Ziva tidur terlelap di pundak sang kakek dengan dengkuran kecil bahkan incesnya mengenai jas mewah sang kakek. Tuan Harris yang melihat kelakuan cucunya hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum memancarkan kebahagiaan.
Kakek tidak menyangka bahwa kau punya kebiasaan buruk nak. Batin tuan Harris.
Mobil mewah yang membawa mereka menuju kompleks perumahan elit. Saat di depan gerbang penjagaan kompleks, para petugas keamanan tampak ramah dan membukakan mereka pintu gerbang. Kemudian mobil melaju memasuki kawasan perumahan elit. Tak beberapa menit kemudian mereka kembali berhenti di sebuah gerbang yang menjulang tinggi dengan penjagaan yang super ketat dengan 3 penjaga yang berbadan kekar layaknya seorang bodyguard. Ketiga para penjaga itu membukakan pintu gerbang untuk mereka dan lalu mobil itu pun masuk dihalaman rumah 2 lantai yang tampak megah.
Jonoh kemudian turun dari mobil diikuti Baron yang ingin membukakan pintu mobil untuk tuan Harris. Sementara tuan Harris menepuk pundak cucunya agar terbangun dari tidurnya, Ziva merasa kaget dengan cepat mengerjapkan matanya. Dan hal yang pertama ia lihat pulau kecil yang ia buat di jas kakeknya.
"Astaga maafin Ziva ya kek" ucap Ziva yang melihat kebiasaan buruknya terpapar di jas sang kakek.
Sementara tuan Harris hanya tersenyum melihat tingkah cucunya yang polos, lalu turun dari mobil diikuti Ziva dibelakangnya. Terlihat para pekerja di rumah itu tampak berbaris menyambut kedatangan sang majikan.
"Loh ini bukan rumah kita, terus ini rumah siapa kek?" tanya Ziva.
"Ini rumah kakek. Kita akan menetap di sini" ucap tuan Harris.
"Wah berarti Ziva tinggal bersama kakek di rumah baru ini..... dan wah rumah nya mewah ucap Ziva bahagia. Tapi mengingat ia tumbuh di villa yang mereka tempati Ziva jadi sendu.
"Kau kenapa nak!, harusnya kau bahagia karena kita pindah ke rumah baru ini" ucap tuan Harris.
"Sebenarnya Ziva lebih suka tinggal di rumah lama kita kek. Walaupun tidak mewah tapi hari-hari Ziva lalui dengan bahagia dan di sana tempat yang jadi saksi Ziva bisa tumbuh seperti sekarang ini menjadi sosok yang mandiri, kita bisa melihat pemandangan danau, pantai dan kebun organik kakek" ucap Ziva yang menunduk.
"Sudah lebih baik kita masuk dulu" ucap tuan Harris. Karena hari sudah berganti malam dan gerimis masih saja membasahi bumi.
"Selamat datang tuan, kami sangat senang menyambut kedatangan tuan" ucap Maria wanita paruh baya yang merupakan kepala pelayan di rumah itu.
Ziva yang melihat penampilan pelayanan di rumah itu tampak kagum karena semuanya terlihat cantik dan anggun. Seperti pada kepala pelayan yang bernama Maria walaupun sudah tua tapi ia masih terlihat cantik memakai seragam pelayan
"Cepat antarkan cucu saya ke kamarnya dan layani dia" ucap tuan Harris.
"Baik tuan" ucap Maria.
Lalu tuan Harris berjalan menuju kamar utama untuk beristirahat.
"Mari nona" ucap Maria. Lalu berjalan mendahului Ziva menuju lantai 2. Sementara Ziva mengekor di belakangnya dengan 2 pelayan wanita. Setelah tiba di depan pintu kamar dengan ukiran kayu kaligrafi lalu Maria membuka pintu kamar itu dan tampak isi kamar itu mewah dengan desain khusus kamar ala-ala seorang gadis. Ziva yang melihat kamarnya super mewah hanya melongo.
"Kerjakan tugas kalian" ucap Maria kepada 2 pelayan.
"Mari non biar kita yang melayani non" ucap 2 pelayan di depan pintu kamar mandi.
"Aku bisa sendiri lebih baik kalian kerjakan pekerjaan yang lain" tolak Ziva.
Sementara kedua pelayan itu hanya bingung karena perintah majikan harus ia kerjakan.
"Maaf nona ini perintah tuan Harris kami tidak bisa menolaknya atau mereka berdua akan dapat sanksinya" ucap Maria tegas.
Ziva yang melihat kedua pelayan itu hanya menunduk jadi tak tega.
"Baiklah" ucap Ziva lalu masuk ke kamar mandi.
Para pelayan itu membantu Ziva membersihkan tubuhnya dan melayani nya seperti seorang putri raja. Setelah selesai acara mandinya tak lupa Ziva mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat Maghrib yang sebentar lagi akan menuju waktu isya.
Pelayan wanita itu sangat kagum dengan Ziva yang taat beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya ditambah. Selain itu mereka pun kagum dengan kecantikan Ziva yang alami dengan kulit putih, rambut hitam panjang tergerai indah, mata hitam seperti bayi, alis tebal seperti semut yang berjejeran dan bibir tipis seperti buah ceri. Itulah yang ada di pikiran kedua pelayan wanita itu ciri-ciri fisik dari Ziva.
Ziva yang baru selesai menjalankan ibadahnya melihat dua pelayan wanita yang masih setia berdiri di dalam kamarnya. Lalu Ziva pun mendekati mereka dan menyuruhnya pergi karena ia ingin istirahat. Kedua pelayan wanita itu meninggalkan kamar Ziva. Lalu Ziva merebahkan tubuhnya di atas kasur yang super empuk.
Sementara Raihan dan Sarah baru pulang ke rumah mereka masing-masing setelah Raihan menyuruh supir pribadi ayahnya untuk menjemputnya di villa keluarganya.
Raihan kini sudah berada dalam kamarnya dan memperhatikan kain kasa yang menempel di tubuhnya. Ia masih berpikiran soal kejadian di villa.
Flashback on beberapa jam lalu
Raihan yang sudah membersihkan tubuhnya terlihat rapi dengan pakaian santai. Lalu Raihan berjalan menuruni anak tangga menuju ruang makan. Saat tiba di meja makan ia melihat Sarah sedang duduk diam tanpa menyentuh makanannya. Lalu Raihan menarik kursi dan duduk disamping Sarah. Dan sudah tersaji masakan Wonton dan tamey capcay.
"Cepat habiskan makanan kau" ucap Raihan.
"Ia aku bakalan habiskan makanan ini" ucap Sarah. Lalu memakannya dengan lahap.
Mereka makan saling diam hanya sendok dan garpu yang sedang beradu di ruangan itu.
Raihan lebih dulu menghabiskan makanannya dan bangkit dari duduknya.
"Kau bereskan semua ini" ucap Raihan. Lalu berjalan menuju ruang tengah.
Sarah hanya mengangguk tidak ingin mengeluarkan suara. Setelah menghabiskan makanannya Sarah lalu membereskan piring kotor kemudian mencucinya di wastafel. Mbok Sri yang melihat Sarah sedang membersihkan piring kotor menghampirinya.
"Jangan non biar mbok saja yang kerjakan" ucap mbok Sri.
"Tidak apa-apa mbok ini hampir selesai" ucap Sarah.
Setelah itu Sarah berjalan menghampiri Raihan sambil membawa kotak obat dan duduk di sofa yang jauh dari Raihan. Sarah yang melihat Raihan terlihat pucat dan baju yang Raihan kenakan terlihat bercak darah yang cukup banyak.
"Cepat buka bajumu" ucap Sarah yang sudah berada di samping Raihan.
"Tidak kenapa kau suruh-suruh aku" ucap Raihan.
Lalu Sarah memegang baju Raihan dan ingin membukanya. Dengan cepat Raihan memegang tangan Sarah dan pandangan mata mereka bertemu.
Ternyata gadis ini cantik. Batin Raihan
Lalu Sarah cepat mengalihkan pandangannya ke arah lain karena merasa salting bila di tatap oleh Raihan.
"Buka bajumu, biar aku mengobati lukamu" ucap Sarah.
Lalu Raihan membuka bajunya kini terlihat lah badannya yang sispek dengan banyaknya kotak-kotak dibagian perutnya. Sarah yang melihat pemandangan itu wajahnya memerah. Kemudian menyuruh Raihan berbalik untuk mengobati lukanya.
Tampak punggung Raihan dengan goresan pisau yang cukup dalam. Lalu Ziva mengobati luka Raihan dengan obat merah. Sementara Raihan menutup mata dan mulutnya ia tidak ingin Sarah mendengarkan suaranya yang terdengar kesakitan.
"Makanya jangan sok jagoan nolongin aku kalau kamunya sih tidak jago bela diri" ucap sarah sinis.
Raihan mendengar ucapan Sarah mengepalkan tangannya dan merasa harga diri ia sebagai seorang lelaki di remehkan.
Setelah selesai mengoleskan obat merah kemudian Sarah menutup luka Raihan dengan kain kasa dan melilitkan nya di tubuh Raihan.
"Sudah selesai" ucap Sarah.
Kemudian Raihan kembali memakai bajunya. Lalu Sarah bangkit dari duduknya dan ingin menyimpan kotak obat itu. Tapi terhalang dengan kaki Raihan yang tidak ingin ia pergi.
"Duduk" ucap Raihan dingin.
"Apa" ucap Sarah bingung.
"Cepat duduk" bentak Raihan lalu menarik tangan Sarah dengan keras. Sarah yang ditarik tangannya membuat keseimbangan tubuhnya oleng dan terjatuh di pangkuan Raihan.
Sarah dengan cepat berdiri dan memasang wajah marah.
"Hei jangan coba berani macam-macam ya dengan aku" ucap Sarah marah
"Oh ya"ucap Raihan lalu bangkit berjalan ke arah Sarah.
Sarah yang melihat Raihan berjalan kearahnya dengan tatapan dingin merasa takut ia cepat berjalan menuju dapur untuk mencari pertolongan mbok Sri. Tapi dengan cepat Raihan mencekal tangannya lalu menarik pinggang Sarah. Sarah memberontak dengan cepat Raihan mencium bibir Sarah dengan rakus. Sarah memberontak dan menarik rambut Raihan. Raihan yang kesakitan dengan rambutnya yang ditarik oleh Sarah dengan cepat menghentikan ciumannya. Lalu Sarah menampar wajah Raihan.
Plakk
"Dasar lelaki brengsek" ucap Sarah dengan mata memerah lalu berlari ke luar villa itu dengan perasaan marah.
"Sial" ucap Raihan frustasi.
Lalu menyusul Sarah yang berlari ke luar villa. Sarah yang melihat mobil terparkir di depan villa itu dengan cepat minta tolong.
"Pak tolong saya, antarkan saya ke jalan Matahari" ucap Sarah pada sang sopir yang merupakan sopir pribadi ayah Raihan.
"Ya sudah mbak masuk saja. Nanti saya antar mbak setelah mengantar majikan saya" ucap sang supir ramah lalu membukakan pintu bagian samping kemudi. Sarah sudah duduk di samping sang sopir.
"Ayo jalan pak" ucap Sarah.
"Kita tunggu dulu majikan saya" ucap sang supir.
Raihan yang melihat Sarah memasuki mobilnya hanya tersenyum sinis dan berjalan menuju mobil itu lalu membuka pintu belakang kemudian duduk sambil menyilangkan tangannya di depan dada dan fokus melihat kedepan. Sarah menengok kebelakang dan betapa terkejutnya ia bahwa majikan sopir ini adalah Raihan. Lalu Sarah membuka pintu mobil untuk keluar dengan cepat Raihan membuka suara.
"Jalanan di sini sepi, tidak ada kendaraan umum yang melintasi daerah ini" ucap Raihan.
Dengan terpaksa Sarah menutup kembali pintu mobil dan duduk tenang ia masih kepikiran soal Raihan yang kurang ajar padanya.
Flashback off
Raihan tampak tersenyum memegangi pipinya didepan cermin dan membayangkan kelakuan Sarah yang menamparnya akibat ulahnya yang berani mencium Sarah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Leli Noer Octavia
ya ampun reyhan one shot 😲
2022-11-02
0
Andayani Ahmat
hihihihi, raihan udh mulai suka kayak nya ama si sarah nih..
2022-02-09
0
Mahmuda Jember
Rayhan main nyosor aja🤣🤣
2021-11-12
1