"Ayah! anakmu yang tidak berbakti ini telah kembali" Jiang Chen berkata sambil berlutut.
Melihat kedatangan Jiang Chen, Pria itu pun menunjukan senyum bahagia
"Bangunlah, jangan terlalu formal dengan ayahmu sendiri, itu hanya akan membuatku sedih" Ujar pria tersebut sambil menatap Jiang Chen, lalu kemudian dia pun kembali bertanya "Bagaimana kabarmu setelah pergi berpetualang? Apakah kamu menemukan sesuatu yang bagus"
Mendengar itu Jiang Chen pun tersenyum dan hendak menjelaskan, tapi sebelum dia bisa melakukannya, pria itu pun sudah menghilang dari pandangannya, lalu dia pun tiba-tiba muncul kembali didepan Jiang Chen dan langsung melayangkan sebuah pukulan kearahnya.
BANG!!!
Jiang Chen yang tidak sempat menghindar hanya bisa menerimanya dengan sekuat tenaga, sehingga membuat dia pun terpental dan menabrak dinding dengan keras, sangking kerasnya hingga membuat dinding itu pun hancur.
"Lumayan, kamu memang anakku" Ujar Pria itu dengan ekspresi datar, tapi dari nadanya terdengar jelas bahwa dia sedang gembira.
Pria ini sebenarnya tidak lain adalah Jiang Jian, yang merupakan kepala Klan sekarang dan Ayah Jiang Chen sendiri.
"Nak sebenarnya aku telah mendengar berita tentangmu yang mematahkan lengan keturunan Klan Nangong, Itu membuatku sangat senang sehingga aku pun tidak berani mempercayainya dan berpikir bahwa itu adalah orang lain yang menyamar sebagai dirimu. Itu sebabnya aku harus memeriksamu terlebih dahulu" Ujar Jiang Jian dengan nada tak berdaya, tapi wajahnya sedikit tersenyum.
Jiang Chen yang sudah berdiri kembali, lalu mendengar jawaban ayahnya itu membuat dia hampir terjatuh sekali lagi dan memuntahkan seteguk darah
"Bukankah kamu hanya mencari alasan untuk menyiksaku dan menyelamatkan wajahmu" gumam Jiang Chen dalam hati dengan kesal, tapi meski begitu dia tidak bisa melawan, bukan karena perbedaan kekuatan, tetapi karena rasa terimakasih yang dalam pada ayahnya.
Jiang Jian pun tertawa dengan sangat senang dan antusias "Aku tidak menyangka bahwa ternyata anaku sangat kuat, sehingga bisa mematahkan tangan dari orang yang berada 2 tingkat di atasnya, Hahaha..."
Namun, di tengah tawa Jiang Jian tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekat dan sesosok wanita pun muncul dari pintu dimana Jiang Chen datang sebelumnya, Wanita itu tampak berusia tiga puluhan, dia memiliki wajah yang mulus dan cantik serta rambut hitam panjangnya yang indah memberinya kesan yang lebih anggun, Wanita ini adalah ibu Jiang Chen - Li Shuwan
Namun saat dia melihat Jiang Chen yang menabrak tembok, membuat wajah cantiknya berubah menjadi jelek dan lalu berkata dengan marah "Baraninya kau menyiksa anakku, kau benar benar sudah bosan hidup Jiang Jian"
Mendengar istrinya marah, Jiang Jian menjelaskannya dengan tergesa-gesa "Istriku kau salah sangka kita hanya melakukan latihan biasa dan tidak ada maksud lain"
Li Shuwan mengabaikan ucapan suaminya, dan hanya mendekat pada Jiang Chen dan langsung memeluknya "Apakah kamu tidak apa-apa nak, kenapa kamu menjadi kurus, apakah kamu makan dengab teratur disana, kenapa.............."
Jiang Chen yang mendengar ibunya terus berbicara dengan khawatir hanya bisa terseyum dan menjawab dengan perlahan "Ibu jangan khawatir anakmu ini sudah dewasa dan dia sudah bisa menjaga dirinya sendiri "
Mendengar jawaban Jiang Chen,
Li Shuwan mulai sedikit tenang dan berkata "Apanya yang sudah dewasa, sampai kapanpun kau akan tetap menjadi anak kecil kesayanganku, nah! sekarang coba ceritakan apa saja yang terjadi padamu selama sebulan ini?"
Melihat ibunya yang sangat khawatir, membuat Jiang Chen pun segera menjelaskan semua hal yang terjadi padanya, tapi tentu saja dia tidak mengatakan tentang dia di sergap dan mendapatkan warisan ingatan, karna dia tidak ingin membuat mereka khawatir.
"Ibu tenanglah semuanya terkendali dan sekarang aku sudah kembali dengan selamat"
Li Shuwan yang telah mendengar cerita Jiang Chen pun menjadi tenang. namun dapat terlihat masih ada kekhawatiran di matanya, sehingga JiangChen pun menambahkan.
Mendengar cerita Jiang Chen, membuat Jiang Jian senang dan tertawa "Hahaha.... seperti yang di harapkan dari anak kita, dia sangat kuat dan bahkan berhasil mendapatkan Buah Kondensasi langit, itu bisa membantunya untuk berkultivasi lebih jauh lagi"
Li Shuwan yang tidak senang dengan kata-kata Jiang Jian, menjawab dengan dingin "Berhentilah memaksanya untuk berkultivasi dengan keras"
Lalu melihat pada Jiang Chen dan berkata dengan penuh kasih sayang "Nak, kau tidak perlu memaksakan dirimu lagi untuk berkultivasi, dan bahkan ibu sebenarnya tidak ingin kamu berkultivasi, ibu hanya ingin melihat kamu hidup dengan bebas dan bahagia, dan itu sudah cukup untukku"
Mendengar itu Jiang Chen marasa hangat di hatinya, dia sangat tersentuh dengan perkataaan ibunya ini, dan berkata dengan tegas "Ibu tenanglah, aku tidak memaksakan diriku sendiri, dan bahkan ini keinginanku sendiri untuk berkultivasi, aku ingin bisa melindungi orang yang aku sayangi dengan tanganku sendiri, itu sebabnya aku ingin kuat sehingga bisa menjaga ibu dan semua orang yang ku sayangi.
Li Shuwan tersentuh dengan jawaban Jiang Chen, yang membuat matanya memerah dan berkata dengan lembut "Jika tekadmu sudah bulat, maka ibu akan selalu mendukungmu, tapi sekarang kembali ke kamarmu dan beristirahatlah"
Setelah Jiang Chen mengucapkan beberapa kata lagi, dia pun segera berbalik dan pergi.
Melihat kepergian Jiang Chen, membuat Jiang Jian mengalihkan pandangan pada istrinya, lalu berkata dengam sedih "Istriku apakah kamu merasa kecewa pada Jiang Chen, karena dia tidak bisa membawamu kembali ke Klan?"
Mendengar itu Li Shuwan hanya tersenyum dengan lembut dan indah, lalu mendekat Pada Jiang Jian dan memeluknya perlahan, lalu dia pun berkata "Suamiku aku tidak pernah kecewa pada kalian berdua, kalian berdua adalah sumber kebahagiaanku sekarang, selama aku tinggal bersama kalian aku tidak pernah menyesali setiap hariku"
Jiang Jian memeluk balik istrinya dengan erat dan hangat, lalu berkata dengan penuh kasih "Istriku percayalah, bahwa aku dan Jiang Chen pasti akan membawamu kembali ke Klanmu dan membuat mereka menghormatimu"
Li Shuwan hanya mengangguk dan tersenyum "Aku selalu percaya padamu dan Jiang Chen"
Jiang Jian pun tersenyum, tapi kali ini senyumnya agak nakal "Istriku hari sudah hampir malam, dan kita sudah lama tidak melakukannya, sebaiknya kita segera kembali ke rumah untuk makan malam"
Jiang Jian pun segera menggendong Li Shuwan dengan erat, lalu terlihatlah wajah Li Shuwan yang sudah merah padam dipelukannya.
Pemandangan pun berganti, kali ini Jiang Chen sudah sampai didepan sebuah rumah kecil yang terletak di sudut Klan Jiang, rumah itu tampak sederhana, tetapi itu terlihat sangatlah bersih.
Jiang Chen pun berjalan masuk dan membuka pintu itu perlahan, lalu didalam ruangan itu terlihat ada seorang pria muda yang sedang membersihkan ruangan.
Pria muda itu memiliki wajah yang sangat tampan dan anggun, jika diperhatikan dari wajah dia hanyalah sedikit lebih rendah dari Jiang Chen. Pria muda itu memiliki rambut yang berwarna kuning cerah, rambutnya sangatlah indah dan memberikan kesan yang menyenangkan, dia juga memiliki badan yang normal tidak teralu kurus dan tidak gendut juga.
"Aku sudah kembali" Ujar Jiang Chen dengan lembut.
Mendengar suara itu, Pria muda ini pun seketika berbalik dan melihat Jiang Chen yang sedang berdiri didepan pintu.
Wajah pria itu menunjukan ekspresi yang rumit seperti campuran sedih dan bahagia, tapi perlahan pria itu pun mulai meneteskan air matanya dan berkata "Hiks..hiks.. Tuan muda akhirnya kau kembali, tuan muda akhirnya kau kembali....."
Pria ini adalah Jilu, dia adalah anak salah satu pembantu dari Klan Jiang, 5 tahun yang lalu ibunya sakit keras dan dia tidak mempunyai uang untuk membawanya berobat, sehingga ditengah kebingungannya dia pun akhirnya datang ke Klan Jiang untuk meminta bantuan, tapi sayangnya sebelum dia bisa meminta bantuan, dia sudah dihadang oleh para prajurit terlebih dahulu, sehingga dia pun hanya bisa gagal dan menyerah.
Namun ditengah kesedihannya dia pun bertemu dengan Jiang Chen, lalu Jiang Chen yang sudah mendengar ceritanya pun tanpa banyak pertimbangan lagi langsung memanggil tabib terbaik di kota untuk membantunya.
Dan setelah kejadian itu Jilu dan ibunya pun datang ke Klan Jiang untuk berterimah kasih, lalu mereka pun bertemu Jiang Chen.
Saat itu Jilu yang hanya berumur 6 tahun selalu mengingat bantuan Jiang Chen dan bersumpah akan selalu mengikutinya, kemudian 5 tahun pun telah berlalu dengan cepat, sekarang dia sudah berumur 11 tahun dan Jiang Chen berumur 10 tahun.
Jilu pasti telah mendengar beberapa berita tentang kematian Jiang Chen, sehingga membuatnya tertekan dan sedih, lalu ketika dia melihat Jiang Chen kembali, dia pun segera menjadi bingung dan hanya bisa menangis.
Jiang Chen yang melihatnya menangis, langsung mendekat dan menepuk pundaknya, lalu dia berkata sambil bercanda "Kanapa kamu menangis apakah kamu tidak ingin bertemu denganku lagi"
Jilu yang mendengar itu langsung terbangun dari lamunannya dan langsung mengelap air matanya, lalu berkata tergesa-gesa "Apa yang kau katakan tuan muda, di dunia ini selain ibuku hanya ada kamu yang terpenting bagiku"
Jiang Chen hanya bisa tersenyum mendengar itu, lalu dia pun berkata "Aku sudah memberitahumu beberapa kali untuk berhenti memanggilku tuan muda, kau bisa memanggilku saudara Chen "
Jilu menjawab dengan tegas "Itu tidak bisa tuan muda, aku tidak bisa memanggilmu secara setara seperti itu"
Jiang Chen bingung karna setiap kali menyuruhnya, dia selalu menjawab seperti ini, tapi Jiang Chen tiba-tiba memikirkan sesuatu dan berkata "Baiklah aku tidak akan memaksamu lagi, namun kamu harus memanggilku bos mulai sekarang"
Jilu senang mendengarnya karna dengan memanggilnya bos berarti dia secara resmi di terima menjadi anak buahnya, berbeda dengan tuan muda yang merupakan julukan formal yang di lakukan semua orang.
Melihat Ekspresi bahagia Jilu, Jiang Chen pun ikut bahagia "Sekarang kamu bisa kembali dan beristirahat dalam tiga hari kita akan pergi keluar melakukan perjalanan jadi persiapkan dirimu"
Mendengar itu hanya menambahkan kebahagian padanya, sehingga membuatnya tidak percaya dan bertanya kembali "Apakah Bos benar-benar akan membawaku berpetualang? "
Jiang Chen menjawab dengan tegas "Tentu saja, apakah aku pernah mengucapkan omong kosong padamu, maka sekarang kembalilah dan nikmati hari liburmu untuk
tiga hari ke depan "
Mendengar jawaban Jiang Chen, Jilu menjadi senang dan setelah bertanya beberapa pertanyaan lagi, dia pun berbalik dan pergi.
Melihat kepergian Jilu, Jiang Chen hanya terseyum "Aku akan mendaki ke puncak sekali lagi dan aku akan memerlukan teman yang dapat di percaya, sehingga aku bisa tenang dimasa depan"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Jade Meamoure
sangat bagus masih ada tuan muda yg rendah hati begitu jg semua orang yang ada di klan
2024-07-31
1
Anonymous
🐎🐺🐎🐺🐎🐺
2024-03-12
0
itu Mcnya tau tau kok punya ingatan dewa
2023-08-13
0