Di dalam gau terlihat seorang pria paruh baya yang sedang duduk dan menyenderkan dirinya pada sebuah kursi. Lalu didepanya ada tiga belas orang yang sedang membungkuk.
"Kenapa orang-orang itu sangat lama, mungkinkah terjadi sesuatu pada mereka" Ujar pria paruh baya itu.
"Itu tidak mungkin Bos, aku sudah memastikannya sendiri, bahwa hanya ada tiga orang disana dan masing-masing dari mereka hanya berada pada tingkat 4 dan 3 KondensasiQi" Jawab salah satu bandit dengan sopan.
Orang yang sedamg duduk ternyata adalah Ketua dari para bandit dan yang barusan bicara adalah bandit yang sudah membututi Jiang Chen sebelumnya.
Ketua bandit itu pun memegang janggutnya "Hmm...Apakah mereka menemui bintang buas, tapi seharusnya mereka bisa melarikan diri dengan mudah"
Namun, tepat saat itu juga tiba-tiba ada sebuah kepala yang menggelinding ke tengah ruangan, yang membuat suasana seketika menjadi hening, karena itu adalah kepala dari salah satu anggota mereka yang pergi untuk melakukan penyergapan.
Melihat itu, Ketua Bandit mengerutkan alisya dan menunjukan wajah yang jelek, lalu dia pun berteriak dengan geram "Siapa yang berani melakukan ini.. Keluarlah Sialan"
"Hahahaha.......Apakah kalian menyukai hadiahku, sehingga begitu bersemangat"
Tiba-tiba sebuah tawa terdengar dari pintu masuk gua, dan disana terlihat ada bayangan seorang pria kecil yang sedang memegang pedang di bahunya.
Bayangan itu bergerak mendekat dan perlahan mengungkapkan wajah seorang pria muda yang sangat tampan, pria itu adalah JiangChen yang sedang berjalan mendekat dengan senyum di wajahnya dan pedang di bahunya.
Melihat kedatangan Jiang Chen, membuat para bandit melompat terkejut karena ternyata dia hanyalah sorang bocah yang berumur 10 tahunan, namun dia terlihat sangat tenang bahkan saat menghadapi banyak orang yang memiliki kekuatan jauh di atasnya, dan jika JiangChen bukanlah musuh mereka pasti akan memujinya habis-habisan.
Ketua bandit pun mengerutkan keningnya saat melihat kedatangan Jiang Chen, jika bukan karna fakta Jiang Chen membawa kepala bersamanya, dia pasti sudah menyangka bahwa Jiang Chen hanyalah bocah yang iseng atau bocah yang nyasar.
Namun tiba-tiba salah satu bandit berteriak dan memecahkan keheningan "Itu dia, dia adalah salah satu bocah yang ada di kereta, benar itu dia aku tidak mungkin salah"
Ketua bandit pun menatap Jiang Chen dengan dingin "Nak sepertinya kau sudah bosan hidup, kau sudah membunuh anak buahku namun kamu masih berani datang kesini, kepadaku, aku sungguh memuji keberanianmu"
Jiang Chen tersenyum santai "Kau salah pak tua, ini bukan keberanian, tapi ini adalah sebuah kepercayaan diri"
Jiang Chen tidak lagi menekan kekuatanya dan langsung menunjukan auranya yang berada pada tahap 5 Kondensasi Qi, dan ini membuat para bandit terkejut.
Namun bukan karna Kultivasi Jiang Chen, melainkan karna aura yang di pancarkannya itu sangat menekan dan menakutkan.
Salah satu bandit tidak lagi bisa menahan diri untuk tidak mengutuk "Sialll....Sejak kapan tingkat 5 belaka menjadi semenekan ini"
Ketua Bandit pun bangkit dari kursinya dan berteriak "Serang dia dan jangan biarkan dia keluar hidup-hidup"
Mendengar itu, para bandit pun langsung bergegas menyerang ke depan, dan hanya menyisakan sang ketua dan para kultivator tingkat 8.
Melihat para bandit yang bergegas ke arahnya Jiang Chen hanya menunjukan senyum jijik dan ikut menerjang kedepan.
Jiang Chen berlari menuju arah bandit terdekat dan langsung menghabisinya dalam satu serangan.
Jiang Chen terus menerus menebas setiap bandit yang datang ke arahnya sehingga tanpa terasa dia sudah menghabisi sepuluh bandit dengan mudah.
Tindakan Jiang Chen memang mengejutkan semua bandit yang tersisa, namun yang membuat mereka lebih terkejut adalah kekuatan yang di tunjukan oleh JiangChen, dia bisa dengan mudah membunuh Kultivator yang dua tingkat di atasnya, bukankah itu berarti bahwa dia bisa bertarung di panggung yang sama dengan kultivator tingkat 8.
Ketua bandit menunjukan wajah yang sangat jelek dan berkata dengan dingin "Tidak heran kau berani bertingkah sombong, dengan kekuatanmu itu kamu memang pantas di sebut seorang Genius, dan jika kamu tidak datang kesini hari ini dan memilih untuk lari, mungkin dalam setahun aku yang harus lari jika melihatmu, namun sekarang kau dengan bodohnya datang sendiri kesini, maka aku harus berterima kasih"
Ketua bandit pun tersenyum dan akan menangkupkan tinjunya, namun sebelum dia bisa melakukannya, Jiang Chen sudah memotongnya.
Jiang Chen menggelengkan kepalanya lalu berkata dengan tegas dan berani
"Kau tidak harus berterimakasih padaku, karna tidak ada yang harus kamu syukuri dengan kedatanganku, Jika aku berani datang, maka aku sudah menjamin keselamatanku, Karna aku Jiang Chen tidak pernah bermain-main dengan nyawaku, dan untukmu, sebaiknya kamu mencuci lehermu, karna pedangku sudah sedikit berkarat dan aku takut itu akan sangat menyakitkan saat aku memotong lehermu"
Mendengar ucapan Jiang Chen yang lugas membuat para bandit mengerutkan keningnya, mereka mulai curiga bahwa Jiang Chen tidak datang sendirian dan ada ahli di belakangnya, sehingga membuat mereka menjadi gelisah, tapi mereka juga belum pernah mendengar nama Jiang Chen di Kota Ming atau sekitarnya.
Ketua Bandit pun berkata dengan menurunkan nadanya yang tidak sesombong sebulum "Bolehkah aku tau siapa sebenarnya kamu?"
Jiang Chen menjawab acuh tak acuh "Kau tidak perlu khawatir aku datang sendirian dan tidak mempunyai latar belakang"
Mendengar jawaban Jiang Chen, Ketua Bandit memang masih curiga namun dia hanya bisa berpikir, bahwa jika dia bisa membunuh Jiang Chen sekarang maka masalah akan langsung selesai.
Jiang Chen yang sudah bosan menunggu pun mengambil inisiatif untuk melakukan serangan terlebih dahulu, diapun berlari ke salah satu dari Kultivator tingkat 8.
Jiang Chen melancar serangan yang langsung mengarah pada leher bandit itu, namun bandit itu pun tidak diam saja dan menerima serengan Jiang Chen, dia juga melancar sebuah serangan balik, yang membuat pedang mereka berbenturan.
Desing!!! (Suara pesang berbenturan/bergesekan)
Melihat bahwa Jiang Chen bisa bertarung setara melawan teman mereka, dua bandit lainya pun tidak diam saja dan mulai bergabung dalam pertandingan.
Tiga lawan satu, namun Jiang Chen masih terlihat tenang, dia bahkan bisa menghindari dan melakukan beberapa serangan balik pada mereka.
Namun setelah pertarungan yang panjang Jiang Chen mulai berkeringat dan kelelahan dia bahkan mulai tidak bisa mengatur nafasnya.
Desing, Desing, Desing!!!
Setelah melakukan pertukaran dengan Jiang Chen, Ketiga bandit itu menyadari bahwa Jiang Chen sebenarnya tidak menggunakan teknik apapun dan murni hanya menggunakan prinsip-prinsip dasar pedang, sehingga dalam lubuk hati mereka sangat mengagummi pemahaman Jiang Chen pada pedang.
Namun, saat ini baik Jiang Chen atau tiga bandit tersebut sudah sangat kelelahan, bahkan Jiang Chen sudah memiliki beberapa luka di tubuhnya, Jiang Chen sudah memutuskan untuk mengakhiri petarungan dalam serangan berikutnya.
Melihat Jiang Chen yang kelelahan ketiga bandit itu saling memandang dan mengangguk secara bersamaan, sepertinya mereka juga sudah memutuskan untuk mengakhiri pertarungan dalam serangan berikutnya.
Ketiga bandit itu pun maju bersamaan dan langsung melancarkan serangan dari tiga arah yang berbeda pada Jiang Chen, namun sesuatu terjadi di luar ekspektasi mereka.
Melihat serangan mereka, Jiang Chen tidak melakukan apapun, dia hanya berdiri diam dan menutup matanya, tidak ada ekspresi ketakutan di wajahnya, malah dia terlihat sangat tenang dan tenang.
Para bandit sedikit khawatir dengab ekspresi JiangChen yang tenang, namun mereka hamya bisa berpikir bahwa dia sudah menyerah.
Namun, tepat saat jarak serangan itu hanya tinggal beberapa langkah lagi, Jiang Chen tiba-tiba membuka matanya dan mengangkat pedang yang ada di tanganya.
Slassh!!!, Slassh!!, Slash!...
Jiang Chen pun langsung melakukan tebasan yang langsung mengarah pada kepala para bandit, serangan itu sangat tiba-tiba bahkan para bandit pun terkejut, mereka pikir Jiang Chen ingin melakukan serangan bunuh diri dengan membawa mereka bersamanya.
Ketiga bandit yang belum siap melakukan serangan bunuh diri menjadi ragu dan takut, sehingga membuat serangannya sedikit bergeser dan hanya berhasil menyobek kulit Jiang Chen.
Namun Jiang Chen masih tidak mengedipkan matanya dan tetap fokus pada tebasanya yang langsung berhasil memenggal tiga kepala bandit tersebut.
Kepala bandit pun berjatuhan di depan Jiang Chen, serta badannya yang menyemburkan darah hampir mewarnai seluruh badan Jiang Chen dengan warna merah dan hanya meninggalkan wajah dan rambutnya saja yang masih bersih.
Jiang Chen menendang salah satu kepala yang ada di depannya dan mengarahkannya langsung pada ketua Bandit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Kenapa Mcnya jadi berdarah dingin bikin bosan saja
2023-08-13
0
Haikal Akbar
Siipp
2022-11-21
0
Ayi Hadi
babat habis toop
2022-07-04
0