Tidak terasa waktu berlalu dengan sangat cepat dan sekarang sudah larut malam, sehingga perpustakaan akan segera tutup. Lalu Jiang Chen pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari perpustakaan.
Namun saat Jiang Chen dalam perjalanan menuju luar perpustakaan, dia melihat bahwa Penatua Guo tidak bergerak sama sekali dari tampat awalnya, ini membuat Jiang Chen bingung, tapi dia tetap menangkupkan tinjunya dan berjalan kembali.
Namun saat Jiang Chen akan melewati pintu, penatua Guo yang sedang beristirahat membuka matanya dan berkata "Jika kau tidak lelah kau bisa melanjutkannya, selama yang kau inginkan"
Jiang Chen menjadi senang, karena makna dari kata-katanya jelas, bahwa dia bisa terus di perpustakaan sesukanya, Jiang Chen berbalik dan menangkupkan tangannya lagi dan berkata "Sekali lagi terimakasih atas bantuanya"
Setelah membaca selama 2 hari akhirnya Jiang Chen mendapatkan informasi yang dia butuhkan, serta beberapa informasi tambahan.
Dan yang membuatnya terkejut adalah kemampuan mengingatnya sangat kuat, sehingga dia hanya perlu membaca satu kali dan akan langsung mengingatnya
"Sudah waktunya untuk mencari Teknik bela diri yang cocok untukku" Setelah mengatakan ini, Jiang Chen pun berdiri dan berjalan ke lantai 2
Namun, setelah mencari beberapa saat JiangChen tidak menemukan sesuatu yang bagus, dan memutuskan untuk langsung menuju lantai 3 untuk menghemat waktu.
Setelah memasuki lantai 3, Jiang Chen mengetahui bahwa semakin tinggi lantai, buku yang Jiang Chen lihat semakin sedikit.
Jiang Chen mengambil buku terdekat dan membacanya " Tinju Banteng Merah ini adalah keterampilan yang bagus dalam kekuatan namun tidak fleksibel dan sangat kaku"
Jiang Chen mengambil buku lain dan mengelengkan kepalanya
"Teknik Pedang Angin keterampilan ini sangat fleksibel namun sangat mudah untuk dibaca oleh musuh, ini sungguh disayangkan"
"Teknik Tubuh Batu keterampilan yang mengeraskan tubuh seperti batu namun membuat gerakan menjadi kaku"
"Teknik Tombak angin ini adalah ......"
"Teknik Tinju ular ini adalah............."
Jiang Chen menghela napas dan tersenyum pahit "Ini mungkin akan sedikit melelahkan sebaiknya aku berkeliling untuk menemukan beberapa teknik yang cocok"
Setelah mengelilingi lantai 3, Jiang Chen telah memilih 2 keterampilan fana tingkat tinggi untuk dirinya, yaitu:
Langkah Angin dimana seseoramg melatihnya sampai puncak dia akan bisa melangkah seringan angin.
Tinju Bayang adalah keterampilan tinju yang membuat setiap pukulan sangat cepat dan seakan meninggalkan bayangan
Jiang Chen pun duduk dan menenangkan pikirannya kembali, lalu mengambil kedua buku tersebut dan mulai membacanya.
Saat Jiang Chen sedang membaca, dia sangat terkejut dengan fakta bahwa dia bisa memahaminya dengan mudah.
Namun, dengan cepat Jiang Chen menenangkan pikirannya kembali, karna dia tahu bahwa pemahaman dan ingatnya telah di perkuat oleh kekuatan spiritualnya, Namun ini tetap mengejutakan dan membuat Jiang Chen sangat senang.
Jian Chen bergumam "Bukankah aku sudah bisa di sebut genius, bahkan aku pikir genius terbaik di Propinsi Huo tidak akan sebaik diriku, namun sebaiknya aku tidak terlalu memikirkanya dan fokus pada kultivasi, karna selalu ada langit yang lebih tinggi"
Setelah membaca 'Tinju Bayang' JiangChen sekali lagi terkejut karna teknik 'Tinju Bayang' bukanlah keterampilan melainkan sebuah prinsip-prinsip yang mendalam tentang tinju.
Disini dijelaskan bahwa dia bisa mengonsenkan Qi di kedua tangannya dan menahannya, sehingga meningkatkan kecepatan dan kekuatan.
Atau mengumpulkan energi spiritual di telapak tangannya untuk memeberikan efek ledakan yang kuat.
Dan yang terakhir adalah membuat energi Qi dan spiritual menyatu, lalu menyebarkanya pada darah dan daging yang membuat setiap pukulan yang di lepaskan akan sangat kuat dan cepat sehingga meninggalkan bayangan.
Setelah membaca 2 teknik tadi, Jiang Chen memutuskan untuk mengambil teknik-teknik dasar lainnya.
Teknik Pedang dasar!
Teknik Tombak dasar!
Teknik Busur dasar!
Jiang Chen berpikir bahwa akan keren jika seorang ahli bisa menguasai semua bidang, sehingga dia pun memutuskan untuk mempelajari semuanya.
Setelah selesai membaca, Jiang Chen memutuskan untuk kembali dan bersiap-siap untuk keberangkatanya besok.
Saat JiangChen berjalan keluar, dia melihat bahwa penatua Guo masih ada disana dengan tempat dan posisi yang sama, sehingga Jiang Chen melakukan etiket sopan dengan menangkupkan tinjunya dan baru berjalan perlahan keluar.
Namun saat Jiang Chen akan melangkah keluar ruangan, Penatua Guo tiba-tiba membuka matanya dan tersenyum "Sungguh buah tidak jatuh jauh dari pohonnya"
Setelah berjalan keluar sebenarnya Jiang Chen melihat bahwa hari masih sore, setelah beberapa saat berpikir Jiang Chen memutuskan untuk menemui Feng Lin untuk memberitahu tentang kepergianya.
Feng Lin tinggal di Klan Feng yang jaraknya cukup jauh dari Klan Jiang, sehingga membutuhkan 30 menit perjalanan kalau berjalan kaki.
Namun untuk seorang pembudidaya waktu 30 menit tersa sangat singkat, sehingga tanpa terasa Jiang Chen sudah berdiri di depan gerbang Klan Feng.
Saat Jiang Chen berjalan masuk, dia pun langsung di sambut oleh para prajurit Klan Feng tanpa mengalami masalah.
Mereka mengetahui bahwa Jiang Chen adalah saudara angkat Feng Lin, selain itu para prajurit Klan Feng pun sangat menyukai karakter Jiang Chen yang rendah hati, sehingga dia di sambut dengan hangat.
Di dalam sebuah ruangan ada seorang pria yang sedang berkultivasi, namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Tok..Tok.Tok..!!! Tuan muda ada yang mencarimu "
Mengedar itu pria ini masih acuh tak acuh dan berkata "Siapa? Jika itu adalah orang-orang dari kerajaan lagi, suruh mereka enyah"
Suara itu membalas "Bukan tuan muda, dia adalah tuan muda Klan Jiang - Jiang Chen"
Mendengar itu Pria itupun bangkit dari kultivasinya dan berjalan keluar, di luar dia melihat Seorang pembantu yang sedang membungkuk jelas dia adalah pembantunya.
Pria itu berkata dengan tergesa-gesa "Dimana dia sekarang"
Pembantu menjawab "Dia sedang menunggu di taman"
Pria itu tidak menjawab lagi dan langsung berlari menuju arah taman, disana dia melihat Jiang Chen yang sedang duduk dan meminum teh
Melihat itu pria itu pun berjalan mendekat dan tersenyum "Saudara Jiang kenapa kau tidak memberitahuku terlebih dahulu jika akan kesini, sehingga kau bisa menyiapkan jamuan"
Jiang Chen balas tersenyum dan berkata "Tidak usah repot-repot, aku tidak akan lama disini, aku datang kesini untuk menyampaikan sesuatu"
Feng Lin bingung dan berkata
"Apa itu?"
Jiang Chen Menjawab "Sebenarnya besok aku akan pergi untuk pelatihan mungkin itu akan memakan waktu 5-6 bulan, namun aku pasti akan datang dalam turnamen tahunan"
Feng Lin terkejut mendengarnya dan berkata sambil meminum segelas teh "Kenapa begitu lama? Memang kamu akan pergin kemana?"
Jiang Chen menjawab "Aku akan pergi melakukan pelatihan hidup dan mati, dan akan pergi ke bukit tengkorak"
Feng Lin yang awalnya tenang tiba-tiba terkejut dan menyemburkan semua teh yang dia minum dan berkata "Ohh bukit tengkorak...Puhhh.... Maafkan aku saudara Jiang"
Semburan Feng Lin hampir mengenai Jiang Chen, sehingga membuatnya berwajah merah karna malu dan kembali berkata dengan serius
"Bukankah itu adalah bukit yang terletak di tengah-tengah perbatasan antara Kota Ming dan Kota Yuo, itu adalah bukit yang sangat berbahaya bahkan untuk ranah Transformasi tendon, apakah kamu yakin untuk kesana"
Jiang Chen menjawab Feng Lin dengan anggukan tenang dan berkata perlahan "Walaupun aku pergi kesana aku hanya akan berada di daerah pinggiran dan tidak akan pergi ke daerah tengah, dan tentu aku tidak akan membuang hidupku dengan sia-sia"
Mendengar jawaban Jiang Chen, Feng Lin sedikit di yakinkan dan berkata "Hmm.. Aku tidak akan membujukmu, karena aku yakin itu akan sia-sia. Namun, aku harap kau bisa berhati-hati disana"
Jiang Chen mengangguk lagi dan berkata "Tenanglah aku akan melakukannya, sebenarnya aku membawa sedikit hadiah untukmu"
JiangChen melemparkan 1 buah kondensasi pada FengLin dan langsung di tangkap olehnya, namun saat FengLin melihatnya dia hampir melompat terkejut.
FengLin berkata sambil mengembalikannya "Saudara kau lebih membutuhkannya dari pada aku, aku tidak bisa mengambilnya"
Namun tangan Feng Lin langsung di tahan oleh tangan Jiang Chen, dan Jiang Chen berkata "Ambilah kita ini adalah saudara, dan jika kau terus bersikap seperti itu kau sama dengan merendahkanku, maka ambilah"
Mendengar itu Feng Lin tidak menjadi sungkan lagi dan langsung menyimpannya dan tersenyum gembira "Terimakasih saudara Jiang, dengan ini aku pasti akan bisa menembus ranah Kondensasi Darah dalam 4 bulan, tidak terlalu lama mungkin hanya 3 bulan untuk menerobos dan saat kompetisi harusnya tidak masalah untuk berada di tahap 2 Kondensasi darah "
Jiang Chen juga tersenyun dengan tulus, bahkan menurut Jiang Chen bantuan ini tidak seberapa setelah semua yang dilakukan Feng Lin padanya "Maka aku akan kembali sekarang, karna besok aku akan pergi dan aku harus segera berkemas"
Feng Lin berkata dengan tergesa-gesa
"Hari sudah gelap bagaimana kalau kita makan malam bersama disini"
Jiang Chen terdiam terlebih dahulu lalu menggelengkan kepalanya dan berkata "Mungkin lain kali"
Setelah bertukar beberapa kata lagi, Jiang Chen mengundurkan diri dan langsung kembali kerumahnya untuk berkemas dan beristirahat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Anonymous
🦄🐺🦄🐺
2024-03-12
0
Agus
asyik ni
2023-02-02
0
Haikal Akbar
Up
2022-11-20
0