Perkelahian di sekolah

"Hei berhenti". Ucap Raihan.

Ziva yang mendengar teriakkan dari sang ketua OSIS malah lari terbirit-birit menuju ruang kelas nya yang lumayan jauh untuk di jangkau. Karena Ziva bersekolah di sekolah terfavorit di negara C yang merupakan sekolah bagi kaum elit dan kalangan bangsawan dengan luas bangunan sekolah yang tidak terhitung berapa luasnya.

(sumber : om google)

Sesampainya di ruang kelasnya ziva langsung duduk di samping Sarah yang merupakan sahabat satu-satunya dan sekaligus seiman dengan nya di ruangan itu. Karena kita ketahui bahwa negara C mayoritas beragama non muslim.

"Huufff" gumam ziva yang ngos-ngosan yang sudah duduk di kursi dalam kelasnya.

"Kamu kenapa ziv?". Tanya Sarah.

"Ketua OSIS,..... ngejar aku."

"Kamu buat masalah apa?."

"Aku tadi...." belum selesai menyelesaikan ucapannya Raihan langsung memotong ucapan Ziva.

"Ziva Damanik, silahkan anda membersihkan toilet sekarang juga atau hukuman anda bertambah 2 kali lipat." Ucap Raihan dengan tegas.

"Ok saya akan bersihkan toilet sekolah ini tapi dengan satu syarat."

"Apa syarat nya cepat katakan."

"Saya bisa parkirin motor saya di parkiran yang tadi."

"Apa hahaha. Kamu tidak ada malunya, parkiran itu untuk anak kaum bangsawan dan lihat dirimu hanya anak gembel yang mendapat kesempatan untuk bersekolah di sekolah ini. Jangan-jangan orang tua mu menggoda pemilik sekolah ini."

"Tutup mulutmu hah... beraninya kau merendahkan keluarga ku."

Sarah hanya duduk diam disamping Ziva dan siswa-siswi di ruang kelas itu tampak acuh dan tidak memperdulikan perdebatan antara Ziva dan Raihan sang ketua OSIS.

"Keluargamu memang keluarga gembel, mana mungkin gadis seperti mu bisa bersekolah di tempat ini kalau orang tua mu tidak menggoda para pria kaya, atau jangan - jangan kamu juga ikut jadi wanita penggoda."

"Cukup hentikan, kau berani menghina keluarga ku". Ucap Ziva yang bangkit dari duduknya dan berjalan ke arah Raihan dengan mata yang memerah bertanda bahwa dia sangat marah.

Dengan gerakan cepat Ziva melayangkan tinjunya ke wajah Raihan dan tepat mengenai pelipisnya. Ziva melakukan serangan membabi buta ke wajah Raihan hingga membuat sudut bibir Raihan mengeluarkan darah segar akibat pukulan Ziva.

"Itu balasan penghinaan untuk orang tua ku."

"Dan ini untuk penghinaan kau terhadapku." Ucap Ziva yang kembali menendang perut Raihan berkali-kali tanpa adanya pengampunan.

Sementara Raihan tampak lemas dan tidak berdaya dengan muka babak belur. Raihan bahkan tidak bisa melakukan perlawanan terhadap Ziva karena teknik beladiri Ziva yang begitu cepat dan lincah yang tidak dapat tertandingi.

Sarah yang melihat aksi sahabat nya yang begitu kejam dengan cepat mendorong tubuh Ziva.

"Hentikan Ziva, kamu bisa membunuhnya." Ucap Sarah yang panik.

"Bukan begini cara membalas seseorang yang jahat terhadap kita."

Sementara Ziva hanya diam mematung menyaksikan sahabat nya membantu Raihan.

Kemudian Sarah memapah Raihan menuju ruang UKS untuk membantu membersihkan lukanya.

Sementara para siswa siswi di kelas itu saling berbisik dan tidak ingin ikut campur urusan mereka, dan mereka sangat tahu bahwa Ziva merupakan gadis yang jago bela diri.

"Astaga, apa yang telah kuperbuat. Mengapa aku tidak bisa mengontrol diriku jika urusan memukul seseorang." Ucap Ziva yang duduk di kursi nya.

Tak selang beberapa menit guru mata pelajaran matematika yang bernama Miss Shing memasuki ruang kelas itu. Semua siswa siswi yang berada di ruang kelas itu termasuk Ziva mengikuti proses pembelajaran dengan tenang.

Bel berbunyi pertanda jam mata pelajaran matematika berakhir dan seluruh siswa-siswi di kelas itu berhamburan keluar menuju kantin, setelah itu mereka bergegas menuju tempat favorit mereka yaitu perpustakaan sekolah.

Dimana bila mereka terlambat maka mereka tidak mendapatkan kursi, karena perpustakaan sekolah itu hanya menyediakan 1000 kursi dan mereka yang tidak mendapatkan kursi merasa rugi tidak mendapatkan buku bacaan di perpustakaan sekolah itu.

Sementara Ziva hanya tinggal diam di kelas menunggu kedatangan sahabat nya.

Kemudian di kejutkan dengan kedatangan 3 anggota OSIS yang merupakan teman Raihan.

"Siswi yang bernama Ziva Damanik segera menghadap ke kepala sekolah." Ucap Kevin yang merupakan anggota OSIS.

Ziva yang mendengar namanya di sebut langsung berjalan menuju ruang kepala sekolah yang di sebutkan para anggota OSIS tadi.

Kini Ziva berada di depan pintu ruang kepala sekolah.

"Eeh Ziva ada perlu apa nak." tanya pak Reza guru olahraga sekolah itu.

"Saya melakukan perkelahian dengan ketua OSIS pak."

"Wah hebat kamu, baru kali ini ada yang lawan ketua OSIS." ucap pak Reza sambil tersenyum.

Ziva hanya diam dengan ucapan pak Reza.

"Ya sudah kita masuk bareng saja."

Mereka berdua memasuki ruangan kepala sekolah yang begitu megah, dan di sambut hangat oleh pak kepala sekolah.

"Silahkan duduk."

"Baik Pak." ucap mereka bersamaan.

"Langsung saja pada intinya, Ziva Damanik mengapa kamu memukul Raihan, tolong cerita kan permasalahan nya."

Ziva pun menceritakan semua kejadian tadi dengan jelas tanpa ada rekayasa.

"Ooh jadi begitu masalah nya. Ternyata kamu gadis pemberani yang mampu melawan ketua OSIS. Jadi begini Ziva, sesuai peraturan sekolah kamu akan di skorsing selama 3 hari dan jangan ulangi lagi perbuatanmu".

"Baik Pak." Ucap Ziva.

"Ya sudah kamu bisa kembali ke kelas mu."

Ziva meninggalkan ruangan itu dengan perasaan campur aduk. Dia berniat menemui Sarah di ruang UKS.

Terpopuler

Comments

Noer Anisa Noerma

Noer Anisa Noerma

jangan mudah loh entar jadi pacar lo3

2022-01-16

0

Elis Siregar

Elis Siregar

ziva kok dlawan... hehehe...keturunan geng mafia..

2021-09-28

1

Inara Rizky Haky

Inara Rizky Haky

ziva kok gak pakai cadar kak thor...judul nya gadis bercadar🤔🤔🤔

2021-09-23

0

lihat semua
Episodes
1 Awal mula
2 Kehancuran
3 Bersembunyi
4 Ziva yang malang
5 Menjalani Kehidupan Baru
6 Perkelahian di sekolah
7 Mereka berdua
8 Hukuman membawa berkah
9 Hadiah dari Kakek
10 Adventure sehari
11 Pertarungan
12 Amarah Ziva
13 Tuan Harris mulai bertindak
14 Ziva kelaparan
15 Rumah Baru
16 Perpisahan
17 Menuruti kemauan kakek
18 Hari yang melelahkan
19 Halte Bus
20 Fino Alexander
21 Khawatir
22 Ragu
23 Rumah Sakit
24 Perusahaan ZD Group
25 Harus Bisa
26 Tatapan membunuh
27 Darren Alexander Tiger
28 Pesta
29 Pesta 2
30 Lampion
31 Aku tidak mau tahu
32 Harus berpikir
33 Bertemu Kembali
34 Pengumuman
35 Di rundung
36 Ziva vs Darren
37 Mengetahui kebenaran
38 Gara-gara perjanjian
39 Menuju Kehancuran Perusahaan ZD Group
40 Kehancuran Perusahaan ZD Group
41 Kesedihan Ziva
42 Memulai usaha baru
43 Jadi bahan tertawaan
44 Merenovasi bangunan
45 Teman masa SMA (Raihan sang ketos)
46 Lagi-lagi Lelaki berbaju hitam
47 Semakin Dewasa
48 Fino jatuh cinta?
49 Berkenalan
50 Makan malam bersama
51 Menikahlah denganku
52 Rebutan Tissue
53 Terima kasih
54 Menjelang Ulang Tahun Alexander Group
55 Ulang tahun Alexander Group
56 Ceroboh
57 Kemarahan Darren
58 Musuhku yang sesungguhnya
59 Daerah Perbatasan
60 Berkumpul bersama
61 Sholat berjamaah
62 Tidak asing
63 Gadis cantik
64 Jangan Salahkan Aku
65 Terluka
66 Pemeriksaan
67 Di Ujung Tanduk
68 Perjodohan
69 Persiapan pernikahan
70 Menuju Akad
71 Sah
72 Berduka
73 Menolong
74 Jangan mendekat
75 Jangan tinggalkan aku
76 Tempat apa ini
77 Sebuah ciuman
78 Kabur
79 Fino pulang
80 Aku tidak berbuat apa-apa
81 Pertarungan kakak beradik
82 Dia Istriku
83 Pernikahan yang kedua kalinya
84 Menjadi Istri yang Baik
85 Aku ingin kau Hamil
86 Gara-gara Parfum
87 Salah Paham
88 Lebur seperti cendol
89 Merajuk
90 Tidak tahu jalan pulang
91 Aku membenci diriku
92 Aku membencimu tuan Alexander
93 Aku ingin pulang
94 Merindukanmu
95 Aku akan menjemputmu Zivanna
96 Meminta maaf
97 Ungkapan perasaan + Visual Pemain
98 Berusaha meminta restu
99 Ziva hamil ?
100 Titik terang
101 Pernikahan lagi
102 Menjadi istri seutuh mu
103 Menjadi Milikku
104 Siap menjadi ayah dan ibu
105 Kecemburuan Darren
106 Milan di jebak
107 Fino Bimbang
108 Kembalinya ke negara A
109 Hamil
110 Kekesalan Fino
111 Terbongkarnya kebusukan Sarah
112 Pernikahan Fino
113 Milan mempelai wanita nya
114 Tirai Pemisah
115 Memeriksa kandungan
116 Cobaan Ibu Hamil
117 Permintaan Ziva
118 Pencarian Sekretaris Baru
119 Teman Kecil
120 Rissa Ngamuk
121 Menjadi suami siaga
122 Jones Si Pemberani
123 Detik-detik persalinan Ziva
124 Lahirnya Buah Hati Kembarku
125 Promosi Novel Baru
126 Promosi Novel Baru
127 Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
128 Promosi Novel Baru ( Pernikahan Yang Terpaksa)
Episodes

Updated 128 Episodes

1
Awal mula
2
Kehancuran
3
Bersembunyi
4
Ziva yang malang
5
Menjalani Kehidupan Baru
6
Perkelahian di sekolah
7
Mereka berdua
8
Hukuman membawa berkah
9
Hadiah dari Kakek
10
Adventure sehari
11
Pertarungan
12
Amarah Ziva
13
Tuan Harris mulai bertindak
14
Ziva kelaparan
15
Rumah Baru
16
Perpisahan
17
Menuruti kemauan kakek
18
Hari yang melelahkan
19
Halte Bus
20
Fino Alexander
21
Khawatir
22
Ragu
23
Rumah Sakit
24
Perusahaan ZD Group
25
Harus Bisa
26
Tatapan membunuh
27
Darren Alexander Tiger
28
Pesta
29
Pesta 2
30
Lampion
31
Aku tidak mau tahu
32
Harus berpikir
33
Bertemu Kembali
34
Pengumuman
35
Di rundung
36
Ziva vs Darren
37
Mengetahui kebenaran
38
Gara-gara perjanjian
39
Menuju Kehancuran Perusahaan ZD Group
40
Kehancuran Perusahaan ZD Group
41
Kesedihan Ziva
42
Memulai usaha baru
43
Jadi bahan tertawaan
44
Merenovasi bangunan
45
Teman masa SMA (Raihan sang ketos)
46
Lagi-lagi Lelaki berbaju hitam
47
Semakin Dewasa
48
Fino jatuh cinta?
49
Berkenalan
50
Makan malam bersama
51
Menikahlah denganku
52
Rebutan Tissue
53
Terima kasih
54
Menjelang Ulang Tahun Alexander Group
55
Ulang tahun Alexander Group
56
Ceroboh
57
Kemarahan Darren
58
Musuhku yang sesungguhnya
59
Daerah Perbatasan
60
Berkumpul bersama
61
Sholat berjamaah
62
Tidak asing
63
Gadis cantik
64
Jangan Salahkan Aku
65
Terluka
66
Pemeriksaan
67
Di Ujung Tanduk
68
Perjodohan
69
Persiapan pernikahan
70
Menuju Akad
71
Sah
72
Berduka
73
Menolong
74
Jangan mendekat
75
Jangan tinggalkan aku
76
Tempat apa ini
77
Sebuah ciuman
78
Kabur
79
Fino pulang
80
Aku tidak berbuat apa-apa
81
Pertarungan kakak beradik
82
Dia Istriku
83
Pernikahan yang kedua kalinya
84
Menjadi Istri yang Baik
85
Aku ingin kau Hamil
86
Gara-gara Parfum
87
Salah Paham
88
Lebur seperti cendol
89
Merajuk
90
Tidak tahu jalan pulang
91
Aku membenci diriku
92
Aku membencimu tuan Alexander
93
Aku ingin pulang
94
Merindukanmu
95
Aku akan menjemputmu Zivanna
96
Meminta maaf
97
Ungkapan perasaan + Visual Pemain
98
Berusaha meminta restu
99
Ziva hamil ?
100
Titik terang
101
Pernikahan lagi
102
Menjadi istri seutuh mu
103
Menjadi Milikku
104
Siap menjadi ayah dan ibu
105
Kecemburuan Darren
106
Milan di jebak
107
Fino Bimbang
108
Kembalinya ke negara A
109
Hamil
110
Kekesalan Fino
111
Terbongkarnya kebusukan Sarah
112
Pernikahan Fino
113
Milan mempelai wanita nya
114
Tirai Pemisah
115
Memeriksa kandungan
116
Cobaan Ibu Hamil
117
Permintaan Ziva
118
Pencarian Sekretaris Baru
119
Teman Kecil
120
Rissa Ngamuk
121
Menjadi suami siaga
122
Jones Si Pemberani
123
Detik-detik persalinan Ziva
124
Lahirnya Buah Hati Kembarku
125
Promosi Novel Baru
126
Promosi Novel Baru
127
Promosi Novel ( Hot Daddy And Miss Mafia )
128
Promosi Novel Baru ( Pernikahan Yang Terpaksa)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!