"Tasku mana" ucap Lexa kepada kedua sahabatnya.
"Aah ini, aku hampir lupa...... hehehe" ucap Hanum yang mengalungkan tas Lexa di lehernya.
"Berikan padaku" ucap Lexa.
Lalu Hanum melepaskan tas Lexa yang bertengger di lehernya. Kemudian Lexa membuka tasnya lalu mengambil ponselnya.
Ia pun menghubungi keluarga terdekatnya.
Tak beberapa lama kemudian sebuah mobil sport terparkir di parkiran mall. Lalu keluarlah sosok pemuda yang kharismatik dengan penampilan setelan jas lengkap dengan kaca mata hitam bertengger di hidung mancungnya berjalan menuju Lexa.
"Akhirnya kau datang juga, aku dari tadi menghubungimu Tom, pasti ayah yang mengutusmu kesinikan" oceh Lexa.
"Iya, om Riko yang menyuruhku kesini bawel" timpal Tom. "Terus masalah kamu apa, sampai aku harus menyusul mu" ucap Tom sambil menyilangkan tangannya di depan dada.
"Tadi ada pengunjung pemuda yang membuat aku terjatuh bahkan dia tidak meminta maaf padaku"'ucap Lexa dengan geram.
"Ooh begitu masalahnya, terus aku harus menangkap orang itu dan menyuruhnya meminta maaf dihadapanmu" ucap Tom.
"Hemm" ucap Lexa disertai anggukan.
"Ya sudah lebih baik kita pulang ke rumah biar anak buah ku yang mengurusnya" ucap Tom.
"Aku tidak bisa berjalan" ucap Lexa manja.
Tom membuka jasnya lalu melingkarkan di pinggang Lexa karena baju yang Lexa kenakan terlihat seksi, kemudian mengangkat tubuh Lexa dan menggendongnya masuk ke dalam mobil.
Sementara kedua temannya mengikuti di belakang sambil membawa beberapa paper bag belanjaan Lexa.
"Kalian mau ikut" tawar Tom kepada kedua sahabat Lexa.
"Tidak kak, Kami barengan" ucap mereka kompak.
"Ya sudah aku duluan" ucap Tom. Kemudian masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin mobilnya dan berlalu meninggalkan tempat itu.
Sepanjang jalan hanya keheningan di dalam mobil itu. Tom yang fokus berkendara sedikit-sedikit menoleh ke samping yang melihat Lexa tampak murung.
Tak terasa mobil yang membawa mereka sampai di depan rumah mewah dengan tiga lantai yang merupakan rumah Alvin. Baik Lexa maupun Tom sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga Alvin. Lexa dan Tom tumbuh bersama di rumah itu bahkan mereka seperti kakak beradik walaupun beda orang tua. Lexa adalah anak Riko yang merupakan tangan kanan Alvin dan Tom adalah anak Doni yang merupakan asisten sekaligus anak buah Alvin.
Tom kembali mengangkat tubuh Lexa dan menggendongnya menuju kamarnya.
Sementara nyonya Ira yang melihat mereka menyusul di belakangnya.
"Lexa kenapa Tom?" ucap nyonya Ira yang melihat Lexa berbaring di ranjangnya.
"Lexa habis di senggol orang bibi, terus ia terjatuh membuat pinggang nya encok" ucap Tom dengan gaya bicaranya yang ngegas.
"Ayo kita ke rumah sakit" ajak nyonya Ira yang tampak khawatir.
"Nggak usah Bun, besok pasti sudah mendingan" ucap Lexa.
"Ya sudah Tom kamu cari tukang urut wanita buat ngurut pinggang Lexa" ucap Nyonya Ira.
"Baiklah bibi" ucap Tom. Tapi sebelum Tom benar-benar pergi ia sempat berkata "aku harus menangkap orang itu secepatnya agar dia bertanggung jawab kepadamu" ucap Tom sambil menunjuk Lexa.
Lexa hanya cemberut.
"Tanggung jawab buat apa Tom " ucap nyonya Ira. Akan tetapi Tom sudah pergi meninggalkan kamar itu.
"Jangan dengerin Bun Tom selalu ngomong ngacau" ucap Lexa.
"Ya sudah nak kamu istirahat dulu, bunda mau ambilin kamu makanan" ucap nyonya Ira.
"Nggak usah Bun, tadi Lexa sudah makan siang di restoran bareng sahabat Lexa" ucap Lexa.
"Ya sudah bunda tinggal dulu, mau selesaikan masakan bunda. kamu istirahat saja biar bunda bangunin kamu jika tukang urutnya datang" ucap nyonya Ira.
Lexa hanya mengangguk.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Sementara di tempat lain tepatnya negara C
"Ziva kakek sudah daftar kan kamu masuk di university terbaik di negara ini"ucap tuan Harris.
"Tapi kek Ziva pingin jadi atlet taekwondo" ucap Ziva.
"Kamu tidak perlu jadi atlet taekwondo cukup menguasai ilmu bela diri taekwondo tak perlu jadi atlet. Siapa nantinya yang akan mewarisi perusahaan kakek dan hanya kamu cucu kakek satu-satunya" ucap tuan Harris.
Semenjak mereka pindah ke rumah baru, tidak lebih tepatnya karena beberapa puluhan tahun rumah itu atas nama tuan Harris. Tuan Harris menceritakan semua tentang dirinya dan kekayaan yang ia miliki di negara ini kepada cucunya Ziva.
"Kalau begitu terserah kakek saja, Ziva akan menuruti kemauan kakek" ucap Ziva yang tidak ingin membantah kakeknya yang semakin hari makin tua dan bisa saja meninggalkan ia di bumi ini.
"Baiklah besok, hari terakhir pemberkasannya lengkapi berkas kamu dan kakek bangga terhadap mu karena kamu akan berkuliah di kuliah ternama itu dengan jalur beasiswa" ucap tuan Harris.
Karena pada saat mendaftarkan Ziva dan ingin membayar biaya administrasi pihak kampus menyatakan Ziva di terima dengan jalur beasiswa. Tidak tanggung-tanggung biaya masuk ke kampus itu mencapai ratusan juta. Walaupun tuan Harris kaya raya tapi ia sangat bangga terhadap cucunya yang berprestasi. Jadi tuan Harris memilih menjadi donatur di kampus itu untuk mahasiswa yang kurang mampu tetapi berprestasi.
Bersambung...........
Sedikit informasi buat para pembaca setia Mafia Vs Gadis Bercadar.
Kalian pasti merasa heran judulnya kok bercadar tapi sampai sekarang pemeran utama wanitanya belum bercadar....ya sabar tunggu saja beberapa episode selanjutnya. Dan untuk pemeran utama pria nya masih on the way belum keluar dari sarangnya...😂
Jadi mohon berikan support nya berupa like, comment, vote dan jangan lupa favoritkan. Biar akqyu semangat nulisnya ✍️ 🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Nur Syah
mainkan Thor sesaon 2 nya ❤️❤️❤️❤️❤️👍👍👍👍👍
2023-01-10
1
Ade
thor jujur aku suka banget ceritanya, bagus wanitanya muslimah yg bercadar
2022-11-28
1
Umiatul Azizah
tau aja Thor🤣😅
2022-04-17
0