Tepat setelah kabut asap menghilang terlihatlah sebuah lanskap yang luar biasa, yang akan mengguncang seluruh Kota Mohe.
Dalam pemandangan tersebut terlihat ada dua orang pria, dimana salah satunya berdiri dengan gagah berani, lalu dia juga memiliki wajah yang tampan dengan tatapan yang tajam dan seakan memandang rendah semua keberadaan.
Lalu yang lainnya terlihat sedang bersujud dengan memegang salah satu lengannya yang sudah patah, itu semua dapat terlihat dari darah dan tulangnya yang keluar hingga merobek kulitnya. Orang ini memiliki wajah yang sangat jelek, ditambah dengan posturnya yang sekarang, itu hanya membuatnya semakin jelek dan menjijikkan.
"Aghhhhhhh........ "
Pemandangan itu membuat semua orang sangat terkejut dan sangking terkejutnya mereka bahkan tidak ada yang bisa mengeluarkan bersuara sedikit pun, sehingga mereka hanya bisa bengong dengan ekspresi tak percaya seakan mereka sedang bermimpi, tapi tiba-tiba rintihan kesakitan Nangong Yun terdengar dan segera membangunkan semua orang dari keterkejutannya.
Namun ternyata bukan hanya penonton yang terkejut, karena bahkan Nangong Yan pun sama terkejut dengan mereka, awalnya saat Nangong Yun mengabaikan peringatannya dia memang menjadi sedikit kesal, tapi dia masih tidak menghentikan Nangong Yun untuk menyerang Jiang Chen, Karena dia pikir bahwa adiknya akan bisa menang dengan mudah.
Namun sekarang, dia bahkan sangat menyesal tidak menghentikannya, sehingga setelah ini dia tidak tahu harus berkata apa pada ayahnya di Klan.
Memikirkan semua ini hanya membuat Nangong Yan pusing, sehingga dia segera terjebak dalam pikirannya dan hanya terdiam dengan mata kosong, tapi tiba-tiba sebuah teriakan menyadarkannya kembali.
"JIANG CHEN...!!!"
Melihat adiknya berteriak kesakitan, membuat Nangong Yan menjadi marah dan tanpa sadar mengeluarkan auranya yang menunjukan tingkat kultivasinya yang berada pada tahap 7 Heavenstage Qi Kondensasi, dia meraung dan langsung berlari ke arah Jiang Chen untuk menyerangnya.
Jiang Chen melihat Nangong Yan yang sedang berlari ke arahnya, membuat wajahnya berubah dan mengeluarkan ekspresi yang sangat serius, dan bersiap-siap melakukan pertarungan.
"Hmm... Kau terlalu menganggap tinggi dirimu sendiri"
Melihat Jiang Chen yang tidak menghindar dan akan melawanya membuat Nangong Yan merasa jijik dan mendengus, Lalu dia pun melancarkan sebuah pukulan langsung ke arah merdian Jiang Chen, sehingga terlihat jelas bahwa tujuanya adalah untuk membuat Jiang Chen menjadi cacat permanen.
Walaupun Jiang Chen adalah tuan muda dari Klan Jiang, dia hanyalah sampah sehingga beberapa orang menggapnya sebagai aib, dan Nangong Yan juga adalah tuan muda dari Klan Nangong sehingga dia tidak takut dengan latar belakang Jiang Chen.
Lagian apakah Klan Jiang akan memulai perang dengan Klan Nangong hanya karna sampah Klan? Sehingga Nangong Yan bisa santai walaupun membunuhnya dia hanya perlu menyiapkan beberapa alasan.
Namun, saat pukulan Nangong Yan akan mengenai Jiang Chen, tiba-tiba ada sebuah lengan yang menghentikannya dan terlihat ada seseorang yang berdiri di depannya.
Orang itupun berkata dengan acuh tak acuh, tetapi di akhiri dengan tertawa "Heyy...Bukankah ini tuan muda Nangong Yan yang hebat dan mendominasi sejak kapan dia menjadi pecundang yang hanya bisa menggertak orang yang lebih lemah darinya. Hahaha....."
Melihat bahwa orang yang menghadangnya adalah Feng Lin, membuat Nangong Yan mengerutkan Alisnya dan meraung marah."Apa maksudmu ini Feng Lin? Apakah kamu ingin menyinggung Klan Nangong?"
Mendengar ucapan Nangong Yan, Feng Lin hanya tertawa dingin dan memandangnya dengan jijik "Hahaha... Terus kenapa dengan Klan Nangong? Apa hubungannya dengan Klan Nangong? Dan apakah kau bisa mewakili seluruh Klan Nangong hanya dengan ucapanmu seorang?"
"Apakah kamu tidak malu telah menyerang seseorang yang jelas Kultivasinya berada empat tingkat di bawahmu?" Feng Lin melanjutkan berkata sambil menatap Nangong Yan acuh tak acuh.
Nangong Yan menarik kembali pukulannya lalu berkata dengan dingin pada Feng Lin."Tidak peduli apa, dia sudah melukai adikku, Aku sebagai kakanya berhak untuk membalasnya"
"Dan aku sebagai saudaranya juga berhak untuk melindunginya" Feng lin berkata dengan langsung dan tegas, sehingga membuat Jiang Chen pun sangat tersentuh lalu tersenyum.
"Walaupun aku tidak melihatnya dari awal, aku dapat yakin bahwa adikmu lah yang memulai. Jadi berhentilah berbicara omong kosong denganku, karna aku Feng Lin tidak pandai berbicara tapi pandai berkelahi"
Nangong Yan pun mendengus dengan marah, lalu mengambil Nangong Yun yang sudah pingsan tergeletak di tanah "Hmm.. Baiklah aku akan memberikan sedikit wajah padamu mengingat hubungan ke dua Klan"
Sebelum pergi Nangong Yan melihat Jiang Chen terlebih dahulu lalu berkata dengan dingin dan ada niat membunuh didalamnya.
Walaupun niat membunuhnya sudah di tekan dengan baik, itu masih bisa dirasakan oleh indra spiritual Jiang Chen yang tajam.
"Tunggu saja, ini tidak akan berakhir disini untukmu"
Jelas Nangong Yan pergi bukan karena hubungan Klan, melainkan karna dia tau bahwa dia tidak akan bisa mengalahkan Feng Lin, dan dia menyebutkan hubungan Klan sebagai alasan untuk melindungi wajahnya.
Walaupun mereka berdua disebut dua genius dari generasinya, Nangong Yan tau dalam hal bakat dan kekuatan dasar Feng Lin jauh di atasnya, karna dia bisa mencapai tingkat kultivasinya yang sekarang, dengan mengandalkan obat-obatan yang tidak ada habisnya.
Setelah kepergian dua saudara Nangong, Penonton pun ikut bubar dan hanya menyiksakan Feng Lin dan Jiang Chen.
Feng lin menepuk pundak Jiang Chen dengan sedikit khawatir "Saudaraku, kamu baik-baik saja? Apakah bajingan tadi sempat melukaimu"
Jiang Chen menjawab dengan hangat, karena dia sangat tersentuh atas kebaikan Feng Lin padanya "Tidak, dia tidak sempat melukaiku karna saudara Feng datang tepat waktu"
Jiang Chen dan Feng Lin hanya saudara sumpah, dulu saat Feng Lin hampir terbunuh di hutan Jiang Chen membantunya dengan nyawanya sebagai taruhan. Sehingga Feng Lin bersumpah jika mereka bisa keluar hidup-hidup mereka akan menjadi saudara hidup dan mati, dan setelah itu Feng Lin selalu membantunya saat dia kesulitan.
Feng lin ini memiliki penampilan yang biasa, namun membawa aura yang membuat orang lain nyaman untuk berada disisinya, dan dengan kepribadiannya yang ramah dan baik, banyak wanita di kota ini yang tergila-gila padanya.
Feng Lin dan Nangong Yan satu tahun lebih tua dari Jiang Chen namun tingkat kultivasinya sudah jauh diatasnya.
Feng Lin bertanya dengan nada sedih dan tak berdaya "Saudaraku kapan kamu kembali? Kenapa kamu tidak datang menemuiku apakah kamu tidak menggapku lagi sebagai saudara"
Jiang Chen tau bahwa Feng Lin sedang bercanda, tapi dia tetap menjawab dengan nada rendah "Apa maksudmu saudara Feng? Apakah kamu memandang rendahku, sekali saudara tetap saudara walaupun aku tidak sekuat dirimu sekarang, namun kelak dimasa depan sekalipun langit jatuh aku akan menanggungnya untukmu. Sebenarnya aku baru saja tiba dan akan berjalan pulang sebelum nanti malam menemuimu, namun sekarang aku sangat lelah sehingga aku harus meminta maaf karna tidak bisa menemanimu minum malam ini"
Mendengar jawaban Jiang Chen, Feng Lin hanya ringan "Hahahah... Itu baru saudaraku, kau tidak perlu memikirkannya. Kita bisa minum kapan saja di masa depan dan sekarang kau harus banyak beristirahat untuk menyambut kompetisi tahunan"
Jiang Chen ikut tertawa "Hahahah... Aku hampir melupakannya, bahwa saudaraku akan segera menjemput anak perempuan"
Feng Lin terlihat sedikit malu dan langsung mengalihkan pembicaraan "Hahaha... Jangan bahas itu sekarang"
Setelah saling bertukar beberapa kata, Jiang Chen pun meminta untuk undur diri. Dia sudah ingin bertemu dengan keluarganya dan Feng Lin pun mengetahui itu, sehingga dia tidak menghalanginya.
Dalam perjalanan menuju rumah Jiang Chen memikirkan banyak hal, terutama turnamen tahunan, walaupun di permukaan ini adalah turnamen persahabatan biasa, tapi sebenarnya ini menentukan posisi Klan di kota dan termasuk pembagian sumber daya.
Beberapa tahun terakhir, tempat pertama selalu menjadi rebutan Klan Nangong dan Klan Feng, sementara Klan Jiang selalu mendapatkan tempat terakhir. Ayahnya adalah orang terakahir dari Klan Jiang yang menjadi juara tahunan. pada saat itu Klan Jiang sangat mendominasi dua Klan lainnya, sehingga Tuan Kota pun harus menghormati Klan Jiang.
Sedangkan untuk Tuan Kota dia sudah berada di pengasing dalam beberapa tahun terakhir dan kota sekarang di kelola oleh kedua anaknya sehingga terjadi perebutan kekuasaan di dalam walaupun hanya orang-orang yang mempunyai pengaruh yang mengetahuinya dan Jiang Chen pun hanya mendengarnya secara tidak sengaja saat ayahnya mengobrol dengan para tetua.
Tanpa terasa Jiang Chen pun tiba di pintu depan Klan Jiang, disana ada beberapa prajurit yang berdiri dan berjaga. Saat prajurit melihat Jiang Chen mereka sedikit terkejut namun kembali tenang dan tersenyum menyambutnya.
"Selamat datang Tuan Muda"
Para prajurit berkata dengan serempak sambil tersenyum, dan ada sedikit kebahagiaan dari nadanya.
Melihat sambutan mereka Jiang Chen tidak bisa tidak tertawa "Hahahaha... Kenapa kalian begitu formal apakah orang tua itu memukuli kalian lagi"
Walaupun Jiang Chen adalah sampah, dia adalah orang yang baik dan menghargai orang lain, dan dia juga tidak pernah bersikap angkuh pada orang yang berada di bawahnya, sehingga banyak orang yang menyukainya.
Salah satu pengawal tertawa dan menjawab dengan santai seperti sedang ngobrol dengan temanya sendiri "Hahahaha Tuan Muda akhirnya kembali, Sungguh sialan orang yang menyebarkan berita itu"
"Hahahaa... seperti yang kukatakan Tuan muda kita di berkati oleh dewa keberuntungan akan sangat sulit mencabut nyawanya"
"Kita harus berterimakasih kepada dewa karena telah membawakan kembali tuan muda kita yang baik hati dan untuk itu kita harus mengadakan pesta malam ini"
Seorang prajurit berkata dengan nada penuh syukur dan penyesalan, tapi kalimat terakhirnya membuat semua orang kesal dan membuat semua prajurit tertawa terbahak-bahak.
Setelah betukar beberapa kata dengan para prajurit, Jiang Chen pun akhirnya masuk dan berjalan menuju ke tempat tinggalnya, Namun tiba-tiba ada suara yang memanggil namanya dengan arogan.
"Tuan Muda Jiang akhirnya kembali sungguh sebuah mukjizat"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Anonymous
🐆🐆🐴🐴🐮
2024-03-12
0
Lanjutkan
2023-08-13
0
Haikal Akbar
Next
2022-11-20
0