Chapter 19: Perubahan Rencana

Setelah sampai di kereta Jiang Chen melihat bahwa Jilu dan Jia Yong masih tidak sadarkan diri, sehingga Jiang Chen tidak membangunkan mereka dan hanya mengoleskan salep obat yang dia dapat dari penyimpanan para bandit.

Baru setelah itu dia pun pergi keluar kereta dan langsung berbaring di atas rumput, sambil memandangi bintang-bintang di langit dan tanpa sadar Jiang Chen pun bergumam "Aku ingin tau apakah ada dunia yang lebih luas lagi di luar sana, apakah aku akan bisa mengukir namaku diatas sana"

Tanpa sadar Jiang Chen pun menutup matanya dan mulai tertidur, mungkin karena dia sudah terlalu lelah, sehingga dia bahkan lupa untuk membersihkan diri dan langsung tertidur dengan badan yang penuh dengan darah.

Keesokan harinya, Jiang Chen terbangun pada pagi hari, dan langsung pergi ke sebuah sungai yang terletak tidak jauh dari tempat kereta mereka berada.

Setelah sampai disana Jiang Chen pun langsung membersihkan tubuhnya, dan mengambil beberapa ikan untuk di dimakan oleh Jiang Chen dan yang lainya.

Benar saja saat Jiang Chen kembali ke kereta, Jilu dan Jia Yong sudah terbangun, dan ketika mereka melihat Jiang Chen, mereka pun berusaha untuk bangkit, namun langsung di hentikan oleh tangan Jiang Chen.

Jiang Chen berkata dengan senyum di wajahnya "Duduklah, aku akan memasak sesuatu untuk di makan"

Jiang Chen pun mulai membakar ikan dengan sabar dan memberikannya pada Jilu dan Jia Yong "Makanlah setelah itu baru kita bicara"

Jilu dan Jia Yong langsung mengangguk dan memakannya, karna mereka juga sangat lapar setelah terbangun, dan tanpa malu-malu mereka pun mengambil ikan kedua mereka, dan setelah ikan ketiga mereka baru berhenti dan tersenyum malu.

Jiang Chen hanya tersenyum dan bertanya "bagaiman perasaan kalian?"

Jilu menjawab "Aku merasa lebih setelah beristirahat dari kemarin"

Jia Yong menambahkan "Aku juga sama, kemarin sangat menegangkan dan berbahaya"

Jiang Chen berkata "Bagaimana perasaan kalian setelah membunuh seseorang?"

Jia Yong menjawab dengan alis yang sedikit berkerut "Itu sangat menakutkan dan membuat pikiranku kacau, namun di akhir aku merasa bersalah"

Jilu mengangguk dan berkata "Aku pikir mungkin mereka juga memiliki keluarga diluar sana yang sedang menunggu kepulangnya"

Jiang Chen mengangguk juga dan berkata dengan lembut "kalian benar dan aku juga setuju dengan itu"

Jilu berkata "Bisakah kita di masa depan tidak membunuh orang lagi?"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan pahit "itu tidak mungkin"

Jilu membalas dengan heran "Kenapa? Bukankah Bos juga setuju dengan kami"

Jiang Chen menjawab dengan tegas "Apakah kamu pernah berpikir tentang berapa banyak orang yang telah mereka rampok dan bunuh? Pernahkah kamu berpikir, jika kamu membiarkanya hidup itu mungkin akan membuat orang lain menderita di masa depan"

Jilu menjawab perlahan "Mungkin dia akan bertobat setelah kita menyelamatkan nyawanya"

Jiang Chen menggelengkan kepalanya sekali lagi "Tidak ada jaminan untuk itu, kau tidak akan bisa terus berada disisinya dan mengawasi setiap tindakannya, sehingga kau hanya akan menakutinya untuk sesaat saja, dan bisa saja setelah kepergian kita, dia akan berulah lagi dan mencoba membalas dendam pada kita"

Jilu tertegun mendengar jawaban Jiang Chen, karna yang dikatakannya sangat masuk akal, dan entah mengapa saat dia bicara dengan Jiang Chen dia selalu merasa tercerahkan dan memiliki sudut pandang yang baru.

Setelelah melakukam beberapa percakan ringan, Jiang Chen langsung mengeluarkan semua barang rampasanya dan membagikannya pada Jilu dan Jia Yong, yang membuat mereka meloncat terkejut.

Jilu berkata dengan tergesa-gesa "Bos dari mana asalnya semua ini"

Jiang Chen tersenyum dan berkata "Duduklah, aku akan menjelaskanya"

Jilu dan JiaYong pun kembali duduk, dan Jiang Chen mulai menceritakan semua kejadian setelah mereka pingsan, termasuk Jiang Chen yang menerobos ke markas bandit yang disana memiliki kultivator tingkat 9 Kondensasi Qi.

Jilu dan Jia Yong mengeluarkan keringat dingin, mendengarkan cerita Jiang Chen, karna ternyata semua yang dikatakan Jiang Chen sebelumnya benar.

Jika mereka tidak pingsan mungkin mereka akan meminta Jiang Chen untuk mengampuni para bandit yang tersisa. Namun, setelah memikirkannya kembali, keputusan mereka itu bisa saja membawa sebuah bencana yang membuat mereka akan terbunuh dan lebih jauh lagi mungkin keputusan mereka itu akan membuat orang lain menderita.

Jiang Chen berkata "Ambilah dan bagilah antara kalian berdua, dan untukmu Jia Yong aku mempunyai hadiah untukmu"

Jiang Chen pun tersenyum dan mengeluarkan sebuah busur berwarna biru langit yang sangat indah, lalu melemparkanya pada Jia Yong dengan santai.

Namun, Jia Yong yang melihat busur ini tercengang dan berkata dengan tergesa-gesa "Sebuah senjata elit, Bos ini?"

Jiang Chen tersenyum menjawab dengan tulus dan lugas "Aku tahu kamu mungkin tidak akan mengikutiku dan aku juga tidak akan memaksamu atau mencoba membuatmu terikat denganku, karna bagaimanapun kita sudah menjadi saudara, anggaplah ini hadiah perpisahan dariku saudaramu"

Jia Yong sangat tersentuh dengan kebaikan Jiang Chen, dia telah mengajarkannya cara berkultivasi dan juga memberikannya banyak sumber daya, namun dia tidak pernah menuntut apapun darinya, bahkan dia tidak pernah mencoba membujuk untuk mengikutinya, namun sekarang dia memberikannya sebuah senjata elit dengan santai.

Jiang Chen berkata "Aku hanya kebetulan menemukanya di markas bandit jadi kau bisa menyimpannya"

Namun, Jia Yong tiba-tiba membungkuk di depan Jiang Chen, dan berkata dengan tegas "Bos izinkan aku untuk mengikutimu dan menjadi salah satu prajuritmu, aku Jia Yong bersumpah setia bahwa hanya akan mengikutimu dalam kehidupan ini"

Jiang Chen mengangguk dan menunjukan senyum yang indah "Maka Selamat Datang Dalam Keluarga"

Mata Jia Yong sedikit memerah mendengar itu, sebenarnya Jia Yong pernah berpikir untuk mengikuti Jiang Chen, tapi dia masih ragu-ragu dan hanya setelah terjadinya penyerangan para bandit dia bersumpah dalam hatinya Bahwa jika dia bisa selamat dari ini, dia akan mengikuti JiangChen sampai akhir.

Namun, siapa sangka JiangChen akan memberinya kejutan lebih dulu, yang membuat Jia Yong sangat tersentuh.

Dan setelah melakukan beberapa percakapan Jia Yong kembali tekejut karna mengetahui latar belakang Jiang Chen, Jia Yong memang mengetahui nama Jiang Chen sudah lama. Namun, dia tidak pernah bepikir bahwa dia adalah tuan muda dari KlanJiang.

Jia Yong sangat bahagia dengan mengetahui fakta bahwa dia tidak salah dalam memilih Bos, dan telah mengikuti sorang tuan muda dari Klan besar.

Jiang Chen yang seakan mengetahui isi pikirannya, langsung menegurnya "Apa yang kau pikirkan, walaupun KlanJ iang adalah Klan besar di Kota Mohe, tapi didunia ini Klan Jiang tidak lebih dari setitik debu, jadi singkirkanlah pemikiranmu itu"

Namun, perkataan Jiang Chen tidak mempengaruhi kebahagian Jia Yong, dia masih terus tersenyum bahagia.

Jian Chen berkata pada Jilu dan Jia Yong "Kita akan mengubah rencana, karna kita sudah memiliki cukup banyak sumber daya, kita akan meningkatkan kultivasi kita terlebih dahulu sebelum kita memasuki kota"

Jiang Chen telah memikirkannya dengan hati-hati, setelah kejadian bandit, Jiang Chen merasa bahwa dirinya masih terlalu lemah, dan harusnya para bandit yang Jiang Chen bunuh masih mempunyai orang lain yang di belakang mereka, yang melindungi mereka dari belakang.

Dilihat dari jarahan yang Jiang Chen ambil, dia bisa mengetahui bahwa mereka sudah sering melakukan ini untuk waktu yang lama dan seharusnya ini cukup untuk membuat para prajurit kota curiga, kecuali ada orang yang menutupi semua pergerakan mereka dari belakang dan dia pasti akan marah jika mengetahui bahwa Jiang Chen sudah membunuh mereka semua, lalu dia pasti akan mencarinya.

Jiang Chen bergumam "Walapun aku tidak takut, aku tidak bisa melakukan banyak hal tentang masalah ini, karna ini adalah masalah internal Kota Ming, sehingga aku tidak bisa ikut campur terlalu jauh"

Jiang Chen pun membawa Jilu dan Jia Yong kesebuah gua yang terletak berlawanan cukup jauh dengan gua para bandit, Jiang Chen menemukan gua ini saat dalam perjalanan ke sungai pagi ini dan berpikir bahwa mereka akan aman untuk tinggal disini selama satu bulan kedepan.

Jiang Chen berkata pada Jilu dan Jia Yong "Kita akan berlatih disini selama 40 hari, dengan kecepatan kultivasi kalian, ini seharusnya cukup untuk kalian menerobos ke tingkat 7 Kondensasi Qi, dengan pondasi yang kuat dan tanpa masalah"

Jilu dan Jia Yong hanya mengangguk dan berkata "Baik Bos"

Setelah memilih tempatnya masing-masing, mereka pun mulai berkultivasi dengan serius.

Jiang Chen berpikir, bahwa dalam 40 hari ini dia seharusnya bisa menerobos ke tingkat 8 Kondensasi Qi tanpa masalah.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

😍

2024-03-12

0

Nino Ndut

Nino Ndut

gw demen mc model gini yg tenang berpikiran panjang n tegas..cakep thor

2023-04-18

1

Haikal Akbar

Haikal Akbar

Up

2022-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1: Kebangkitan
2 Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3 Chapter 3: Kembali Ke Kota
4 Chaper 4: Feng Lin
5 Chapter 5: Klan Jiang
6 Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7 Chapter 7: Info Turnamen
8 Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9 Chapter 9: Tinju Bayang
10 Chapter 10: Keberangkatan
11 Chapter 11: Jia Yong
12 Chapter 12: Pemburuan Pertama
13 Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14 Chapter 14: Bandit Gunung
15 Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16 Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17 Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18 Chapter 18: Rampasan Perang
19 Chapter 19: Perubahan Rencana
20 Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21 Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22 Chapter 22: Putri Ming
23 Chapter 23: Jalan Barang Antik
24 Chapter 24: Mendapatkan Harta
25 Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26 Chapter 26 : Klan Ming
27 Chapter 27: Klan Ming II
28 Chapter 28: Bukit Tengkorak
29 Chapter 29: Tombak Naga Langit
30 Chapter 30: Penyulingan Pertama
31 Chapter 31: Pemburuan
32 Chapter 32: Kemampuan Jilu
33 Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34 Chapter 34: Jiu Long
35 Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36 Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37 Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38 Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39 Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40 Chapter 40: Perubahan Turnamen
41 Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42 Chapter 42: Ujian Alchemist
43 Chapter 43: Paviliun Kosmos
44 Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45 Chapter 45: Pelelangan
46 Chapter 46: Pelelangan II
47 Chapter 47: Pelelangan III
48 Chpater 48: Mencoba Teknik
49 Chapter 49: Tebasan Asura
50 Chapter 50: Rencana Pulang
51 Chapter 51: Menuju Klan Ming
52 Chapter 52: Pamitan
53 Chapter 53: Pamitan II
54 Chapter 54: Pamitan III
55 Chapter 55: Ming Mei
56 Chapter 56: Ming Mei II
57 Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58 Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59 Chapter 59: Tradisi Keluarga
60 Chapter 60: Rencana Kepergian
61 Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62 Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63 Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64 Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65 Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66 Chapter 66: Memasuki Gua
67 Chapter 67: Warisan Li Hongli
68 Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69 Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70 Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71 Chapter 71: Qing Tao
72 Chapter 72: Munculnya Fraksi
73 Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74 Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75 Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76 Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77 Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78 Chapter 78: Hari Turnamen
79 Chapter 79: Babak Penyisihan
80 Chapter 80: Babak Penyisihan II
81 Chapter 81: Memasuki Semi Final
82 Chapter 82: Amarah Jun Tao
83 Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84 Chapter 84: Babak Final
85 Chapter 85: Babak Final II
86 Chapter 86: Babak Final III
87 Chapter 87: Babak Final IV
88 Chapter 88: Babak Final V
89 Chapter 89: Babak Final VI
90 Chapter 90: Hasil Akhir
91 Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92 Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93 Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94 Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95 Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96 Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97 Chapter 97: Pohon Kuno
98 Chapter 98: Akhir Pertempuran
99 Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100 Chapter 100: Sebelum Kepergian
101 Chapter 101: Memulai Perjalanan
102 Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103 Chapter 103: Pengkhianatan
104 Chapter 104: Pengkhianatan II
105 Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106 Chapter 106: Raja Ran
107 Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108 Chapter 108: Ruang Harta
109 Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110 Chapter 110: Tiba di Mansion
111 Chapter 111: Ran Riu
112 Chapter 112: Kerajaan Godam
113 Chapter 113: Serikat Petarung
114 Chapter 114: Mengambil Misi
115 Chapter 115: Gerombolan Serigala
116 Chapter 116: Terobosan Hubai
117 Chapter 117: Jin Giu
118 Chapter 118: Surat Raja Ran
119 Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120 Chapter 120: Dimana Matamu
121 Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122 Chapter 122: Kakek Dan
123 Chapter 123: Api Hewani
124 Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125 Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126 Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127 Chapter 127: Pertaruhan
128 Chapter 128: Babak Final
129 Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130 Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131 Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132 Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133 Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134 Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135 Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136 Chapter 136: Kembali Pulang
137 Chapter 137: Penyergapan
138 Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139 Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140 Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141 Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142 Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143 Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144 Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145 Chapter 145: Kepergian Li Wei
146 Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147 Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148 Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149 Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150 Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151 Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152 Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153 Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154 Chapter 154: Kolam Darah Naga
155 Chapter 155: Terlukannya Hubai
156 Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157 Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158 Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159 Chapter 159: Paman Jin Giu
160 Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161 Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162 Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163 Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164 Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165 Chapter 165: Perang Bandit
166 Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167 Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168 Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169 Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170 Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171 Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172 Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173 Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174 Chapter 174 : Mencari Informasi
175 Chapter 175 : Memasuki Penjara
176 Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177 Chapter 177 : Tornado Asura
178 Chapter 178 : Batu Bulan
179 Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180 Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181 Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182 Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183 Chapter 183 : Memasuki Menara
Episodes

Updated 183 Episodes

1
Chapter 1: Kebangkitan
2
Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3
Chapter 3: Kembali Ke Kota
4
Chaper 4: Feng Lin
5
Chapter 5: Klan Jiang
6
Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7
Chapter 7: Info Turnamen
8
Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9
Chapter 9: Tinju Bayang
10
Chapter 10: Keberangkatan
11
Chapter 11: Jia Yong
12
Chapter 12: Pemburuan Pertama
13
Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14
Chapter 14: Bandit Gunung
15
Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16
Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17
Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18
Chapter 18: Rampasan Perang
19
Chapter 19: Perubahan Rencana
20
Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21
Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22
Chapter 22: Putri Ming
23
Chapter 23: Jalan Barang Antik
24
Chapter 24: Mendapatkan Harta
25
Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26
Chapter 26 : Klan Ming
27
Chapter 27: Klan Ming II
28
Chapter 28: Bukit Tengkorak
29
Chapter 29: Tombak Naga Langit
30
Chapter 30: Penyulingan Pertama
31
Chapter 31: Pemburuan
32
Chapter 32: Kemampuan Jilu
33
Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34
Chapter 34: Jiu Long
35
Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36
Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37
Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38
Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39
Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40
Chapter 40: Perubahan Turnamen
41
Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42
Chapter 42: Ujian Alchemist
43
Chapter 43: Paviliun Kosmos
44
Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45
Chapter 45: Pelelangan
46
Chapter 46: Pelelangan II
47
Chapter 47: Pelelangan III
48
Chpater 48: Mencoba Teknik
49
Chapter 49: Tebasan Asura
50
Chapter 50: Rencana Pulang
51
Chapter 51: Menuju Klan Ming
52
Chapter 52: Pamitan
53
Chapter 53: Pamitan II
54
Chapter 54: Pamitan III
55
Chapter 55: Ming Mei
56
Chapter 56: Ming Mei II
57
Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58
Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59
Chapter 59: Tradisi Keluarga
60
Chapter 60: Rencana Kepergian
61
Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62
Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63
Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64
Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65
Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66
Chapter 66: Memasuki Gua
67
Chapter 67: Warisan Li Hongli
68
Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69
Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70
Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71
Chapter 71: Qing Tao
72
Chapter 72: Munculnya Fraksi
73
Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74
Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75
Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76
Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77
Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78
Chapter 78: Hari Turnamen
79
Chapter 79: Babak Penyisihan
80
Chapter 80: Babak Penyisihan II
81
Chapter 81: Memasuki Semi Final
82
Chapter 82: Amarah Jun Tao
83
Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84
Chapter 84: Babak Final
85
Chapter 85: Babak Final II
86
Chapter 86: Babak Final III
87
Chapter 87: Babak Final IV
88
Chapter 88: Babak Final V
89
Chapter 89: Babak Final VI
90
Chapter 90: Hasil Akhir
91
Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92
Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93
Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94
Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95
Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96
Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97
Chapter 97: Pohon Kuno
98
Chapter 98: Akhir Pertempuran
99
Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100
Chapter 100: Sebelum Kepergian
101
Chapter 101: Memulai Perjalanan
102
Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103
Chapter 103: Pengkhianatan
104
Chapter 104: Pengkhianatan II
105
Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106
Chapter 106: Raja Ran
107
Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108
Chapter 108: Ruang Harta
109
Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110
Chapter 110: Tiba di Mansion
111
Chapter 111: Ran Riu
112
Chapter 112: Kerajaan Godam
113
Chapter 113: Serikat Petarung
114
Chapter 114: Mengambil Misi
115
Chapter 115: Gerombolan Serigala
116
Chapter 116: Terobosan Hubai
117
Chapter 117: Jin Giu
118
Chapter 118: Surat Raja Ran
119
Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120
Chapter 120: Dimana Matamu
121
Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122
Chapter 122: Kakek Dan
123
Chapter 123: Api Hewani
124
Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125
Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126
Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127
Chapter 127: Pertaruhan
128
Chapter 128: Babak Final
129
Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130
Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131
Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132
Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133
Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134
Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135
Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136
Chapter 136: Kembali Pulang
137
Chapter 137: Penyergapan
138
Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139
Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140
Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141
Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142
Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143
Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144
Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145
Chapter 145: Kepergian Li Wei
146
Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147
Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148
Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149
Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150
Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151
Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152
Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153
Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154
Chapter 154: Kolam Darah Naga
155
Chapter 155: Terlukannya Hubai
156
Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157
Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158
Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159
Chapter 159: Paman Jin Giu
160
Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161
Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162
Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163
Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164
Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165
Chapter 165: Perang Bandit
166
Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167
Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168
Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169
Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170
Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171
Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172
Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173
Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174
Chapter 174 : Mencari Informasi
175
Chapter 175 : Memasuki Penjara
176
Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177
Chapter 177 : Tornado Asura
178
Chapter 178 : Batu Bulan
179
Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180
Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181
Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182
Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183
Chapter 183 : Memasuki Menara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!