Tindakan Jiang Chen memang mengejutkan sang ketua bandit, namun tiba-tiba sang ketua bandit mencabut pedangnya dan langsung menebas kepala yang terbang kearahnya.
Jiang Chen tertawa "Hahaha......Aku tidak menyangka kau akan begitu kejam, pada kepala bawahanmu sendiri, disana mereka pasti akan menyesal jika mengetahui bahwa yang menghancurkan mayatnya adalah bosnya sendiri"
Ketua Bandit pun geram dan meraung dengan marah "JIANG CHEN................"
Jiang Chen tertawa dan membalas "Haha...Kenapa kau berteriak disana bodoh, kau hanya terlihat seperti banci yang baru saja dicampakan, dan tentu saja aku normal dan tidak menyukai seorang banci, maka jika berani datanglah kesini dan gigit tuan muda ini jika kau bisa"
Mendengar ucapan Jiang Chen hanya membuat amarahnya semakin besar sehingga dia, tanpa berpikir langsung maju dan menerjang kedepan.
Jiang Chen pun tidak diam saja dan ikut menerjang kedepan, mereka sama-sama mengayunkan pedangnya, namun karna Jiang Chen sudah kelelahan, dia terpaksa harus di terbangkan dan menabrak dinding gua.
Bamm..!!!
Jiang Chen menabrak dinding dengan keras sehingga membuat gua sedikit bergetar, selain itu Jiang Chen pun harus memuntahkan seteguk darah segar, tapi dia langsung mengelapnya dan kembali berdiri dengan tersenyum
"Aku tidak menyangka bahwa dinding gua akan senyaman ini, mungkin di masa depan aku harus membuat rumah di salah satu gua, hahaha....." Jiang Chen berkata dengan tertawa di akhir.
Ketua Bandit hanya mendengus mendengar itu "Hm....Tertawalah selagi bisa, karna aku akan segera mengambil nyawamu itu"
Setelah mengatakan itu baik Jiang Chen ataupun Ketua Bandit sekali lagi melancarkan sebuah serangan, dan merekapun harus bertabrakan sekali lagi, sehingga kejadian tadi pun terus terulang lagi.
Walaupun begitu Jiang Chen tidak menyerah dan terus melancarkan serangannya dan seperti yang di harapkan Jiang Chen, setelah melakukan serangan dan beberapa kali tabrakan, dia pun sudah mulai terbiasa dengan kekuatan Kultivator tingkat 9, sehingga terkadang dia bahkan bisa melancarkan serangan kejutan.
"Kenapa dia masih bisa bertahan setelah bertabrakan beberapa kali dan kenapa aku merasa dia terus bertambah kuat setiap kali kita bertabrakan" Ketua bandit berpikir. Namun, dia segera menggelengkan kepalanya, karna monster macam apa yang di siksa akan semakin kuat, tapu untuk berjaga-jaga dia pun memutuskan untuk segera mengakhiri pertempuran ini.
Melihat Ketua bandit yang berlari mendekat ke arahnya, Jiang Chen hanya tersenyum dan ikut menerjang ke depan.
Namun, kali ini sedikit berbeda Ketua bandit tidak lagi mengarahkan seranganya kedepan tapi langsung kearah lehernya, Jiang Chen juga sekali lagi melakukan serangan bunuh diri dengan mengarahkan pedangnya pada jantung ketua bandit.
Namun, entah kenapa saat ketua bandit melihat mata Jiang Chen, dia yakin bahwa Jiang Chen akan melakukannya dan tidak ada sedikitpun keraguan untuk itu, sehingga membuatnya sangat ketakutan karena dia sendiri belum siap untuk mati, sehingga dia pun mengubah serangan menuju pedang Jiang Chen.
Jiang Chen hanya tersenyum melihat itu dan dia pun segera mengubah arah serangannya menjadi lengan kanan ketua bandit.
Slasssh!!
Aaaarrggh......!!
Ketua bandit pun menjerit kesakitan karna mengetahui bahwa tangannya sudah terpotong, dia menjadi marah dan mengutuk "Kau sialannn, berani-beraninya kau memo...."
Namun, sebelum bisa menyelesaikan kalimatnya. Jiang Chen sudah memotong lengan yang satunya lagi.
Aaaarrggh!!!!
Bandit itu sekali lagi menjerit dan merintih kesakitan "Tuanku mohon luangkanlah hidupku, aku akan........"
Namun, sekali lagi sebelum dia bisa menyelesaikan ucapannya itu, sebuah pedang sudah menembus jantungnya, dan itu dilakukan oleh Jiang Chen dengan memasang wajah yang acuh tak acuh "Kau tau, aku selalu membenci orang-orang yang suka menggertak orang lain yang lebih lemah darinya, dan ketika mereka melakukan itu, di mataku mereka sudah bukan lagi manusia dan hanya seekor binatang"
Jiang Chen mancabut pedangnya dan langsung memenggal kepala sang ketua bandit.
Lalu semuanya pun berakhir dengan sebuah kepala yang menggelinding dan darah yang menyembur seperti air mancur.
Dan terlihat bahwa Jiang Chen juga sudah sangat kelelahan, sehingga dia harus langsung duduk dan bermeditasi.
Setelah beberapa saat, Jiang Chen pun akhirnya terbangun, tapj dia belum menyembuhkan lukanya dan hanya sudah mengisi kembali energinya.
Jiang Chen kebingungan, kenapa dia tidak bisa merasakan apapun setelah membunuh seseorang, mungkinkah ini pengaruh dari ingatannya yang tercampur atau karna teknik kultivasinya.
Jiang Chen sangat kebingungan, tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa, sehingga dia pun memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya sekarang dan memikirkannya di masa depan.
Jiang Chen bangkit dari duduknya dan berjalan perlahan menuju mayat ketua bandit, dan terlihat bahwa dia mati dengan wajah yang sangat ketakutan dan ke tidak percayaan yang kuat.
Namun, yang membuat Jiang Chen kecewa, adalah dia tidak menemukan cincin ruang ditanganya, cicin ruang adalah sebuah cicin uang di dalamnya mempunyai sebuah ruangan yang berfungsi untuk menyimpan barang.
"Apa yang aku harapkan, cincin ruang memang sangat langka bahkan di Klan Jiang hanya Ketua Klan dan para tetua yang memilikinya" gumam Jiang Chen dengan pahit.
Lalu Jiang Chen pun berjalan perlahan menuju sebuah ruangan yang ada di belakang kursi sang ketua bandit, saat JiangChen memasukinya dia sangat terkejut karna dia melihat tumpukan rumput kondensasi ringkat menengah dan beberapa rumput kondensasi tingkat tinggi, dan di ujung ruangan ada sebuah meja yang di atasnya terletak 2 buah botol.
Jiang Chen pun mendekat dan membuka 2 botol tersebut, namun setelah melihat isinya Jiang Chen pun meloncat kaget, lalu hatinya bergetar gembira karna di dalamnya terdapat sebuah pill berwarna merah cerah, itu adalah pill kondensasi dan masing-masing dari botol berisi satu pill, ini membuat Jiang Chen tersenyum tak karuan seperti orang yang sedang melihat wanita cantik telanjang.
Jiang Chen teringat bahwa Bos bandit adalah seorang kultivator tingkat 9, jadi pill ini pasti di siapkan untuknya menerobos, namun sebelum dia bisa melakukannya, dia sudah dibunuh oleh Jiang Chen, dan sekarang pillnya telah jatuh ke tangan Jiang Chen, Dia sungguh sial.
Tiba-tiba Jiang Chen melihat di sisi ruangan ada sebuah panah berwarna biru cerah yang terlihat sangat indah, Jiang Chen mendekat lalu mengambilnya dan tersenyum "Ini adalah senjata elite, aku tidak menyangka akan menemukannya disini"
Jiang Chen melanjutkan dengan bahagia "Ini pasti akan sangat cocok untuk Jia Yong, dia pasti akan sangat senang dengan hadiah ini, dan untuk Jilu aku akan mencarikannya senjata yang cocok di kota"
Jiang Chen pun mengangguk setuju dan mulai merapikan barang rampasanya, sebenarnya dia sedikit ragu-ragu dengan memikirkan ini adalah barang rampokan para bandit.
Namun, dia berpikir bahwa ini akan sangat sia-sia untuk di tinggalkan, Jiang Chen juga sedang kekurangan uang, dan yang terpenting dia juga sudah membunuh para bandit, itu juga bisa di hitung sebagai bayaran untuk membalaskan dendam mereka juga.
Akhirnya Jiang Chen memutuskan untuk mengambil semuanya, lalu kembali ke tempat dimana Jilu dan Jia Yong berada.
Jiang Chen berdoa untuk para korban "Saudaraku maafkan atas kelancanganku untuk mengambil harta kalian, aku sudah membalaskan dendam kalian, dan aku harap kalian bisa tenang disana"
Jiang Chen menangkupkan tinjunya, sebelum berbalik dan pergi meninggalkan ruangan tersebut. Namun, setelah kepergian Jiang Chen tiba-tiba banyak bayangan yang muncul di ruangan tersebut dan salah satu dari mereka berkata dengan senyum di wajahnya "Nak kau sangat baik. Namun, sayangnya kami tidak bisa membalas kebaikanmu, tapi kami akan memberikanmu karma yang kami miliki, dan itu pasti akan membantumu bertahan di masa depan"
Mereka adalah bayangan dari korban para bandit yang mati dengan penuh dendam, sehingga membuat kematian mereka tidak tenang dan keinginan mereka untuk membalas dendam tidak pernah padam. Namun, karna pertolongan Jiang Chen, akhirnya mereka bisa terbebas dari siklus dendam ini.
Saat ini Jiang Chen sedang berlari kembali ke kereta, dan tidak tahu apa yang sedang terjadi di ruangan itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Haikal Akbar
Siipp.
2022-11-21
0
Ayi Hadi
lanjutkan🦾🦾🦾🦾🦾✍🏽✍🏽✍🏽🙏🏻🙏🏻
2022-07-04
1
Deputy10
Kenapa ya... dimana-mana ketemu cincin ruang...
2021-12-21
0