Ziva baru saja selesai menjalankan shalat Subuh berjamaah dengan sang kakek di ruangan khusus layaknya sebuah mushola di lantai dasar. Setelah itu Ziva melakukan olahraga kecil dengan berlari menaiki anak tangga beberapa kali dan lanjut push up dan sit up untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku. Setelah dirasa cukup olahraga kecilnya barulah Ziva membersihkan tubuhnya dan kini ia sudah berpakaian rapi dengan kemeja putih dan celana jeans longgar dipadukan hijab pashmina biru lalu memakai sepatu sneakers putih dan tak lupa tas ransel yang menjadi tas favoritnya.
Ziva melihat sang kakek sudah berada di meja makan sambil memakan sarapannya. Lalu ia bergegas menghampiri sang kakek.
"Pagi kek" ucap Ziva sambil mencium pipi sang kakek.
"Ayo nak sarapan dulu" Ucap tuan Harris yang terlihat berpakaian rapi.
Lalu Ziva memakan sarapannya berupa sandwich dan jus wortel.
"Makan yang banyak nak karena hari ini hari pertama kamu masuk kuliah dan semangat berjuang" ucap Tuan Harris.
Ziva hanya mengangguk karena makanan memenuhi mulutnya.
Setelah selesai acara sarapannya mereka berdua berjalan menuju pintu utama dan tampak mobil mewah terparkir rapi di depan halaman rumah.
Disana sudah ada Baron dan Jonoh berdiri di samping mobil. Saat melihat mereka mendekat Baron dan Jonoh menundukkan kepalanya sebagai penghormatan kepada mereka.
"Silahkan masuk tuan" ucap Baron kepada mereka berdua yang sedang membukakan pintu mobil.
Kemudian Ziva dan tuan Harris masuk ke dalam mobil dan mobil melaju melewati jalan raya yang ramai dengan banyaknya kendaraan yang melintas.
"Terima kasih ya kek" ucap Ziva yang memegang lengan kakeknya.
"Hemm" ucap tuan Harris yang tersenyum dengan wajah yang terlihat keriput.
Karena sesuai perjanjian ia dengan kakeknya bahwa selama ia berkuliah kakeknya tidak perlu lagi melakukan pengawalan, tidak lagi diantar jemput bahkan iapun diberikan kebebasan memegang ponsel. Tapi hari ini ia harus diantar karena kakeknya yang memaksa ia pergi barengan karena jalur yang mereka lewati searah.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah gedung dengan desain gaya arsitektur melingkar seperti stadion bola dan tampak megah yang menjulang tinggi dengan beberapa lantai. Gedung itu merupakan kampus university ternama di negara itu dan tampak dipenuhi oleh mahasiswa yang lalu lalang memasuki gedung kampus itu.
Ziva menyalami tangan kakeknya dan meminta doa semoga ia diberikan kelancaran di hari pertama ia kuliah lalu turun dari mobil dan berjalan memasuki area kampus itu. Banyaknya mahasiswa khususnya para lelaki menatap Ziva yang membuat ia pangling adalah kecantikan Ziva bagaikan seorang dewi. Tidak hanya itu Ziva yang terus berjalan tampak risih dengan para lelaki yang mungkin senior terus berjalan di belakang Ziva bahkan meminta no ponsel Ziva. Sementara Ziva tidak peduli dengan kelakuan mereka karena seandainya hari ini bukan hari pertama ia kuliah ia pasti sudah menghajar mereka. selain itu, tata tertib kampus yang ketat bahwa bagi mahasiswa yang melakukan perkelahian langsung DO dari kampus itu.
Kemudian Ziva memasuki sebuah lift yang sudah dipenuhi beberapa mahasiswa dan lift itu melaju naik menuju lantai yang dituju. Tepat lantai 3 lift itu berhenti dan tertuju pada sebuah ruangan yang merupakan ruangan untuk jurusan Manajemen bisnis. Lalu Ziva berjalan memasuki ruangannya yang hampir dipenuhi oleh mahasiswa jadi Ziva hanya memilih duduk di kursi paling belakang karena kursi bagian depan sudah terisi semua.
Tak beberapa lama kemudian sang dosen pria memasuki ruangan itu dan berjalan menuju mimbar kemudian menyuruh mahasiswa untuk mengerjakan kuis yang diberikan.
🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara di Kediaman Alvin
Semenjak kejadian kecil yang menimpa Lexa beberapa hari belakangan terakhir tukang urut wanita yang begitu terampil mampu membuat saraf persendian Lexa kembali seperti semula semua itu berkat saran dari nyonya Ira. Tidak hanya itu Tuan Alvin beserta Riko belum terlalu puas dengan hasil kerja wanita itu iapun kembali menghubungi dokter pribadinya dan menyarankan Lexa untuk beristirahat selama 3 hari. Lexa yang tampak bosan tinggal di rumah hampir lupa dengan jadwal ia akan magang.
Sehingga pada pagi hari ini tampak Seorang gadis yang tak lain adalah Lexa begitu heboh di kamarnya karena ia bangun kesiangan di tambah lagi hari ini hari pertama ia magang di sebuah perusahaan ternama di negara B yaitu Perusahaan Alexander Group yang menjadi perusahaan saingan Tuan Alvin. Setelah berpakaian rapi dengan pakaian hitam putih iapun tak lupa memakai pewarna bibir lalu ia berjalan masuk ke dalam lift yang akan membawa ia ke lantai dasar.
Tinggal nyonya Ira dan Tom yang masih menikmati sarapannya. Lalu Lexa menghampiri mereka.
"Aku pamit dulu bun" ucap Lexa yang menyalami tangan nyonya Ira.
"Tidak sarapan" ucap nyonya Ira. Yang melihat Lexa berjalan terburu-buru.
"Tanggung Bun, aku bisa telat" ucap Lexa yang berteriak.
"Ya sudah hati-hati di jalan nak" ucap nyonya Ira dengan suara teriakkan.
Sementara Tom hanya diam menikmati sarapannya. Setelah itu ia pun pamit kepada nyonya Ira.
Tom yang melihat Lexa masih berada di garasi rumah itu terlihat kesal dan kesulitan menyalakan mesin mobilnya.
"Butuh bantuan tuan putri" ucap Tom yang bersandar di mobilnya.
Lexa tidak butuh bicara ia langsung ke luar dari mobilnya kemudian masuk ke dalam mobil Tom. Tom yang melihat Lexa duduk diam menyuruhnya membuka bungkusan yang berisi buah-buahan segar. Kemudian mobil melaju dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan Alexander Group.
Kini mereka sampai di depan gedung perusahaan Alexander Group. Lalu Lexa keluar dari mobil Tom.
"Terima kasih Tom" ucap Lexa yang memperbaiki penampilannya di kaca spion mobil Tom.
"Hemm, eeh kalau ada masalah cepat hubungi aku, karena paman Alvin dan om Riko tidak ingin kau celaka" ucap Tom.
Karena baik Tom, tuan Alvin dan Riko tidak setuju Lexa magang di perusahaan musuhnya hanya nyonya Ira yang menyakinkan mereka bahwa Lexa bisa menjaga dirinya sendiri.
"Siap boss" ucap Lexa tersenyum dengan memperlihatkan deretan giginya yang tersusun rapi.
Tom kemudian menyalakan mesin mobilnya dan kembali berkendara menuju Perusahaan Tuan Alvin. Lalu Lexa berjalan bak model memasuki perusahaan itu. Saat tiba di bagian resepsionis ke tiga staf wanita memasang wajah jutek dan terlihat iri melihat penampilan Lexa yang begitu cantik dan anggun.
"Ruangan Divisi keuangan di mana ya mbak?" tanya Lexa pada staf wanita itu.
"Untuk ruangan Divisi keuangan berada di lantai 30 mbak" ucap salah satu dari mereka. Sementara teman satunya terlihat berbisik-bisik.
"Makasih ya mbak" ucap Lexa ramah.
Setelah melihat kepergian Lexa memasuki lift mereka bertiga tertawa kemenangan karena sudah membohongi anak magang itu.
Lift yang membawa Lexa berhenti di lantai yang di tuju yaitu lantai 30 yang merupakan lantai khusus CEO di perusahaan itu. Lexa keluar dari lift dan berjalan celingak-celinguk.
Kok sepi mana karyawannya, terus Hanum dan Airin mana sih. Batin Lexa.
Lexa terus berjalan menyusuri lorong di lantai 30 itu hingga ia melihat Sebuah pintu ruangan yang terbuka. Tanpa berpikir panjang Lexa memasuki ruangan itu, tapi belum sempat memasuki ruangan itu seorang penjaga keamanan menghalangi langkah Lexa.
"Maaf Nona ini khusus ruangan CEO, tidak sembarangan orang bisa masuk ke ruangan ini" ucap penjaga keamanan itu.
"Oh begitu ya pak, aku pikir ini ruangan Divisi keuangan" ucap Lexa.
Sial ternyata wanita tadi mengerjai ku. batin Lexa.
"Ruangan Divisi keuangan berada di lantai 3 nona, jadi sebaiknya anda cepat meninggalkan tempat ini" ucap penjaga keamanan itu.
"Baik pak, permisi" ucap Lexa kemudian memasuki lift kembali.
Kini Lexa sudah bergabung dengan kedua sahabatnya dan mereka membantu Pak Hardi yang merupakan Divisi keuangan untuk melakukan audit mengenai pengeluaran dan pemasukan perusahaan. Hanum dan Airin sudah mengerjakan pekerjaannya dan ia mengajak Lexa ke kantin kantor karena waktu menunjukkan jam makan siang. Sementara Lexa yang belum menyelesaikan pekerjaannya terpaksa ia menunda makan siangnya.
"Tuan putri, hentikan semua pekerjaan ini, urusan perut lebih diutamakan" ucap Hanum.
"Kalian duluan saja, entar aku nyusul" ucap Lexa yang masih fokus mengerjakan pekerjaannya.
"Ya sudah kami duluan, sekalian cari karyawan ganteng buat di ajak pulang" ucap Hanum dengan gaya centilnya.
"Ya sekalian CEO nya deh" ucap Airin.
"Lebih baik kalian pergi, jangan gangguin aku" ucap Lexa yang memukul mereka dengan tumpukan kertas.
"Aah iya, bye" ucap mereka kompak.
Lexa terus menghitung selisih jumlah pemasukan perusahaan itu yang terus saja salah, lalu kembali ia menghitung dan akhirnya bisa seimbang. Lexa bernafas lega.
"Huff" gumam Lexa yang meregangkan otot-ototnya yang kaku.
"Astaga waktu istirahatnya tinggal 15 menit" gumam Lexa kesal. Iapun menghubungi sahabatnya untuk nitip makanan karena perut ia mulai keroncongan.
Saat Lexa ingin ke toilet ia dihentikan oleh langkah seorang wanita.
"Mbak bernama Lexa?" tanya karyawan wanita itu.
"Iya saya sendiri ada apa ya" ucap Lexa.
"Begini mbak sekertaris Tuan CEO memanggil mbak ke ruangan CEO sekarang" ucap Karyawan wanita.
Aduh apalagi sih, mana sempat makan siang kalau seperti ini, ternyata hari ini hari yang melelahkan. Batin Lexa.
Bersambung........
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Key
kasih boom like untuk cerita bestnya👌
2022-11-30
1
@. mm03
lexa adek nya ziva ya kak author
2021-10-12
0
hiatus
bestnya ada cerita tentang muslim yang tomboy
2021-10-06
0