Melihat segerombolan bandit bergegas ke arahnya, Jia Yong tidak diam saja, dia melemparkan beberapa batu yang langsung mengarah pada organ vital yaitu Otak, Jantung, Hati, Paru-paru dan Ginjal.
"Hati-hati batunya mengarah langsung ke organ vital" salah satu Bandit berteriak dengan tergesa-gesa menhindari batuan yang muncul.
Namun, walaupun begitu lemparan batu Jia Yong masih berhasil membunuh 4 orang bandit dengan mudah, namun bandit lainnya bisa menghindarinya terutama bandit yang memiliki tingkat 6 Kondensasi Qi, mereka bisa melihat dengan jelas setiap lemparan Jia Yong.
Salah satu Bandit yang sudah dekat dengan Jia Yong, melakukan sebuah serangan ke arahnya, sambil tertawa mengerikan.
"Hahaha... Nak kau sudah berakhir"
Jia Yong yang sudah menyadarinya masih terlihat sangat tenang dan hanya mundur satu langkah, lalu mengepalkan tangannya dan langsung melemparkan pukulan ke arah jantungnya.
Melihat tindakan Jia Yong yang tenang, membuat Bandit itu merasa ada yang salah, namun dia tidak pernah menyangka bahwa Jia Yong akan melakukan serangan balik.
Namun karena jarak mereka yang hanya tinggal beberapa langkah lagi, Bandit tersebut tidak sempat untuk menghindar apalagi bertahan, jadi dia hanya bisa dengan pasrah menerima pukulan Jia Yong yang mendarat tepat di jantungnya.
Pukulan itu menyebabkan bandit tersebut harus mundur sebanyak 10 langkah sebelum berhenti dan memuntahkan seteguk darah.
Melihat adegan tersebut membuat semua bandit mengerutkan kening dan menjadi waspada, terutama para bandit tingkat 5, mereka menjadi sedikit ragu-ragu karna mereka yakin jika pukulan itu mengenai mereka, mereka pasti akan mati saat itu juga.
Karena Jia Yong terus menerus melemparkan batu, mereka berpikir bahwa Jia Yong hanya bisa melakukan serangan jarak jauh.
Namun Jia Yong masih terlihat acuh tak acuh dan mengeluh dengan kesal "Sial... Seperti yang di katakan Bos, aku masih belum bisa membunuh kultivator tingkat 6 dalam sekali serangan"
Mengedar keluhan Jia Yong, membuat para bandit menjadi marah dan hampir memuntahkan seteguk darah, Dia hanya seorang anak kecil yang berumur sekitar 12an dan memiliki kultivasi tingkat 3 Kondensasi Qi, yang bisa membunuh Kultivator 2 tingkat di atasnya dengan mudah, Namun dia masih saja mengeluh, bukankah itu sama saja dengan merendahkan mereka.
Sala satu bandit tingkat 6 menjadi geram dan kesal, lalu berteriak dengan keras
"KEPUNG DIA!!!"
Para bandit pun setuju dan langsung mengelilingi Jia Yong.
Namun, walaupun begitu Jia Yong tetap tenang dan melah tertawa terbahak-bahak "Hahaha... Dasar bodoh, bukankah kau melupakan seseorang"
Mendengar ucapan Jia Yong membuat mereka tersadar bahwa Jia Yong tidak sendiri dan ada orang yang menemaninya, namun dia tidak mengatakan atau melakukan tindakan apapun, sehingga mereka melupakannya, saat mereka hendak berbalik dan melihat.
Woooosh!
Tiba-tiba ada sebuah tebasan pedang yang langsung memotong beberapa kepala sekaligus, sehingga kepala pun berjatuhan ketanah dan darah menyembur dari tubuhnya, adegan itu sungguh mendadak dan sangking terkejutnya otak mereka tidak bisa merespon itu.
Mereka hanya bisa melihat seorang anak berdiri dengan santai dan relaks di belakang 6 mayat tersebut, pemandangan tersebut membuat para bandit tidak tahu harus berkata apa, namun tangan mereka mengeluarkan banyak keringat dingin.
Adegan ini terasa seperti mimpi bahkan untuk ketiga orang yang sedang melihat dari jauh, mereka tidak menyangka bahwa akan ada monster lain selain Jia Yong yang bahkan lebih mengerikan.
Melihat suasana yang hening, Jia Yong tiba-tiba bergerak dan langsung melancarkan tinju pada bandit yang sudah memuntahkan darah tadi, karna masih tekejut oleh adegan tadi bandit itu tidak sempat untuk menghindar atau melawan, dia sekaligi hanya bisa menerimanya dengan pasrah.
Jia Yong memukul jantungnya sekali lagi yang membuat bandit tersebut memuntahkan darah sebelum jatuh untuk tidur abadi.
Melihat bahwa hanya tersisa 5 orang yang selamat, membuat 3 pemimpin bandit tersebut menjadi marah dan ikut mengepung Jilu dan JiaYong.
Salah satu dari mereka berkata dengan dingin "Aku pastikan kau akan membayar semua ini"
Mendengar itu Jilu dan Jia Yong mengerutkan kening mereka, dan tanpa basa basi mengambil posisi bertahan.
Bandit-bandit tersebut sangat marah dan langsung menyerang Jilu dan Jia Yong secara brutal dan terus menerus.
Lima orang tingkat 6 dan tiga orang tingkat 7, itu adalah jumlah yang cukup memgerikan untuk pembudidaya kecil yang hanya memiliki kultivasi tingkat 3 Kondensasi Qi.
Menerima serangan dari segala arah seperti itu Jilu dan Jia Yong hanya bisa bertahan, mereka mengetahui bahwa jika para bandit ingin membunuh mereka itu akan sangat mudah namun mereka ingin menyiksanya terlebih dahulu, sehingga mereka akan melakukannya secara perlahan.
Dalam pengepungan tersebut Jilu dan Jia Yong sangat menderita, walaupun mereka mencoba menghindar sebaik mungkin, mereka masih tetap menerima beberapa serangan ringan.
Perbedaan kultivasi mereka yang terlalu jauh ditambah mereka sudah sangat kelelahan karna melawan banyak orang sekaligus, membuat Jilu dan Jia Yong hampir menyerah.
Dan jika bukan karna latihan yang di berikan Jiang Chen, mungkin Jilu dan Jia Yong tidak akan bisa bertahan bahkan untuk 5 menit.
Walaupun dalam kondisi yang krisis seperti ini mereka masih sempat-sempatnya memikirkan kebaikan yang Jiang Chen lakukan pada mereka.
Bukan hanya itu, mereka bahkan berpikir bahwa mereka tidak boleh sampai mengganggu Kultivasi Jiang Chen, bahkan jika nyawa mereka hilang sekarang, Mereka masih tidak akan menggangu kultivasi Jiang Chen.
Karena mereka takut membuat kultivasi Jiang Chen terganggu sehingga membuat terjadinya penyimpangan Qi, itulah mengapa mereka memilih untuk tidak melakukannya.
Namun tiba-tiba ada sebuah tebasan pedang yang langsung mengarah ke punggung Jia Yong, namun tepat ketika tebasan itu akan mengenainya, Jilu sudah menghalanginya dengan punggungnya sendiri dan hanya tersenyum pada Jia Yong.
Jilu yang sudah tidak mempunyai kekuatan lagi untuk menahan serangan itu, hanya bisa menggunakan punggungnya sendiri sebagai perisai.
Jia Yong yang melihat Jilu menahan tebasan pedang untuknya, membuat hatinya menjadi bergetar, namun ketika itu juga dia menjadi sangat marah, sehingga dia pun langsung maju kedepan dan memukuli bandit yang menyerang Jilu sampai mati.
Setelah melakukan itu emosi Jia Yong mulai mereda dan mendekat pada Jilu yang sudah memiliki wajah pucat "Saudara apakah kau baik-baik saja? kenapa kau melakukan itu?"
Jilu menggelengkan kepalnya dan berkata "Saudaraku Jia kau bisa lari, kau tidak harus mempertaruhkan nyawamu untuk kami"
Jai Yong berkata dengan marah "Saudara Jilu apakah kau memandang rendahku, Kita adalah saudara, hidup dan mati kita akan bersama, kenapa kau menyuruhku pergi"
Jilu tertawa mendengar itu "Hahaha... Bos memang tidak pernah salah dalam menilai, maka sebaiknya kau bersiap-siap untuk mati"
JiaYong ikut tertawa "Hahaha... Walaupun aku mati sekarang, aku tidak pernah menyesalinya, Bos sudah memperlakukanku dengan baik, bahkan kekuatan yang kumiliki adalah pemberianya dan jika aku mati itu hanya bisa untuknya"
Mendengar argumentasi Jia Yong, hanya membuat Bos bandit bertambah kesal dan berkata dengan dingin "apakah itu perkataan terakhirmu? Maka sebaiknya kalian berkemas karna perjalan menuju surga sangatlah jauh"
Setelah mengatakan itu Bos para bandit pun maju kedepan dan hendak mengakhiri hidup Jilu dan Jia Yong.
Dia mengangkat pedangnya dan mengarahkanya langsung pada Jia Yong, lalu melakukan sebuah tebasan yang mengarah langsung pada leher Jia Yong.
Jia Yong dan Jilu yang sudah tidak mempunyai kekuatan hanya bisa pasrah menerima serangan itu.
Namun saat jarak antara pedang dan leher Jia Yong tinggal beberapa centimeter lagi.
BOOMM!!
Tiba-tiba Terdengar suara ledakan yang keras dari dalam kereta dan seseorang tiba-tiba keluar dari sana, Itu adalah Jiang Chen yang sedang tersenyum dingin dan berkata
"Maafkan atas keterlambatanku, tadi aku harus mendiskusikan beberapa hal penting dengan Raja Yama"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Raja Yama.. keterlaluan Jia Chen
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
2023-08-13
0
Haikal Akbar
Mantap
2022-11-21
0
Ayi Hadi
lanjut lajuuuut
2022-07-04
0