Kemunculan Jiang Chen mengejutkan semua orang terutama para bandit, mereka melihat bahwa Jiang Chen hanyalah seorang bocah yang berumur 10 tahunan, Namun dia memiliki aura yang sangat menekan dan bahkan tatapannya sangat tajam, seakan dia memandang rendah semua keberadaan.
Jiang Chen perlahan berjalan mendekat ke tempat dimana Jilu dan Jia Yong berada, Setiap langkah yang dia ambil terlihat sangat alami dan menyatu dengan alam, sehingga tanpa disadari Jiang Chen sudah berada di depan Jilu dan Jia Yong.
Mata Jilu dan Jia Yong sebenarnya memerah, seakan ingin menangis dan mengungkapkan semua kelelahannya, namun mereka bahkan tidak mempunyai tenaga untuk menangis, mereka hanya bisa memandang Jiang Chen dengan penuh makna dan terlihat juga ada sedikit kebanggaan dimata mereka.
Jiang Chen yang melihat itu hanya menunjukan senyum dan berkata "Maafkan aku karna telah membuat kalian menderita, aku berjanji di masa depan ini tidak akan terjadi lagi, namun sekarang kalian bisa beristirahat dan biarkan aku yang mengurus sisanya"
Setelah mendengar itu Jilu dan Jia Yong seakan melepaskan semua beban yang ada di hatinya, sehingga mereka pun bisa rileks dan langsung pingsan di tempat.
Walaupun mereka terlihat sangat tenang, mereka tetap hanyalah seorang anak yang bahkan belum menginjak usia remaja, dan saat ini kondisi mentalnya sangat terguncang karna telah membunuh manusia.
Dan jika bukan karna ingin melindungi Jiang Chen, mereka berdua belum tentu memiliki tekad yang kuat seperti ini.
Namun setelah Jilu dan Jia Yong pingsan, ekspresi Jiang Chen langsung berubah menakutkan dan bahkan auranya menjadi lebih kuat lagi.
Aura Jiang Chen yang kuat membuat hati semua bandit bergetar ketakutan, dan tanpa sadar mereka mundur beberapa langkah manjauh dari Jiang Chen.
Jiang Chen berbalik dan melihat para bandit dengan ekspresi wajah yang tenang. Namun, ketenangan itu hanya membuat para bandit merinding ketakutan, dari dasar hati yang paling dalam mereka menyesal karna sudah memprovokasi Jiang Chen.
Bandit adalah profesi yang selalu berdampingan dengan kematian, sehingga mereka tidak takut mati, namun sekarang mereka tidak takut mati tapi takut akan kemarahan Jiang Chen, dibawah tekanan Jiang Chen mereka bahkan tidak berani membayangkan kematian yang singkat.
Jiang Chen mengambil pedang dari tangan Jilu dan mulai berjalan menuju tempat Bos bandit dengan perlahan, lalu berkata dengan dingin "Kau tau apa yang dikatakan Raja Yama padaku, dia bilang bahwa dia kekurangan pekerja disana dan memintaku untuk mengirimkan beberapa orang berpotensi kesana"
Jiang Chen tiba-tiba tersenyum dan berkata dengan bahagia "Tapi disinilah kita sekarang, aku tidak menyangka akan menemukannya secepat ini"
Walaupun Jiang Chen menunjukan ekspresi tersenyum, bagi bandit itu hanya terlihat sangat menakutkan dan setiap kata-katanya yang keluar hanya seperti menambahkan garam pada luka.
Para bandit sebenarnya tidak tahu harus tertawa atau mengangis, karnatt mereka tahu semua yang dikatakan Jiang Chen adalah omong kosong, namun setiap kata-katanya terdengar sangat meyakinkan.
Saat ini Jiang Chen sudah berdiri didepan salah satu bandit, bandit itu sangat ketakuan dan berkata dengab tergesa-gesa "Apa yang kau ing....."
Namun sebelum dia bisa menyelesaikan kalimatnya, Jiang Chen sudah menebas kepalanya dan berkata dengan santai "Kau bicara terlalu lama, aku sedang terburu-buru dan masih ada beberapa pasien lagi yang harus diurus"'
Jiang Chen mengalihkan tatapannya pada salah satu bandit yang berada didekatnya, di tatap oleh Jiang Chen hanya membuat bandit itu sangat ketakutan "Apa yang kau ingin lakukan Sial.......Aaaaaaaa"
Namun tiba-tiba Jiang Chen menghilang dan muncul kembali dibelakang Bandit itu dan langsung memutar kepalanya sebanyak 360 derajat, lalu mencabutnya perlahan dari tubuhnya.
Adegan itu sangat mengerikan dan langsung membekas di kepala para bandit, mungkin mereka pernah melihat adegan yang mengerikan seperti ini, namun mereka pasti baru melihat seorang bocah yang terlihat Lugu dan Saleh melakukan tindakan brutal seperti itu.
Setelah membunuh dua orang tersebut, Jiang Chen tidak berhenti dan terus menghabisi bandit lainnya, di antara mereka ada yang mencoba lari namun karna kecepatan Jiang Chen yang setara dengan tingkat 8 Kondensasi Qi membuat itu semua percuma, bahkan para kultivator tingkat 7 mencoba melawan tapi Jiang Chen hanya perlu satu pukulan untuk langsung menghancurkan wajah mereka Dan sekarang hanya tersisa Bos Bandit yang terlihat sangat ketakutan
Jiang Chen berjalan perlahan ke Bos Bandit sambil tersenyum dan berkata "Sebenarnya aku sudah tahu bahwa ini akan terjadi, sejak 2 hari yang lalu saat ada seseorang yang mengikutiku"
Jiang Chen sebenarnya selalu melihat kejadian yang terjadi di luar kereta dengan indra spiritualnya, sehingga dari awal keselamatan Jia Yong dan Jilu sebenarnya terjamin, namun Jiang Chen ingin melatih dan memberikan mereka pengalaman.
Bos Bandit tiba-tiba tersadar akan sesuatu dan berkata dengan gugup "Jadi kamu....."
Jiang Chen lalu tersenyum misterius dan berkata "Kamu benar ini semua memang sudah dalam perhitunganku, namun aku tidak pernah berpikir bahwa kalian akan sangat lemah, tapi aku tetap harus berterimakasih pada kalian karna telah melatih kedua saudaraku"
Jiang Chen yang tersenyum tiba-tiba mengerutkan alisnya dan senyumnya pun menghilang, Lalu melanjutkan "Nah sekarang adalah waktunya perhitungan, dengan semua tindakan jahat yang kau lakukan, aku yakin kita bukan satu-satunya orang yang kau rampok"
Bos Bandit tersebut tiba-tiba berlutut dan memohon pada JiangChen "Tuan, mohon selamatkan aku, aku berjanji di masa depan aku tidak akan melakukannya lagi, bahkan aku akan menyerahkan semua barang rampasanku padamu"
Jiang Chen tiba-tiba memasang wajah tertarik dan berkata "Ohhh... Dimanakah itu"
Boss Bandit senang karna dia pikir JiangChen termakan rayuannya dan berkata dengan tergesa-gesa "Aku bisa membawamu kesana Tuan, selama tuan bisa menyelamatkan hidupku"
Jiang Chen mengangguk dan berkata "Pimpin jalan"
Namun, sebelum pergi Jiang Chen merawat luka Jilu dan Jia Yong terlebih dahulu, Terutama Jilu yang sudah kehilangan banyak darah, membuat Jiang Chen harus menggores tangannya sendiri dan memberikan darahnya pada Jilu.
Sebenarnya Jiang Chen bisa saja menggunakan darah dari bandit namun dia terlalu jijik untuk melakukannya terutama untuk saudaranya sendiri. Terakhir Jiang Chen juga memindahkan kereta ke tempat yang lebih aman.
Setelah melakukan itu semua baru Jiang Chen menyuruh Boss bandit untuk memimpin jalan dan dia pun berjalan menuju ke arah timur, tak lama setelah mereka berjalan, terlihat ada sebuah gua yang di kelilingi pohon-pohon dan itu sangat tertutup.
Bos bandit berkata dengan sopan "Tuan silahkan masuk"
Namun, Jiang Chen tiba-tiba menusukan pedangnya pada jantung Bandit itu, dan berkata "Kau pikir aku tidak mengetahuinya"
Bos bandit terkejut dengan jawaban Jiang Chen dan berkata dengan darah yang mengalir dari mulutnya "Kamu..."
JiangChen menjawab "Aku lupa memberitahumu bahwa aku sudah membangkitkan kekuatan Spritual, sehingga aku bisa melihat apa yang ada di dalam gua"
Bandit itu ketakutan mendengar jawaban Jiang Chen, dan berkata "Kau, Monster macam apa kau ini Sialan"
Jiang Chen hanya tersenyum sebagai jawaban dan menarik pedangnya yang menancap pada jantung bandit tersebut, yang membuatnya langung mati.
Di dalam Gua, Jiang Chen melihat ada sepuluh orang tingkat 7 dan tiga orang tingkat 8, selain itu indra spiritual Jiang Chen juga merasakan ada satu orang yang memiliki budidaya tingkat 9 Kondensai Qi, dia pasti adalah Bos yang sebenarnya.
Sebenarnya Jiang Chen sudah curiga sejak awal karna saat itu orang yang mengikuti mereka adalah tingkat 7 Kondensasi Qi, tapi Jiang Chen melihat bahwa orang paling kuat yang menyergap mereka adalah tingkat 7 juga, dan orang yang mngikuti mereka juga tidak ada dalam penyergapan.
Jiang Chen bergumam "Seperti yang aku pikirkan, mereka hanyalah bawahan biasa"
Setelah cukup lama berpikir Jiang Chen pun akhirnya tersenyum misterius dan mulai berjalan mendekat ke arah gua.
Jangan Lupa Like Semua Chapter!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Haikal Akbar
Next
2022-11-21
0
Ayi Hadi
bantai semua booos
2022-07-04
0
Deputy10
Rival sparring gratis
2021-12-21
0