Hari mulai gelap dan matahari sudah terbenam bersembunyi di tempatnya. Raihan bersama temannya pulang bersama melewati jalan yang dilewati oleh Ziva. Ia seperti konvoi dengan iringan motor bersama ke lima temannya layaknya akan melakukan turing. Mereka tampak bahagia dan bercanda gurau di atas motor.
Raihan mengendarai motor cross nya dengan nyaman sambil menghirup udara segar dari pohon rindang yang mereka lewati di pinggir jalan. Raihan beserta temannya mendengar suara perkelahian lalu mereka mulai melajukan motornya ke arah suara perkelahian itu. Mereka semua mengedarkan pandangannya dan melihat di depan jalan terjadi perkelahian.
"Rai bukanya itu Ziva ya, lihat itu lelaki yang selalu menunggu Ziva di sekolah" ucap Aldi sambil menunjuk ke depan.
"Ayo kita pulang, itu bukan urusan kita lagian Ziva sok jagoan" ucap Raihan acuh.
Mereka melajukan motornya melewati Ziva yang masih melawan para anggota Yuda. Yuda mengendarai motor cross nya dengan lambat sambil melirik Ziva yang sedang bertarung habis-habisan melawan anggota Yuda. Sementara temannya sudah jauh di depan.
Pada saat Raihan ingin menyusul mereka. Yuda sempat mendengar suara wanita yang sedang menangis dan memohon lalu Raihan mematikan mesin motornya dan mencari asal suara itu. Raihan berjalan menyusuri hutan dan melihat sosok gadis yang terisak dan ketakutan pada lelaki yang akan menyakitinya lalu Raihan mendekat ke arah mereka.
Yuda tidak peduli dengan tangis gadis dihadapannya dan langsung saja ia mengarahkan pisaunya ke wajah Sarah dan siap menusuknya.
"Hentikan" Ucap seseorang dengan suara lantang nya. "Beraninya kau melawan seorang gadis" ucap seorang pemuda yang tak lain adalah Raihan.
"Jangan ikut campur kau" ucap Yuda marah.
Lalu kedua anggota Yuda terlebih dahulu menyerang Raihan. Sementara Raihan yang tidak terlalu jago bela diri dengan senang hati melawan mereka. Raihan meninju wajah anggota Yuda hingga darah segar mengalir dari bibir lelaki itu. Lalu teman satunya ingin menghajar Raihan dari belakang untungnya Raihan bisa menghindar lalu menarik tangan lelaki itu dan menubruknya dengan teman nya hingga mereka oleng.
Kemudian Raihan kembali menghajar mereka dengan taktik yang licik sehingga mereka tidak sadar menghajar temannya sendiri, kedua anggota Yuda terjatuh. Saat mereka ingin berdiri Raihan jungkir balik dan menendang kepala lelaki itu hingga terkapar di tanah. Sementara teman satu nya ingin kabur dengan cepat Raihan berlari dan menendang punggung lelaki itu hingga terjatuh ke tanah, lalu Raihan menginjakkan kakinya di tangan lelaki itu dengan keras hingga lelaki itu kesakitan dan minta ampun.
Yuda yang melihat anggota nya sudah tidak berdaya mulai melawan Raihan dengan belati yang ia pegang dan terus mengarahkan belati itu ke perut Raihan dan untungnya Raihan bisa menghindar. Lalu Raihan menangkap tangan Yuda yang memegang pisau belati dan memelintirnya kebelakang.
"Kau beraninya melukai seorang gadis" ucap Raihan dengan amarah. Kemudian memegang kedua tangan Yuda lalu membenturkan kepala Yuda di pohon Pinus berkali-kali hingga darah segar mengalir di kepala Yuda. Tidak hanya itu Raihan juga memukul wajah Yuda dan menghajar nya habis-habisan hingga babak belur dan tidak berdaya. Setelah itu barulah Raihan menghampiri sosok gadis menunduk yang terisak, lalu Raihan berjongok di depan gadis itu.
"Tolong jangan bunuh aku" ucap Sarah dengan Isak tangisnya.
"Sudah kau tidak usah menangis, mereka tidak akan menyakitimu lagi" ucap Raihan di hadapan Sarah.
Sarah mengangkat wajahnya dan melihat sosok yang menolongnya dan betapa terkejutnya ia bahwa Raihan sekarang ada di hadapannya dan ia pasti yang menolongnya.
"Kau,........." ucap Raihan yang tidak senang melihat sosok gadis dihadapannya.
Raihan pun berdiri dan membalikkan badannya lalu melepas jaket yang ia kenakan.
"Pakai ini" ucap Raihan yang melempar jaketnya dan melemparnya ke wajah Sarah. Karena gadis itu tampak berantakan dan beberapa kancing bajunya sudah terlepas hingga pakaian dalam gadis itu tampak.
Sarah pun hanya menunduk memegang jaket itu dan melihat baju yang ia kenakan dan benar saja 3 kancing bajunya terlepas dan untungnya ia mengenakan baju dalam kalau tidak mau di taruh kemana mukanya di hadapan Raihan. Bahkan ia sekarang malu mengangkat wajahnya dihadapan Raihan yang tidak mengenakan hijab.
"Kau tidak dengar, cepat pakai jaket itu" ucap Raihan tegas lalu berjalan mengambil hijab Sarah yang tergeletak di tanah lalu kembali melempar hijab itu ke wajah Sarah. Sarah pun dengan sigap menangkap hijab itu.
Dengan cepat Sarah memakai jaket Raihan lalu mengancingya kemudian memakai hijab pashmina yang ia kenakan dengan mengikat kedua sisi ujungnya ke belakang.
"Terima kasih!....emm nanti jaketnya aku balikin" ucap Sarah.
"Nggak usah, lagian aku tidak terbiasa memakai pakaian yang habis di pakai orang miskin seperti mu" ucap Raihan dengan sikap arogannya dan acuh terhadap Sarah.
Sarah yang mendengar ucapan Raihan begitu kesal dan ingin sekali ia memukul kepala lelaki arogan itu, tapi itu tidak akan ia lakukan karena lelaki arogan ini yang sudah menolongnya. Sarah lalu terdiam dan tidak ingin lagi berbicara dengan Raihan lelaki arogan itu yang membuat ia emosional.
"Ayo" ucap Raihan ketus dan berjalan ke depan.
Mereka pun berjalan menuju motor cross Raihan.
Sementara Ziva baru selesai menghajar anggota Yuda. Baru sadar bahwa Sarah tidak ada, ia mulai mengedarkan pandangannya dan berjalan mencari Sarah karena ditempat itu mulai gelap dan sebentar lagi akan turun hujan.
Sementara Baron menghubungi mata-mata tuan Harris untuk membereskan anggota Yuda yang merupakan anggota The Tiger.
"Sarah, kau dimana" teriak Ziva.
Lalu Ziva berjalan menuju hutan tak lama kemudian ia melihat Sarah dan Raihan berjalan menuju ke arah Ziva. Sarah hanya menunduk berjalan di samping Raihan.
Bukankah itu Raihan. Batin Ziva.
"Sarah" ucap Ziva yang berteriak.
Sarah yang mendengar namanya di sebut mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Ziva. Lalu Ziva pun berjalan ke arah mereka dan ia sangat marah ketika melihat mata sahabatnya yang memerah seperti habis menangis dan wajah yang memerah akibat tamparan.
Kemudian Ziva mengedarkan pandangannya dan melihat sosok Yuda yang mengendap-endap membawa pisau belati di tangannya dan menghadapnya ke arah Sarah.
"Awas!!, Yuda di belakang kalian" ucap Ziva yang berteriak dan berlari ke arah mereka.
Raihan pun melindungi Sarah dan membawanya ke pelukannya. Hingga pisau belati itu mengenai punggungnya dan baju yang ia kenakan sobek. Lalu Yuda kembali ingin menyerang mereka sambil terus mengarahkan pisaunya ke arah mereka.
Dengan penuh amarah Ziva berlari ke arah Yuda dan terlihat melayang ke udara dengan teknik beladiri Wushu yang ia kuasai lalu Ziva menendang tangan Yuda yang memegang pisau sehingga pisau itu terjatuh di tanah. lalu Ziva kembali menendang perut Yuda dengan cepat kemudian menarik tangan Yuda lalu memelintirnya kebelakang lalu menendang kedua lutut Yuda hingga Yuda seperti bersimpuh di hadapan Ziva teknik yang ia lakukan pada saat latihan taekwondo bersama master Zen.
Sarah membantu Raihan menuju motornya.
Kemudian Ziva berjongok dan membenturkan kepalanya dengan keras ke kepala Yuda.
"Kau tidak bisa membunuhku gadis kecil, kau tahu aku seorang mafia" ucap Yuda dengan senyum devilnya yang terduduk di tanah dengan wajah babak belur.
"Oh ya, aku jadi takut" ucap Ziva dengan ejekan.Lalu Ziva mengambil pisau belati Yuda yang tergeletak di tanah. "Kalau begitu aku ingin jadi mafia seperti mu dan bisa membunuhmu" ancam Ziva.
"Ha ha ha ha...........tawa Yuda pecah, ya sudah cepat bunuh aku" tantang Yuda.
"Baiklah" ucap Ziva. Lalu Ziva menggoreskan pisau belati itu ke tangan Yuda seperti sedang memotong ikan.
"Kresstt" bunyi goresan di kulit tangan Yuda.
"Ahhh" teriak Yuda histeris.
"Itu balasan kau yang sudah menyakiti sahabat ku" ucap Ziva geram.
"Bunuh saja aku, tapi ku peringatkan kau akan menyesal dan mengakhiri hidup mu sendiri bila bertemu boss The Tiger " ucap Yuda.
"Dan ini balasan kau telah menampar sahabat ku" ucap Ziva kemudian kembali menusukkan pisau itu di telapak tangan Yuda.
"Aahh hentikan, aku menyerah" ucap Yuda yang kesakitan.
"Aku bahkan belum membunuh mu kau bahkan sudah menyerah" ucap Ziva lalu kembali menarik pisau itu dari telapak tangan Yuda.
"Satu lagi The Tiger aku tidak takut, aku hanya takut pada sang pencipta" ucap Ziva lalu bangkit dan berjalan menuju Sarah sahabat.
Bersambung.....,...
Jangan lupa ya jempolnya, comment dan votenya biar akqyu semangat nulisnya 🤩🤩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Leli Noer Octavia
MasyaAllah banget bab ini aku mencintaimu kakak author 💐💐👍🏻❤️
2022-11-02
1
4RB14 B14
👍👍👍👍👍
2022-06-06
0
Andayani Ahmat
hmmm seru nih crtanya keren abs..
2022-02-09
0