayan wanita. Selain itu, tuan Harris sang kakek terlalu over protective terhadapnya dengan menggunakan bodyguard untuk melindungi Ziva dan itu membuat Ziva tidak nyaman karena buat apa ia latihan beladiri selama ini bila masih menggunakan bodyguard, bahkan tidak hanya itu kakeknya melarangnya memegang ponsel. Tapi memang sih sang kakek tidak pernah membelikan Ziva ponsel alasannya media sosial akan membuatnya jadi bodoh, kecanduan dan ia tidak ingin identitas cucunya di ketahui masyarakat luas. Sehingga saat ia masih tinggal di villa jika Ziva ingin menghubungi Sarah sahabatnya ia harus pinjam ponsel terlebih dahulu kepada Baron, miris bukan.Tapi kehidupannya saat ini yang mewah tidak menutup kemungkinan sang kakek mengijinkannya memegang ponsel. Bila Ziva ingin menelpon Sarah tuan Harris hanya berkata gunakan telpon rumah lebih aman.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Waktu terus berlalu dan tak terasa tepat hari ini adalah hari kelulusan Ziva. Seluruh siswa-siswi di sekolah favorit itu berkumpul dan tampak bahagia dengan hasil kelulusan yang mereka capai. Ziva, Sarah dan Raihan masuk dalam 10 lulusan terbaik di sekolah favorit itu dan mereka bebas memilih masuk ke universitas ternama di negara itu.
"Kita foto ziv" ucap Sarah yang mengeluarkan ponselnya.
"Ok" ucap Ziva.
Cekrek. Cekrek
"Wah hasilnya bagus. Ini akan jadi kenangan kita ziv" ucap Sarah senang.
"Hahahaha iya" tawa Ziva.
Sementara Raihan berada di lapangan basket bersama teman-temannya merayakan kelulusan mereka dengan bercanda gurau. Tak sengaja pandangan mata Raihan tertuju pada dua sosok sahabat yang sedang asyik berfoto yang tidak lain adalah Sarah dan Ziva. Raihan melihat jelas Sarah tampak bahagia dengan senyum yang merekah. Baru kali ini Raihan melihat senyum Sarah. Karena semenjak kejadian di villa ia tidak pernah melihat Sarah berkeliaran di luar kelas apalagi ke kantin sekolah. Ia sangat yakin Sarah menghindarinya bahkan benci terhadap nya. Walaupun ia sempat ke rumah Sarah untuk meminta maaf tapi Sarah tidak mempedulikannya.
"Ziva aku cuman ingin bilang, terima kasih!, karena selama ini kamu sudah jadi sahabat baikku dan menganggap ku sebagai saudaramu walaupun kita tidak memiliki ikatan darah" ucap Sarah dengan mata berkaca-kaca. Lalu memeluk Ziva.
"Kau ngomong apaan sih, kau itu sudah aku anggap sebagai saudaraku. Aku dan kau akan berjuang demi meraih cita-cita kita bersama bahkan kalau perlu kita bekerja di tempat kerja yang sama" ucap Ziva. Sambil melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata Sarah.
"Aku akan pergi meninggalkan negara ini ziv...... Aku akan pergi ke negara asal kelahiranku dan disana aku kembali melanjutkan pendidikanku" ucap Sarah dengan mata yang memerah.
Ziva yang mendengar ucapan sahabatnya merasa terpukul karena hanya Sarah sahabat satu-satunya yang ia miliki.
"Berarti kita berpisah karena kau akan meninggalkan aku" ucap Ziva sendu.
"Kita pasti akan bertemu kembali ziv entah waktu yang akan menjawabnya, lagian kita masih bisa berkomunikasi lewat ponsel atau telpon rumah" ucap Sarah.
"Semoga kita bisa bertemu lagi ya" ucap Ziva yang tidak rela sahabatnya meninggalkannya.
"Ya sudah ziv, aku duluan ya mobil ayahku sudah ada di depan pintu gerbang" ucap Sarah yang mulai berjalan lambat.
Ziva yang melihat Sarah berjalan ke luar sekolah tampak tidak rela berpisah dengan sahabatnya kemudian ia menyusulnya lalu memeluknya dari belakang.
Hiks hiks hiks tangis Ziva.
Sementara siswa-siswi yang melihat mereka hanya saling bingung.
Kemudian Sarah berbalik dan menenangkan terlebih dahulu sahabatnya. Baru kali ini ia melihat Ziva jadi mewek padahal Ziva terkenal sosok gadis yang tegas dan tidak mudah menangis.
"Sudah nggak usah nangis kamu jadi jelek" goda Sarah.
Baron dan kedua bodyguard mendekat ke arah mereka karena melihat Ziva sedang menangis.
"Non Ziva terluka?" tanya Baron
"Nggak kok om. Ini ni ulahnya Sarah" ucap Ziva sambil menunjuk Sarah.
Kemudian Baron dan kedua bodyguard itu melihat ke arah Sarah.
Sarah yang menjadi objek pandangan mereka mengangkat tangan dan menggelengkan kepalanya bahwa ia tidak berbuat apa-apa.
Setelah melihat Ziva tampak ceria lagi dengan candaan baron, lalu Sarah berpamitan kepada mereka.
"Ya sudah ziv, om Baron aku pergi dulu semoga kita bisa berjumpa lagi" ucap Sarah.
"Iya sar, jangan lupa kabarin aku bila kau sudah sampai di sana" ucap Ziva.
"Ok" ucap Sarah. Lalu berjalan menuju mobilnya yang dari tadi terparkir di depan pintu gerbang sekolah itu.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Di tempat lain
Sementara di negara B tampak sosok gadis cantik dan seksi sedang shopping di mall bersama kedua sahabatnya. Ia sedang memilih baju dan tas mewah edisi terbaru.
Setelah selesai memilih mereka berjalan ke kasir untuk melakukan transaksi pembayaran.
Lalu mereka bertiga berjalan bak model ke luar dari mall. Para pengunjung mall yang melihat mereka pangling akan kecantikan mereka bertiga. Lexa memancarkan senyum manisnya melewati para pengunjung yang terus memperhatikannya.
Namun salah satu pengunjung mall sedang berjalan terburu-buru hingga menyenggol Lexa sehingga keseimbangan tubuh Lexa oleng apalagi dengan sepatu high heels yang tingginya 12 centi membuat ia terjatuh dan menjadi bahan tontonan para pengunjung mall. Lexa kesal dengan pengunjung yang menyenggol nya bahkan tidak meminta maaf kepadanya dengan gerakan cepat Lexa melepaskan high heelsnya dan melemparnya ke arah orang yang menyenggol nya dan tepat sasaran juga karena mengenai punggung orang itu dan pada saat berbalik ternyata seorang pemuda tampan. Lalu pemuda itu berjongkok dan mengambil sepatu high heels Lexa kemudian ia berjalan kembali tanpa mengucapkan satu kata pun.
Sementara kedua sahabatnya hanya bengong melihat ketampanan pemuda tadi yang menurut mereka idola kaum hawa lalu mereka hanya tersenyum melihat kepergian pemuda itu.
"Hei balikin sepatu aku" ucap Lexa berteriak.
Sementara lelaki itu tidak menoleh sedikitpun mendengar teriakkan Lexa.
"Sial! pemuda itu menyebalkan, awas saja kamu akan bertekuk lutut dan memohon permintaan maaf kepadaku" gumam Lexa dengan perasaan kesal bercampur malu kemudian melepas sepatu high heels di kaki satunya dan melemparnya ke sembarang arah.
Sementara pengunjung yang lewat saling berbisik-bisik bahkan beberapa dari mereka mendokumentasikan melalui rekaman video.
"Hei kalian bubar" ucap Lexa pada pengunjung mall yang masih memperhatikan nya.
"kalian berdua tolongin aku" bentak Lexa kepada sahabatnya.
"Eeh iya" ucap mereka lalu memapah Lexa yang nyeker untuk berjalan.
"Kita duduk di situ dulu" ucap Airin menunjuk kursi panjang.
"Iya cepetan, bokong dan kaki aku sakit nih" ucap Lexa yang kesakitan.
"Sabar tuan putri" ucap Hanum.
Lalu mereka memapah Lexa kemudian mendudukkannya di kursi panjang.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
GuGuGaGa_90
anak angkat x sedar diri...hrmmm
2023-10-25
0
Nur Syah
sudah anak angkat TDK tau diri lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-01-10
0
Andayani Ahmat
hmmm dsar alexa centil, dn sk cantik..
2022-02-09
0