Setelah berkemas pada pagi harinya Jiang Chen pun melakukan sarapan bersama keluarganya dan membicarakan beberapa hal penting.
"Apakah kau sudah berkemas? Apakah ada hal yang kau perlukan? Bicaralah padaku" Ujar Li Shuwan sambil menatap Jiang Chen dengan khawatir.
"Semua sudah siap, Ibu tidak perlu khawatir" Jiang Chen pun tersenyum dan mencoba meyakinkan.
"Tangkaplah beberapa wanita cantik di jalan untuk di bawa pulang, lihatlah wajah ibumu itu, dia sudah ingin menggendong seorang bayi" Jiang Jian pun tertawa nakal dan menatap Jiang Chen.
"Kenapa tidak kalian saja yang memberikanku seorang adik" Ujar Jiang Chen sambil menyeringai kecil.
"Hmm...Itu sungguh ide yang bagus, apa yang kau inginkan adik laki-laki atau perempuan" Jiang Jian pun mengangguk dan menjawab dengan serius
Jiang Chen yang mengerti apa maksud ayahnya, langsung memasang wajah yang tegang dan berkata dengan nada yang serius "Hmm..Ini sungguh pilihan yang sulit. Namun sepertinya adik perempuan akan lebih baik, dia pasti akan terlihat sangat cantik seperti ibu"
"Sungguh pilihan yang bagus nak, aku sudah bisa membayangkan betapa hebatnya kita, jika kita bisa memilikinya" Ujar Jiang Jian dengan wajah penuh pertimbangan.
"Itu akan sangat luar biasa" Jiang Chen pun mengangguk setuju.
Setelah percakapan itu, Jiang Chen pun segera memandang Jiang Jian dengan serius dan begitu juga Jiang Jian, mereka berdua membuat suasana ruang menjadi tegang, tapi tiba-tiba mereka berdua tertawa terbahak-bahak secara bersamaan
"Hahahahaha...... Hahahah......"
Plakk! Plakk!!
Namun ditengah tawa mereka tiba-tiba sebuah tangan melayang dan langsung mengenai kepala mereka. yang melakukan itu tidak lain adalah Li Shuwan yang sudah kesal dengan kelakuan suami dan anaknya.
"Hentikanlah omong kosong kalian itu, lalu untukmu nak sebaiknya kau segera berangkat karena hari akan segera siang" Ujar Li Shuwan dengan sedikit kesal
Mendengar itu Jiang Chen pun hanya tersenyum dan mengucapkan beberapa kata lagi sebelum dia pun berpamitan, lalu pergi langsung menuju rumahnya.
Didepan rumahnya, Jiang Chen dapat melihat Jilu yang sedang duduk dengan membawa ransel besar di punggungnya.
Saat Jilu melihat Jiang Chen dia tersenyum bahagia dan langsung berlari ke arahnya "Bos aku sudah siap kapan kita berangkat"
Mendengar itu Jiang Chen tidak bisa tidak memandangi ransel besar yang ada di belakang Jilu, lalu dia berkata "pertama keluarkan dulu semua bawaanmu dan hanya bawa beberapa pakaian saja, dan soal perbekalan kita akan mencarinya nanti"
Tanpa berpikir Jilu langsung menuruti apa yang di katakan Jiang Chen untuk mengeluarkan semua bawaannya dan hanya menyisakan 2 pasang baju ganti.
Jiang Chen melanjutkan bicara dengan serius "Kamu sudah bersamaku selama 3 tahun, namun aku bahkan belum memberikan apapun padamu"
Jilu menjawab dengan tergesa-gesa "Mohon jangan berkata seperti itu Bos, Kebaikanmu padaku selalu aku ingat, tanpamu mungkin aku dan ibuku akan mati diluar sana, tanpamu mungkin aku tidak akan bisa berada disini, jadi kumohon Bos tidak berkata seperti itu, itu hanya membuatku sakit"
Jiang Chen menjadi hangat dan mengangguk "Aku berjanji, bahwa kamu tidak akan pernah menyesal dengan mengikutiku"
Pemandangan pun berganti, saat ini Jiang Chen dan Jilu sedang berjalan di antara kerumunan dan mereka menggunakan topi bambu yang bercadar untuk menutup wajah mereka, serta mengunakan baju yang terbuat dari kain biasa, yang membuat mereka terlihat seperti manusia biasa.
Jiang Chen dan Jilu pun terus berjalan menuju arah gerbang kota, dimana disana mereka bisa menyewa kereta tarik untuk membawa mereka ke Kota Ming.
Saat Jiang Chen tiba di lokasi, ada seorang pria paruh baya yang berjalan kearahnya dan berkata "Nak apakah kau membutuhkan angkutan, kau bisa menyewaku dengan 10 koin perak, cukup murah bukan?"
Walaupun wajah Jiang Chen sudah tertutupi cadar, tapi tinggi badanya menunjukan bahwa dia berumur 13-14 tahun, sehingga pria itu menganggap sebagai anak-anak.
Sesungguhnya itu normal bagi kultivator muda untuk terlihat lebih dewasa dari umur aslinya, seperti Jiang Chen walaupun dia memiliki umur 10 tahun, dia sebenarnya terlihat seperti anak yang berumur 13 tahun, Bahkan Jika dia terlihat seperti berumur 15 tahun itu tidak akan disebut aneh, karna pertumbuhan seorang kultivator memang terpengaruh oleh kultivasinya.
Maka sudah tidak aneh jika dalam Keluarga Bangsawan banyak orang yang menikah muda pada umur 15-17 tahun, dan rata-rata dari mereka adalah orang-orang yang memiliki bakat rendah dan memilih untuk berkeluarga.
Jiang Chen membalas dengan nada tak berdaya dan mengangkat tanganya yang memegang 5 coin perak "sebenarnya aku hanya mempunyai 5 koin perak bisakah kau membantuku, setelah sampai disana aku akan melunasinya"
Pria itu tersenyum pahit dan berkata "Maafkan aku nak, aku tidak bisa membantumu"
Jiang Chen bisa memahaminya, karena tidak semua orang rela membantu orang yang tidak dikenalnya, dan bisa saja Jiang Chen kabur setelah sampai disana sehingga pria itu tidak mau mengabil resiko.
Jiang Chen mengangguk dan berkata "aku bisa memahaminya"
Setelah mengatakan itu Jiang Chen mengalihkan pandangannya pada pengendara yang lain, namun mereka memalingkan wajah mereka karna sudah mendengar percakapan antara JiangChen dan pria itu.
Bukan karna Jiang Chen tidak mempunyai 10 koin perak, tapi dia hanya tidak ingin terlalu banyak menarik perhatian sehingga dia harus berpura-pura menjadi orang miskin.
Saat Jiang Chen akan berbalik tiba-tiba terdengar sebuah suara memanggilnya
"Saudaraku tunggu"
Jiang Chen berbalik dan melihat seorang pria kecil yang berumur sekitar 12 tahunan berlari ke arahnya
Pria kecil itu berkata "Saudaraku kau bisa menyewa keretaku "
Jiang Chen terkejut mendengar itu dan berkata "Namun aku hanya memiliki 5 koin perak"
Pria itu menjawab "tidak apa-apa itu sudah cukup, namun aku harus memberitahumu sesuatu"
Jiang Chen berkata "apa itu?"
Pria itu melanjutkan dengan malu "Sebenarnya keretaku sudah usang dan jadul, dan mungkin akan memakan waktu sedikit lebih lama, apakah itu tidak masalah?"
Jiang Chen membalas dengan sopan "Tentu.. Itu tidak masalah"
Pria itu melanjutkan dengan malu dan sekarang bahkan wajahnya sedikit memerah "Sebenarnya aku juga sudah tidak punya uang untuk perbekalan, jadi bolehkah aku mengambil uangnya terlebih dahulu"
JiangChen melemparkan 5 koin perak padanya secara langsung "Tentu"
Pria itu tertegun dengan ke lugasan Jiang Chen, namun dia segera tersadar dan menjawab dengan senang "Maka itu bagus, tunggulah disini aku akan kemali dan mengambil keretanya lebih dulu"
Pria itu pun bergegas pergi, menyisakan JiangChen dan Jilu yang berdiri dengan bingung.
Jilu berkata "Bos, kenapa kamu begitu mempercayainya?"
Jiang Chen tersenyum dan menjawab "Matanya sangat jernih"
Jilu langsung memahami apa yang maksud Jiang Chen, dan hanya bisa mengangguk setuju dan berkata "Bos benar, saat aku melihat matanya aku juga merasa bisa mempercayainya secara langsung"
Jiang Chen tidak membalas dan hanya tersenyum misterius. Tidak lama setelah itu tiba-tiba pria itupun kembali dengan sebuah kereta usang dan kuno yang di tarik oleh 2 ekor kuda, namun entah mengapa kereta itu terlihat sangat bersih.
Pria itu berkata pada JiangChen
"Ayo naik, tunggu apa lagi"
Jiang Chen dan Jilu pun naik ke belakang kereta dimana tempat muatan dan penumpang berada.
Pria itu pun menepuk kudanya dan berkata dengan semangat
"BERANGKAT"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Anonymous
🐷🐺🐷🐺🐄🐺
2024-03-12
0
Haikal Akbar
Up up up
2022-11-20
0
Ayi Hadi
zooooooooodsss
2022-07-01
0