Chapter 20: Penginapan Bulan Ming

Setelah 40 hari pelatihan, seperti yang di harapkan Jiang Chen, bahwa Jilu dan Jia Yong menerobos ke tingkat 7, sedangkan Jiang Chen sendiri sudah menerobos ke tingkat 7 dan sekarang dia sedang bersiap-siap menerobos ke tingkat 8.

Jiang Chen bergumam "Masih kurang sedikit lagi"

Setelah 2 hari lagi berlalu, Jiang Chen masih belum biza melakukan terobosan dan hanya pada hari 3 dia sudah mulai bisa merasakan tanda-tandanya.

Sekarang adalah hari ke 4, dimana hari ini Jiang Chen akan melakukan terobosannya, seperti sebelumnya dia menyalurkan semua energi yang sudah dia kumpulkan pada dantiannya dan memaksa merdianya tebuka.

Boom!!!

Akhirnya Jiang Chen menerobos pada hari ke 44, dia menghabiskan 4 hari lebih lama dari perkiraannya, tapi Jiang Chen masih cukup puas dengan hasil ini.

Jiang Chen melihat dengan pahit pada Buah Kondensasi yang ada di lengannya, dulu dia pikir ini akan cukup untuk membantunya menerobos ke tingkat 9 kondensasi Qi, tapi sekarang itu hampir tidak cukup untuk membantunya menerobos ke tingkat 8 Kondensasi, dia mengkhawatirkan kebutuhan sumber dayanya di masa depan yang akan sangat menakutkan.

Namun, dia segera menenangkan pikirannya, dengan berpikir sekarang dia sudah memiliki 2 pill Kondensasi langit, setidaknya itu akan cukup untuk kenaikannya ke ranah Kondensasi darah.

Jiang Chen pun membuka matanya dan melihat tidak ada siapa-siapa di dalam gua, sehingga dia pun langsung pergi keluar, di luar dia melihat bahwa hari sudah sore dan didekat sungai Jiang Chen melihat Jilu dan Jia Yong yang sedang membakar ikan.

Jilu dan Jia Yong yang melihat kedatangan Jiang Chen menjadi sangat senang dan langsung menyambutnya dengan antusias "Bosss"

Jilu melanjutkan dengan gembira "Selamat karna telah berhasil menerobos"

Jia Yong juga berkata dengn tergesa-gesa "Bos akhirnya kau keluar juga, aku sudah sangat merindukanmu"

Jiang Chen hanya mengangguk "Baiklah, sebaiknya kita makan terlebih dahulu sebelum berbicara"

Jiang Chen pun mengambil salah satu ikan bakar, mungkin karna mereka takut Jiang Chen tiba-tiba keluar, sehingga mereka selalu membakar ikan dalam jumlah yang cukup banyak.

Setelah menghabiskan ikan ketiganya, Jiang Chen baru berhenti dan berkata "Sungguh Ikan yang bagus, walaupun sedikit gosong itu tetap empuk dan manis"

Jilu tiba-tiba menjadi malu karna dia yang membakarnya "Hehe... Aku tidak seahli bos dalam memasak"

Jiang Chen tertawa "Hahaha...... Aku hanya bercanda, ini sungguh makanan yang enak"

Jilu sedikit tersanjung, lalu Jiang Chen melanjutkan bertanya pada Jia Yong "Hm..Aku ingin kamu menceritakan semua yang kamu tahu tentang Kota Ming"

Jia Yong pun menjelas keadaan yang dia ketahui tentang Kota Ming pada Jiang Chen.

"Kota Ming dipimpin oleh Klan Ming yang merupakan penguasa mutlak disana, Klan Ming terkenal oleh kebajikan dan keadilannya dalam memimpin kota, mereka juga sangat murah hati dan suka membantu orang-orang biasa"

"Dan selain Klan Ming masih ada beberapa Klan besar lainya, tapi mereka semua masih jauh di bawah Klan Ming"

"Penguasa Klan Ming adalah Ming Ho dan dia juga memiliki seorang puri yang sangat cantik, dikabarkan bahwa dia adalah kecantikan yang bisa menenghancurkan negara, dan sudah banyak Klan besar yang mengajukan aliansi pernikahan, tapi semuanya di tolak tanpa alasan"

Jiang Chen terkejut mendengar itu, tapi bukan karna cerita tentang betapa cantiknya dia, melainkan penolakannya, Jiang Chen berkata dengan heran "Jika Klan Ming menolak semua lamaran, bukankah itu sama saja dengan menyinggung semua pihak dan menghasut perang"

Jia Yong menggelengkan kepalanya dan berkata dengan bangga "Aku tidak tahu tentang itu, tapi Klan Ming bukanlah Klan biasa, mereka memiliki sejarah yang panjang dan banyak mitos tentangnya, ada yang bilang Klan Ming hanyalah salah satu cabang Klan besar yang berada di kekaisaran, ada juga yang bilang bahwa ada anggota Klan Ming yang berkerja di kekaisaran, ada juga yang ............"

Mungkin karna baru kali ini Jiang Chen bertanya padanya tentang informasi, sehingga dia pun menjelaskan semua yang dia tahu dengan bangga dan bersemangat.

Jiang Chen merasa bahwa Klan Ming sangat misterius, namun dari informasi yang dia dapat Klan Ming bukanlah Klan yang buruk, sehingga dia tidak terlalu memikirkannya.

Jiang Chen bertanya lagi pada Jia Yong "Apakah di Kota Ming ada alchemist guild?"

Jia Yong menjawab "Tentu saja ada, Kota Ming adalah salah satu Kota terbaik Propinsi Huo, yang sebanding dengan Kota Mohe"

Jiang Chen bahagia mengetahui itu. Lalu JiaYong pun balik bertanya pada JiangChen "Bos apakah kau tidak tertarik pada putri Klan Ming? Kenapa kamu tidak pernah bertanya tentangnya"

Jiang Chen hanya berkata dengan santai "Itu tidak penting untuk sekarang"

Setelah mengatakan itu Jiang Chen menanyakan beberapa pertanyaan lagi, sebelum berkata "Baiklah cukup untuk hari ini, sekarang tidurlah besok pagi kita akan melanjutkan perjalanan"

Mereka pun langsung kembali untuk beristirahat, Kecuali Jiang Chen yang pergi membasuh diri terlebih dahulu, sebelum kembali dan beristirahat.

Keesokan paginya, Jiang Chen pun mulai melanjutkan perjalanannya yang sudah lama tertunda, karna seharusnya Jiang Chen sudah memasuki Kota pada satu bulan yang lalu.

Setelah 1 hari lagi perjalanan, akhirnya mereka pun sampai di Kota dan setelah membayar biaya masuk, mereka langsung pergi mencari sebuah penginapan untuk beristirahat.

Jiang Chen turun dari keretanya dan bertanya pada salah satu orang yang sedang berjalan "Saudaraku bolehkah aku bertanya dimana aku bisa menemukan sebuah penginapan yang layak"

Orang itu berkata dengan sopan sambil menunjuk ke sebuah arah "Kau bisa terus berjalan ke arah sana, dan kau akan menemukan sebuah penginapan yang bagus dan murah"

Jiang Chen tersenyum karna kebaikan orang ini, sehingga dia melemparkan 1 kantong kecil pada orang itu, kantong itu berisi 100 koin perak dan seharusnya itu cukup untuk biaya hidup orang biasa selama satu tahun penuh.

Jiang Chen menangkupkan tinjunya "Terimakasih saudaraku, anggaplah ini sedikit hadiah dariku"

Setelah mengatakan itu, Jiang Chen pun masuk kembali kedalam kereta dan langsung pergi.

Sedangkan orang itu sedang terkejut dengan pemberian Jiang Chen, dia tidak menyangka bahwa dia akan mendapatkan semua ini hanya dengan menjawab pertanyaan yang mudah, namun dia segera menenangkan ekspresinya kembali dan langsung menyimpan kantong kecil itu, karna dia takut ada orang yang melihatnya dan akan merampoknya.

Setelah sampai di penginapan, Jiang Chen mengetahui bawah penginapan ini disebut Penginapan Bulan Ming, yang merupakan penginapan nomor satu di Kota Ming dan dimiliki langsung oleh KlanMing, Penginapan ini mememiliki empat lantai, dimana lantai satu di gunakan untuk tempat makan, dan tiga lantai di atasnya digunakan sebagai penginapan.

Sebenarnya Jiang Chen tidak ingin terlalu menarik perhatian dan ingin memilih penginapan lain, tapi setelah melihat hari yang mulai malam, Jiang Chen memutuskan untuk masuk kedalam penginapan dengan Jilu dan Jia Yong di belakangnya, dan setelah masuk ke dalam ruangan Jiang Chen melihat bahwa di ruangan itu sebenarnya sangat ramai dan banyak orang yang sedang makan dan mengobrol.

Kedatangan Jiang Chen cukup menarik perhatian banyak orang, terutama karena mereka menggunakan topi yang menutupi semua wajah mereka dan hanya menyisakan Jia Yong yang tidak memakai topi.

Namun, sebenarnya Jia Yong sendiri sudah cukup untuk menarik perhatian mereka, dia memiliki wajah lonjong, dengan rambut hitam pendek dan disertai dengan mata yang berwarna biru yang cerah, serta aura liar yang dia miliki membuatnya terlihat cukup tampan dan maskulin.

Penampilan Jia Yong cukup menarik perhatian banyak wanita, dan beberapa dari mereka bahkan mencoba menggodanya, tentu saja itu juga membuat para pria yang ada di ruangan menjadi cemburu dan marah.

Namun, Jiang Chen tidak menghiraukan mereka dan terus berjalan menuju kasir yang ada di ujung ruangan, tapi saat mereka sedang berjalan tiba-tiba ada segerombolan pria yang menghadang jalan mereka.

Di antara mereka ada seorang pria yang berdiri paling depan, dia memiliki wajah yang sombong dan memakai sebuah pakaian yang sangat mewah, pria itu berkata dengan nada yang angkuh

"Kembalilah!!! Penginapan Bulan Ming tidak menerima kalian, lihatlah pakaian kalian yang kumuh, apakah kalian pikir tempat ini adalah penampungan pengemis"

Terpopuler

Comments

Sebenarnya disini yg Jenius itu siapa
bikin bingung saja 🤔🤔🤔

2023-08-13

1

Haikal Akbar

Haikal Akbar

Lanjut

2022-11-21

0

Ayi Hadi

Ayi Hadi

wooowe adayang nyoba di kota

2022-07-04

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1: Kebangkitan
2 Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3 Chapter 3: Kembali Ke Kota
4 Chaper 4: Feng Lin
5 Chapter 5: Klan Jiang
6 Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7 Chapter 7: Info Turnamen
8 Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9 Chapter 9: Tinju Bayang
10 Chapter 10: Keberangkatan
11 Chapter 11: Jia Yong
12 Chapter 12: Pemburuan Pertama
13 Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14 Chapter 14: Bandit Gunung
15 Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16 Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17 Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18 Chapter 18: Rampasan Perang
19 Chapter 19: Perubahan Rencana
20 Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21 Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22 Chapter 22: Putri Ming
23 Chapter 23: Jalan Barang Antik
24 Chapter 24: Mendapatkan Harta
25 Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26 Chapter 26 : Klan Ming
27 Chapter 27: Klan Ming II
28 Chapter 28: Bukit Tengkorak
29 Chapter 29: Tombak Naga Langit
30 Chapter 30: Penyulingan Pertama
31 Chapter 31: Pemburuan
32 Chapter 32: Kemampuan Jilu
33 Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34 Chapter 34: Jiu Long
35 Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36 Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37 Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38 Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39 Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40 Chapter 40: Perubahan Turnamen
41 Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42 Chapter 42: Ujian Alchemist
43 Chapter 43: Paviliun Kosmos
44 Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45 Chapter 45: Pelelangan
46 Chapter 46: Pelelangan II
47 Chapter 47: Pelelangan III
48 Chpater 48: Mencoba Teknik
49 Chapter 49: Tebasan Asura
50 Chapter 50: Rencana Pulang
51 Chapter 51: Menuju Klan Ming
52 Chapter 52: Pamitan
53 Chapter 53: Pamitan II
54 Chapter 54: Pamitan III
55 Chapter 55: Ming Mei
56 Chapter 56: Ming Mei II
57 Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58 Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59 Chapter 59: Tradisi Keluarga
60 Chapter 60: Rencana Kepergian
61 Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62 Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63 Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64 Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65 Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66 Chapter 66: Memasuki Gua
67 Chapter 67: Warisan Li Hongli
68 Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69 Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70 Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71 Chapter 71: Qing Tao
72 Chapter 72: Munculnya Fraksi
73 Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74 Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75 Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76 Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77 Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78 Chapter 78: Hari Turnamen
79 Chapter 79: Babak Penyisihan
80 Chapter 80: Babak Penyisihan II
81 Chapter 81: Memasuki Semi Final
82 Chapter 82: Amarah Jun Tao
83 Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84 Chapter 84: Babak Final
85 Chapter 85: Babak Final II
86 Chapter 86: Babak Final III
87 Chapter 87: Babak Final IV
88 Chapter 88: Babak Final V
89 Chapter 89: Babak Final VI
90 Chapter 90: Hasil Akhir
91 Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92 Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93 Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94 Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95 Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96 Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97 Chapter 97: Pohon Kuno
98 Chapter 98: Akhir Pertempuran
99 Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100 Chapter 100: Sebelum Kepergian
101 Chapter 101: Memulai Perjalanan
102 Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103 Chapter 103: Pengkhianatan
104 Chapter 104: Pengkhianatan II
105 Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106 Chapter 106: Raja Ran
107 Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108 Chapter 108: Ruang Harta
109 Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110 Chapter 110: Tiba di Mansion
111 Chapter 111: Ran Riu
112 Chapter 112: Kerajaan Godam
113 Chapter 113: Serikat Petarung
114 Chapter 114: Mengambil Misi
115 Chapter 115: Gerombolan Serigala
116 Chapter 116: Terobosan Hubai
117 Chapter 117: Jin Giu
118 Chapter 118: Surat Raja Ran
119 Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120 Chapter 120: Dimana Matamu
121 Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122 Chapter 122: Kakek Dan
123 Chapter 123: Api Hewani
124 Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125 Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126 Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127 Chapter 127: Pertaruhan
128 Chapter 128: Babak Final
129 Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130 Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131 Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132 Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133 Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134 Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135 Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136 Chapter 136: Kembali Pulang
137 Chapter 137: Penyergapan
138 Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139 Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140 Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141 Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142 Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143 Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144 Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145 Chapter 145: Kepergian Li Wei
146 Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147 Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148 Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149 Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150 Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151 Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152 Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153 Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154 Chapter 154: Kolam Darah Naga
155 Chapter 155: Terlukannya Hubai
156 Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157 Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158 Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159 Chapter 159: Paman Jin Giu
160 Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161 Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162 Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163 Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164 Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165 Chapter 165: Perang Bandit
166 Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167 Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168 Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169 Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170 Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171 Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172 Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173 Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174 Chapter 174 : Mencari Informasi
175 Chapter 175 : Memasuki Penjara
176 Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177 Chapter 177 : Tornado Asura
178 Chapter 178 : Batu Bulan
179 Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180 Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181 Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182 Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183 Chapter 183 : Memasuki Menara
Episodes

Updated 183 Episodes

1
Chapter 1: Kebangkitan
2
Chapter 2: Buah Kondensasi Langit
3
Chapter 3: Kembali Ke Kota
4
Chaper 4: Feng Lin
5
Chapter 5: Klan Jiang
6
Chapter 6 : Jiang Jian dan Li Shuwan
7
Chapter 7: Info Turnamen
8
Chapter 8: Perpustakaan Jiang
9
Chapter 9: Tinju Bayang
10
Chapter 10: Keberangkatan
11
Chapter 11: Jia Yong
12
Chapter 12: Pemburuan Pertama
13
Chapter 13: Pelatihan Jiang Chen
14
Chapter 14: Bandit Gunung
15
Chapter 15: Keluarnya Jiang Chen
16
Chapter 16: Serangan Jiang Chen
17
Chapter 17: Serangan Jiang Chen II
18
Chapter 18: Rampasan Perang
19
Chapter 19: Perubahan Rencana
20
Chapter 20: Penginapan Bulan Ming
21
Chapter 21: Kebodohan Yan Jilin
22
Chapter 22: Putri Ming
23
Chapter 23: Jalan Barang Antik
24
Chapter 24: Mendapatkan Harta
25
Chapter 25: Teknik Menggoda JiangChen
26
Chapter 26 : Klan Ming
27
Chapter 27: Klan Ming II
28
Chapter 28: Bukit Tengkorak
29
Chapter 29: Tombak Naga Langit
30
Chapter 30: Penyulingan Pertama
31
Chapter 31: Pemburuan
32
Chapter 32: Kemampuan Jilu
33
Chapter 33: Kemarahan Jiang Chen
34
Chapter 34: Jiu Long
35
Chapter 35: Sejarah Jiu Long
36
Chapter 36: Sejarah Jiu Long II
37
Chapter 37: Sejarah Jiu Long III
38
Chapter 38: Pill Bulan Ungu
39
Chapter 39: Kembali Ke Kota Ming
40
Chapter 40: Perubahan Turnamen
41
Chapter 41: Percakapan Ruang Rahasia
42
Chapter 42: Ujian Alchemist
43
Chapter 43: Paviliun Kosmos
44
Chapter 44: Paviliun Kosmos II
45
Chapter 45: Pelelangan
46
Chapter 46: Pelelangan II
47
Chapter 47: Pelelangan III
48
Chpater 48: Mencoba Teknik
49
Chapter 49: Tebasan Asura
50
Chapter 50: Rencana Pulang
51
Chapter 51: Menuju Klan Ming
52
Chapter 52: Pamitan
53
Chapter 53: Pamitan II
54
Chapter 54: Pamitan III
55
Chapter 55: Ming Mei
56
Chapter 56: Ming Mei II
57
Chapter 57: Kembali Ke Klan Jiang
58
Chapter 58: Pulangnya Jiang Chen
59
Chapter 59: Tradisi Keluarga
60
Chapter 60: Rencana Kepergian
61
Chapter 61: Kultivasi Feng Lin
62
Chapter 62: Mutiara Penghisap Darah
63
Chapter 63: Saber Tanpa Hati
64
Chapter 64: Saber Tanpa Hati II
65
Chapter 65: Saber Tanpa Hati III
66
Chapter 66: Memasuki Gua
67
Chapter 67: Warisan Li Hongli
68
Chapter 68: Warisan Li Hongli II
69
Chapter 69: Namamu Adalah Hubai
70
Chapter 70: Memasuki Kota Puyang
71
Chapter 71: Qing Tao
72
Chapter 72: Munculnya Fraksi
73
Chapter 73: Jia Yong vs Shi Gudong
74
Chapter 74: Kekalahan Telak Shi Gudong
75
Chapter 75: Pendaftaran Yang Mudah
76
Chapter 76: Masa lalu Qing Tao
77
Chapter 77: Masa lalu Qing Tao II
78
Chapter 78: Hari Turnamen
79
Chapter 79: Babak Penyisihan
80
Chapter 80: Babak Penyisihan II
81
Chapter 81: Memasuki Semi Final
82
Chapter 82: Amarah Jun Tao
83
Chapter 83: Malam Yang Menegangkan
84
Chapter 84: Babak Final
85
Chapter 85: Babak Final II
86
Chapter 86: Babak Final III
87
Chapter 87: Babak Final IV
88
Chapter 88: Babak Final V
89
Chapter 89: Babak Final VI
90
Chapter 90: Hasil Akhir
91
Chapter 91: Kedatangan Klan Jun
92
Chapter 92: Pertempuran Klan Jun
93
Chapter 93: Pertempuran Klan Jun II
94
Chapter 94: Pertempuran Klan Jun III
95
Chapter 95: Pertempuran Klan Jun IV
96
Chapter 96: Jatuhnya Jiang Chen
97
Chapter 97: Pohon Kuno
98
Chapter 98: Akhir Pertempuran
99
Chapter 99: Kembali Ke Klan Jiang
100
Chapter 100: Sebelum Kepergian
101
Chapter 101: Memulai Perjalanan
102
Chapter 102: Seorang Kultivator Yang Sedang Berlibur
103
Chapter 103: Pengkhianatan
104
Chapter 104: Pengkhianatan II
105
Chapter 105: Penyamaran Yang Terbongkar
106
Chapter 106: Raja Ran
107
Chapter 107: Permintaan Jiang Chen
108
Chapter 108: Ruang Harta
109
Chapter 109: Permintaan Raja Ran
110
Chapter 110: Tiba di Mansion
111
Chapter 111: Ran Riu
112
Chapter 112: Kerajaan Godam
113
Chapter 113: Serikat Petarung
114
Chapter 114: Mengambil Misi
115
Chapter 115: Gerombolan Serigala
116
Chapter 116: Terobosan Hubai
117
Chapter 117: Jin Giu
118
Chapter 118: Surat Raja Ran
119
Chapter 119: Tiba di Kerajaan Tei
120
Chapter 120: Dimana Matamu
121
Chapter 121: Tentara Kerajaan Tei
122
Chapter 122: Kakek Dan
123
Chapter 123: Api Hewani
124
Chapter 124: Genius Alkemis Nomor 1
125
Chapter 125: Dimulainya Pertandingan
126
Chapter 126: Genius Saja Tidak Cukup
127
Chapter 127: Pertaruhan
128
Chapter 128: Babak Final
129
Chapter 129: Apakah Aku Belum Terlambat
130
Chapter 130: Itu Adalah Rampasan Perang
131
Chapter 131: Undangan Jamuan Kerajaan
132
Chapter 132: Memasuki Kerajaan Tei
133
Chapter 133: Tujuan Raja Tei
134
Chapter 134: Kesembuhan Jin Giu.
135
Chapter 135: Permintaan Raja Tei dan Kakek Dan
136
Chapter 136: Kembali Pulang
137
Chapter 137: Penyergapan
138
Chapter 138: Pertarungan Perbatasan Provinsi
139
Chapter 139: Pertarungan Perbatasan Provinsi II
140
Chapter 140: Akhir Pertarungan Perbatasan Provinsi
141
Chapter 141: Menyelamatkan Para Tawanan
142
Chapter 142: Tangisan Para Tawanan
143
Chapter 143: Para Wanita dan Undangan Makan Malam
144
Chapter 144: Makan Malam Jiang Chen dan Li Wei
145
Chapter 145: Kepergian Li Wei
146
Chapter 146: Terobosan Transformasi Tendon
147
Chapter 147: Petir Kesengsaraan Jiang Chen
148
Chapter 148: Memasuki Kultivasi Kembali.
149
Chapter 149: Tingkat 6 Transformasi Tendon.
150
Chapter 150: Kedatangan Tamu Serikat Alkemis Pusat
151
Chapter 151: Kepergian Banyak Orang
152
Chapter 152: Perubahan Seekor Ular
153
Chapter 153: Sebuah Lubang Raksasa.
154
Chapter 154: Kolam Darah Naga
155
Chapter 155: Terlukannya Hubai
156
Chapter 156: Menetasnya Kedua Telur Naga
157
Chapter 157: Pelalangan Kerajaan Godam
158
Chapter 158: Pelelangan Kerajaan Godam II
159
Chapter 159: Paman Jin Giu
160
Chapter 160: Memasuki Ketenangan
161
Chapter 161: Pencerahan Tang Shan
162
Chapter 162: Tiba di Provinsi Gunung Es
163
Chapter 163: Kekuatan Tang Shan
164
Chapter 164: Menyebarkan Cerita
165
Chapter 165: Perang Bandit
166
Chapter 166: Akhir Perang Bandit
167
Chapter 167: Keributan Menjelang Pagi
168
Chapter 168: Memasuki Kerajaan Mutiara Salju
169
Chapter 169: Penawaran Raja Mutiara Salju
170
Chapter 170 : Permintaan Jiang Chen
171
Chapter 171 : Kemampuan Prajurit Asura
172
Chapter 172 : Pangeran Bing Jian
173
Chapter 173 : Tambang Kerajaan Awan Salju
174
Chapter 174 : Mencari Informasi
175
Chapter 175 : Memasuki Penjara
176
Chapter 176 : Waktunya Pertunjukkan
177
Chapter 177 : Tornado Asura
178
Chapter 178 : Batu Bulan
179
Chapter 179 : Tubuh Suci Phoenix Es
180
Chapter 180 : Munculnya Reruntuhan Kuno
181
Chapter 181 : Kenyataan Yang Memukul Wajah
182
Chapter 182 : Kemunculan Reruntuhan Kuno
183
Chapter 183 : Memasuki Menara

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!