"Tuan muda Jiang akhirnya kembali, Sungguh sebuah mukjizat"
Mendengar suara ini Jiang Chen tidak mengerutkan kening ataupun menunjukan ekspresi marah, dia hanya berhenti berjalan dan melihat sumber suara.
Disana terlihat ada sesosok pria muda yang sedang berjalan menuju arahnya. Terlihat bahwa pria ini memiliki penampilan yang tampan namun cukup arogan.
Setelah jarak antara meraka tinggal beberapa langkah lagi, Pria itu pun berhenti dan mendengus "Hmm... Tidak disangka kamu masih hidup setelah semua kabar yang beredar di luar"
Mengabaikan perkataan pria itu, Jiang Chen pun bertanya balik "Apakah kamu masih hidup"
Pria itu pun menjawab dengan marah,
namun setelah melihat wajah serius Jiang Chen membuatnya merasa ada yang aneh
"Tentu saja bodoh, apakah kamu pikir aku sudah mati"
Mendengar jawaban itu, membuat wajah serius Jiang Chen mulai berangsur normal, lalu dia pun menghela nafas dan berkata "Hmm itu bagus, maka syukurlah"
Pria itu pun menjadi kebingungan oleh tindakan JiangChen "Ada apa denganmu, apakah kamu menjadi gila setelah kembali dari hutan"
Jiang Chen memasang wajah yang penuh rasa syukur dan berkata serius "Tidak saudaraku, malah aku merasa lebih baik, sesungguhnya aku beryukur, bahwa kamu masih hidup"
Pria itu pun mendengus kesal "Hmm.. Hidupku tidak ada hubungannya denganmu"
Jiang Chen berkata dengan nada tak berdaya seakan itulah kebenarannya "Tidak-tidak saudaraku hidupmu menentukan hidupku, Karna jika orang bodohmu sepertimu saja masih bisa hidup, kenapa aku harus mati"
Mendengarnya pria itu pun menjadi marah dan meraung, lalu dia pun bergegas untuk menyerang "Kamu..Sialannnn...!!!"
"Jiang Fen hentikan tindakanmu itu"
Namun Tiba-tiba terdengar sebuah suara dan sesosok orang pun muncul dari belakang JiangChen, dia adalah seorang pria paruh baya, yang memiliki wajah yang biasa namun terlihat sangat ramah.
Melihat orang itu, Jiang Fen pun terkejut dan ada rasa takut di matanya "Kenapa ayah bisa ada disini"
Pria itupun mendengus dengan marah lalu mengutuk "Hmm.... Tidak usah menunjukan ekspresi jelek mu itu, apakah begitu caramu memperlakukan saudaramu sendiri, bocah sialan"
Jiang Chen tidak bisa tidak tertawa melihat Tingkah laku ayah dan anak tersebut "Hahaha... jangan terlalu serius paman Yun kita hanya sedang bercanda"
Mendengar Ucapan Jiang Chen, Pria itu pun ikut tertawa, sebelum ekspresinya berubah karna mengingat sesuatu dan berkata dengan nada sedikit bercanda namun juga serius.
"Hahaha... Bocah akhirnya kamu kembali juga, Ayah mu dalam suasanan hati yang buruk akhir-akhir ini semenjak beredar berita kematianmu. Dia hampir membalik seluruh kota untuk mencari mu, namun untungnya kau kembali tepat waktu, jika tidak jangankan kota mungkin aku pun akan menjadi daging giling dalam amarahnya"
Jiang Chen bertanya "Paman, Bolehkah aku tau di mana ayah sekarang? Aku akan menemuinya sekarang"
Paman Yun berkata dengan nada yang serius "Ayahmu ada di aula keluarga, bergegaslah sebelum ayah mu menemukanmu lebih dulu atau dia yang akan membunuhmu"
"Baiklah, aku pergi dulu paman" Jiang Chen menangkupkan tinjunya lalu berbalik.
"Ayah kenapa aku harus menghormatinya, Bukankah dia lebih lemah dariku bukankah kekuatan adalah segalanya" Jiang Fen bertanya dengan nada byang sedikit kesal.
"Karna dia keluargamu dan itu sudah cukup untukmu menghormatinya. Nak coba katakan kenapa kita harus kuat?" Jiang Yun menjawab dan juga bertanya sekaligus
Jiang Fen bingung untuk sesaat, lalu berkata dengan nada tak berdaya karna takut ayahnya akan marah dan memukulinya "Hmm... Bukan kah itu untuk mendominasi dan terlihat keren sehingga dapat mempunyai istri yang cantik"
Mendengar jawaban anaknya, Jiang Yun hanya menggelengkan kepalanya dengan kecewa lalu berkata dengan nada yang berat dan dalam, jelas bahwa dia sangat kecewa dengan anaknya ini
"Nak dengarkan aku, kekuatan itu hadir untuk membantumu melindungi orang yang kau cintai dan sayangi, namun ketika kamu mempunyai kekuatan tapi tidak mempunyai orang yang ingin kau lindungi, kekuatanmu hanya akan membuatmu kehilangan arah dan tersesat. Maka nak sebelum kekuatanmu berkembang lebih jauh lagi, pikirkanlah kenapa kamu harus menjadi kuat"
"Dengarkanlah Nak selalu ada langit yang lebih luas di luar sana, dan jika kau mengerjar kekuatan itu adalah perjuangan tanpa akhir. Jujur saja dengan tekadmu yang sekarang aku takut kamu belum bisa bertahan walau satu hari pun" Jiang Yun menambahkan lalu berbalik dan pergi.
Melihat Ayahnya yang pergi dengan wajah kecewa, Jiang Fen merasa bersalah karna dia belum pernah melihat ayahnya kecewa padanya, ini membuatnya terdiam dan tidak tau harus berbuat apa dan hanya bisa berjalan pergi.
Namun dalam perjalanannya tiba-tiba dia mendengar seseorang membicarakan Jiang Chen, sehingga diapun tertarik dan berjalan mendekat ke sumber suara.
Setelah tiba di sumber suara Jiang Fen melihat ada dua murid Klan Jiang yang membicarakan tetang Jiang Chen, membuatnya sedikit kesal dan berkata
"Hey.. Aku dengar kalian membicarakan tentang Jiang Chen, sudah hentikan itu dia tidak mati dan dia sudah kembali dengan selamat jadi berhentilah membicarakannya"
Salah satu murid menjawab dengan hormat "Saudara Fen sepertinya salah sangka, kami memang membicaran tentang Tuan Muda Jiang namun itu bukan berita tentang kematiannya melainkan berita baru yang sedang beredar di kota"
Jiang Fen bertanya dengan kesal karna dia pikir, dia sedang di permainkan lagi, setelah sebelumnya dia dipermainkan oleh Jiang Chen yang membuatnya kesal "Hmm.. Memang berita yang mana?"
Murid menjawab dengan tergesa-gesa "Tenanglah saudara Fen, ini berita tentang tuan muda yang mematahkan tangan Nangong Yun di dekat gerbang kota"
Mendengar itu Jiang Fen langsung terkejut, karena sebenarnya dia dan Nangong Yun pernah beberapa kali melakukan sparring, sehingga dia teu betapa kuatnya Nangong Yun.
Jiang Fen menenangkan pikirannya dan berbicara dengan dingin "Apa... Tidak kusangka tingkat Kultivasinya sudah meningkat pantas tadi dia berani bermain denganku"
Mendengar ucapan Jiang Fen, murid itu pun berkata dengan nada tinggi dan sedikit bangga, seperti dia melihat langsung kejadian itu. "Tidak Saudara fen, Kau salah lagi, saat itu orang-orang melihat dengan jelas bahwa tuan muda masih di tingkat 3 Kondensasi Qi dan mengalahkannya dengan mudah"
Jawaban itu membuat Jiang Fen terdiam dan terkejut, dapat dilihat ada sedikit rasa takut dimatanya, karna jika tadi ayahnya tidak muncul dan menghentikannya memprovokasi, mungkin dia juga akan berakhir seperti Nangong Yun dan dia yakin ayahnya pun tau tentang berita ini sehingga menghentikannya.
Pemandangan pun berganti menjadi di sebuah Aula yang besar dan megah, yang dimana terdapat banyak sekali patung dan lukisan denga wajah dan ekspresi berbeda-beda, tapi meski begitu mereka masih memiliki satu hal yang sama yaitu pedang yang mereka pegang.
Diujung aula terlihat ada sebuah kursi yang megah dan indah, lalu terlihat sorang pria paruh baya yang sedang duduk diatasnya dengan ekspresi sangat tenang dan kedua mata yang tertutup.
Pria itu terlihat sangat tampan dan gagah untun orang sebayanya, tapi selain itu dia juga terlihat sangatlah tenang layaknya air yang mengalir dan tepat saat kedua matanya terbuka aura mendominasi yang sangat kuat pun keluar darinya.
Sesaat setelah pria itu membuka matanya, terdengarlah sebuah suara langkah kaki mendekat dan tidak lama kemudian terlihatlah sesosok pria muda yang sedang berjalan mendekat kearahnya, lalu pria muda itu tiba-tiba berhenti dam berlutut sebanyak tiga kali pada pria paruh baya itu.
"Ayah anakmu yang tidak berbakti telah kembali... "
Pria mudah itu tidak lain adalah Jiang Chen yang sedang berlutut pada ayahnya dengan penuh rasa senang, kebahagian, dan juga kesedihan.
Setelah semua yang Jiang Chen alami di gunung sebelumnya, dia merasa bawah dirinya itu sangatlah lemah dan bisa mati kapan saja, sehingga selain bersumpah untuk menjadi kuat dia juga bersumpah untuk melindungi keluarganya sebaik mungkin, bahkan jika nyawa sebagai bayarannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Anonymous
🐎🐺🐎🐺
2024-03-12
0
Gunakan bahasa Indonesia niar mudah dipahami dan dimengerti tor
2023-08-13
0
Haikal Akbar
Up
2022-11-20
0