Raihan berjalan di samping Sarah. Pikirannya masih terngiang-giang soal kejadian tadi yang membuatnya memeluk Sarah bahkan gadis yang selama ini ia bully, kini ia melindunginya bahkan ia rela terluka demi melindungi Sarah.
Sementara Sarah juga memiliki pemikiran yang sama yang di pikirkan oleh Raihan.
Mereka berjalan tampak canggung tanpa adanya obrolan. Lalu Raihan berjalan mendahului Sarah karena rasa sakit di punggungnya terasa menjalar ke seluruh tubuhnya dan ia tidak ingin terlihat lemah dihadapan Sarah.
Lalu Raihan berjalan dengan cepat menuju motornya. Setelah itu menaikinya untuk meninggalkan tempat itu. Sarah yang baru sampai berdiri di samping motor Raihan hanya memilih diam. Raihan pun membuka suaranya.
"Mau ku antar" tawar Raihan.
"Nggak usah, aku bawa motor sendiri" tolak Sarah dengan cepat. Karena bila berada di dekat Raihan ia akan emosional.
"Ya sudah kalau begitu, aku duluan" ucap Raihan lalu menyalakan mesin motornya dan bersiap untuk pulang.
Ziva yang melihat Raihan akan pergi berjalan cepat mendekati mereka.
"Hei tunggu" ucap Ziva yang menghentikan Raihan.
"Ada apa?" tanya Raihan.
Ziva tidak menjawab pertanyaan Raihan ia malah mendekati Sarah.
"Sarah kau pulang bareng Raihan ya. Soalnya rumah kalian searah dan aku tidak ingin kau kenapa-kenapa di jalan" ucap Ziva.
"Tapi Ziv, aku bawa motor sendiri dan masih ada kau yang selalu menjagaku" ucap Sarah.
"Udah nggak usah bantah, kau pulang bareng Raihan ya" ucap Ziva yang kekeh menyuruh Sarah pulang bersama Raihan. Karena Ziva melihat jelas sosok Raihan yang tampak perhatian kepada Sarah bahkan ia rela terluka demi menyelamatkan sahabatnya.
"Terus motor aku siapa yang bawa!" ucap Sarah.
"Biar om Baron yang urus" ucap Ziva.
Sementara Raihan yang mendengar ucapan mereka yang tidak habisnya mulai angkat bicara.
"Buruan atau aku tinggal" ancam Raihan pada Sarah.
Sarah ingin sekali membantah ucapan Raihan namun Ziva memelototi Sarah dengan instruksi bahwa cepat naik ke motor Raihan.
Sarah kemudian naik ke motor Raihan dan duduk di jok belakang agar menjaga jarak dengan Raihan.
"Jagain sahabat aku, bila kau macam-macam dengan Sarah akan aku patahkan tulang kau" ucap Ziva dengan ancaman nya.
Raihan hanya diam mendengar ancaman Ziva lagian siapa yang tidak kenal dengan Ziva sang jago bela diri yang pernah membuatnya babak belur.
"Aku duluan" ucap Raihan yang berpamitan pada ziva. Lalu mengendarai motornya.
Sementara Sarah hanya melambaikan tangannya bahwa ia pulang duluan.
Ziva hanya tersenyum melihat mereka yang begitu cocok. Lalu Ziva berteriak keras " Semoga kalian berjodoh" ucap Ziva yang menggoda mereka dengan teriakkan yang cukup menggema di tempat itu.
Raihan yang mendengar ucapan Ziva hanya acuh dan berpura-pura tidak dengar. Sarah yang mendengar ucapan Ziva begitu kesal bisa-bisanya Ziva sahabatnya menggodanya dengan Raihan yang super arogan.
Sementara Ziva berjalan menuju Baron untuk mengajaknya pulang. Namun ia menghentikan langkahnya karena 3 mobil mewah berhenti tepat di hadapan Baron. Kemudian turunlah beberapa sosok lelaki berjas dan berbadan kekar. Lalu kemudian Baron membukakan pintu mobil kedua. Kemudian lelaki yang tampak tua keluar dari mobil itu dengan penuh wibawa.
Ziva melihat lelaki tua itu sangat ia kenal karena merupakan sosok orang yang paling ia sayangi. Lalu Ziva berjalan mendekati mereka.
"Kakek" ucap Ziva yang berdiri di hadapan kakeknya.
Kemudian Ziva berhambur ke pelukan sang kakek.
"Kau tidak kenapa-kenapa nak, kakek sangat khawatir kepada mu" ucap tuan Harris yang memeluk cucunya.
Ziva hanya menggeleng dipelukan sang kakek.
"Ya sudah kau masuk ke dalam mobil" ucap Tuan Harris.
"Non lebih baik non masuk ke mobil" ucap Baron.
Ziva masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang bagian belakang. Ziva melihat kakeknya berpakaian tidak seperti biasanya. Mulut Ziva tampak gatal ingin bertanya kepada kakeknya tapi sang kakek menyuruhnya masuk terlebih dahulu ke dalam mobil.
"Bereskan tempat ini, tangkap semua anggota The Tiger jangan sampai ada yang lolos"ucap tuan Harris dengan tegas.
"Baik tuan" ucap anak buahnya.
Kemudian mereka menangkap anggota The Tiger yang sudah babak belur lalu memasukkan nya satu persatu ke dalam mobil.
"Semua anggota The Tiger sudah dalam mobil tuan" ucap Baron.
"Bagus, bawa mereka ke gudang bawah tanah kita, dan ingat jangan sampai berita ini terdengar di telinga kelompok The Tiger" ucap tuan Harris.
Beginini jadinya Kalau tuan Harris mulai bertindak. Batin Baron.
"Kami pergi duluan tuan" ucap anak buahnya.
"Hemm" ucap tuan Harris.
Sementara Yuda yang terluka memilih kabur dari mereka dengan menerjunkan dirinya ke dalam jurang dari pada ia harus tertangkap.
Lalu mobil yang membawa sekelompok anggota The Tiger pergi terlebih dahulu meninggalkan tempat itu. Tak terasa hujan turun dengan derasnya di tempat itu. Lalu tuan Harris bergegas ke dalam mobil diikuti Baron dibelakangnya.
Kini tuan Harris sudah berada di dalam mobil dan duduk di samping cucunya. Ziva ingin sekali bertanya kepada kakeknya perihal semua ini ia urungkan. Ziva hanya memegangi perutnya yang kelaparan dan cacing yang dalam perutnya sudah bernyanyi riang minta makanan. Tuan Harris yang melihat Ziva terus memegangi perutnya mulai buka suara.
"Kamu kenapa nak?" tanya tuan Harris pada cucunya.
"Ziva lapar kek" ucap Ziva.
"Jo nanti di depan berhenti di tempat kedai" ucap Tuan Harris.
"Baik tuan" ucap jonoh.
Setelah melihat ada kedai di pinggir jalan. jonoh kemudian menepikan mobil yang ia kendarai. Kemudian Baron turun dari mobil itu untuk membelikan Ziva makanan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Leli Noer Octavia
kalau urusan perut itu memang beda,dan lain ceritanya 😆
2022-11-02
0
Mahmuda Jember
Raihan pasti gk percaya kalau si sarah anak sultan dari timur tengah,,,,,biar si raihan struk nanti begitu tahu rumah sarah yg selalu dihinanya
2021-11-12
0
Elis Siregar
ziva blum tau kali kakeknya raja mafia..
2021-09-29
1