Ziva menerima dengan senang hati 2 kantong kresek yang berisi makanan dan minuman hangat yang berupa burger dan Roti kering untuk minuman hangat yaitu teh hijau yang merupakan minuman legendaris masyarakat setempat di daerah itu.
Sebelum memakan makanan itu tak lupa Ziva membaca doa dalam hati lalu menyantapnya dengan rakus karena ia sangat lapar tanpa memperdulikan disekitarnya. Sementara tuan Harris yang duduk di sampingnya hanya tersenyum melihat tingkah cucunya.
Hanya beberapa menit makanan yang disantap Ziva habis. Kemudian tuan Harris menyodorkan tissue kepada Ziva karena cucunya terlihat seperti anak kecil yang habis makan.
"Aah terima kasih kek" ucap Ziva. Lalu melap bibirnya yang belepotan makanan menggunakan tissue.
Groaak. Bunyi sendawa Ziva.
Ziva merasa malu dan menutup mulutnya karena bisa-bisanya ia bersendawa di dalam mobil. Tuan Harris yang mendengar sendawa ziva tertawa-tawa terpingkal-pingkal. Sementara Baron dan Jonoh hanya tersenyum tipis didepan karena mereka tidak ingin membuat Ziva jadi bahan ejekan. Ziva tidak ingin merasa canggung di dalam mobil akibat ulahnya sendiri lalu ia pun membuka suara karena ia sangat penasaran dengan kakeknya.
"Oh iya kek, ini mobil siapa?" tanya Ziva pada tuan Harris, karena dari tadi ia penasaran dengan semua ini.
"Ini mobil kakek" jawab tuan Harris.
Ziva tidak percaya dengan ucapan sang kakek.
"Kakek pasti pinjam ya" kekeh Ziva.
"Ini punya kakek, nanti kau sendiri akan tahu siapa kakek sebenarnya" ucap tuan Harris.
Kemudian Ziva diam dan tak ingin lagi mengobrol dengan sang kakek karena ia sekarang sangat mengantuk. Berkali-kali Ziva menguap dan tanpa sadar ia bersandar dipundak sang kakek.
"Lebih baik kau tidur nak, nanti kakek yang bangunin kau" ucap tuan Harris. Sementara Ziva mulai memejamkan matanya karena kantuknya tidak bisa diajak kompromi.
….......…..........
Sementara Raihan mengendarai motor cross nya dengan kecepatan tinggi karena hari sudah berganti malam ditambah hujan mulai mengguyurnya dan tiupan angin yang cukup kencang membuat ia kesulitan mengendarai motornya dan itu menandakan bahwa terjadi cuaca buruk di tempat itu. Sarah dengan kesal harus berpegangan erat di pinggang Raihan.
Pasti lelaki ini mencari kesempatan dalam kesusahan yang aku alami. Batin Sarah.
Mereka berdua basah kuyup dan kedinginan diatas motor Kemudian Raihan menepikan motornya di sebuah gerbang villa yang cukup mewah. Dan tampak satpam membukakan pintu gerbang untuk mereka. Villa mewah itu merupakan villa orang tua Raihan.
"Silahkan masuk tuan Raihan" sapa satpam villa itu ramah.
Raihan tidak menggubris omongan sih satpam. Ia terus melajukan motornya lalu memarkirkan motornya di teras villa itu. Kemudian Sarah hanya diam dan merasa waspada kepada Raihan yang membawanya ke villa itu.
"Ayo masuk" ucap Raihan pada Sarah dengan bibir yang memucat.
"Nggak deh kau saja yang masuk, nanti kau apa-apain aku" tolak Sarah dengan pikiran negatif.
"Hah sok kepedean kau, lagian kau itu bukan tipe aku. Ya sudah kalau tidak mau masuk "ucap Raihan yang berlalu meninggalkan Sarah.
Saat membuka pintu utama villa itu Raihan disambut oleh wanita paruh baya yang seumuran dengan ibunya yang merupakan penjaga villa itu yang bernama mbok sri.
"Silahkan masuk tuan muda" ucap mbok sri.
"Hemm" gumam Raihan. Lalu berjalan menaiki anak tangga menuju kamar yang sering ia tempati bila mampir ke villa itu
Saat mbok sri ingin menutup pintu. Ia melihat sosok gadis berhijab yang kedinginan di teras villa itu. lalu mbok sri mendekati Sarah.
"Nona teman tuan Raihan ya?" tanya mbok sri dengan ramah.
"Iya Bu"ucap Sarah.
"Ayo masuk non di luar hujan nanti non masuk angin apa lagi baju non sudah basah kuyup" ucap Mbok sri.
Sarah pun mendengarkan ucapan mbok sri mereka berjalan ke sebuah kamar lantai dasar yang merupakan kamar khusus tamu atau keluarga jauh mereka yang ingin menginap di villa itu.
"Lebih baik non mandi dulu dan untuk baju ganti non bisa pakai baju di dalam lemari itu kalau begitu mbok mau nyiapin makanan dulu buat tuan Raihan dan non....." ucap mbok sri yang tidak mengetahui nama Sarah.
"Sarah mbok" ucap Sarah.
"Ya sudah mbok tinggal ya" ucap Mbok sri.
Kemudian Sarah mengambil handuk yang telah diberikan mbok sri lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah selesai mandi tak lupa Sarah menunaikan shalat lima waktunya.
Bersambung....,....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Andayani Ahmat
wow, nggk akn lma pasti ziva tau dngan identits nya..
2022-02-09
0
Elis Siregar
kakek akan buka jati dirinya...
2021-09-29
1
Aisyah Zhifara
jodoh sarah raihan
jodoh ziva yuda😍😍
2021-09-23
0