Ziva duduk di tepi kolam ikan di bagian belakang villa sambil membaca buku yang berjudul gerakan seribu bayangan. Ziva begitu fokus membaca buku itu sampai tidak mengetahui seseorang mengendap-endap ingin melakukan serangan terhadap nya.
Sebelum seseorang itu benar-benar mendekati Ziva, ia malah melakukan kesalahan karena menginjak ranting kering di taman itu sehingga dengan cepat Ziva mengetahui aksinya dan langsung saja Ziva bergerak cepat memegang tangannya lalu memelintirnya kemudian menendang kedua lututnya sehingga seseorang itu tampak bersimpuh di hadapan Ziva.
Kemudian Ziva membuka penutup wajah seseorang itu dan Ziva terkejut lalu dengan cepat Ziva melepaskan tangannya dari cekalan yang dilakukannya dan berlutut di hadapan orang itu.
"Maafkan saya master, saya sangat menyesal" ucap Ziva yang bersalah. Karena orang yang ia serang adalah guru besar di perguruan taekwondo Yakuza dan ia adalah master Zen yang merupakan lelaki paruh baya yang seumuran dengan ayahnya.
"Sudah lebih baik kau berdiri, aku sudah memaafkan mu, ingat jangan pernah lakukan hal ini di depan musuhmu dan teknik bela diri kau semakin hebat saja Ziva" ucap master Zen sambil menepuk pundak Ziva.
"Terima kasih master atas pujiannya" ucap Ziva. "Maaf master apa yang membuat master ke tempat saya?" tanya Ziva karena biasanya ia bertemu master Zen pada saat jadwal latihan Taekwondo 3 kali seminggu.
"Oh itu master........."ucap master Zen yang tidak menyelesaikan ucapannya karena kakek Ziva sudah bergabung dengan mereka.
"Kakek yang menyuruh master Zen datang ke rumah kita dan ia akan menginap agar ia bisa melatih kamu selama tiga hari ini dan jangan pernah membantah ucapan master Zen.
"Ya kakek, Ziva kan mau nikmati hukuman Ziva di rumah, bukan malah tambah latihan Taekwondo di rumah. Ini mah hukuman membawa berkah bagi mereka yang merasa bahagia" ucap Ziva sambil cemberut.
"Harusnya kamu bersyukur nak karena kakek menambah latihan Taekwondo kamu, dari pada kamu hanya tinggal di rumah tidak melakukan aktivitas fisik rugikan" ucap Tuan Harris.
Kakek pasti sudah tahu kalau aku di skorsing selama 3 hari dan aduh kenapa master Zen harus menginap segala bisa berabe nih. batin Ziva.
"Iya kek, padahal besok Ziva mau menyaksikan motor treil sama Sarah dan om Baron" ucap Ziva sendu.
"Kakek akan ijinkan kamu nak, tapi setelah selesai latihan Taekwondo dengan master Zen" ucap Tuan Harris.
"Iya kek, makasih ya kek" ucap Ziva kemudian memeluk sang kakek.
Sementara master Zen hanya tersenyum melihat tingkah tuan Harris dan cucunya. Ia jadi ingat masa kebersamaan istri dan anaknya. Tapi kebersamaan mereka terbilang singkat karena persaingan perguruan di negara itu membuat istri dan anaknya jadi korban sabotase dari sekelompok perguruan yang merasa iri terhadapnya.
"Ziva kamu masuk nak bantu Baron masak untuk makan malam nanti" ucap tuan Harris.
"Ziva masuk dulu kek, master tolong jagain kakek ya" ucap Ziva.
Master Zen hanya tersenyum mendengar ucapan Ziva dan mengingat kan ia akan sosok anaknya yang telah tiada.
Sementara tuan Harris menyuruh ziva masuk untuk mengalihkan Ziva agar tidak mendengarkan pembicaraan mereka berdua.
"Begini Zen, saya sangat berterima kasih atas bantuan kamu yang telah melatih Ziva hingga bisa menguasai teknik beladiri taekwondo. Dan tolong jaga Ziva, karena para musuh ayahnya masih gencar mencari keberadaan kami" ucap tuan Harris.
"Baik tuan, selama ini saya menganggap Ziva sebagai anak saya dan setiap kali Ziva memenangkan pertandingan saya tidak mempublikasikan nya di media" ucap Zen.
"Iya Zen kerja bagus. Saya mendidik Ziva dengan keras tanpa memberikan ia kemewahan semua itu saya jauhkan agar Ziva menjadi anak yang mandiri tanpa adanya fasilitas mewah seperti mobil mewah yang teman sekolah mereka gunakan" ucap tuan Harris.
"Iya tuan saya melihat Ziva sosok gadis yang mandiri. Tapi tuan Ziva sering terlambat ke tempat saya dan alasannya karena motor om Baron yang butut" ucap Zen yang menirukan gaya bicara Ziva.
"Aah iya, motor itu memang sudah berumur ratusan tahun jadi wajar kalau sering membuat mereka apes" ucap tuan Harris dengan tawanya.
Mereka berdua tertawa membicarakan soal motor butut yang sering Baron kendarai untuk mengantarkan Ziva.
Kemudian tuan Harris menelpon seseorang untuk mengantarkan barang ke alamatnya.
Sementara di negara B...........
🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Lelaki paruh baya tampak sibuk disebuah ruangan mewah dengan laptop dihadapannya dan jari-jarinya yang sibuk menari-nari di atas keyboard laptop miliknya. Tak berapa lama pintu ruangan itu terbuka dan menampakkan sosok wanita paruh baya yang masih cantik yang seumuran dengannya membawa bekal makan siang untuk suami tercinta mereka berdua adalah Alvin dan Ira.
"Makan dulu sayang, nanti dilanjutkan" ucap nyonya Ira lembut yang sudah menata makanan yang telah ia masak dari rumah di meja ruangan itu dengan masakan berupa cap cay dan semur daging yang merupakan makanan favorit Alvin.
"Baiklah" ucap Alvin yang bangkit dari duduknya dan berjalan menuju sofa tempat istrinya berada.
Mereka berdua makan siang bersama dan terlihat romantis walaupun usia mereka tidak mudah lagi tapi keharmonisan keluarga itu tetap terjalin.
Tok tok tok
Bunyi ketukan pintu membuat mereka berdua saling lirik. Nyonya Ira ingin membukakan pintu ruangan itu tapi Alvin menggeleng kan kepalanya.
"Masuk" ucap Alvin yang masih menikmati makan siang nya.
"Daddy aku datang" ucap gadis di balik pintu.
"Alexa" ucap mereka bersamaan.
"Bunda ada disini? " tanya Alexa.
"Iya ayo nak makan bareng kita" ucap nyonya Ira
"Lexa sudah makan Bun, sepulang kuliah lexa mampir di restoran xx bareng teman lexa" ucap lexa yang bergabung dengan mereka.
"Ooh"
Sementara Alvin sudah menghabiskan makanannya dan kembali melanjutkan pekerjaan nya. Dan nyonya Ira membereskan meja itu dan tempat bekal yang ia bawa.
"Kamu ada perlu apa sama Daddy?" tanya Alvin.
"Dad uang saku aku sudah habis" ucap lexa manja.
"Nanti Daddy hubungi Riko transfer ke rekening kamu" ucap Alvin yang masih fokus dengan file di laptop nya.
"Makasih ya dad" ucap lexa bahagia.
"Iya sayang kami sangat sayang sama kamu" ucap nyonya Ira yang memeluk lexa.
Alexa Rainan adalah anak Riko yang merupakan sahabat Alvin sekaligus tangan kanannya. Setelah mengetahui bahwa ayah dan anaknya telah tiada Alvin berusaha mencari sosok anak perempuan yang akan ia angkat menjadi anak angkatnya karena kondisi sang istri yang tidak bisa lagi memberikan keturunan semenjak operasi pengangkatan rahim. Dan untungnya Riko memiliki anak perempuan yang berumur 5 tahun yang ia rawat seorang diri karena pada saat lexa di lahirkan nyawa ibunya tak tertolong sementara lexa sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibu.
Riko pun bersedia Alvin dan Ira mengangkat lexa sebagai anak angkatnya. Alvin dan Ira membesarkan lexa layaknya anak sendiri dan memanjakan lexa dengan barang-barang mewah apapun lexa minta mereka akan kabulkan sehingga membuat lexa tumbuh menjadi gadis yang angkuh dan senang berpoya-poya dengan temannya.
Bersambung..........
Jangan lupa beri dukungan buat aku ya dengan cara like, coment dan vote biar aku jadi semangat nulisnya✍️🤩🤩
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Ade
nyicil dulu bacanya
2022-11-27
0
Andayani Ahmat
hmmm, 😇😇😇😇 ak heran ama orang tua nya ziva knpa nggk berusaha sma skli untuk nyri ank serta ayh nya tuan harris jga baron,
2022-02-09
0
Anis Anis
apakah kakek zia menelfon untuk memberi gejutan untuk zia ya
2021-12-27
0