Ziva berjalan menuju ruang UKS, karena ia berniat untuk menemui Sarah bahwa ia akan pulang cepat dan 3 hari ke depan mungkin mereka tidak bisa bertemu. Belum sempat memasuki ruang UKS Ziva hentikan langkah nya diambang pintu karena ia melihat Sarah yang fokus mengobati luka di wajah Raihan. Sehingga ia urungkan niatnya karena menurutnya akan menggangu mereka berdua.
Ziva kemudian berbalik arah dan berjalan menuju ruang kelas nya untuk mengambil tas miliknya. Suasana ruang kelas yang sudah ramai dengan dipenuhinya siswa-siswi yang siap mengikuti pelajaran berikutnya. Sebelum mengambil tas miliknya Ziva meletakkan selembar kertas di bawah laci meja Sarah.
Sementara Raihan memperhatikan Sarah yang mengobati lukanya. Entah apa yang merasuki seorang Raihan memperhatikan gerak gerik gadis muslimah dihadapannya sekarang, karena biasanya para gadislah yang selalu fokus memperhatikannya dan histeris bila bertemu dengannya sementara Sarah dan sahabat nya Ziva selalu menghindar bila berpapasan dengannya. Selain itu, bahkan ia tidak tau siapa nama gadis di hadapannya ini, yang ia tahu gadis ini berteman baik dengan Ziva dan dilihat dari cara berpakaian nya ia terlihat dari kalangan miskin.
"Aww ringis Raihan, bisa nggak sih kamu ngobatin orang" ucap Raihan ketus karena obat merah yang dioleskan Sarah pada kulit wajah nya terasa sakit.
"Hei ini juga aku obatin luka kamu hati-hati, kamunya sih yang manja, masa sang ketua OSIS yang di segani di sekolah ini kalah ama cewek ckckck" ucap Sarah sambil menggelengkan kepalanya.
"Diam kau!" bentak Raihan dengan mata bagaikan elang yang siap memangsa Sarah dihadapannya.
Sarah begitu takut dan gugup dengan mata Raihan yang menatapnya dengan tatapan membunuh. Namun Sarah tetap memasang wajah yang biasa-biasa saja dihadapan Raihan untuk menutupi ketakutannya.
"Ngapain kau tolongin aku hah!" ucap Raihan ketus.
"Sesama manusia kita harus saling tolong menolong" ucap Sarah bijak dan ia merasakan aura dingin di ruangan itu. Apalagi berhadapan langsung dengan cowok dingin dan angkuh yang sok berkuasa di sekolahnya.
"Hah, sok bijak kau itu cuman gadis miskin yang seperti sampah berada di sekolah ini dan aku bisa saja menendang kau meninggalkan sekolah ini" ucap Raihan dengan ancamannya.
Sementara Sarah yang mendengar ucapan Raihan begitu marah dan langsung.........
Plakk..... menampar wajah Raihan setelah itu Sarah berjalan ke arah pintu tapi sebelum itu Sarah membalikkan badannya dan berkata....."Ternyata saya salah telah menolong kau, ya memang saya cuman gadis miskin yang dapat beasiswa bersekolah di sekolah khusus anak konglomerat tapi semua yang saya dapatkan dari sini" tunjuk Sarah pada hidungnya.
Dan itu membuat Sarah terlihat gadis yang ngeselin.
"Kau akan menyesal"ucap Raihan yang memegangi wajahnya yang begitu perih di tambah tamparan dari gadis yang sudah mengobati ia tadi.
Weee Sarah menjulurkan lidahnya bahwa ia tidak akan takut terhadap ancaman Raihan dan kata-kata yang di ucapkan oleh Raihan yang mengatainya gadis miskin dan sampah sudah terbiasa ia dengarkan dari para gadis di sekolah itu dan sering pula mendapat bullying dari teman kelasnya karena penampilannya yang dianggap berbeda karena mengenakan hijab dan menurut mereka aneh. Untungnya ia sekelas dengan Ziva jadi Ziva yang selalu membantunya dari teman-teman yang membullinya di tambah mereka sama-sama mengenakan hijab.
Sementara Raihan begitu kesal dengan Sarah yang menurutnya ngeselin dan berani mengejeknya di tambah Ziva yang membuat nya babak belur. Apakah gadis itu tidak tahu bahwa ia adalah anak pemilik sekolah ini. Bahkan lebih parahnya lagi mereka tidak takut sama sekali terhadap Raihan Saputra.
Awas saja kalian berdua akan menyesal. batin Raihan.
Raihan berjalan menuju ruang kepala sekolah dan ingin bertemu dengan pamannya yang merupakan kepala sekolah di sekolah itu.
Saat ini Ziva berada di parkiran untuk mengambil motor sang kakek. Namun saat akan mengendarai kendaraan itu ia di kejutkan dengan suara Baron.
"Non mau kemana, ini kan bukan jam pulang non jangan-jangan non mau bolos ya" ucap Baron.
"Om Baron Ziva di suruh pulang cepat, ayo nanti Ziva jelasin di rumah" ucap Ziva.
"Ya sudah biar om yang mengendarai motor nya" ucap Baron.
"Iya deh"ucap Ziva kemudian menggeser posisi duduknya.
Baron mengendarai motor butut itu dengan kecepatan rendah dan tenang karena bila ngebut bisa-bisa motor itu akan ngambek dan membuat Baron mendorong motor itu sampai ke villa yang jaraknya lumayan jauh sekitar 12 kilo.
Tak terasa mereka sudah sampai. Kemudian Baron memarkirkan motor butut itu dan bersiul ria karena ia tidak dapat apes hari ini.
Ziva kemudian berjalan menuju pintu utama villa itu dan tak lupa ia mengucapkan salam. Ziva memasuki villa itu dan mencari keberadaan kakeknya.
"Om Baron kakek mana" teriak Ziva dari dalam villa.
"Tuan Harris ada urusan non" ucap Baron.
"Ooh"
Ziva berjalan ke kamar nya dan meletakkan tasnya di meja rias kemudian mengambil handuk dari dalam lemari dan berjalan menuju kamar mandi untuk mandi.
Setelah selesai membersihkan tubuhnya tak lupa Ziva menjalankan ibadah lima waktu. Setelah itu barulah ia makan siang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Leli Noer Octavia
aku suka banget 😍😍
2022-11-02
0
Elis Siregar
ziva.. siapa dulu keturunan nya... hehehehe
2021-09-28
1
Mulyani Taufik
mantap 👍 ceritanya
2021-09-27
0