Hening dan bau obat-obatan yang memenuhi ruangan VVIP bagi ketua mafia The Manik.
Dia tampak tersenyum melihat istrinya membawa nampang berisi makanan yang telah disiapkan oleh rumah sakit itu.
"Bagaimana dengan lukamu mas, apa sudah kering?" tanya nyonya Ira yang sudah duduk di kursi berhadapan dengan suaminya sambil memegang nampang yang berisi makanan berupa bubur khas rumah sakit.
"Ya kelihatan nya sudah kering" ucap tuan Alvin sambil menyibak sedikit bajunya.
"Lebih baik mas makan dulu" ucap nyonya Ira sambil menyodorkan mangkuk yang berisi bubur.
"Terima kasih sayang" ucap tuan Alvin yang menerima mangkok yang berisi bubur, kemudian memakannya dengan lahap.
"Ooh ya mas, bagaimana dengan kabar ayah dan Ziva. Apakah mereka baik-baik saja?" ucap nyonya Ira yang tampak serius.
Tuan Alvin pun menghentikan acara makannya dan menatap dalam mata sang istri.
"Sampai sekarang aku belum mendapatkan kabar tentang mereka. Tapi, Riko sudah berusaha keras menyelidiki keberadaan mereka" ucap tuan Alvin yang meyakinkan sang istri.
"Ya semoga Riko cepat menemukan keberadaan mereka, aku sangat rindu sama ziva" ucap nyonya Ira yang menunduk dengan wajah sendu.
"Tenang sayang kita pasti akan berkumpul kembali" ucap tuan Alvin dengan memeluk sang istri.
"Aku sangat menghawatirkan mereka mas, hiks hiks hiks...." nyonya Ira tidak kuasa menyembunyikan perasaan sedihnya, hingga tangisnya semakin pecah di pelukan sang suami.
Tuan Alvin hanya mengelus punggung sang istri di pelukannya, karena ia juga sangat merindukan 2 sosok yang paling disayangi nya dan bagaikan pisau tajam yang menusuk jantung nya setelah mengetahui keberadaan bahwa ayah dan anaknya telah tiada. Sehingga yang harus ia lakukan untuk sekarang ini adalah merahasiakan semua kebenarannya.
Flashback on
"Tuan, maafkan saya yang tak bisa melindungi keluarga tuan" ucap Riko sambil bersimpuh di hadapan Alvin yang berada di depan ruangan kamar VVIP rumah sakit.
"Apa maksudmu Riko, bicara yang benar" ucap tuan Alvin yang duduk di kursi besi panjang yang khusus untuk pengunjung pasien.
"Tu....aan Harris dan Nona Ziva telah tiada" ucap Riko terbata-bata.
Kemudian Riko menceritakan semua kejadian itu hingga tuan Alvin tidak mampu berkata-kata lagi, hanya air mata yang berhasil lolos di pelupuk matanya.
Flashback off
Tuan Alvin akan merahasiakan semua itu terhadap istrinya. Ia tidak ingin istrinya depresi atau terpuruk mendengar kabar atas kepergian kedua orang yang mereka sayangi.
Cukup hening suasana dalam ruangan itu, hanya ada kesedihan diantara sepasang suami istri itu.
Sementara di tempat lain.......
Tuan Alex masih menjalani perawatan di negara kelahirannya yaitu negara A. Karena sejak kejadian itu dokter pribadinya langsung membawanya terbang ke negara A untuk menjalani operasi akibat luka tusukan yang disebabkan oleh Tuan Alvin, musuh bebuyutannya.
Selain itu, fasilitas rumah sakit negara A terbilang lengkap dan canggih. Sehingga memungkinkan perawatan tuan Alex lebih kondusif.
Tuan Alex tampak terbaring lemah di ruangan VVIP rumah sakit ternama di negara itu dengan dibantu alat pernapasan. Karena sudah seminggu tuan Alex menjalani operasi dan masih juga tidak sadarkan diri.
Sementara sang istri beserta anak semata wayangnya yang selama ini disembunyikan rapat-rapat dari para musuhnya tampak hadir memenuhi ruangan itu dengan kesedihan mendalam . Istri tuan Alex yang selama ini disembunyikan bernama Ratu Sinaga dan anak semata wayangnya yang bernama Darren Alexander Tiger yang suatu saat akan mewarisi kekayaan nya dan menggantikan posisinya sebagai boss mafia.
"Bangun Alex.... hiks..... hiks...... bukankah kamu lelaki yang terkuat di negara ini..... hiks hiks..... kumohon bangunlah, tidak kah kau lihat Darren sudah jadi anak yang pintar" ucap nyonya Ratu yang menggenggam tangan sang suami.
Darren yang melihat ayahnya yang terbaring lemah hanya memeluknya tanpa mengeluarkan air mata. Karena menurut nasehat ayah nya jangan pernah tunjukkan kesedihanmu walaupun didepan orang yang kamu sayangi.
Aku akan menghancurkan orang yang membuat ayah seperti ini. Batin anak umur 7 tahun itu yang tak lain adalah Darren Alexander Tiger.
15 Tahun Kemudian...,.......
Hari terus berlalu bulan terus berganti tak terasa sudah 15 Tahun gadis yang bernama Zivanna Damanik berpisah dengan orang tuanya. Walaupun menjalani kehidupan baru, sosok gadis itu tampak bahagia menjalani hari-hari nya bersama sang kakek yang tegas dan om Baron yang lucu menurutnya.
Zivanna Damanik tumbuh menjadi gadis tomboy yang mengenakan hijab. Ziva tumbuh menjadi gadis remaja yang manis dengan kulit sawo matang nya dan menjadi idola bagi kaum Adam. Selain itu, Ziva mampu menguasai berbagai teknik ilmu bela diri mulai dari seni bela diri taekwondo, Wushu, panahan dan teknik beladiri lainnya.
Ziva bersekolah di sekolah SMA Favorit di negara itu dan kini dia sudah berada di kelas 11. Tidak hanya itu, Ziva menjadi anak yang berprestasi dengan mengikuti berbagai perlombaan ilmu bela diri antar sekolah dan selalu menjadi pemenang dalam perlombaan itu.
Seperti saat ini sehabis melakukan shalat Subuh, ziva akan melakukan aktivitas fisik dengan berlari mengelilingi villa yang lumayan luas di pagi yang masih gelap. Tidak hanya itu, Ziva yang memakai hijab yang super praktis (langsung pasang) selanjutnya akan menjalani sesi latihan memanah di belakang villa. Sehabis melakukan semua latihan itu barulah Ziva mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
"Om Baron buruan, bisa-bisa Ziva telat deh ke sekolah" ucap Ziva yang sudah rapi dengan seragam sekolah nya yang sudah duduk di jok belakang motor.
"Tunggu dulu non, om Baron mau boker dulu tanggung non sudah di ujung nih" ucap Baron yang turun dari motornya dan berlari menuju toilet.
"Lebih baik aku saja yang mengendarai motor ini mumpung kakek tidak terlihat" ucap Ziva.
Ziva kemudian menyalakan mesin motor honri itu dan mengendarainya dengan kecepatan tinggi supaya tidak telat lagi.
Setiba di sekolahnya Ziva mematikan motor butut itu dan mendorongnya hingga ke parkiran. Karena hari ini Ziva terlambat 10 menit dan Sang ketua OSIS dengan kekuasaannya menyuruh Ziva untuk mendorong motor bututnya hingga ke parkiran dengan jarak 100 meter.
"Aduh ini semua gara-gara om Baron" ucap Ziva sambil menyeka keringat diwajahnya.
"Hei ngapain kamu parkirin motor butut kamu di samping mobil aku" ucap lelaki yang bernama Raihan dan merupakan ketos yang paling disegani di sekolah tersebut.
"Maaf ya ketos, ini itu parkiran umum sekolah, jadi siapapun bisa parkirin kendaraannya di sini kan" ucap Ziva ketus.
"Kamu tidak punya mata untuk membaca tulisan ini" ucap Raihan dengan ketus pula.
"Ooh" ucap Ziva kemudian berjalan meninggalkan parkiran itu tanpa mendengarkan ucapan Raihan.
"Hei berhenti atau kamu dapat hukuman membersihkan toilet sekolah ini" ucap Raihan dengan ancaman nya.
Ziva sama sekali tidak peduli ucapan Raihan toh dia cuman ketos bukan seorang guru yang perlu di hargai.
Bersambung.....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Leli Noer Octavia
ini masih di luar negeri/Indonesia? mohon penjelasannya kakak author 🙏🏻. soalnya kan katanya masih di luar negeri satu negara S dan A
2022-11-02
0
4RB14 B14
seru bangat ceritanya thor.mampir ya!
2022-06-06
0
Noer Anisa Noerma
udah mulai seru nih ceritanya
2022-01-16
0