Chapter 2: Buah Kondensasi Langit

Setelah satu hari berkultivasi terdengarlah suara ledakan dari tubuh Jiang Chen, tapi itu bukan karena tubuhnya meledak, melainkan karena dia melakukan terobosan ke tingkat 1 Kondensasi Qi.

"Sial, ini sangat cepat" Ujar Jiang Chen dengan semangat.

Dengan dirinya yang dulu dia membutuhkan waktu 6 bulan untuk menerobos ketahap ini, tapi sekarang dia hanyalah perlu satu hari.

Jujur saja bakat Jiang Chen sangatlah buruk, bahkan saat dibandingkan dengan orang paling bodoh sekalipun, dia masih terlihat sangatlah buruk, karena orang yang paling tidak berbakat sekalipun hanya akan membutuhkan 3 bulan untuk menerobos tingkat 1 Kondensasi Qi dan itu adalah setengah dari waktu yang di butuhkannya saat itu.

Maka tidak aneh jika orang-orang mengintimidasinya dan menyebutnya seorang sampah, pencundang, dan orang yang sia-sia. Selain itu, Jika bukan karna fakta ayahnya adalah seorang Kepala Klan, mungkin dia juga sudah diusir dari dulu.

"Tapi sekarang berbeda, aku Jiang Chen sudah bisa berkultivasi, cepat atau lambat aku akan berada di puncak dunia dan siapapun yang menghalangiku MATI" Ujar Jiang Chen sambil mengepalkan tangannya, lalu dia pun perlahan kembali tenang dan terus berkultivasi

BOOM!!!

Pada hari ketiga Jiang Chen menembus lagi Ke tingkat 2 Kondensasi Qi, tapi sekarang Jiang Chen tidak berhenti dan terus fokus pada kultivasinya

BOOM..!!!

Pada hari ketujuh Jiang Chen sekali lagi menerobos ke tingkat 3 Kondensasi Qi, tapi setelah melakukan terobosan kali ini, dia pun tidak kembali berkultivasi dan hanya fokus dalam menstabilkan fondasinya.

Setelah melakukan terobosan tiga kali berturut-turut itu pasti akan mempengaruhi fondasinya dan jika tidak diperbaiki dengan segera, mungkin itu akan menjadi hambatan untuknya di masa depan.

Belajar dari sejarah Jiang Chen pun sudah memutuskan untuk melakukan terobosan dengan hati-hati dimasa depan, karena dia tahu banyak genius yang jadi sia-sia karena dia terburu-buru meningkatkan kultivasi dan mengabaikan fondasinya, sehingga mereka tidak bisa melakukan terobosan lagi, tapi dilain sisi ada juga orang yang berdiri di puncak kehidupannya, karena dia membuat fondasi yang kuat pada setiap terobosanya.

Keesokan harinya Jiang Chen pun membuka mata dengan senyuman yang indah, tapi saat melihat tubuhnya senyum itu pun seketika menghilang, Karena tubuhnya saat ini sudah dipenuhi oleh lendir hitam yang mengeluarkan bau tidak sedap.

"Aku tidak menyangkan, bahwa aku masih memiliki banyak kotoran dalam tubuhku" ujar Jiang Chen yang tahu bahwa lendir itu adalah kotoran yang dihasilkan dari konsumsi obat-obatannya dulu.

"Kali ini aku akan pastikan, bahwa aku Jiang Chen akan berdiri di puncak dunia ini, tapi sekarang aku perlu mandi, Hahaha....." Ujar Jiang Chen sambil tertawa terbahak-bahak, Lalu berbalik dan pergi dari gua tersebut.

Disebuah sungai yang dikeliling oleh pepohonan dan bunga-bunga yang indah, ada seorang pria yang sedang asik mandi sambil menunggu ikan bakarnya matang, Tanpa di sadari ini adalah lanskap yang memiliki keindahaan lengkap, dimana pria tersebut menjadi pusat dan alam melengkapinya, terlihat seperti sarjana yang menyatu dengan alam.

Pria itu pun bangkit dari mandinya untuk menggunakan pakaian dan memakan ikannya, jelas pria itu adalah Jiang Chen yang sudah membersihkan lendir di tubuhnya. Lalu sekarang wajahnya yang tampan pun terlihat jelas, serta tubuhnya yang maskulin pun terungkap, maka jika ada wanita yang melihat ini dia pasti akan langsung jatuh hati.

"Masih ada dua minggu dari janjiku dengan ibuku, mungkin aku harus mencari beberapa tumbuhan untuk membantuku meracik pill" gumam Jiang Chen sambil mengerahkan tangannya untuk mengambil ikan bakarnya.

"Huh, meskipun aku tau kekuatan spiritualku akan meningkat, aku tidak menyangka akan sehebat ini, aku bisa merasakan apapun dalam jarak sembilan puluh meter dengan jelas, ini akan sangat membantuku dalam mencari herbal" Ujar Jiang Chen dengan kaget dan sedikit bersemangat, lalu dia pun mengedarkan energi spiritualnya untuk memeriksa ke adaan sekitar.

Ditengah pemeriksaannya Jiang Chen pun menemukan sebuah tempat yang memiliki banyak energi spiritual didalamnya, sehingga Jiang Chen segera bangun dan bergegas kesana.

"Dugaanku benar, indra spiritual bisa di gunakan seperti ini. Maka ini akan mudah"

Di tempat itu Jiang Chen menemukan sebuah Rumput kondensasi tingkat menengah, kalau dulu itu mungkin bisa membantu Jiang Chen menerobos satu tingkat dari tahap Tiga ke tahap Empat. namun sekarang bahkan tidak bisa mengisi setengah merdianya. Jiang Chen pun tersenyum pait.

Telah lewat enam hari Jiang Chen berburu tanaman herbal, sejauh ini dia telah menemukan 2 tingkat tinggi, 6 tingkat menengah, dan 10 rumput kondensasi tingkat rendah. Jiang Chen bersemangat karena dia merasa ini akan cukup untuk membantunya menerobos ke tingkat 6 Kondensasi Qi.

Ini adalah hari terakhir Jiang Chen berburu dan besok dia akan kembali ke Klan, jadi dia berharap bisa memiliki beberapa panen lain.

BANG!!

Tiba-tiba terdengar suara pertempuran dari jauh, ini membuat Jiang Chen bingung karena dia ingin melihat, tapi ragu dan takut tertarik ke dalamnya. Bukan berarti dia pengecut, tapi saat ini dia hanyalah pembudidaya kecil dari tahap Tiga Kondensasi Qi, yang bahkan belum belajar keahlian beladiri.

Namun setelah ragu-ragu cukup lama, Jiang Chen pun akhirnya mumutuskan untuk melihat pertarungan tersebut.

"Roarrrr!!!"

Saat Jiang Chen sampai disana, dia melihat seekor Singa dan seekor Ular raksasa sedang bertarung, dan dibelakang mereka terdapat sebuah Pohon yang penuh dengan energi spiritual, dan ada dua buah di salah satu dahannya

"Buah Kondensasi langit"

Saat Jiang Chen melihatnya, dia menjadi bersemangat. Buah kondensasi langit dapat membantu seseorang menerobos dari ranah Kondensasi Qi tahap sembilan puncak ke Ranah Kondensasi Darah. Ini adalah harta bagi mereka yang berada di puncak terobosan ke kondensasi darah.

Jelas kedua binatang itu adalah Raja Singa dan Ular Putih yang berada pada tingkat sembilan Wild beast, dan akan melakukan terobosan ke tingkat Beast Spirit jika memakan buah itu.

Kemudian ketika mereka melakukan terobosan, mereka pun akan membangunkan kemampuan bawaan mereka, sehingga membuat mereka akan lebih kuat lagi.

"Pantas saja mereka rela bertarung dengan mempertaruhkan nyawa, harta ini memang sangat menggoda" Gumam Jiang Chen sambil mengangguk, lalu dia pun terseyum seperti sedang memikirkan sesuatu.

Sudah satu jam pertarungan ini berlangsung dan mereka sudah saling melukai. Saat ini kondisi Raja singa atau Ular putih sudah bersimbah darah, tubuh meraka sudah penuh luka dan bisa tumbang kapan saja namun masih belum ada yang menyerah.

"AUMMM"

Terdengar raungan Raja singa yang sedang meloncat dan akan menerkam Ular putih, namun tepat saat Raja singa akan menerkamnya, Ular putih sudah menghilang dari pandangannya yang membuat Raja singa bingung.

Kraaak...! Kraaak...!! Krakk...!!!

Tepat saat itu juga Ular putih muncul kembali dari bawah tanah dan melilit Raja singa dengan kecang sehingga terdengar suara retakan tulang dari dalam tubuhnya, dan ketika raja singa sudah tidak sanggup melawan lagi Ular putih melacar gigitan ke kepalanya yang membuat Raja singa mati

Setelah Ular putih melepaskan lilitannya dia bergegas mendekati pohon kondensasi, namun sebelum dia bisa mencapainya tiba-tiba muncul batu besar yang menghatam kepalanya. Ini membuat Ular putih sangat marah dan akan berbalik untuk menyerang

Namun sebelum dia bisa berbalik, sebuah tangan kecil yang halus memukul kepalanya tepat di otaknya, meskipun tangan itu kecil dan halus, tapi tangan itu sangatlah tajam,sehingga berhasil untuk langsung menembus ke otaknya.

Hasil ini sudah dalam perhitungan Jiang Chen, bukan karna dia sangat kuat. namun melainkan karena faktor-faktor lain, seperti keadaan target, kelemah target, dan pengendalian diri.

Saat Ular putih selesai bertarung dan hendak mendekati pohon, Jiang Chen sengaja melemparkan batu terlebih dahulu dengan tujuan membuatnya marah, sehingga dia pun kehilangan kendali dan mengabaikan indra pendeteksinya, dan tepat saat itulah Jiang Chen bisa mendekat tanpa diketahui.

Namun yang di luar dugaan Jiang Chen adalah bahwa Ular Putih itu sudah sangatlah lemah, sehingga dia bahkan tidak bisa mengeluarkan lima persen dari kekuatan aslinya, yang membuat Jiang Chen pun berhasil mendaratkan pukulannya tepat di otak ular tersebut, dan jika bukan karena itu semua Jiang Chen tidak akan mungkin bisa membunuh Ular putih dengan mudah.

Harus diketahui bahwa Ular putih berada pada tahap Wild Beast tingkat sembilan yang setara dengan pembudidaya manusia tingkat sembilna Kondensasi Qi, bahkan katanya hewan buas selalu lebih kuat dari manusia pada tingkat yang sama.

Belum lagi pada tingkat yang sama, Tingkat kultivasi Jiang Chen sekarang hanya berada pada tahap tiga kondensasi Qi, bahkan Jika Ular putih hanya memiliki lima persen dari kekuatan aslinya itu akan cukup untuk membunuh Jiang Chen. Dan jika kalian ingin tahu, Jiang Chen sudah meletakan semua kekuatannya pada pukulan pertamanya, sehingga jika dia gagal untuk membunuhnya dalam sekali serangan, dia hanya bisa kabur dengan tergesa-gesa.

"Huhh... aku sungguh beruntung, tapi tadi itu sangat berbahaya" Jiang Chen menghela nafas lalu berkata dengan nada yang sedikit tergesa-gesa.

"Ini sungguh panen yang bagus" gumam Jiang Chen sambil tersenyum memandangi Pohon yang ada di depannya, lalu dia pun berjalan mendekat ke arah pohon kondensasi tersebut dan dengan santai memetik buahnya.

"Sebaiknya aku pergi sekarang juga, karna mungkin sebentar lagi akan ada binatang lain yang datang" Ujar Jiang Chen dengan hati-hati, lalu dia pun berbalik dan pergi.

Tidak lama setelah Jiang Chen pergi, datanglah segerombolan Wild Beast tingkat 9. Namun Jiang Chen tidak tahu apa yang terjadi di lokasi itu karna dia sudah kembali ke gua tempat tinggalnya.

"Besok aku akan kembali ke desa, sebaiknya sekarang aku beristirahat terlebih dahulu" gumam Jiang Chen sambil perlahan duduk bersila.

Terpopuler

Comments

Kenapa Mustika nya tdk diambil untuk diserap energinya apakah Mcnya memang bodoh

2023-08-13

0

🔵¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman Arsyad ⏤͟͟͞R

🔵¢ᖱ'D⃤𝐀⃝🥀 iman Arsyad ⏤͟͟͞R

ini karya ke dua yg aku mula suka pada alur ceritanya.. teruskn thor

2023-02-13

0

Haikal Akbar

Haikal Akbar

Up

2022-11-20

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1: Kebangkitan
2 Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3 Chapter 3: Kembali Ke Kota
4 Chaper 4: Feng Lin
5 Chapter 5: Klan Jiang
6 Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7 Chapter 7: Info Turnamen
8 Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9 Chapter 9: Tinju Bayang
10 Chapter 10: Keberangkatan
11 Chapter 11: Jia Yong
12 Chapter 12: Pemburuan Pertama
13 Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14 Chapter 14: Bandit Gunung
15 Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16 Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17 Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18 Chapter 18: Rampasan Perang
19 Chapter 19: Perubahan Rencana
20 Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21 Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22 Chapter 22: Putri Ming
23 Chapter 23: Jalan Barang Antik
24 Chapter 24: Mendapatkan Harta
25 Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26 Chapter 26 : Klan Ming
27 Chapter 27: Klan Ming II
28 Chapter 28: Bukit Tengkorak
29 Chapter 29: Tombak Naga Langit
30 Chapter 30: Penyulingan Pertama
31 Chapter 31: Pemburuan
32 Chapter 32: Kemampuan Jilu
33 Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34 Chapter 34: Jiu Long
35 Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36 Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37 Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38 Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39 Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40 Chapter 40: Perubahan Turnamen
41 Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42 Chapter 42: Ujian Alchemist
43 Chapter 43: Paviliun Kosmos
44 Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45 Chapter 45: Pelelangan
46 Chapter 46: Pelelangan II
47 Chapter 47: Pelelangan III
48 Chpater 48: Mencoba Teknik
49 Chapter 49: Tebasan Asura
50 Chapter 50: Rencana Pulang
51 Chapter 51: Menuju Klan Ming
52 Chapter 52: Pamitan
53 Chapter 53: Pamitan II
54 Chapter 54: Pamitan III
55 Chapter 55: Ming Mei
56 Chapter 56: Ming Mei II
57 Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58 Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59 Chapter 59: Tradisi Keluarga
60 Chapter 60: Rencana Kepergian
61 Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62 Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63 Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64 Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65 Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66 Chapter 66: Memasuki Gua
67 Chapter 67: Warisan Li Hongli
68 Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69 Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70 Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71 Chapter 71: Qing Tao
72 Chapter 72: Munculnya Fraksi
73 Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74 Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75 Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76 Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77 Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78 Chapter 78: Hari Turnamen
79 Chapter 79: Babak Penyisihan
80 Chapter 80: Babak Penyisihan II
81 Chapter 81: Memasuki Semi Final
82 Chapter 82: Amarah Jun Tao
83 Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84 Chapter 84: Babak Final
85 Chapter 85: Babak Final II
86 Chapter 86: Babak Final III
87 Chapter 87: Babak Final IV
88 Chapter 88: Babak Final V
89 Chapter 89: Babak Final VI
90 Chapter 90: Hasil Akhir
91 Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92 Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93 Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94 Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95 Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96 Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97 Chapter 97: Pohon Kuno
98 Chapter 98: Akhir Pertempuran
99 Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100 Chapter 100: Sebelum Kepergian
101 Chapter 101: Memulai Perjalanan
102 Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103 Chapter 103: Pengkhianatan
104 Chapter 104: Pengkhianatan II
105 Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106 Chapter 106: Raja Ran
107 Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108 Chapter 108: Ruang Harta
109 Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110 Chapter 110: Tiba di Mansion
111 Chapter 111: Ran Riu
112 Chapter 112: Kerajaan Godam
113 Chapter 113: Serikat Petarung
114 Chapter 114: Mengambil Misi
115 Chapter 115: Gerombolan Serigala
116 Chapter 116: Terobosan Hubai
117 Chapter 117: Jin Giu
118 Chapter 118: Surat Raja Ran
119 Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120 Chapter 120: Dimana Matamu
121 Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122 Chapter 122: Kakek Dan
123 Chapter 123: Api Hewani
124 Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125 Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126 Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127 Chapter 127: Pertaruhan
128 Chapter 128: Babak Final
129 Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130 Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131 Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132 Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133 Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134 Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135 Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136 Chapter 136: Kembali Pulang
137 Chapter 137: Penyergapan
138 Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139 Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140 Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141 Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142 Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143 Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144 Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145 Chapter 145: Kepergian Li Wei
146 Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147 Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148 Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149 Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150 Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151 Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152 Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153 Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154 Chapter 154: Kolam Darah Naga
155 Chapter 155: Terlukannya Hubai
156 Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157 Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158 Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159 Chapter 159: Paman Jin Giu
160 Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161 Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162 Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163 Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164 Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165 Chapter 165: Perang Bandit
166 Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167 Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168 Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169 Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170 Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171 Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172 Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173 Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174 Chapter 174 : Mencari Informasi
175 Chapter 175 : Memasuki Penjara
176 Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177 Chapter 177 : Tornado Asura
178 Chapter 178 : Batu Bulan
179 Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180 Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181 Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182 Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183 Chapter 183 : Memasuki Menara
Episodes

Updated 183 Episodes

1
Chapter 1: Kebangkitan
2
Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3
Chapter 3: Kembali Ke Kota
4
Chaper 4: Feng Lin
5
Chapter 5: Klan Jiang
6
Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7
Chapter 7: Info Turnamen
8
Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9
Chapter 9: Tinju Bayang
10
Chapter 10: Keberangkatan
11
Chapter 11: Jia Yong
12
Chapter 12: Pemburuan Pertama
13
Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14
Chapter 14: Bandit Gunung
15
Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16
Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17
Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18
Chapter 18: Rampasan Perang
19
Chapter 19: Perubahan Rencana
20
Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21
Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22
Chapter 22: Putri Ming
23
Chapter 23: Jalan Barang Antik
24
Chapter 24: Mendapatkan Harta
25
Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26
Chapter 26 : Klan Ming
27
Chapter 27: Klan Ming II
28
Chapter 28: Bukit Tengkorak
29
Chapter 29: Tombak Naga Langit
30
Chapter 30: Penyulingan Pertama
31
Chapter 31: Pemburuan
32
Chapter 32: Kemampuan Jilu
33
Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34
Chapter 34: Jiu Long
35
Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36
Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37
Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38
Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39
Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40
Chapter 40: Perubahan Turnamen
41
Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42
Chapter 42: Ujian Alchemist
43
Chapter 43: Paviliun Kosmos
44
Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45
Chapter 45: Pelelangan
46
Chapter 46: Pelelangan II
47
Chapter 47: Pelelangan III
48
Chpater 48: Mencoba Teknik
49
Chapter 49: Tebasan Asura
50
Chapter 50: Rencana Pulang
51
Chapter 51: Menuju Klan Ming
52
Chapter 52: Pamitan
53
Chapter 53: Pamitan II
54
Chapter 54: Pamitan III
55
Chapter 55: Ming Mei
56
Chapter 56: Ming Mei II
57
Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58
Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59
Chapter 59: Tradisi Keluarga
60
Chapter 60: Rencana Kepergian
61
Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62
Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63
Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64
Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65
Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66
Chapter 66: Memasuki Gua
67
Chapter 67: Warisan Li Hongli
68
Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69
Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70
Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71
Chapter 71: Qing Tao
72
Chapter 72: Munculnya Fraksi
73
Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74
Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75
Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76
Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77
Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78
Chapter 78: Hari Turnamen
79
Chapter 79: Babak Penyisihan
80
Chapter 80: Babak Penyisihan II
81
Chapter 81: Memasuki Semi Final
82
Chapter 82: Amarah Jun Tao
83
Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84
Chapter 84: Babak Final
85
Chapter 85: Babak Final II
86
Chapter 86: Babak Final III
87
Chapter 87: Babak Final IV
88
Chapter 88: Babak Final V
89
Chapter 89: Babak Final VI
90
Chapter 90: Hasil Akhir
91
Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92
Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93
Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94
Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95
Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96
Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97
Chapter 97: Pohon Kuno
98
Chapter 98: Akhir Pertempuran
99
Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100
Chapter 100: Sebelum Kepergian
101
Chapter 101: Memulai Perjalanan
102
Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103
Chapter 103: Pengkhianatan
104
Chapter 104: Pengkhianatan II
105
Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106
Chapter 106: Raja Ran
107
Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108
Chapter 108: Ruang Harta
109
Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110
Chapter 110: Tiba di Mansion
111
Chapter 111: Ran Riu
112
Chapter 112: Kerajaan Godam
113
Chapter 113: Serikat Petarung
114
Chapter 114: Mengambil Misi
115
Chapter 115: Gerombolan Serigala
116
Chapter 116: Terobosan Hubai
117
Chapter 117: Jin Giu
118
Chapter 118: Surat Raja Ran
119
Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120
Chapter 120: Dimana Matamu
121
Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122
Chapter 122: Kakek Dan
123
Chapter 123: Api Hewani
124
Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125
Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126
Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127
Chapter 127: Pertaruhan
128
Chapter 128: Babak Final
129
Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130
Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131
Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132
Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133
Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134
Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135
Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136
Chapter 136: Kembali Pulang
137
Chapter 137: Penyergapan
138
Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139
Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140
Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141
Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142
Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143
Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144
Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145
Chapter 145: Kepergian Li Wei
146
Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147
Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148
Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149
Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150
Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151
Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152
Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153
Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154
Chapter 154: Kolam Darah Naga
155
Chapter 155: Terlukannya Hubai
156
Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157
Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158
Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159
Chapter 159: Paman Jin Giu
160
Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161
Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162
Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163
Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164
Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165
Chapter 165: Perang Bandit
166
Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167
Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168
Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169
Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170
Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171
Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172
Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173
Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174
Chapter 174 : Mencari Informasi
175
Chapter 175 : Memasuki Penjara
176
Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177
Chapter 177 : Tornado Asura
178
Chapter 178 : Batu Bulan
179
Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180
Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181
Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182
Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183
Chapter 183 : Memasuki Menara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!