Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan

"Ayah! anakmu yang tidak berbakti ini telah kembali" Jiang Chen berkata sambil berlutut.

Melihat kedatangan Jiang Chen, Pria itu pun menunjukan senyum bahagia

"Bangunlah, jangan terlalu formal dengan ayahmu sendiri, itu hanya akan membuatku sedih" Ujar pria tersebut sambil menatap Jiang Chen, lalu kemudian dia pun kembali bertanya "Bagaimana kabarmu setelah pergi berpetualang? Apakah kamu menemukan sesuatu yang bagus"

Mendengar itu Jiang Chen pun tersenyum dan hendak menjelaskan, tapi sebelum dia bisa melakukannya, pria itu pun sudah menghilang dari pandangannya, lalu dia pun tiba-tiba muncul kembali didepan Jiang Chen dan langsung melayangkan sebuah pukulan kearahnya.

BANG!!!

Jiang Chen yang tidak sempat menghindar hanya bisa menerimanya dengan sekuat tenaga, sehingga membuat dia pun terpental dan menabrak dinding dengan keras, sangking kerasnya hingga membuat dinding itu pun hancur.

"Lumayan, kamu memang anakku" Ujar Pria itu dengan ekspresi datar, tapi dari nadanya terdengar jelas bahwa dia sedang gembira.

Pria ini sebenarnya tidak lain adalah Jiang Jian, yang merupakan kepala Klan sekarang dan Ayah Jiang Chen sendiri.

"Nak sebenarnya aku telah mendengar berita tentangmu yang mematahkan lengan keturunan Klan Nangong, Itu membuatku sangat senang sehingga aku pun tidak berani mempercayainya dan berpikir bahwa itu adalah orang lain yang menyamar sebagai dirimu. Itu sebabnya aku harus memeriksamu terlebih dahulu" Ujar Jiang Jian dengan nada tak berdaya, tapi wajahnya sedikit tersenyum.

Jiang Chen yang sudah berdiri kembali, lalu mendengar jawaban ayahnya itu membuat dia hampir terjatuh sekali lagi dan memuntahkan seteguk darah

"Bukankah kamu hanya mencari alasan untuk menyiksaku dan menyelamatkan wajahmu" gumam Jiang Chen dalam hati dengan kesal, tapi meski begitu dia tidak bisa melawan, bukan karena perbedaan kekuatan, tetapi karena rasa terimakasih yang dalam pada ayahnya.

Jiang Jian pun tertawa dengan sangat senang dan antusias "Aku tidak menyangka bahwa ternyata anaku sangat kuat, sehingga bisa mematahkan tangan dari orang yang berada 2 tingkat di atasnya, Hahaha..."

Namun, di tengah tawa Jiang Jian tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat dan sesosok wanita pun muncul dari pintu dimana Jiang Chen datang sebelumnya, Wanita itu tampak berusia tiga puluhan, dia memiliki wajah yang mulus dan cantik serta rambut hitam panjangnya yang indah memberinya kesan yang lebih anggun, Wanita ini adalah ibu Jiang Chen - Li Shuwan

Namun saat dia melihat Jiang Chen yang menabrak tembok, membuat wajah cantiknya berubah menjadi jelek dan lalu berkata dengan marah "Baraninya kau menyiksa anakku, kau benar benar sudah bosan hidup Jiang Jian"

Mendengar istrinya marah, Jiang Jian menjelaskannya dengan tergesa-gesa "Istriku kau salah sangka kita hanya melakukan latihan biasa dan tidak ada maksud lain"

Li Shuwan mengabaikan ucapan suaminya, dan hanya mendekat pada Jiang Chen dan langsung memeluknya "Apakah kamu tidak apa-apa nak, kenapa kamu menjadi kurus, apakah kamu makan dengab teratur disana, kenapa.............."

Jiang Chen yang mendengar ibunya terus berbicara dengan khawatir hanya bisa terseyum dan menjawab dengan perlahan "Ibu jangan khawatir anakmu ini sudah dewasa dan dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri "

Mendengar jawaban Jiang Chen,

Li Shuwan mulai sedikit tenang dan berkata "Apanya yang sudah dewasa, sampai kapanpun kau akan tetap menjadi anak kecil kesayanganku, nah! sekarang coba ceritakan apa saja yang terjadi padamu selama sebulan ini?"

Melihat ibunya yang sangat khawatir, membuat Jiang Chen pun segera menjelaskan semua hal yang terjadi padanya, tapi tentu saja dia tidak mengatakan tentang dia di sergap dan mendapatkan warisan ingatan, karna dia tidak ingin membuat mereka khawatir.

"Ibu tenanglah semuanya terkendali dan sekarang aku sudah kembali dengan selamat"

Li Shuwan yang telah mendengar cerita Jiang Chen pun menjadi tenang. namun dapat terlihat masih ada kekhawatiran di matanya, sehingga JiangChen pun menambahkan.

Mendengar cerita Jiang Chen, membuat Jiang Jian senang dan tertawa "Hahaha.... seperti yang di harapkan dari anak kita, dia sangat kuat dan bahkan berhasil mendapatkan Buah Kondensasi langit, itu bisa membantunya untuk berkultivasi lebih jauh lagi"

Li Shuwan yang tidak senang dengan kata-kata Jiang Jian, menjawab dengan dingin "Berhentilah memaksanya untuk berkultivasi dengan keras"

Lalu melihat pada Jiang Chen dan berkata dengan penuh kasih sayang "Nak, kau tidak perlu memaksakan dirimu lagi untuk berkultivasi, dan bahkan ibu sebenarnya tidak ingin kamu berkultivasi, ibu hanya ingin melihat kamu hidup dengan bebas dan bahagia, dan itu sudah cukup untukku"

Mendengar itu Jiang Chen marasa hangat di hatinya, dia sangat tersentuh dengan perkataaan ibunya ini, dan berkata dengan tegas "Ibu tenanglah, aku tidak memaksakan diriku sendiri, dan bahkan ini keinginanku sendiri untuk berkultivasi, aku ingin bisa melindungi orang yang aku sayangi dengan tanganku sendiri, itu sebabnya aku ingin kuat sehingga bisa menjaga ibu dan semua orang yang ku sayangi.

Li Shuwan tersentuh dengan jawaban Jiang Chen, yang membuat matanya memerah dan berkata dengan lembut "Jika tekadmu sudah bulat, maka ibu akan selalu mendukungmu, tapi sekarang kembali ke kamarmu dan beristirahatlah"

Setelah Jiang Chen mengucapkan beberapa kata lagi, dia pun segera berbalik dan pergi.

Melihat kepergian Jiang Chen, membuat Jiang Jian mengalihkan pandangan pada istrinya, lalu berkata dengam sedih "Istriku apakah kamu merasa kecewa pada Jiang Chen, karena dia tidak bisa membawamu kembali ke Klan?"

Mendengar itu Li Shuwan hanya tersenyum dengan lembut dan indah, lalu mendekat Pada Jiang Jian dan memeluknya perlahan, lalu dia pun berkata "Suamiku aku tidak pernah kecewa pada kalian berdua, kalian berdua adalah sumber kebahagiaanku sekarang, selama aku tinggal bersama kalian aku tidak pernah menyesali setiap hariku"

Jiang Jian memeluk balik istrinya dengan erat dan hangat, lalu berkata dengan penuh kasih "Istriku percayalah, bahwa aku dan Jiang Chen pasti akan membawamu kembali ke Klanmu dan membuat mereka menghormatimu"

Li Shuwan hanya mengangguk dan tersenyum "Aku selalu percaya padamu dan Jiang Chen"

Jiang Jian pun tersenyum, tapi kali ini senyumnya agak nakal "Istriku hari sudah hampir malam, dan kita sudah lama tidak melakukannya, sebaiknya kita segera kembali ke rumah untuk makan malam"

Jiang Jian pun segera menggendong Li Shuwan dengan erat, lalu terlihatlah wajah Li Shuwan yang sudah merah padam dipelukannya.

Pemandangan pun berganti, kali ini Jiang Chen sudah sampai didepan sebuah rumah kecil yang terletak di sudut Klan Jiang, rumah itu tampak sederhana, tetapi itu terlihat sangatlah bersih.

Jiang Chen pun berjalan masuk dan membuka pintu itu perlahan, lalu didalam ruangan itu terlihat ada seorang pria muda yang sedang membersihkan ruangan.

Pria muda itu memiliki wajah yang sangat tampan dan anggun, jika diperhatikan dari wajah dia hanyalah sedikit lebih rendah dari Jiang Chen. Pria muda itu memiliki rambut yang berwarna kuning cerah, rambutnya sangatlah indah dan memberikan kesan yang menyenangkan, dia juga memiliki badan yang normal tidak teralu kurus dan tidak gendut juga.

"Aku sudah kembali" Ujar Jiang Chen dengan lembut.

Mendengar suara itu, Pria muda ini pun seketika berbalik dan melihat Jiang Chen yang sedang berdiri didepan pintu.

Wajah pria itu menunjukan ekspresi yang rumit seperti campuran sedih dan bahagia, tapi perlahan pria itu pun mulai meneteskan air matanya dan berkata "Hiks..hiks.. Tuan muda akhirnya kau kembali, tuan muda akhirnya kau kembali....."

Pria ini adalah Jilu, dia adalah anak salah satu pembantu dari Klan Jiang, 5 tahun yang lalu ibunya sakit keras dan dia tidak mempunyai uang untuk membawanya berobat, sehingga ditengah kebingungannya dia pun akhirnya datang ke Klan Jiang untuk meminta bantuan, tapi sayangnya sebelum dia bisa meminta bantuan, dia sudah dihadang oleh para prajurit terlebih dahulu, sehingga dia pun hanya bisa gagal dan menyerah.

Namun ditengah kesedihannya dia pun bertemu dengan Jiang Chen, lalu Jiang Chen yang sudah mendengar ceritanya pun tanpa banyak pertimbangan lagi langsung memanggil tabib terbaik di kota untuk membantunya.

Dan setelah kejadian itu Jilu dan ibunya pun datang ke Klan Jiang untuk berterimah kasih, lalu mereka pun bertemu Jiang Chen.

Saat itu Jilu yang hanya berumur 6 tahun selalu mengingat bantuan Jiang Chen dan bersumpah akan selalu mengikutinya, kemudian 5 tahun pun telah berlalu dengan cepat, sekarang dia sudah berumur 11 tahun dan Jiang Chen berumur 10 tahun.

Jilu pasti telah mendengar beberapa berita tentang kematian Jiang Chen, sehingga membuatnya tertekan dan sedih, lalu ketika dia melihat Jiang Chen kembali, dia pun segera menjadi bingung dan hanya bisa menangis.

Jiang Chen yang melihatnya menangis, langsung mendekat dan menepuk pundaknya, lalu dia berkata sambil bercanda "Kanapa kamu menangis apakah kamu tidak ingin bertemu denganku lagi"

Jilu yang mendengar itu langsung terbangun dari lamunannya dan langsung mengelap air matanya, lalu berkata tergesa-gesa "Apa yang kau katakan tuan muda, di dunia ini selain ibuku hanya ada kamu yang terpenting bagiku"

Jiang Chen hanya bisa tersenyum mendengar itu, lalu dia pun berkata "Aku sudah memberitahumu beberapa kali untuk berhenti memanggilku tuan muda, kau bisa memanggilku saudara Chen "

Jilu menjawab dengan tegas "Itu tidak bisa tuan muda, aku tidak bisa memanggilmu secara setara seperti itu"

Jiang Chen bingung karna setiap kali menyuruhnya, dia selalu menjawab seperti ini, tapi Jiang Chen tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berkata "Baiklah aku tidak akan memaksamu lagi, namun kamu harus memanggilku bos mulai sekarang"

Jilu senang mendengarnya karna dengan memanggilnya bos berarti dia secara resmi di terima menjadi anak buahnya, berbeda dengan tuan muda yang merupakan julukan formal yang di lakukan semua orang.

Melihat Ekspresi bahagia Jilu, Jiang Chen pun ikut bahagia "Sekarang kamu bisa kembali dan beristirahat dalam tiga hari kita akan pergi keluar melakukan perjalanan jadi persiapkan dirimu"

Mendengar itu hanya menambahkan kebahagian padanya, sehingga membuatnya tidak percaya dan bertanya kembali "Apakah Bos benar-benar akan membawaku berpetualang? "

Jiang Chen menjawab dengan tegas "Tentu saja, apakah aku pernah mengucapkan omong kosong padamu, maka sekarang kembalilah dan nikmati hari liburmu untuk

tiga hari ke depan "

Mendengar jawaban Jiang Chen, Jilu menjadi senang dan setelah bertanya beberapa pertanyaan lagi, dia pun berbalik dan pergi.

Melihat kepergian Jilu, Jiang Chen hanya terseyum "Aku akan mendaki ke puncak sekali lagi dan aku akan memerlukan teman yang dapat di percaya, sehingga aku bisa tenang dimasa depan"

Terpopuler

Comments

Jade Meamoure

Jade Meamoure

sangat bagus masih ada tuan muda yg rendah hati begitu jg semua orang yang ada di klan

2024-07-31

1

Anonymous

Anonymous

🐎🐺🐎🐺🐎🐺

2024-03-12

0

itu Mcnya tau tau kok punya ingatan dewa

2023-08-13

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1: Kebangkitan
2 Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3 Chapter 3: Kembali Ke Kota
4 Chaper 4: Feng Lin
5 Chapter 5: Klan Jiang
6 Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7 Chapter 7: Info Turnamen
8 Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9 Chapter 9: Tinju Bayang
10 Chapter 10: Keberangkatan
11 Chapter 11: Jia Yong
12 Chapter 12: Pemburuan Pertama
13 Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14 Chapter 14: Bandit Gunung
15 Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16 Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17 Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18 Chapter 18: Rampasan Perang
19 Chapter 19: Perubahan Rencana
20 Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21 Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22 Chapter 22: Putri Ming
23 Chapter 23: Jalan Barang Antik
24 Chapter 24: Mendapatkan Harta
25 Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26 Chapter 26 : Klan Ming
27 Chapter 27: Klan Ming II
28 Chapter 28: Bukit Tengkorak
29 Chapter 29: Tombak Naga Langit
30 Chapter 30: Penyulingan Pertama
31 Chapter 31: Pemburuan
32 Chapter 32: Kemampuan Jilu
33 Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34 Chapter 34: Jiu Long
35 Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36 Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37 Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38 Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39 Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40 Chapter 40: Perubahan Turnamen
41 Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42 Chapter 42: Ujian Alchemist
43 Chapter 43: Paviliun Kosmos
44 Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45 Chapter 45: Pelelangan
46 Chapter 46: Pelelangan II
47 Chapter 47: Pelelangan III
48 Chpater 48: Mencoba Teknik
49 Chapter 49: Tebasan Asura
50 Chapter 50: Rencana Pulang
51 Chapter 51: Menuju Klan Ming
52 Chapter 52: Pamitan
53 Chapter 53: Pamitan II
54 Chapter 54: Pamitan III
55 Chapter 55: Ming Mei
56 Chapter 56: Ming Mei II
57 Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58 Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59 Chapter 59: Tradisi Keluarga
60 Chapter 60: Rencana Kepergian
61 Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62 Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63 Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64 Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65 Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66 Chapter 66: Memasuki Gua
67 Chapter 67: Warisan Li Hongli
68 Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69 Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70 Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71 Chapter 71: Qing Tao
72 Chapter 72: Munculnya Fraksi
73 Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74 Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75 Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76 Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77 Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78 Chapter 78: Hari Turnamen
79 Chapter 79: Babak Penyisihan
80 Chapter 80: Babak Penyisihan II
81 Chapter 81: Memasuki Semi Final
82 Chapter 82: Amarah Jun Tao
83 Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84 Chapter 84: Babak Final
85 Chapter 85: Babak Final II
86 Chapter 86: Babak Final III
87 Chapter 87: Babak Final IV
88 Chapter 88: Babak Final V
89 Chapter 89: Babak Final VI
90 Chapter 90: Hasil Akhir
91 Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92 Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93 Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94 Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95 Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96 Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97 Chapter 97: Pohon Kuno
98 Chapter 98: Akhir Pertempuran
99 Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100 Chapter 100: Sebelum Kepergian
101 Chapter 101: Memulai Perjalanan
102 Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103 Chapter 103: Pengkhianatan
104 Chapter 104: Pengkhianatan II
105 Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106 Chapter 106: Raja Ran
107 Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108 Chapter 108: Ruang Harta
109 Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110 Chapter 110: Tiba di Mansion
111 Chapter 111: Ran Riu
112 Chapter 112: Kerajaan Godam
113 Chapter 113: Serikat Petarung
114 Chapter 114: Mengambil Misi
115 Chapter 115: Gerombolan Serigala
116 Chapter 116: Terobosan Hubai
117 Chapter 117: Jin Giu
118 Chapter 118: Surat Raja Ran
119 Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120 Chapter 120: Dimana Matamu
121 Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122 Chapter 122: Kakek Dan
123 Chapter 123: Api Hewani
124 Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125 Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126 Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127 Chapter 127: Pertaruhan
128 Chapter 128: Babak Final
129 Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130 Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131 Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132 Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133 Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134 Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135 Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136 Chapter 136: Kembali Pulang
137 Chapter 137: Penyergapan
138 Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139 Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140 Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141 Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142 Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143 Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144 Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145 Chapter 145: Kepergian Li Wei
146 Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147 Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148 Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149 Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150 Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151 Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152 Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153 Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154 Chapter 154: Kolam Darah Naga
155 Chapter 155: Terlukannya Hubai
156 Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157 Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158 Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159 Chapter 159: Paman Jin Giu
160 Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161 Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162 Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163 Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164 Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165 Chapter 165: Perang Bandit
166 Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167 Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168 Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169 Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170 Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171 Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172 Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173 Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174 Chapter 174 : Mencari Informasi
175 Chapter 175 : Memasuki Penjara
176 Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177 Chapter 177 : Tornado Asura
178 Chapter 178 : Batu Bulan
179 Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180 Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181 Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182 Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183 Chapter 183 : Memasuki Menara
Episodes

Updated 183 Episodes

1
Chapter 1: Kebangkitan
2
Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3
Chapter 3: Kembali Ke Kota
4
Chaper 4: Feng Lin
5
Chapter 5: Klan Jiang
6
Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7
Chapter 7: Info Turnamen
8
Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9
Chapter 9: Tinju Bayang
10
Chapter 10: Keberangkatan
11
Chapter 11: Jia Yong
12
Chapter 12: Pemburuan Pertama
13
Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14
Chapter 14: Bandit Gunung
15
Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16
Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17
Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18
Chapter 18: Rampasan Perang
19
Chapter 19: Perubahan Rencana
20
Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21
Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22
Chapter 22: Putri Ming
23
Chapter 23: Jalan Barang Antik
24
Chapter 24: Mendapatkan Harta
25
Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26
Chapter 26 : Klan Ming
27
Chapter 27: Klan Ming II
28
Chapter 28: Bukit Tengkorak
29
Chapter 29: Tombak Naga Langit
30
Chapter 30: Penyulingan Pertama
31
Chapter 31: Pemburuan
32
Chapter 32: Kemampuan Jilu
33
Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34
Chapter 34: Jiu Long
35
Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36
Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37
Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38
Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39
Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40
Chapter 40: Perubahan Turnamen
41
Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42
Chapter 42: Ujian Alchemist
43
Chapter 43: Paviliun Kosmos
44
Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45
Chapter 45: Pelelangan
46
Chapter 46: Pelelangan II
47
Chapter 47: Pelelangan III
48
Chpater 48: Mencoba Teknik
49
Chapter 49: Tebasan Asura
50
Chapter 50: Rencana Pulang
51
Chapter 51: Menuju Klan Ming
52
Chapter 52: Pamitan
53
Chapter 53: Pamitan II
54
Chapter 54: Pamitan III
55
Chapter 55: Ming Mei
56
Chapter 56: Ming Mei II
57
Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58
Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59
Chapter 59: Tradisi Keluarga
60
Chapter 60: Rencana Kepergian
61
Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62
Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63
Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64
Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65
Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66
Chapter 66: Memasuki Gua
67
Chapter 67: Warisan Li Hongli
68
Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69
Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70
Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71
Chapter 71: Qing Tao
72
Chapter 72: Munculnya Fraksi
73
Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74
Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75
Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76
Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77
Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78
Chapter 78: Hari Turnamen
79
Chapter 79: Babak Penyisihan
80
Chapter 80: Babak Penyisihan II
81
Chapter 81: Memasuki Semi Final
82
Chapter 82: Amarah Jun Tao
83
Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84
Chapter 84: Babak Final
85
Chapter 85: Babak Final II
86
Chapter 86: Babak Final III
87
Chapter 87: Babak Final IV
88
Chapter 88: Babak Final V
89
Chapter 89: Babak Final VI
90
Chapter 90: Hasil Akhir
91
Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92
Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93
Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94
Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95
Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96
Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97
Chapter 97: Pohon Kuno
98
Chapter 98: Akhir Pertempuran
99
Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100
Chapter 100: Sebelum Kepergian
101
Chapter 101: Memulai Perjalanan
102
Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103
Chapter 103: Pengkhianatan
104
Chapter 104: Pengkhianatan II
105
Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106
Chapter 106: Raja Ran
107
Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108
Chapter 108: Ruang Harta
109
Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110
Chapter 110: Tiba di Mansion
111
Chapter 111: Ran Riu
112
Chapter 112: Kerajaan Godam
113
Chapter 113: Serikat Petarung
114
Chapter 114: Mengambil Misi
115
Chapter 115: Gerombolan Serigala
116
Chapter 116: Terobosan Hubai
117
Chapter 117: Jin Giu
118
Chapter 118: Surat Raja Ran
119
Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120
Chapter 120: Dimana Matamu
121
Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122
Chapter 122: Kakek Dan
123
Chapter 123: Api Hewani
124
Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125
Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126
Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127
Chapter 127: Pertaruhan
128
Chapter 128: Babak Final
129
Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130
Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131
Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132
Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133
Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134
Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135
Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136
Chapter 136: Kembali Pulang
137
Chapter 137: Penyergapan
138
Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139
Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140
Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141
Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142
Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143
Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144
Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145
Chapter 145: Kepergian Li Wei
146
Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147
Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148
Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149
Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150
Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151
Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152
Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153
Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154
Chapter 154: Kolam Darah Naga
155
Chapter 155: Terlukannya Hubai
156
Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157
Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158
Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159
Chapter 159: Paman Jin Giu
160
Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161
Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162
Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163
Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164
Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165
Chapter 165: Perang Bandit
166
Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167
Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168
Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169
Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170
Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171
Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172
Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173
Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174
Chapter 174 : Mencari Informasi
175
Chapter 175 : Memasuki Penjara
176
Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177
Chapter 177 : Tornado Asura
178
Chapter 178 : Batu Bulan
179
Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180
Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181
Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182
Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183
Chapter 183 : Memasuki Menara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!