Setelah sampai di kereta Jiang Chen melihat bahwa Jilu dan Jia Yong masih tidak sadarkan diri, sehingga Jiang Chen tidak membangunkan mereka dan hanya mengoleskan salep obat yang dia dapat dari penyimpanan para bandit.
Baru setelah itu dia pun pergi keluar kereta dan langsung berbaring di atas rumput, sambil memandangi bintang-bintang di langit dan tanpa sadar Jiang Chen pun bergumam "Aku ingin tau apakah ada dunia yang lebih luas lagi di luar sana, apakah aku akan bisa mengukir namaku diatas sana"
Tanpa sadar Jiang Chen pun menutup matanya dan mulai tertidur, mungkin karena dia sudah terlalu lelah, sehingga dia bahkan lupa untuk membersihkan diri dan langsung tertidur dengan badan yang penuh dengan darah.
Keesokan harinya, Jiang Chen terbangun pada pagi hari, dan langsung pergi ke sebuah sungai yang terletak tidak jauh dari tempat kereta mereka berada.
Setelah sampai disana Jiang Chen pun langsung membersihkan tubuhnya, dan mengambil beberapa ikan untuk di dimakan oleh Jiang Chen dan yang lainya.
Benar saja saat Jiang Chen kembali ke kereta, Jilu dan Jia Yong sudah terbangun, dan ketika mereka melihat Jiang Chen, mereka pun berusaha untuk bangkit, namun langsung di hentikan oleh tangan Jiang Chen.
Jiang Chen berkata dengan senyum di wajahnya "Duduklah, aku akan memasak sesuatu untuk di makan"
Jiang Chen pun mulai membakar ikan dengan sabar dan memberikannya pada Jilu dan Jia Yong "Makanlah setelah itu baru kita bicara"
Jilu dan Jia Yong langsung mengangguk dan memakannya, karna mereka juga sangat lapar setelah terbangun, dan tanpa malu-malu mereka pun mengambil ikan kedua mereka, dan setelah ikan ketiga mereka baru berhenti dan tersenyum malu.
Jiang Chen hanya tersenyum dan bertanya "bagaiman perasaan kalian?"
Jilu menjawab "Aku merasa lebih setelah beristirahat dari kemarin"
Jia Yong menambahkan "Aku juga sama, kemarin sangat menegangkan dan berbahaya"
Jiang Chen berkata "Bagaimana perasaan kalian setelah membunuh seseorang?"
Jia Yong menjawab dengan alis yang sedikit berkerut "Itu sangat menakutkan dan membuat pikiranku kacau, namun di akhir aku merasa bersalah"
Jilu mengangguk dan berkata "Aku pikir mungkin mereka juga memiliki keluarga diluar sana yang sedang menunggu kepulangnya"
Jiang Chen mengangguk juga dan berkata dengan lembut "kalian benar dan aku juga setuju dengan itu"
Jilu berkata "Bisakah kita di masa depan tidak membunuh orang lagi?"
Jiang Chen menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan pahit "itu tidak mungkin"
Jilu membalas dengan heran "Kenapa? Bukankah Bos juga setuju dengan kami"
Jiang Chen menjawab dengan tegas "Apakah kamu pernah berpikir tentang berapa banyak orang yang telah mereka rampok dan bunuh? Pernahkah kamu berpikir, jika kamu membiarkanya hidup itu mungkin akan membuat orang lain menderita di masa depan"
Jilu menjawab perlahan "Mungkin dia akan bertobat setelah kita menyelamatkan nyawanya"
Jiang Chen menggelengkan kepalanya sekali lagi "Tidak ada jaminan untuk itu, kau tidak akan bisa terus berada disisinya dan mengawasi setiap tindakannya, sehingga kau hanya akan menakutinya untuk sesaat saja, dan bisa saja setelah kepergian kita, dia akan berulah lagi dan mencoba membalas dendam pada kita"
Jilu tertegun mendengar jawaban Jiang Chen, karna yang dikatakannya sangat masuk akal, dan entah mengapa saat dia bicara dengan Jiang Chen dia selalu merasa tercerahkan dan memiliki sudut pandang yang baru.
Setelelah melakukam beberapa percakan ringan, Jiang Chen langsung mengeluarkan semua barang rampasanya dan membagikannya pada Jilu dan Jia Yong, yang membuat mereka meloncat terkejut.
Jilu berkata dengan tergesa-gesa "Bos dari mana asalnya semua ini"
Jiang Chen tersenyum dan berkata "Duduklah, aku akan menjelaskanya"
Jilu dan JiaYong pun kembali duduk, dan Jiang Chen mulai menceritakan semua kejadian setelah mereka pingsan, termasuk Jiang Chen yang menerobos ke markas bandit yang disana memiliki kultivator tingkat 9 Kondensasi Qi.
Jilu dan Jia Yong mengeluarkan keringat dingin, mendengarkan cerita Jiang Chen, karna ternyata semua yang dikatakan Jiang Chen sebelumnya benar.
Jika mereka tidak pingsan mungkin mereka akan meminta Jiang Chen untuk mengampuni para bandit yang tersisa. Namun, setelah memikirkannya kembali, keputusan mereka itu bisa saja membawa sebuah bencana yang membuat mereka akan terbunuh dan lebih jauh lagi mungkin keputusan mereka itu akan membuat orang lain menderita.
Jiang Chen berkata "Ambilah dan bagilah antara kalian berdua, dan untukmu Jia Yong aku mempunyai hadiah untukmu"
Jiang Chen pun tersenyum dan mengeluarkan sebuah busur berwarna biru langit yang sangat indah, lalu melemparkanya pada Jia Yong dengan santai.
Namun, Jia Yong yang melihat busur ini tercengang dan berkata dengan tergesa-gesa "Sebuah senjata elit, Bos ini?"
Jiang Chen tersenyum menjawab dengan tulus dan lugas "Aku tahu kamu mungkin tidak akan mengikutiku dan aku juga tidak akan memaksamu atau mencoba membuatmu terikat denganku, karna bagaimanapun kita sudah menjadi saudara, anggaplah ini hadiah perpisahan dariku saudaramu"
Jia Yong sangat tersentuh dengan kebaikan Jiang Chen, dia telah mengajarkannya cara berkultivasi dan juga memberikannya banyak sumber daya, namun dia tidak pernah menuntut apapun darinya, bahkan dia tidak pernah mencoba membujuk untuk mengikutinya, namun sekarang dia memberikannya sebuah senjata elit dengan santai.
Jiang Chen berkata "Aku hanya kebetulan menemukanya di markas bandit jadi kau bisa menyimpannya"
Namun, Jia Yong tiba-tiba membungkuk di depan Jiang Chen, dan berkata dengan tegas "Bos izinkan aku untuk mengikutimu dan menjadi salah satu prajuritmu, aku Jia Yong bersumpah setia bahwa hanya akan mengikutimu dalam kehidupan ini"
Jiang Chen mengangguk dan menunjukan senyum yang indah "Maka Selamat Datang Dalam Keluarga"
Mata Jia Yong sedikit memerah mendengar itu, sebenarnya Jia Yong pernah berpikir untuk mengikuti Jiang Chen, tapi dia masih ragu-ragu dan hanya setelah terjadinya penyerangan para bandit dia bersumpah dalam hatinya Bahwa jika dia bisa selamat dari ini, dia akan mengikuti JiangChen sampai akhir.
Namun, siapa sangka JiangChen akan memberinya kejutan lebih dulu, yang membuat Jia Yong sangat tersentuh.
Dan setelah melakukan beberapa percakapan Jia Yong kembali tekejut karna mengetahui latar belakang Jiang Chen, Jia Yong memang mengetahui nama Jiang Chen sudah lama. Namun, dia tidak pernah bepikir bahwa dia adalah tuan muda dari KlanJiang.
Jia Yong sangat bahagia dengan mengetahui fakta bahwa dia tidak salah dalam memilih Bos, dan telah mengikuti sorang tuan muda dari Klan besar.
Jiang Chen yang seakan mengetahui isi pikirannya, langsung menegurnya "Apa yang kau pikirkan, walaupun KlanJ iang adalah Klan besar di Kota Mohe, tapi didunia ini Klan Jiang tidak lebih dari setitik debu, jadi singkirkanlah pemikiranmu itu"
Namun, perkataan Jiang Chen tidak mempengaruhi kebahagian Jia Yong, dia masih terus tersenyum bahagia.
Jian Chen berkata pada Jilu dan Jia Yong "Kita akan mengubah rencana, karna kita sudah memiliki cukup banyak sumber daya, kita akan meningkatkan kultivasi kita terlebih dahulu sebelum kita memasuki kota"
Jiang Chen telah memikirkannya dengan hati-hati, setelah kejadian bandit, Jiang Chen merasa bahwa dirinya masih terlalu lemah, dan harusnya para bandit yang Jiang Chen bunuh masih mempunyai orang lain yang di belakang mereka, yang melindungi mereka dari belakang.
Dilihat dari jarahan yang Jiang Chen ambil, dia bisa mengetahui bahwa mereka sudah sering melakukan ini untuk waktu yang lama dan seharusnya ini cukup untuk membuat para prajurit kota curiga, kecuali ada orang yang menutupi semua pergerakan mereka dari belakang dan dia pasti akan marah jika mengetahui bahwa Jiang Chen sudah membunuh mereka semua, lalu dia pasti akan mencarinya.
Jiang Chen bergumam "Walapun aku tidak takut, aku tidak bisa melakukan banyak hal tentang masalah ini, karna ini adalah masalah internal Kota Ming, sehingga aku tidak bisa ikut campur terlalu jauh"
Jiang Chen pun membawa Jilu dan Jia Yong kesebuah gua yang terletak berlawanan cukup jauh dengan gua para bandit, Jiang Chen menemukan gua ini saat dalam perjalanan ke sungai pagi ini dan berpikir bahwa mereka akan aman untuk tinggal disini selama satu bulan kedepan.
Jiang Chen berkata pada Jilu dan Jia Yong "Kita akan berlatih disini selama 40 hari, dengan kecepatan kultivasi kalian, ini seharusnya cukup untuk kalian menerobos ke tingkat 7 Kondensasi Qi, dengan pondasi yang kuat dan tanpa masalah"
Jilu dan Jia Yong hanya mengangguk dan berkata "Baik Bos"
Setelah memilih tempatnya masing-masing, mereka pun mulai berkultivasi dengan serius.
Jiang Chen berpikir, bahwa dalam 40 hari ini dia seharusnya bisa menerobos ke tingkat 8 Kondensasi Qi tanpa masalah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Anonymous
😍
2024-03-12
0
Nino Ndut
gw demen mc model gini yg tenang berpikiran panjang n tegas..cakep thor
2023-04-18
1
Haikal Akbar
Up
2022-11-21
0